Luz Demonio

Luz Demonio
14 - Lakukan Apapun



"Uhugh! Uhugh! Uhugh!"


Aku mulai batuk sampai mengeluarkan beberapa darah hitam, tidak ada kesempatan lain untuk diriku bangkit atau menang melawan [Eateria]. Apa yang baru saja aku rasakan adalah menyerah, tetapi aku mencoba sekuat mungkin untuk tidak merasakan apa itu menyerah.


Aku melihat Alisha yang melempar sebuah botol berisi cairan merah di dalam-nya, aku melepas pedang besarku dan mulai menangkap botol tersebut. Seperti-nya botol ini adalah kesempatan terakhirku untuk bisa mengalahkan [Eateria], aku membuka penutup botol tersebut dan meminum-nya sampai habis.


Beberapa luka dari tubuhku mulai sembuh, bahkan kondisi-ku perlahan-lahan pulih. Cobaan terakhir, aku tidak boleh kalah dan terkena salah satu serangan dari [Eateria] sialan itu. Aku mengangkat pedang besar-ku dan mulai melakukan kuda-kuda bertarungku.


"Pertarungan yang sebenarnya baru saja di mulai, EateriaaaaAAGGGHHH!!!"


Teriak-ku keras karena aku mencoba untuk menyemangati diriku sendiri agar bisa membunuh [Eateria], tetapi aku melihat ribuan pasukan mata-mata kecil yang bergerak menuju arahku. Aku bergerak maju sambil membelah semua bola-bola mata itu menjadi dua.


"Yusa! Gunakan ini sebagai kesempatan terakhirmu!"


Alisha memanggilku dan aku segara melompat mundur sambil melakukan beberapa serangan ke semua bola mata itu. Ia melempar sebuah botol berisi cairan putih, [Bone Booster] sepertinya aku bisa menggunakan [Bone Creation] dalam waktu yang lama setelah meminum ramuan tersebut, aku menangkapnya dan membuka penutup itu. 


Tanpa basa basi lagi aku meneguk-nya sampai habis, aku tersenyum puas dan melakukan sihir [Bone Creation: Step up]. Beberapa tulang berduri muncul di depanku dan menghabisi beberapa bola mata yang menghalang jalan-ku menuju [Eateria].


"Jika [Eateria] mampu berkembang biak dengan cepat... Maka wabah bisa saja terjadi kapan saja, bahkan wabah itu pasti akan melanda desa yang aku sangat cintai. Kehadiran diriku sebagai iblis takdir itu apa...? Tentu saja...! Mengalahkan sesuatu yang mencoba untuk membawa sebuah peperangan seperti wabah!" 


"Ibu... Alisha... Luz... Raja Rxeonal... Lihatlah iblis kecil sepertiku, aku janji akan maju sampai tujuan-ku terpenuhi...!!! Dan melawan [Eateria] adalah salah satu dari tujuanku yang besar itu!!!"


Aku melihat [Eateria] yang bergerak ke arah-ku cukup agresif, sampai-sampai beberapa serangan laser-nya mengenai tubuhku serta ekornya menghantam bagian kepala-ku sampai tulang kepalaku retak. Apa-apaan ini, bagaimana bisa aku yang baru saja pulih langsung terluka cukup parah karena monster bajingan itu?!


Dia terlihat marah bahkan kekuatan dan kecepatannya meningkat dua kali lipat dari sebelum-nya, aku bangkit dan melompat menuju arah [Eateria] sambil melakukan beberapa serangan ke arah anak-anak [Eateria] itu, sayangnya ketika aku mencoba untuk mengayunkan pedang besar-ku, ekor [Eateria] tersebut menghancurkan-nya dengan satu hantaman ekor.


"Narrrggghh---"


Ekor itu bergerak cukup cepat sampai membuat lengan kiri-ku terkena tusuk oleh beberapa duri-duri tulang yang tajam, ketika itu terjadi aku sudah tidak bisa lagi merasakan lengan kiri-ku karena seluruh urat yang ada di dalamnya sudah putus. 


Aku mendarat di atas tanah dan memaksakan diri untuk menggerakkan lengan kiri-ku, tetapi tidak bisa melainkan itu hanya mengeluarkan beberapa darah jika aku memaksanya. Aku melihat beberapa laser yang meluncur menuju arahku, tetapi aku segara menghindarinya dan bergerak maju menuju arah [Eateria].


"[NIGHTMARE FLAMING RAGE]!!!"


Aku mengembungkan kedua pipi-ku dan setelah itu menyemburkan api-api mimpi buruk ke arah semua bola-bola mata yang sudah menghalang jalanku cukup berlebihan, semua anak dari [Eateria] terbakar habis berkat sihir yang aku keluarkan dengan kekuatan penuh.


[Eateria] mulai melakukan serangan sihir kombinasi yaitu laser yang terluncurkan melalui mata-matanya dan taring-taring yang bisa ia lepaskan. Aku menggunakan [Bone Creation: Shield] dimana sebuah perisai muncul di kenop pedang-ku, aku menggunakan perisai itu untuk melindungi diri dari serangan [Eateria].


Itu hanya bertahan selama beberapa detik, sebelum perutku terkena laser itu sambil menembus ke belakang, aku hampir saja terjatuh, tetapi aku memaksakan kedua kaki-ku untuk bangkit.


Perisai serta pedang andalan-ku hancur karena serangan dari [Eateria], aku melotot ketika itu terjadi sampai-sampai seluruh tubuhku terkena serangan laser dan tertusuk oleh taring secara bersamaan sampai diriku berlutut di atas tanah, apa yang aku lakukan sepertinya sama dengan bunuh diri, regenerasi [Eateria] cukup cepat bahkan ia bisa berkembang biak semaunya untuk membuat pasukan bola mata.


"MASIH BELUM!!!"


Seluruh tubuhku terlumuri dengan aura merah karena aku mengerahkan semua tenaga dan sisa-sisa kekuatan yang ada di dalam tubuhku, aku maju menuju arah [Eateria] dan menciptakan beberapa pedang tulang yang terus hancur ketika aku mencoba untuk menahan beberapa serangan.


Tulang-tulangku... Aku bisa merasakannya retak dan hancur dengan perlahan-lahan karena memaksakan diri untuk menggunakan [Bone Creation] terlalu berlebihan, aku terus meringis kesakitan walaupun itu adalah hal percuma. Ekor [Eateria] bergerak menuju arahku dan menghantam perutku sampai meninggalkan beberapa luka berlubang.


"Hrrgghhh...!"


Alisha mencoba untuk membantu, tetapi ia dihalang oleh pasukan bola mata karena [Eateria] baru saja berkembang biak lagi dan lagi, walaupun Alisha mencoba untuk menggunakan [Scarlet Dance], ia terlambat karena semua bola mata itu mulai menggigit setiap anggota tubuhnya sampai kulit dan daging-nya terkupas.


"Agghh...! [Eateria]... sesosok makhluk yang benar-benar kuat... Sihir-ku... Aku merasakan sihirku seperti terkuras serta tenaga-ku juga...!"


Ekor [Eateria] itu bergerak menuju arahku dan melakukan beberapa serangan yang membuat tubuhku dipenuhi dengan darah-darah merah dan hitam, monster bajingan itu tidak memiliki belas kasihan apapun karena aku dipenuhi dengan luka-luka yang cukup parah. Aku membulatkan kedua mata-ku dan menggunakan [Nightmare Fire Blitz] ke arah ekor itu sampai terbelah menjadi dua.


"B-Berhaarrgghh...!"


Aku memuntahkan darah hitam, apakah ini batasan-ku...? Apakah ini takdir kematian-ku...? Aku sudah tidak tahu lagi karena aku tidak bisa menyerang karena tubuhku yang mulai terasa mati, kesempatan-ku sekarang hanya mengandalkan api mimpi buruk sampai habis dan tidak bisa digunakan lagi.


"[NIGHTMARE FLAMING FURY]!!!"


Aku menyemburkan api mimpi buruk yang terakhir, sebagian tubuh [Eateria] terbakar dan membuatnya terjatuh di atas daratan. Aku tersenyum puas karena bisa membuatnya terjatuh, tetapi tubuhku sudah tidak bisa menahan apapun lagi termasuk kesakitan. Aku terjatuh di atas tanah dengan nafas-nafas terakhirku yang terasa berat.


"YUSAAAAAAAAAA!!!"


Normal's POV


Alisha melihat Yusa yang tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang sekarat, ia tidak bisa merasakan keberadaan Yusa lagi. Hal itu membuat dirinya mengamuk sampai menghancurkan semua bola mata yang menyerang-nya, ketika mengalahkan semua bola mata itu, Alisha segara maju menuju arah Yusa.


"Luz Demonio: Healing Formation."


Luz mulai berbicara dan Alisha mendengar suara itu, ia segara mundur karena insting-nya merasakan keberadaan yang kuat di atas langit. Alisha melirik ke atas dimana ia melihat sebuah pedang yang bersinar merah, pedang itu perlahan-lahan mendarat menuju Yusa.


"Luz Demonio...!? B-Bagaimana bisa!?"


Alisha melotot ketika melihat pedang yang sangat legendaris yaitu [Luz Demonio], bagaimana bisa pedang itu datang ke tempat yang sangat asing. 


Alisha juga melihat Yusa yang mulai melayang dan pedang itu menyinari tubuh Yusa sampai seluruh tulang serta urat-uratnya yang putus mulai pulih kembali, bahkan luka-lukanya mulai hilang. Alisha tidak bisa mempercayai apa yang sedang ia lihat saat ini karena Yusa adalah iblis takdir yang mengangkat pedanng [Luz Demonio].


"Pemilik Luz Demonio generasi tujuh... Oni Yusakage...?!"


Yusa membuka kedua mata-nya lebar dan mengeluarkan sebuah sinar cahaya merah, Alisha terkesan melihat Yusa yang kembali bangkit dengan penuh semangat.


"Aku... adalah Oni Yusakage! Sang iblis takdir...! Defatem Akuma...! Demon Bloodes...!!! Generasi ke tujuh pemilik pedang Luz Demonio!!!"


Sebuah zirah merah muncul di tubuh-nya serta dengan jubah hitam panjang di bagian punggung-nya, pedang itu mendarat di depan Yusa dan ia mulai menatap pedang tersebut dengan penuh harapan, ia memejamkan kedua mata-nya dan setelah itu menggenggam gagang dari pedang tersebut menggunakan kedua telapak tangan-nya.


BAMMMM!!!!


Ketika Yusa menggenggam pedang tersebut, ia melepaskan dorongan yang besar di sekitarnya dan membuat [Mobster] hancur menjadi kepingan batu besar. Alisha menggunakan sihir [Scarlet Frost Protection] untuk melindungi dirinya dari batu-batu yang mencoba untuk ****-nya.


Alisha mengalihkan pandangan-nya ke arah Yusa dimana ia melihat dirinya sebagai sesosok iblis takdir yang hebat.


Yusa yang dulu-nya mencoba untuk mengangkat dan menggerakkan pedang dari [Luz Demonio] telah tercapai.


"Luz Demonio: Healing Formation." Suruh Yusa sampai kenop pedang itu bersinar dan mengembalikan kondisi Yusa sampai sempurna.


"Segera melaksanakan formasi penyembuhan satu!" Balas Luz.


"Luz Demonio: Generation Formation!"


"Formasi di dengar... Menjalankan formasi segera...!"