Luz Demonio

Luz Demonio
27 - Atroz Formation



Wilayah itu sudah hancur dan tidak tersisa lagi oleh pasukan milik Yusa, mereka semua terbantai habis dengan beberapa serangan dari bangsa Giblis itu. Kemunculan [Flag of Warcry] mampu membuat Penold bersama pasukannya bisa menang melawan Yusa bersama dengan pasukannya.


Penold hanya bisa tersenyum jahat melihat kehancuran yang ada di depannya, desa Sermina sudah tidak tersisa lagi bahkan penduduk-nya karena semua Giblis itu mulai menghabisinya dan memakannya sampai habis. Keselamatan ratu Dyiamire juga tidak dijaminkan karena penyergapan dari bangsa Giblis.


Yusa membuka kedua matanya kosong sambil menatap langit-langit yang merah, ia melihat banyak sekali Giblis yang terbang selagi menyantap mangsa yang mereka dapatkan dari desa, semua darah itu berjatuh sampai menciptakan hujan darah yang mengenai seluruh tubuhnya sendiri.


"Kenapa... Kenapa semua kejadian selalu tidak bisa diprediksi oleh diriku sendiri...? Kenapa... Kenapa... Apakah takdir memang selalu memberiku takdir yang buruk...? Apakah semua ini bisa dibalas dengan putus asa...? Kenapa diriku harus menjadi iblis takdir jika takdir-ku sendiri buruk...?"  Yusa mulai berbicara sendiri dengan wajah yang pasrah dan mata yang kosong, Luz melayang dan menatap Yusa yang terlihat berbeda.


Luz bisa merasakan aura-aura yang berbeda di dalam tubuh Yusa dan itu mengingatkan dirinya kepada pemilik generasi kedua dimana ia memiliki sesuatu yang kuat di dalam tubuhnya, kekuatan yang tidak terkendali dan dapat membahayakan satu sama lain kecuali dirinya sendiri.


"Tunggu...! Yusa...!!! Sadarkan dirimu!!!" 


Luz segera berubah menjadi wujud jubah-nya, ia memegang kedua bahunya dan mencoba untuk menyadarkan dirinya untuk melupakan semua kata-kata yang ia ucapkan, wajah dan matanya terlihat putus asa sambil menatap ke depan tetapi pikirannya seperti sedang mendengarkan sebuah percakapan dari seseorang.


"Ha! Ha! Ha! Kau terlambat, adik kecil." Sesosok berjubah yang memiliki penampilan sama persis seperti Luz muncul di sebelah-nya, yang membedakannya hanyalah warna dari jubah itu adalah merah.


"K-Kau...!? Atroz...! Bagaimana kau bisa kembali lagi...?! Seharusnya kau sudah disegel bertahun-tahun oleh pemilik generasi dua bukan...!? Lantas kenapa kau datang dan mengutuk Oni Yusakage!?"


"Heehhhh... Kenapa kau harus bersikap seperti itu, Luz? Hal yang aku lakukan itu membantu Yusa dan dirimu juga bukan...? Seharusnya kau sadar, Luz... Tidak ada kemenangan kecuali kekuatan yang benar-benar ingin dicapai tinggi!"


"Apa yang kau maksud...?"


"Yang aku maksud adalah... Kau masih belum cukup mengerti tentang kekuatan besar yang harus dimiliki oleh iblis takdir! Kita berdua ini sama-sama Luz Demonio, tetapi aku dikenal sebagai Atroz Demonio dan seharusnya kekuatan cadangan untuk kau sendiri...!"


"Kau adalah pengganti-ku...?"


"Untuk sementara ya... Jika kau tidak bisa menang dan melaksanakan misi-mu sebagai Moirai Arma maka aku akan menggantikan posisi-mu, jika hal ini terus terjadi maka kau akan hancur dan aku akan mengganti dirimu, Luz!"


"A-Apa...?!"


Yusa perlahan-lahan bangkit dari atas tanah, Luz dan Atroz menatap Yusa dengan tatapan yang terlihat serius karena sepertinya hanya Yusa sendiri yang masih bertahan di medan tempur ini, Luz sudah bisa menyangka-nya karena dia adalah iblis takdir yang harus menghentikan segala peperangan.


"Yusa, hanya ada satu takdir dan jawaban untuk memenangkan medan perang ini. Satu takdir itu berarti pilihan yang akan terjadi dan apa yang akan terjadi jika kau memilih pilihan tersebut." Atroz bersama Luz mulai berubah menjadi pedang yang memiliki penampilan sama, tetapi yang membedakannya adalah Atroz dengan garis-garis merah darah di sekitarnya.


Yusa memegang gagang pedang Atroz tanpa berpikir dua kali, hal itu membuat Luz terkejut karena ia baru saja dikhianati oleh master-nya sendiri, ini pertama kalinya Luz melihat Yusa yang masih berusia empat tahun telah kehausan terhadap kekuatan besar untuk bisa menang melawan semua Giblis itu.


"A-Apa yang kau lakukan, Yusa...?" Tanya Luz.


"Aku bersumpah untuk mengakhiri perang Giblis...! Luz Demonio: Atroz Formation!"


"Formasi di dengar... Aku akan melaksanakan perintah-mu, master." Jawab Atroz.


Pedang Luz Demonio mulai bersinar merah cerah sampai berubah menjadi hitam, suara Luz sudah tidak bisa terdengar lagi oleh Yusa sendiri karena Atroz menyegel pedang itu dan memasukkan pedang tersebut ke dalam pedang-nya sendiri. Hal itu membuat kedua lengan Yusa bergetar sampai ia mengangkat pedang Atroz ke atas langit dan menciptakan cahaya merah yang cerah.


"AAAHHHHHHHHHHHHHHHH!!!! URAAAAAAGGGHHHHHH!!!!" 


Yusa teriak keras karena rasa sakit dan kekuatan yang ia rasakan di seluruh tubuhnya, termasuk sebagian dari tubuhnya berubah menjadi warna hitam dan dilapisi dengan zirah tebal berwarna hitam, seluruh tubuhnya bergetar sampai jantung-nya sendiri berdetak cukup cepat dan membuat pembuluh darah-nya hancur. Yusa menunjukkan wajah yang terlihat kesal ketika merasakan semua kesakitan itu.


Ketika Atroz melaksanakan formasi itu, tubuh Yusa dipenuhi dengan darah yang keluar dan semua darah itu berubah menjadi hitam sampai menciptakan sebuah zirah yang melindungi seluruh tubuhnya. Yusa hanya bisa teriak dan nada suaranya mulai terdengar seperti monster yang mengaung karena kelaparan.


Yusa tidak bisa merasakan kesakitan apapun kecuali kemarahan yang ia rasakan ketika seluruh tubuhnya saat ini terus terluka, ia sudah tidak kenal batasan dan kekuatan-nya sendiri karena hal yang ia rasakan hanyalah kemarahan dan penglihatan yang buram. 


Seluruh tubuh Yusa sudah tidak bisa terlihat lagi bahkan kepalanya karena seluruh tubuhnya telah terlindungi dengan zirah tebal. Tinggi badan-nya mengalami perubahan dimana ia terlihat seperti seorang dewa yang menggunakan zirah tebal dan tubuhnya juga mendadak kekar, Yusa hanya bisa teriak di dalam helm zirah-nya.


"URAAAAAAAAAAAGGGHHH!!!"


Yusa mengaum seperti monster yang mampu membuat Penold dan bangsa Giblis merasa ketakutan sebentar, Penold bahkan tidak bisa menggerakkan sedikit tubuhnya seolah-olah ia mengalami kelumpuhan. Semua Giblis itu hanya bisa melihat Yusa yang mengamuk dan mengumpulkan semua kekuatan yang dimiliki Atroz Demonio.


Setelah mengumpulkan banyak kekuatan dari pedang [Atroz Demonio], wujudnya saat ini mampu membakar wilayah yang ia berada dengan api berwarna hitam, merah, dan biru karena dahsyat-nya kekuatan dari [Atroz Demonio], armor yang Yusa gunakan juga mampu membuat wilayah itu berguncangan tanpa henti.


Bukan hanya itu saja karena semua desa pasti bisa merasakan guncangan yang besar ketika Yusa menggunakan zirah-nya sendiri, ketika Yusa maju satu langkah ia mampu membuat beberapa lubang di sekitarnya dan menutupnya dengan batu-batu besar. Yusa tidak bisa mengendalikan tubuh dan pikirannya bahkan ia tidak mengingat tentang Alisha dan yang lainnya.


Pedang [Atroz Demonio] tertancap di atas tanah dan Yusa hanya bisa menatap pedang itu sambil menarik beberapa perhatian semua Giblis yang terlihat ketakutan untuk pertama kalinya.


"Ada beberapa hal yang dapat membuat Giblis ketakutan... Kebangkitan dari kekuatan mutlak iblis takdir...? Sisi kedua dari Moirai Arma...? [Moirai Alterar]. T-Tidak mungkin, kenapa iblis takdir bocah sepertinya dapat membangkitkan [Moirai Alterar]...!?" 



[Illustrasi dari Atroz Demonio: Battle Form Formation I] [Source: Pinterest]


Yusa mengangkat [Atroz Demonio] ke atas dan ia segera maju ke depan menghabisi semua Giblis yang terlihat ketakutan, tetapi ketika Yusa menyerang semua Giblis itu menyerang Yusa kembali dengan penuh kekuatan sampai Yusa sendiri terdorong ke belakang, tetapi pergerakkannya itu cuku cepat sampai sempat membunuh semua Giblis itu dengan satu tebasan yang mampu membakar daratan juga.


Dengan formasi Atroz, Yusa terasa seperti seorang dewa yang tidak terkalahkan karena semua serangan Giblis itu mendadak tidak mempan kepada Yusa sendiri. Yusa melempar pedangnya ke depan sampai bilah pedang itu membesar, tetapi Yusa menunjuknya dan memegang gagang-nya erat sekali.


"JYAGGGHHHHHH!!!"


Teriak Yusa keras sampai ia membelah daratan menjadi dua dimana belahan daratan itu mengeluarkan api-api hitam yang membakar sebagian dari Giblis tersebut, Yusa mengayunkan pedang-nya yang besar dan membuat sebagian dari Giblis itu terpental jauh sampai terbelah menjadi dua.


Setiap Yusa menyerang, zirah yang ia gunakan mulai retak karena batasan dari formasi Atroz masih belum Yusa kuasai dan kontrol, jika ia terus melakukan beberapa serangan maka zirah-nya akan hancur dan Atroz sendiri akan berubah kembali menjadi Luz.


Penold tidak menyangka bahwa kekuatan Yusa akan meningkat sebesar ini, semua Giblis yang sudah berevolusi itu mulai terlihat tidak berguna bahkan efek dari [Flag of Warcry] mulai hilang, tidak ada satupun Giblis yang berhasil menyerang Yusa melainkan mereka sendiri langsung hancur tertebas oleh satu tebasan dari pedang Atroz.


Pergerakan Yusa juga terus meningkat sampai Penold berkeringat dan tidak bisa lagi mengikuti pergerakan-nya, semua pasukan Giblis itu terus berkurang walaupun jumlahnya itu sangatlah banyak. Yusa bisa melihat pasukan Giblis lainnya yang muncul dari bawah daratan, tetapi ia bersenang-senang dengan membunuh semua Giblis itu.


"[ATROZ DEMONIO: WRATH FORMATION I]"


Bilah pedang Atroz mulai membesar dan terbakar dengan api berwarna hitam, merah, biru. Helm zirah Yusa retak dan menunjukkan sedikit senyuman sadis dari Yusa.


"MAAATTIIIIIIIIIIIIII!!!!"


Yusa melompat ke atas dan menancapkan ujung dari bilah pedang-nya ke dalam daratan itu sampai membuat daratan terbakar dengan api-api hitam, bukan hanya api saja, tetapi wilayah itu terus berguncang sampai menciptakan ledakan yang besar dimana-mana, ledakan itu juga bahkan mengenai langit-langit termasuk semua pasukan Giblis.


"I-Inikah... [Demon Bloodes]---" Penold terkena ledakan itu sampai berubah menjadi debu yang tidak tersisa.