
Master tersenyum licik, "Iblis takdir bodoh..."
Kali ini desa yang di serang adalah [Jintei], desa yang dekat dengan pusat desa dari bangsa Onijin dan tempat tinggal asli Itsuki. Bangsa Giblis berulah seperti biasanya yaitu dengan menyerang desa itu untuk memenuhi rasa nafsu mereka dalam membunuh.
Semua pembantaian yang terjadi itu sudah di lihat oleh Master, di mulai dari Yusa dan Itsuki yang membantai seluruh pasukan Giblis yang berada di desa [Kromato]. Selama ini Master hanya bisa melihat keadaan yang terjadi di semesta Zuusuatouri sambil menunggu Ceytamold kembali pulih.
Dalam pertarungan yang terus terjadi seperti pembantaian di [Kromato], Master perlahan-lahan mempelajari tentang Giblis bahwa mereka masih belum cukup kuat untuk bisa mengalahkan iblis takdir, dua iblis takdir saja sudah cukup mengalahkan pasukan yang berjumlah ribuan.
Kali ini semua informasi yang dikumpulkan oleh Master hampir sempurna, ia memperkuat seluruh pasukan Giblis yang menyerang [Jintei] sampai-sampai sekarang insting membunuh Giblis sudah berada di potensi maksimal dimana mereka dapat mendeteksi bahaya dan serangan apapun.
Yusa dan Itsuki telah menyesal karena mencoba untuk melawan pasukan Giblis yang berada di [Jintei], Itsuki berlutut di atas tanah dengan beberapa luka yang cukup parah, Yusa segera melempar sebuah botol ramuan yang ia bawa diam-diam dari Alisha.
"... ...!" Yusa hanya bisa diam menatap penduduk desa itu di siksa habis-habisan dan iblis gadis juga dijadikan sebagai mainan sampai tubuh mereka meledak dengan sendirinya.
"Hah... Hah... Hah... Tenaga-ku terkuras ketika berhasil membasmi satu Giblis saja..." Yusa berkeringat dingin.
"Sudah saatnya, iblis takdir... Kalian akan mengerti tentang jalan pintas dalam memenangkan segala perang yaitu melalui diriku. Dengan bantuan diriku maka kalian bisa menjadi iblis apapun yang kalian mau dan kalian bisa menaklukkan apapun serta menghentikan kegilaan bangsa Giblis!" Master memberi Yusa satu kesempatan terakhir agar ia bisa menjadi rekan bersama dirinya sendiri.
"Untuk apa iblis yang sudah di sediakan takdir baik harus mengikutimu!? Aku menolak-nya...!"
"Kesempatan tersia-siakan. Dasar iblis bodoh, iblis apapun kalian ini... Kalian masih tetap pion yang dikorbankan di segala perang."
Master menciptakan sebuah bola crimson dari telapak tangan kanan-nya dan ia mulai memasukkan bola itu ke dalam tubuh pemimpin pasukan Giblis sehingga semua pasukan Giblis itu bersinar merah dan kulit-kulit mereka yang tadinya hitam mulai berubah menjadi merah darah yang bersinar.
Yusa menghalang Itsuki dan bayi yang ia selamatkan, dorongan yang besar bisa ia rasakan tetapi ia menahan semua dorongan itu menggunakan Luz Demonio yang diputarkan. Tatapan Itsuki terlihat seperti ketakutan melihat pasukan yang berjumlah jutaan masuk ke dalam tubuh satu pemimpin pasukan Giblis dimana ia mengamuk dan mengaum suara yang mampu membuat desa hancur.
Insting membunuh Yusa mendadak tidak berfungsi seolah-olah rasa takutnya-lah yang mampu menghilang insting membunuh-nya, pemimpin Giblis itu berubah menjadi sesosok makhluk yang mengerikan dimana ukuran tubuhnya mulai tumbuh menjadi ukuran tubuh raksasa dengan wajah yang terlihat mengerikan serta taring-taring yang keluar dari mulutnya.
Penampilan Giblis itu berubah drastis dimana makhluk itu mengeluarkan tekanan besar yang mampu membuat kedua kaki Yusa masuk ke dalam tanah. Terdapat beberapa duri merah yang mulai bermunculan di seluruh anggota tubuh Giblis tersebut membuat Yusa hanya bisa melotot sambil bergetar ketakutan.
Master hanya bisa tersenyum licik karena kreasi-nya berhasil dalam menggabungkan sihir kuno dengan iblis, hasil-nya adalah tahap menuju kehancuran. Seluruh duri itu mulai melesat menuju arah Yusa dengan kecepatan penuh, Yusa menggenggam erat gagang-nya dan ia segera menebas semua duri itu yang mencoba untuk melukai Itsuki dengan bayi yang ia coba lindungi.
Terdapat beberapa penduduk yang tidak bisa Yusa selamatkan, hal itu menyebabkan Yusa memejamkan kedua matanya ketakutan karena mendengar teriakan mereka serta air mata berwarna merah mulai berjatuhan dari kedua matanya.
Secara keseluruhan, wilayah desa itu dipenuhi dengan aura berwarna merah dan aura itu menghambat kecepatan Yusa sendiri serta membuat tubuhnya terasa berat dan gatal kesakitan. Yusa berteriak sekeras mungkin dimana ia memaksakan seluruh tubuhnya untuk bergerak gesit dan menyelamatkan sebagian penduduk, ia segera menciptakan sebuah tembok dari tulang untuk mereka bisa berlindung.
"Yusa, apa yang kau lakukan saat ini sia-sia... Kau tidak akan bisa menyelamatkan semua orang, setidaknya selamatkan seseorang yang dek---"
"PERSETAN DENGAN ITU!!!" Yusa melihat beberapa duri yang melesat menuju arah Itsuki, ia melempar Luz Demonio ke arah duri itu dan menyebabkan semua duri itu langsung hancur.
Yusa juga melihat Giblis raksasa itu mencoba untuk menginjak-nya, Yusa segera menggunakan sihir manipulasi tulang dan menciptakan sebuah duri tajam di sekitarnya yang mampu membuat Giblis raksasa itu kesakitan ketika menginjak-nya sampai ia perlahan-lahan mundur ke belakang dan menginjak beberapa penduduk.
"Bagaimana iblis takdir...? Apakah kau menyukai dengan ciptaan-ku sendiri? Aku menamakan Giblis ini [Carmekuma]. Carmekuma yang berada di fase evolusi raksasa, hampir sama seperti Giblis... Hahaha, bukan sama lagi tetapi aku hanya menambahkan sedikit kekuatan tambahan." Master tersenyum jahat.
"Jangan meremehkan-ku, master...! Aku akan membunuh Carmekuma ini dengan satu pedang saja...! Dengan satu kemampuan dan satu serangan fatal...!" Yusa mengangkat tangan-nya ke atas dimana ia memanggil Luz untuk kembali kepada genggaman-nya.
Yusa melompat menuju Carmekuma itu, ia melihat kedua lengan Carmekuma yang melesat ke arah dirinya. Yusa segera menciptakan dua perisai melalui kedua lengannya untuk melindungi dirinya dari serangan itu.
BAAGGGG!!!
"... ...!" Seluruh tubuh Yusa dipenuhi dengan darah.
Yusa mendarat di atas tanah karena merasa lemas di seluruh tubuhnya, walaupun dia sudah menahan serangan tadi, kedua perisai-nya retak dan meleleh menjadi aura yang berwarna merah darah. Yusa melihat ekor Carmekuma melesat menuju arah Yusa dengan kecepatan yang gesit, insting membunuh Yusa kembali untuk membantunya dimana mata kanan Yusa segera bersinar lalu ia menoleh ke belakang.
"[Oui's Bless]! [Bone Creation: Upgraded Sword]!"
Yusa melakukan dua sihir dimana ia melumurkan bilah pedang Luz Demonio dengan sumber energi sihirnya dimana itu dapat membuat bilah pedang-nya sendiri menjadi semakin tajam dan kuat. Yusa juga menciptakan beberapa tulang untuk melindungi bilah pedang Luz agar bisa bertambah kuat dan kerusakan yang ia berikan kepada Carmekuma itu akan besar.
"JYAAAAAHHHHHHHH...!!!" Yusa teriak sekeras mungkin, ia mengerahkan seluruh tenaganya untuk memotong ekor Carmekuma itu menjadi beberapa bagian.
"Hah... hah... hah...!" Yusa segera membakar semua bagian-bagian ekor itu menggunakan api mimpi buruk-nya sebelum ekor itu kembali pulih menggunakan kemampuan regenerasi.
Dengan kehilangan ekor Carmekuma, darah-darah hitam tumpah dari bekas ekor-nya yang sudah potong, seluruh tubuh Yusa dipenuhi dengan darah Carmekuma itu karena ia tidak sempat untuk menghindari, Carmekuma itu mengaum sekarang mungkin dan mampu mendorong mereka semua kecuali Master yang berada di atas langit sambil mengobservasi.
"Secepatnya kalian melarikan diri dari sini... Aku tidak akan menyelamatkan kalian untuk kedua kalinya..." Yusa menunjuk semua penduduk yang selamat dan ia memberi mereka sedikit sumber Oui-nya.
"Insting iblis-ku membantu-ku... Setidaknya aku harus bertarung lebih lama lagi agar aku bisa mendapatkan informasi dan memiliki pengalaman melawan Giblis yang sudah dirasuki dengan sihir kuno." Yusa tersenyum kesal.
"Hohhhh..." Master mulai tertarik melihat Yusa.
"Semoga saja aku tidak terbunuh..." Yusa menatap Itsuki yang sedang memeluk bayi itu erat, ia tidak bisa melarikan diri karena luka-luka di bagian kaki dan sayapnya, luka-nya masih belum pulih karena terkena sihir kuno yang bernama [Crimson] itu.
Carmekuma mulai menghantam Yusa ke atas dan kecepatannya meningkat membuat Luz Demonio terpental ke arah lain.
"Yusa...!" Luz terkejut melihatnya.
Carmekuma itu memegang seluruh tubuh Yusa dan mencoba untuk menghancurkan-nya dengan satu genggaman. Yusa terlihat panik karena ia memiliki rencana yang bisa menyelamatkan-nya, ia mengembungkan pipinya dan segera menghembuskan api mimpi buruk di wajah Carmekuma itu menyebabkan dirinya bebas dan menarik kembali Luz Demonio.
Carmekuma mencoba untuk membalas serangan dari Yusa dengan mengepalkan tinju-nya keras, Yusa melotot merasakan beberapa kristal merah mengelilingi-nya, ia melempar Luz ke arah semua kristal itu dan kembali menariknya setelah kristal-kristal itu hancur. Seluruh tubuh Yusa bergetar penuh dengan kewaspadaan berkat insting iblis-nya.
"Groaaagghhh...!!!" Carmekuma melepaskan gelombang merah melalui mulut dan kedua telapak tangannya, gelombang merah yang keluar dari mulutnya dapat Yusa tahan dengan memutarkan pedang-nya seperti putaran angin topan.
"Grrggh... Nrgghh..." Yusa mulai berkeringat karena gelombang yang ia tahan ini bukanlah sihir biasa melainkan sihir yang sangat kuat.
Kedua gelombang yang keluar melalui kedua telapak tangan-nya mengenai daratan dimana tekanan gelombang itu mampu membelah daratan menjadi dua membuat Itsuki dan bayi itu hampir terjatuh, Itsuki segera menepatkan bayi itu di belakangnya dan ia mencoba untuk melindunginya dari belakang.
"... ...!"
Kedua gelombang itu mengarah menuju Itsuki bersama bayi tersebut, Yusa mulai panik dan ia memiliki pikiran dimana ia harus segera menyelamatkan Itsuki bersama bayi yang ia lindungi. Seketika Yusa terlihat ketakutan dan mulai mengingat kematian Alter, ia segera menciptakan perisai yang besar dari lengan kirinya.
"Itsuki...!" Panggil Yusa, ia melempar pedang Luz menuju arah Itsuki. Yusa mengganti pertahanan-nya dengan melindungi dirinya menggunakan perisai yang mulai retak ketika menahan gelombang merah itu.
Pedang Luz Demonio tertancap di depan Itsuki dimana daratan terbelah menjadi dua membuat kedua gelombang itu masuk ke dalam jurang, membuat Itsuki bersama bayi itu terdorong ke belakang, untungnya Itsuki sudah memeluk bayi itu yang terus menangis.
"Hwehhhh...! Hweeehhh...!"
"Ssshh... Sudah, sudah... Aku akan melindungi-mu, bayi kecil."
"AHHHHHHHHHH!!!" Teriak Yusa kesakitan dimana seluruh tubuhnya mulai mengeluarkan darah yang banyak sekali.
"Sial...!!!"
Ketika perisai itu hancur, Yusa menahan gelombang itu menggunakan kedua telapak tangan-nya menyebabkan zirah yang ia gunakan langsung hancur. Tidak ada lagi yang bisa Yusa lakukan selain menahan gelombang itu sampai hilang, jika ia mencoba untuk kabur atau menyerang balik maka nyawa-nya akan disambut oleh dewa kematian.
"KAU TIDAK AKAN BISA MENGHANCURKAN DIRIKU...!!!" Teriak Yusa keras dimana ia mengepalkan tinju kanan-nya, api mimpi buruk mulai melindungi tinju kanannya serta seluruh tubuh Yusa sudah dipenuhi dengan darah hitam.
"Harrrggghhhhhhh...!!!" Yusa melepaskan dorongan besar menggunakan tinju kanannya, menyebabkan Carmekuma itu terpental ke belakang dan terjatuh di atas tanah.
Yusa ikut terpental ke belakang dimana ia terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang sekarat, Master merasa kecewa melihatnya seolah-olah ia mengharapkan banyak dari potensi yang dimiliki oleh iblis takdir yang bernama Oni Yusakage.
Carmekuma melompat ke atas dan ia segera mengakhiri kehidupan Yusa dengan menginjak seluruh tubuhnya, Itsuki melebarkan kedua matanya melihat Yusa yang terluka cukup parah, ia mencoba untuk pergi menyelamatkannya tetapi tidak bisa karena luka-nya mulai memburuk dimana kaki bagian kanan-nya telah berubah menjadi warna merah.
"Ughh... Sial dengan batasan ini...!"
"Maafkan... aku... ibu..."
BRAGGHHH!!!
Seorang iblis melompat keluar dari dalam daratan dengan kedua tinju-nya yang disinari dengan kegelapan dan cahaya ilahi. Iblis itu mengepalkan kedua tinjunya dan membuat Master terkejut karena ia tidak menyadari keberadaan iblis itu dari awal yang bersembunyi di dalam daratan.
"Dragon...!" Sebuah naga emas terbang keluar dari dalam daratan dan mendorong Carmekuma itu ke belakang.
"Chaining...!" Ribuan sirkuit sihir ungu kegelapan muncul di atas langit dan mengeluarkan rantai ungu hitam yang mengikat tubuh Carmekuma itu sampai ia tidak bisa bergerak.
"Fist....!!!" Iblis itu menghantam perut itu bersama naga yang berada di belakangnya menerobos masuk ke dalam perutnya.