Luz Demonio

Luz Demonio
72 - Detik-Detik Sebelum Berakhir



Yusa kewalahan dan lelah melawan Ceytamold yang sebentar lagi akan masuk ke dalam fase evolusi ketiga-nya, jika ia kalah maka seluruh pasukan aliansi akan terbantai habis oleh dirinya. Yusa memaksakan tubuhnya untuk terus bergerak serta semangat-nya masih berada di dalam tubuhnya, dia tidak akan bisa pergi atau mati sebelum berhasil membunuh Giblis sempurna yang ada di depannya.


Seluruh pasukan aliansi sudah tidak bisa lagi bertahan karena sudah berjam-jam bertarung melawan pasukan Giblis, Ajin, dan Inugami. Vania menghabisi beberapa pasukan Inugami yang terakhir tetapi dirinya mengalami luka serius ketika menghabisi seluruh pasukan Inugami, bukan hanya Vania yang mengalami luka serius tetapi Elvano juga memiliki luka yang lumayan parah di bagian dada-nya.


Ketika Yusa melihat sekelilingnya, ia tidak tahan melihat seluruh rekan-rekannya terbunuh sampai tubuh mereka berserakan dimana-mana. Dengan perang yang terus berlanjut ini, jutaan mayat terbaring di tanah dengan beberapa darah yang mulai membuat danau serta genangan yang lumayan besar. Kondisi Yusa sendiri sudah tidak bisa lagi bertarung dengan seluruh kemampuan-nya.


"Hah... hah... hah..."


Yusa menarik nafas dan menghembuskan-nya dengan tenang, ia memegang erat gagang pedang-nya menggunakan kedua tangannya sambil memejamkan kedua matanya. Seluruh tubuhnya memancarkan cahaya yang membuat seluruh pasukan berhenti menyerang termasuk Ceytamold yang mencoba untuk menghampiri malah membuat dirinya menjauh dari Yusa. Seluruh darah yang terdapat di wilayah itu berubah menjadi partikel emas dan merasuki tubuh Yusa untuk memberinya kekuatan.


"Hahhhh...!!!" Yusa mengangkat pedang-nya ke atas.


Seluruh pasukan aliansi memancarkan cahaya yang sama dengan Yusa, seluruh cahaya itu segera menyinari Yusa sampai bilah Luz Demonio dilindungi dengan cahaya kegelapan serta terdapat beberapa partikel kegelapan yang mengelilingi bilah tersebut. Seluruh Giblis es itu memancarkan cahaya yang sama ke arah Yusa dan memberinya kekuatan yang jauh lebih hebat lagi dari sebelumnya.


"Satu kesempatan... Satu serangan... Satu takdir... Satu harapan...!"


Ceytamold segera menyambut serangan Yusa, keduanya saling bertukar serangan dimana serangan Ceytamold dapat tertahan dengan hanya menggunakan Luz Demonio sedangkan bilah pedang Luz Demonio dapat di tahan oleh Ceytamold, walaupun begitu terdapat beberapa luka cahaya yang muncul di sekitar lengan Ceytamold.


Ceytamold merasa frustasi melihat Yusa yang masih terus bertarung, dia tidak pernah menyerah atau bahkan kekuatannya sendiri tidak bisa mengalahkan Yusa. Mereka saling bertukar serangan membuat keduanya sama-sama terluka, sinar yang dilepas oleh Yusa mampu membuat dirinya terus bertambah kuat dan seluruh kekuatan itu akan hilang jika ia gunakan sekali.


"Aku...!!! Giblis yang sempurna...!!!" Ceytamold mulai berbicara.


Ceytamold menghantam seluruh tubuh Yusa, tetapi ia segera menahan serangan itu membuat Ceytamold semakin merasa kesal dan gila. Tidak hanya itu, Yusa bergerak dengan gesit dan melakukan serangan kombinasi yang melepas cahaya di dalam dirinya serta pedang itu, membuat Ceytamold tidak bisa bergerak untuk beberapa saat serta penglihatan-nya tidak bisa digunakan untuk sementara.


Ceytamold mengangkat seluruh lengan-nya ke atas dengan segala tenaga yang ia miliki, setelah itu ia mencoba untuk menghancurkan tubuh Yusa tetapi Yusa menyambut serangan itu dengan menahannya menggunakan bilah pedang-nya. Yusa menahan keempat tinju itu sambil berpikir tenang karena jika dia terpengaruhi oleh kemarahan-nya sendiri maka seluruh potensi dari Luz Demonio akan hilang.


"Grrggghhh...!"


"Jadiiiii... Kau akan meminta bantuan kepada siapa...?! Apakah kali ini cahaya-mu itu bisa menyelamatkan dirimu...!?" Tatap Ceytamold tajam serta tenaga Yusa terasa seperti diserap oleh keempat mata milik Ceytamold.


"Iblis takdir sepertimu tidak akan bisa mengalahkan kesempurnaan dari Giblis...!!! Aku berada di tahap evolusi dua...!!! Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan diriku ini apalagi evolusi ketiga-ku...!!! Itu semua karena kau tidak memiliki kekuatan yang pantas untuk meraih kedamaian yang kau selalu incar...!!!" 


"Aku... sebagai seorang iblis takdir tidak mengaku untuk bisa mengalahkan kesempurnaan, bahkan aku tidak mengharapkan bahwa aku adalah yang terkuat. Seluruh kekuatan yang aku miliki ini ada karena bantuan dari pasukan aliansi, aku bertarung melawan-mu demi mengabulkan semua tujuan Truce Order...!"


"Aku bertahan hidup demi memberi sesuatu yang pantas untuk mereka dapatkan...! Aku bertarung agar bisa dilihat oleh ibu dari atas sana, aku sudah berjanji kepada ibu-ku sendiri bahwa aku akan menjadi iblis takdir yang hebat...!!!"


Yusa melepaskan cahaya kegelapan yang menyinari planet itu, termasuk mengalihkan perhatian seluruh iblis yang tinggal di semesta Zuusuatouri. Cahaya itu tidak hanya bisa dilihat dari dalam semesta Zuusuatouri saja karena kedua semesta lainnya seperti Xuusuatouri dan Yuusuatouri bisa melihat cahaya tersebut sampai mereka bingung cahaya apa yang menyinari langit-langit.


Yusa dan Ceytamold saling bertukar serangan sampai wilayah itu mulai bergetar dengan guncangan yang besar. Ceytamold sadar bahwa terdapat sebuah cahaya kegelapan yang berkumpul di atas langit menciptakan sebuah cincin kegelapan dengan partikel emas di sekitarnya. Partikel-partikel emas dan kegelapan mengelilingi tubuh Yusa membuat Ceytamold semakin panik karena ia mendapatkan semua kekuatan itu dari rekan-rekannya sendiri.


Yusa mendorong Ceytamold mundur ke belakang menggunakan partikel di sekitarnya yang bisa digunakan sebagai dorongan besar untuk musuhnya sendiri, Yusa terus mengumpulkan segala cahaya yang dihasilkan oleh rekan-rekannya serta seluruh pasukan yang telah gugur. Pasukan Giblis yang sudah gugur juga bahkan memberi cahaya kegelapan untuk Yusa sendiri.


Yusa melihat Ceytamold yang melakukan beberapa serangan, tetapi Yusa menghindari semua serangan itu dengan terbang ke segala arah sambil menggenggam erat gagang pedang-nya. Setiap serangan Ceytamold mengenai daratan dan menciptakan lautan api yang besar sampai membasmi beberapa pasukan musuh dan aliansi, kemarahan Ceytamold dapat digunakan juga sebagai sumber kekuatan yang dahsyat.


"Maju-lah, Yusa...!!! Beri dia hukuman karena mencoba untuk melawan pasukan aliansi Truce Order...!!!" Teriak Itsuki, ia mengeluarkan lengan kiri-nya sampai lengannya memancarkan cahaya ke arah Yusa termasuk dengan bayi yang ia gendong di belakang, bayi itu juga ikut memancarkan cahaya ke arah Yusa.


"Elvano... Kita gunakan kemampuan kita...!" Suruh Vania.


"Ya..." Jawab Elvano.


"Transfer Blood...!" Ucap mereka bersama.


Elvano dan Vania menunjuk Yusa menggunakan lengan kiri mereka, [Transfer Blood] itu adalah sihir yang hanya dimiliki oleh ras Vampire. Sihir ini dapat memberikan kekuatan dan ketajaman kepada senjata, seluruh darah-darah yang berada di wilayah itu segera melayang dan diserap habis oleh bilah pedang dari Luz Demonio, bilah itu langsung dilindungi dengan darah-darah berkat [Transfer Blood].


"Ahh...!" Yusa membulatkan kedua matanya karena ia merasa seluruh kekuatan yang ia dapatkan itu sudah cukup untuk membunuh Ceytamold.


"Aku bisa merasakannya...! Takdir kematian-mu mulai dekat, Ceytamold...!"


Cincin kegelapan itu segera mengecil dan terbang menuju arah Yusa memberi dirinya kekuatan yang jauh lebih kuat, kedua cincin hitam itu muncul di kedua lengan Yusa dan berputar seperti kipas angin serta di belakang punggung-nya terdapat cincin kegelapan yang lebih besar. Pedang Luz Demonio memancarkan cahaya serta kegelapan sekaligus menciptakan sesuatu yang berbeda sampai membuat Ceytamold kebingungan serta panik.


Vimu dan Mimu merasakan sesuatu yang mencurigakan yaitu Master mulai menunjuk Ceytamold dari belakang, mereka berdua segera terbang menuju arah Ceytamold sampai ukuran mereka sebesar Ceytamold. Hal itu membuat Yusa bersama pasukan lainnya terkejut karena Vimu dan Mimu dapat mengubah ukuran tubuh mereka menjadi lebih besar lagi, Yusa terkejut ketika melihat hal itu terjadi.


"A-Apa...?"


"Cih, kalian berdua mencoba untuk mengganggu ya...?" Master terlihat kesal, ia menggunakan tenaga terakhirnya untuk membantu Ceytamold, Selvia mencoba untuk menyerang Master tetapi Rxeonal terus menghalang-nya, menyebabkan Selvia tidak bisa melakukan apapun kecuali melawannya.


"Vimu...? Mimu...? Apa yang kalian lakukan...?" Tanya Yusa.


"Seperti kami telat untuk memberitahu dirimu bersama pasukan aliansi lainnya tentang diri kami..." Mimu tersenyum.


"Ya... Sebenarnya kami ini adalah iblis dengan darah setengah Giblis, kami sama-sama lahir dari seorang iblis gadis yang hamil karena seekor Giblis. Kami bisa melakukan kemampuan beradaptasi yang sama seperti pasukan Giblis yaitu memperbesar ukuran tubuh kita." Vimu tersenyum.


"Kau melakukan hal yang baik, Yusa. Sudah saatnya kau mengakhiri segala kegilaan ini tentang bangsa Giblis dan raja dari bangsa Inugami...!" Suruh Mimu.


"T-Tapi...!" Yusa tidak tega untuk menyerang Ceytamold sekarang karena Mimu dan Vimu menghalang jalan, ketika ia melakukan beberapa serangan mereka ketiga iblis itu dijaminkan tidak selamat melainkan terbunuh dengan satu serangan yang sangat mematikan.


"Formasi potensi penuh akan segera dilaksanakan... Seluruh kebutuhan telah terpenuhi... Status dan kondisi tubuh siap mengendalikan kekuatan dahsyat dari cahaya kegelapan...! Memulai serangan kombinasi dan mengakhiri perang...!" Ucap Luz.


"Tunggu...!!! Luz...!!! Hentikan...!"


"Pilih jalan-mu sendiri, Yusa... Maupun itu gelap dan terang, kedua jalan pasti memiliki tujuan-nya sendiri..." Ucap Mimu.


"Kegelapan dan cahaya itu sama-sama seimbang... Kegelapan tidak selalu jahat dan cahaya tidak selalu baik... Intinya kau harus bisa mengerti kenapa kau harus menyeimbangkan kedua pihak tersebut..." Ucap Vimu.


Kedua lengan Yusa bergerak dengan sendirinya, ia tidak bisa menghentikannya penyerangan-nya dan Luz juga hanya bisa diam melaksanakan perintah mutlak.


"HENTIIIKAAAAAANNNN...!!!"