Luz Demonio

Luz Demonio
19 - Kota Iblis Succubus



"A-Ack..." Yusa terbaring di atas tanah dengan tengkorak yang sudah hancur, ia tidak bisa bergerak karena seluruh tubuhnya terasa lumpuh karena sudah terkena serang oleh Kizura, dia pantas mendapatkannya karena memperlakukan Alisha seperti itu.


"Oi!? Apa yang kau lakukan pada Yusa!? Astaga!!!"


Alisha yang sudah di anggap rendah oleh Yusa masih ingin terus membantunya, ia memberinya beberapa ramuan yang dapat memulihkan kondisinya, Kizura sepertinya mempercayai Alisha sebagai Succubus yang sangat loyal. Dia bahkan tidak merasakan aura-aura dosa nafsu di sekitar Alisha karena sepertinya ia belum pernah bekerja untuk memuaskan nafsu seseorang.


"Baru kali ini aku melihat Succubus yang sangat loyal, dosa [Lust] saja aku tidak bisa merasakan sekecilpun di dalam dirinya. Apakah dia ini benar-benar bangsa Succubus?"


"Maafkan aku, Alisha. Sepertinya pikiranku baru saja terpengaruhi oleh kemarahan dan pahit-nya kehidupan bangsa Iblis."


"Tidak apa-apa kok." Alisha memeluk Yusa dan menepatkan wajahnya di kedua payudaranya.


"Mmffh..."


"Uwahhh... Tapi tingkah lakunya benar-benar seperti Succubus sih." Ungkap Kizura.


Luz kembali dan melihat Yusa yang sedang tertidur di kedua payudara Alisha, sepertinya anak iblis sepertinya sudah cukup beruntung untuk bisa merasakan kenyamanan dari seorang Succubus. Luz mencoba sekuat mungkin untuk menahan iman-nya karena tujuan terpenting adalah dimana mereka akan tinggal.


"Sepertinya petualangan dan perjuangan Yusa dari nol baru saja dimulai, dia sudah mendapatkan pengalaman untuk tidak mempercayai seseorang begitu cepat serta ia pasti bisa merasakan apa yang Alter katakan tentang kepahitan hidup bangsa Iblis yang dipenuhi keserakahan, darah, dan pengkhianatan."


Alisha mulai mengelus rambut Yusa untuk membuatnya merasakan tidur yang nyenyak, tidak ada tempat tinggal untuk mereka karena bangsa Oni pasti sedang memburu mereka atau lebih buruk lagi akan ada kertas yang menunjukkan wajah Yusa dan Alisha.


"Kita tidak punya tempat tinggal lagi sepertinya... Kita kehilangan segalanya termasuk tempat tinggal dan Alter... Lebih buruk lagi Bangsa Oni bisa saja memburu kita dan mengupah beberapa bangsa iblis lainnya untuk mencari kita berdua, upah mereka biasanya besar sekali." 


"Apa yang harus kita lakukan sekarang...? Membunuh bangsa Oni?" Kizura mengajukan sebuah pendapat yang pasti tidak akan diterima oleh Alisha.


"Tentu saja tidak, Yusa pasti tidak akan melakukannya... Dia hanya ingin menunjukkan bahwa dirinya layak untuk bisa menjadi prajurit tertinggi raja Rxeonal, balas dendam sepertinya termasuk untuk seseorang yang membunuh Alter dan kedua penjaga yang mengkhianati kita berdua." Alisha mencium dahi Yusa lalu ia menggendong-nya.


"Apa rencanamu...?" Tanya Luz dan Kizura bersamaan.


"Kita hanya harus membantu untuk mengembangkan Black Sun dan membantu Yusa agar tujuannya terpenuhi, dia ini masih kecil dan siapa tahu ketika sudah besar nanti dia akan menjadi iblis yang hebat!" Alisha mulai berjalan pergi menuju arah timur, mereka berdua mengikuti Alisha tanpa harus mengatakan kemana mereka akan pergi.


"Black Sun ya... Itu adalah organisasi kita bukan...?" Tanya Luz.


"Tentu saja."


"Sekarang kita akan pergi kemana...?"


"Desa tempat tinggal-ku yang bernama [Sermina], disana populasi-nya dipenuhi dengan bangsa Succubus. Untungnya desa itu memiliki pelindung tebal yang dapat menghalang bangsa-bangsa iblis gila yang mencoba untuk menciptakan sebuah peperangan."


Desa [Sermina], tempat yang sama dengan wisata karena bangsa iblis biasanya berlibur ke desa tersebut untuk bisa dilayani oleh berbagai Succubus, pemandangan-nya juga bahkan sangat indah karena desa tersebut adalah satu-satunya desa dengan pemandangan indah apalagi pada saat malam hari.


Dulunya Alisha pernah bekerja di desa itu dan di hari pertamanya dia sudah muak karena ia harus ditugaskan untuk memuaskan nafsu seorang iblis laki-laki, ia segera mengundurkan diri dan pergi mencari pekerjaan yang pantas untuk dirinya yaitu mengasuh seseorang atau menjaga seseorang.


Sepertinya desa [Sermina] bisa dijadikan tempat tinggal untuk organisasi [Black Sun] karena tempatnya cukup aman, Yusa juga bisa berlatih di sana bersama Alisha karena dia satu-satunya iblis yang akan mengasuhnya sampai dia besar nanti.


"Bagaimana kita akan pergi ke kota Sermina...? Bukannya itu terlalu jauh?!" Tanya Kizura karena dengan berjalan kaki saja, mereka akan menghabiskan beberapa minggu untuk pergi menuju desa [Sermina].


Menggunakan sayap mereka juga tidak berguna karena salah satu dari sayap Alisha robek dan Kizura tentunya akan menolak karena ia tidak mau melakukan hal yang menyusahkan yaitu mengangkat mereka semua.


"Kalau begitu aku memiliki sebuah solusi!!!"


Luz mulai berputar melingkari mereka karena dia memiliki sebuah solusi agar mereka bisa pergi menuju desa [Sermina].


"Luz Demonio: Summoning Formation I!"


Yang membedakannya adalah taring yang tajam dan bulu-bulunya yang dipenuhi dengan api serta terdapat satu tunduk besar di bagian ujung kepalanya.


"Uwahhhhh!!! [Lioniku]!" Kedua mata Alisha mulau berbinar-binar melihat makhluk yang bernama [Lioniku].


[Lioniku] adalah semacam jenis makhluk yang sama dengan hewan, intinya singa berwujud iblis dengan kecepatan yang melebihi naga. Biasanya [Lioniku] itu bisa dijinakkan hanya untuk dijadikan kendaraan singkatnya.


"[Lioniku] ya... Sepertinya menggunakan makhluk ini, kita hanya akan menghabiskan beberapa menit untuk sampai di desa [Sermina]." Kizura mendekati [Lioniku] itu dan mulai mengusap bulu-bulunya yang hangat.


"Ayo kita pergi secepatnya, Alisha!" Luz berubah kembali menjadi wujud biasanya.


"Ayo!"


Alisha bersama yang lainnya mulai menunggangi [Lioniku] itu, Luz memperingati mereka untuk memegang erat tubuh makhluk itu agar mereka tidak terjatuh ketika [Lioniku] itu lari menuju desa [Sermina].


"Kalau begitu... Mari kita pergi!!!"


Luz menepuk pantat [Lioniku] sampai makhluk itu segera lari cepat menuju arah desa [Sermina] dan tak sengaja menjatuhkan Luz sendiri sampai meninggalkannya.


"OI!? APA-APAAN INI!? DASAR BUDAK TIDAK BERGUNA!!!" Teriak Luz yang mulai mengejar [Lioniku] yang sudah tidak terlihat lagi.


***


Menghabiskan sekitar 10 menit untuk mereka sampai di desa [Sermina], Alisha hanya bisa tersenyum kecil dan merasa sedikit rindu kepada desa tempat tinggalnya karena ia memiliki beberapa kenangan indah bersama teman-temannya yang sekarang sudah memiliki tugas sebagai seorang prajurit.


Alisha menyuruh [Lioniku] untuk tetap diam di dalam tempat yang hanya disediakan untuk monster peliharaan, Kizura hanya bisa diam dan mengikuti Alisha dari belakang.


"Ahh, Alisha Elonzo! Sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu." Sebuah penjaga menyapa Alisha cukup sopan karena rindu kepada dirinya yang sudah pergi cukup lama.


"Yo, Ermes! Sepertinya kau masih menjadi penjaga desa Sermina ya..."


"Begitulah, sepertinya kau berhasil mendapatkan pekerjaan yang kau mau ya."


"Begitulah." Alisha mengalihkan pandangannya kepada Yusa yang masih tertidur.


"Sepertinya laki-laki yang bersamamu ini adalah pacarmu ya, Alisha." Ermes mengalihkan pandangannya kepada Kizura.


"Bukan." Jawab Kizura.


"Najis!" Jawab Alisha.


Ermes tertawa terbahak-bahak karena jawaban dari Alisha benar-benar mengingat sikap dinginnya itu.


"Ermes, aku tidak memiliki waktu lain. Apakah kau masih menyimpan kunci tempat tinggalku?" Tanya Alisha.


"Tentu saja, aku menjaganya sampai kau kembali, Alisha." Ermes mengeluarkan sebuah kunci emas dan memberikannya kepada Alisha.


"Terima kasih!" Alisha mengambilnya dan ia menatap Kizura.


"Mari bergegas, Kizura." Alisha lari masuk ke dalam gerbang desa itu dan segera menghampiri tempat tinggalnya.


"Kenapa terburu-buru?" Kizura mulai mengikuti Alisha.