
Sebelum membaca Novel ini, jangan lupa untuk kasih hati, jempol, dan juga vote agar author semangat ya~ Saya sebagai LegendaNgawur ingin meminta anda yang membaca ini untuk baca beberapa chapter dan memberitahu apakah itu seru atau tidak.
Intinya jangan lupa untuk Vote ya~
Dunia, wilayah, atau semesta. Itu bisa saja disebut sebagai tempat yang tidak aman bagi kalangan bangsa iblis karena mereka semua tidak akan bisa hidup tenang karena sebuah peperangan yang terus terjadi, peperangan itu sudah jelas akan dimulai oleh iblis, tetapi iblis itu gila dan rusak, mereka lebih mementingkan kepuasan dalam membunuh dan juga darah-darah yang dikeluarkan dari musuh yang mereka kalahkan. Coba bayangkan saja jika sebuah semesta dimana bangsa iblis terus bertarung sehingga terdapat sebagian iblis yang lelah berperang dan bertarung melainkan mereka ingin menghentikan peperangan itu agar tempat tinggal atau semesta mereka bisa aman dan juga mereka tidak perlu menyembunyikan tempat tinggal atau kota-kota yang ada di semesta itu.
Dunia Iblis... tidak selalu berjalan kejam seperti itu, semua peperangan itu terkadang dihentikan oleh bangsa iblis yang dijuluki sebagai Demon of Fate atau semua iblis yang tinggal memanggil mereka dengan sebutan Defatem Akuma, Demon Bloodes, Defatemon Akuma. Masih banyak panggilan lain, yah singkatnya semua iblis takdir itu ditugaskan untuk menghentikan semua perang darah atau perang yang tidak memiliki tujuan apapun, semua iblis gila terkadang perang hanya demi membunuh dan mendapatkan darah yang dapat membuat mereka menjadi kuat.
Bangsa iblis itu memiliki berbagai jenis yang berbeda dan salah satu dari mereka terkadang bersikap baik, jahat, dan netral dimana mereka hanya berpihak terhadap diri mereka sendiri. Dunia ini juga memiliki jutaan kota untuk para iblis yang tidak ingin berperang, kota-kota itu dipimpin oleh sang raja Iblis dimana semua rakyat harus menuruti apa yang sang raja katakan. Terkadang, perang selalu terjadi ketika raja iblis memusuhi raja yang lain.
Terdapat seorang iblis dengan penampilan yang cukup mengerikan sedang melawan jutaan iblis, dia memiliki rambut putih yang panjangnya sepinggang, dua mata merah darah yang tajam, dua tanduk merah tajam yang terletak di kening bagian kiri dan kanan. Tetapi, iblis itu sudah hampir kehilangan penampilannya yang keren dan sangar karena bertarung mati-matian melawan jutaan iblis yang kehausan terhadap darah dan pertarungan.
Iblis itu yang tadinya berpenampilan sangar berubah menjadi penampilan yang dipenuhi dengan luka dan siksaan seperti mata kanannya yang tertusuk sampai tidak bisa melihat lagi, rambut putihnya yang terlihat rapih berubah menjadi berantakan dan terdapat beberapa darah yang mengenai rambutnya serta tanduk di bagian kanannya telah patah. Iblis itu sudah kehilangan banyak hal termasuk tempat tinggal dan pasukannya, ia sekarang berjuang sendirian untuk menghentikan pertarungan itu.
Iblis yang dimaksud adalah seorang Defatem Akuma atau iblis takdir yang ditugaskan untuk menghentikan pertarungan yang disebabkan oleh iblis yang sudah kehilangan akal sehat mereka, "... ..." Iblis itu hanya bisa diam dan melihat semua iblis gila yang bergerak menuju-nya.
Iblis takdir itu mengangkat pedang yang ia genggam di tangan kanannya, pedang yang berbentuk besar dan tajam. Pedang itu berwarna merah dan memiliki lambang iblis takdir, faktanya pedang iblis takdir mampu menghapus dan menghancurkan iblis apapun dengan kekuatan penuh yang dimiliki pedang tersebut, "Luz Demonio: Demon's Hunger!!!" Iblis takdir itu menunjuk semua iblis yang mencoba untuk menyerang dirinya.
Pedang yang ia pegang mulai meluncurkan beberapa serpihan logam yang terdapat di pedang tersebut sampai-sampai serpihan logam itu berubah menjadi kepala tengkorak dan mulai melahap habis iblis-iblis yang mendekatinya, "Hah... Hah... Hah..." Iblis takdir itu sudah kelelahan sampai-sampai ia terus menjatuhkan keringat dan darah-darahnya serta tubuhnya sudah tidak bisa lagi menahan beban dari pedang yang bernama Luz Demonio.
"Seorang iblis takdir sepertiku ini... Ditakdirkan untuk kalah...? Apa maksudnya itu, hah? Walaupun takdir bisa aku ubah secara paksa." Ucap iblis takdir itu yang mulai mengangkat pedangnya ke atas lalu memutarnya sampai muncul-lah aura merah yang menyengat semua iblis di depannya sampai habis, tapi masih terdapat beberapa iblis yang kehausan darah terhadap iblis takdir tersebut sampai-sampai mereka semua bergerak menggunakan kedua tangan dan kakinya.
"Fate of Luz Demonio...!!! CHANGE GENERATION!!!" Iblis takdir itu mulai memejamkan kedua matanya lalu ia menggenggam gagang pedangnya menggunakan kedua tangannya dan itu terletak tepat di depan dada-nya, "Mewariskan pedang takdir Demonio dimulai. Generasi pertama sampai enam dan yang terbaru adalah generasi tujuh." Pedang itu mulai berbicara dan mengeluarkan aura merah darah yang melumuri pedang itu dan penggunanya, semua iblis gila itu mendadak diam dan tidak bisa bergerak sama sekali.
"Ini adalah cara dimana aku mengubah takdir dengan cara paksa...!" Mata kiri iblis takdir itu mulai hancur dan mengeluarkan beberapa cairan merah, seluruh tubuhnya juga mulai tertebas-tebas dengan aura yang dikeluarkan pedang tersebut. Iblis gila itu mulai berliur melihat darah-darah yang bermunculan di seluruh tubuh iblis takdir itu.
"Generasi satu Onijin Elmanio... Generasi dua Onikami Monalir... Generasi tiga Aruma Shinji... Generasi empat Ibaraki Ouima... Generasi lima Oni Ryugaki... Generasi enam yaitu generasi yang akan gugur saat ini..." Pedang itu terus berbicara dan semua nama yang ia katakan adalah para iblis takdir yang pernah memegang pedang Luz Demonio dan salah satunya sudah gugur serta pensiun.
"Oniku---"
"ONIKUMA ZHIN!!!" Teriak iblis takdir itu, dia bernama Onikuma Raijin dan dia adalah iblis takdir generasi keenam yang memiliki pedang Luz Demonio. Pedang itu mulai melepaskan dorongan yang besar disekitarnya sampai-sampai membuat semua iblis gila itu terpental ke belakang, "Generasi baru akan lahir serta Iblis takdir yang akan menghentikan perang selanjutnya akan terlahir... Dia bernama Oni Yusakage."
Zhin tersenyum karena ia merasa lega bahwa Luz Demonio tidak akan hancur karena terdapat iblis takdir selanjutnya yang akan mewarisi pedang tersebut, "Terima kasih, Luz... Aku merasa senang bisa menjadi partnermu, tapi inilah saatnya aku beristirahat dan mengakhiri jati diriku sebagai iblis yang akan mengakhiri segala peperangan!" Ucap Zhin dimana ia tersenyum di detik-detik kematiannya.
"Saya merasa terhormat bisa bertarung di sisimu, ketua Zhin. Sampai jumpa lagi dan semoga istirahat dengan tenang, keguguran-mu itu tidaklah sia-sia." Balas pedang itu dimana Zhin memanggilnya Luz.
"Gugur satu... Tumbuh seribu, itu adalah kata-kata terakhir seorang iblis yang telah mencapai tujuan akhirnya!" Zhin mengangkat pedangnya ke atas hingga membuat langit-langit bersinar merah, "Sihir siap digunakan, memanggil iblis yang akan menjadi generasi selanjutnya untuk mengangkat Luz Demonio." Ucap Luz.
"Aku melakukannya demi takdir Zuusuatouri... Demi sesuatu yang tidak pernah muncul di Zuusuatouri yaitu... Kedamaian! LUZ DEMONIO SACRIFICITION!!!" Zhin menembak laser merah tebal ke atas langit tepat di atas pasukan iblis gila itu.
Laser merah itu menembus langit-langit dan mampu membelah dimensi menjadi dua, "... ..." Seluruh tubuh Zhin hancur seperti gelas yang pecah, pedang yang ia pegang tertancap di atas tanah, "Selamat tinggal, partner." Ucap Luz.
***
Seorang pria berambut hitam dengan gaya yang rapih sedang mengendarai mobil-nya di jalan yang berbahaya seperti puncak, ia terburu-buru karena tempat kerjanya jauh sekali sampai-sampai ia harus menancapkan gas sedalam mungkin agar tidak terlambat, pria itu menggunakan jas dan penampilannya sudah terlihat rapih sekali.
Terdapat sebuah Nametag di saku bajunya yang mengatakan Samudra Fikriani, Samudra mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata dimana mobilnya terus melindas beberapa batu-batu yang membuat Samudra sendiri terbentur di bagian kepalanya walaupun dia sudah menggunakan sabuk pengaman, "Cih... Kenapa aku bekerja di tempat yang sangat jauh?!" Tanya Samudra yang merasa menyesal.
ZBAAAASSSSSHHHHHH!!!!
Sebuah laser merah tebal mulai meluncurkan ke atas langit lalu melewati luar angkasa sehingga membuat Samudra terkejut terhadap laser aneh yang muncul dengan tiba-tiba, "***...!? APA ITU!?" Jalanan mulai bergetar serta dengan gunung-gunung dimana terdapat Samudra yang sedang mengendarai mobilnya di jalan sempit dan dipenuhi batu.
Tiba-tiba kedua ban mobil-nya tergelincir dan membuat Samudra panik sampai-sampai ia menggerakan stir mobil-nya ke kiri dan ke kanan, "A-APA INI!?" Gunung terus bergetar dan Samudra menatap ke depan dimana ia harus belok ke kanan atau dia akan terjatuh ke jurang dalam sekali, karena saking panik-nya ia tidak bisa mengontrol dirinya dan memutar keempat ban mobil-nya ke kanan.
Samudra melewati belokan itu dan ia bersama mobilnya mulai terjatuh menuju jurang yang dalam sekali, "KENAPA AKU TIDAK MENGGUNAKAN REM DADAKAN!?" Teriak Samudra yang merasa menyesal karena ia tidak menggunakan rem-nya, sudah saatnya ia menghadapi takdir kematiannya.
"...Asu." Itu adalah kata-kata terakhir yang Samudra ucapkan sebelum dia mati.
ZWOOOSHHH!!!
Mobil itu masuk ke dalam sebuah portal yang diciptakan karena laser tadi, mobil itu telah memasuki dunia iblis dan Luz bisa melihat iblis takdir generasi tujuh yang akan mengangkat dirinya sendiri, seketika mobil mengenai daratan dimana beberapa iblis gila tertimpa oleh mobil tersebut, mobil itu langsung meledak.
KABOOOOOMMMMM!!!
Ledakan yang lumayan besar mulai tercipta untuk sementara, beberapa iblis gila yang selamat mulai menghampiri darah-darah dan sisa tubub Zhin lalu mereka semua memakan dan meminumnya sampai habis, ketika mereka sudah menghabiskan darah-darah dan sisi tubuh Zhin, mereka segara pergi meninggalkan tempat itu dan melihat mobil yang terbakar itu dengan ekspresi yang bingung.
Hanya menghabiskan beberapa detik untuk mereka melihatnya, mereka tidak merasa tertarik walaupun di dalamnya terdapat sebuah mayat yang terbakar dan hanya tersisa bagian tubuh atasnya, mereka langsung pergi meninggalkan mobil itu, "... ..." Samudra masih hidup walaupun dia saat ini berada di kondisi yang sekarat.
Ia dengan sekuat mungkin merangkak keluar dari mobil yang terbakar itu, "... ..." Pedang Luz Demonio itu mulai melayang ke atas lalu terbang menuju samudra, "Sudah saatnya, kau adalah manusia yang akan berubah menjadi seorang iblis takdir dan mengangkat Luz Demonio." Luz mulai menusuk punggung Samudra dan mengakhiri kesakitannya.
"Luz Demonio's Domain." Pedang itu bersinar merah cerah dan membuat Samudra berubah menjadi seorang bayi iblis, seluruh pikiran dan dirinya sebagai seorang manusia telah ia lupakan berkat Luz karena ia ingin generasi yang selanjutnya itu tidak terlalu banyak bercanda dan berkata kasar.
"Gwahhh..." Samudra telah berubah menjadi seekor bayi dan saat ini dia sedang berguling-guling di atas tanah selagi memegang api dengan kedua tangannya yang terasa hangat bagi dirinya, "Baiklah, sudah saatnya iblis takdir yang baru akan terlahir kembali."
"Mulai dari sekarang sampai tujuan-mu selesai, kau bernama Yusakage!"