Luz Demonio

Luz Demonio
13 - Alasan Untuk Melaksanakan Takdir



"Yusa... Tidak...!"


Alisha menangis melihat Yusa yang baru saja menyelamatkan dirinya dari [Eateria], tanpa basa basi lagi Alisha mengepalkan kedua tinju-nya dan melompat ke arah [Eateria] itu.


"HAHHH...!!!" Alisha mencoba untuk mengarahkan beberapa serangan ke arah monster itu, tetapi ia terkena serangan cepat dari [Eateria] itu yang membuatnya terpental ke belakang sampai tergeletak di atas tanah.


"Ughhh..."


Tenaga Alisha mulai terkuras karena melakukan [Scarlet Dance] tadi, dengan sekuat mungkin dirinya mencoba untuk bangkit dan menyerang [Eateria] dengan segala cara agar bisa menyelamatkan Yusa.


"Yusa... Maafkan aku..."


Alisha menangis dan merasa menyesal karena ia tidak menyadari keberadaan [Eateria] itu lebih awal, ia menggenggam daratan cukup keras karena merasa putus asa dirinya kehilangan Yusa yang baru saja menyelamatkan nyawa-nya.


"Aku bodoh...  Aku bodoh... Aku BODOH...!!!"


Alisha mulai memukul daratan beberapa kali karena merasa putus asa, Luz diam sambil melihat Alisha. Tidak ada cara lain lagi untuk menyelamatkan Yusa, jadi Luz memutuskan untuk diam.


"Sepertinya Luz Demonio benar-benar akan hancur---"


ZWIING...!!!


Mulut [Eateria] itu bersinar warna biru kegelapan, [Eateria] itu membuka mulut-nya terpaksa karena Yusa yang berada di dalam-nya sedang memegang sebuah tongkat untuk membuat [Eateria] membuks mulut-nya.


Yusa melompat ke depan dan melirik ke belakang dimana ia merasa muak melihat [Eateria], dendam melonjak tinggi di dalam diri Yusa karena mengingat monster itu pernah memakan kedua kaki Alter.


"...Bersiaplah untuk merasakan kesakitan." Yusa menarik pedang tulang dari dada-nya dan ia mulai menunjukkan gaya bertarung-nya.



[Illustrasi: Eateria]


[Eateria], seekor monster yang memiliki sepuluh mata di bagian kepala serta satu mata besar di wajah-nya, taring yang mampu menghancurkan apapun dengan satu gigitan.


"B-Bagaimana bisa...?"


"Karena sekedar keberuntungan, aku selamat dari gigitan [Eateria], dia itu hanya melahap-ku langsung dan mencoba untuk menelan-ku, tetapi aku menggunakan [Bone Creation: Stick] untuk memaksa dirinya membuka mulut bau-nya itu."


"Inti-nya, serahkan [Eateria] kepadaku, Alisha."


"Kau lebih baik diam saja."


Yusa's POV


"Bersiaplah...!" Aku melompat menuju arah Eateria dan beberapa mata-nya mulai menembak laser merah yang membuat-ku lengah.


"[Bone Creation: Shield!]"


Aku menahan semua serangan laser itu dan setelah itu mendarat di atas tanah dengan perisai yang sudah retak. Aku melihat Eateria itu membuka mulut-nya lebar dan mencoba untuk memakan-ku, tetapi aku menahan taring-nya menggunakan perisai yang aku pegang.


CRACKKK!


Perisai itu pecah dan salah satu dari taring-nya menusuk lengan kiri-ku, rasanya menyakitkan bahkan lebih sakit dari tusukan jutaan pedang. Aku segara mundur sebelah aku kehilangan lengan kiri-ku.


[Eateria] membuka mulut-nya lebar dan aku bisa melihat beberapa bola-bola api kecil, setelah makhluk itu mengumpulkan jumlah bola yang besar, semua bola itu terbang menuju arah diriku.


"Cih...!"


Aku menangkis semua bola-bola itu dengan cepat, jika aku diam di tempat maka beberapa dari bola itu akan menyerang-ku dari segala arah. Aku lebih memiliki untuk melompat ke kanan dan ke kiri selagi menangkis semua bola-bola merah itu.


ZRATTHH!!!


"UHUGH...!"


Aku terjatuh karena bahu kiri-ku terkena serangan laser dari salah satu mata tersebut, ternyata [Eateria] ini adalah satu monster yang memiliki strategi dan kemampuan yang tidak bisa aku tebak begitu saja.


Aku segara bangkit dan melihat beberapa bola mata bertaring tajam bergerak menuju arah-ku, apa-apaan ini? Bagaimana bisa dia memiliki kemampuan yang unik?! Aku melakukan beberapa serangan vertikal dan horizontal ke arah bola mata itu sampai terbelah menjadi dua.


Aku maju ke depan dan menebas semua bola-bola mata yang menghalangi jalanku menuju [Eateria]. Makhluk itu maju dan mengarahkan sepuluh mata-nya untuk menembak laser-nya lagi ke arah diriku, tetapi aku segara memutar pedang-ku dan mencoba untuk menangkis semua laser itu.


ZWASHHH!!!


Aku melompat ke belakang, tetapi kedua jari kaki-ku terkena taring dari [Eateria] yang bisa lepas.


"U... Ugh... Sakit..."


Alisha mencoba untuk membantu, tetapi aku menatapnya tajam sampai membuat gemetar.


"Jangan ikut campur...!!! Aku tidak mau melihatmu terluka lagi!!! Tidak sedikitpun... [Eateria] adalah musuh yang harus aku hentikan sebelum dia memakan salah satu dari tubuh-mu, Alisha!!! AKU TIDAK MAU KAMU MEMILIKI TAKDIR YANG SAMA DENGAN IBU!"


Aku baru saja mengatakan sesuatu yang naif dan egois, Alisha dan Luz terlihat terkejut iblis muda sepertiku memiliki niat mencoba untuk melindungi dan mengorbankan diri demi seseorang yang ia percayai serta sayangi.


Aku tersenyum seolah-olah aku menghadapi takdir kematian-ku.


"Makhluk sepertimu akan aku basmi... Untuk semua iblis yang pernah kau bunuh dan lukai, aku akan membalaskan dendam mereka sampai diriku menjadi iblis yang berjulukan sebagai... PAHLAWAAAAANNNNN!!!"


Aku teriak cukup keras untuk memberanikan diri melawan [Eateria], entah siapa yang akan menang, tetapi aku akan mengeluarkan jiwa iblis takdir-ku. Bertarung sampai mati!!! Demi melindungi masa depan dan seseorang yang sangat aku sayangi...!!!


Membalaskan semua dendam yang aku miliki, [Eateria] harus hancur demi masa depan dan masa lalu dimana bangsa iblis pernah gugur oleh makhluk tersebut!


[Eateria] meluncurkan beberapa laser merah melalui sepuluh mata-nya, aku menahan semua serangan itu menggunakan perisai tulang yang muncul di lengan kiri-ku. Aku juga melihat makhluk itu menembak beberapa taring tajam melalui mulut-nya.


Dengan sekuat mungkin aku menahan semua taring yang terbang ke arah-ku, tetapi tidak bisa karena beberapa anggota tubuhku terkena tusuk oleh taring-taring tersebut.


Walaupun anggota tubuhku terluka, aku masih terus maju dan mencoba untuk mengarahkan serangan-ku kepada [Eateria] itu. Salah satu dari mata [Eateria] itu menembak laser merah tebal ke arah diriku, tetapi aku melompat ke atas dan memutuskan salah satu dari mata tersebut sampai [Eateria] itu teriak kesakitan. Sembilan mata lagi yang harus aku putuskan agar dirinya tidak mencoba untuk menyerang-ku dengan laser menyakitkan-nya itu.


[Eateria] mulai berkembang biak dan membuat pasukan [Eateria] kecil untuk menyerang diriku, semua anak-anaknya itu bergerak menuju arahku dan aku hanya bisa melompat ke belakang, aku memegang erat pedangku dan menebas semua anak-anak itu dan membuat diriku terkena beberapa serangan dari mereka.


Insting-ku merasakan [Eateria] itu mencoba untuk menembakkan beberapa taring-nya ke arahku, tetapi aku menggunakan [Bone Creation: Greatsword] dan aku melempar pedang tulang besar yang aku ciptakan beberapa detik yang lalu sampai bilah pedang itu menusuk masuk mulut [Eateria] tersebut.


"Aku tidak akan tertipu dengan serangan itu lagi!!!"


Aku melompat ke atas dan menginjak beberapa bola mata kecil untuk bisa menyerang [Eateria] dari jarak dekat, aku melakukan backflip ke depan dan menebas salah satu mata-nya sampai hancur. Aku menarik keluar pedang tulang besar-ku dan mencoba untuk melakukan beberapa serangan kombinasi, tetapi aku terlambat karena mata-mata [Eateria] itu menatapku tajam dan mencoba untuk mengeluarkan laser itu lagi.


Aku segara melompat ke kanan dan melihat [Eateria] itu meregenerasi dirinya sendiri sampai ia membuka mulutnya, terbentuklah sebuah bola merah besar di mulut-nya dan bahkan ukuran-nya terus membesar lebih besar dari tubuh Alisha, jika aku menghindar maka Mobster akan meledak bahkan Alisha juga akan terluka.


[Eateria] meluncurkan laser merah tebal yang terbakar ke arahku. Dengan cepat aku membuat kedua senjata-ku menjadi sebuah pertahanan karena aku tidak sempat untuk menghindar dan menciptakan perisai yang kuat, Apa ini... Tubuhku terus bergetar, aku merasakan jantung-ku yang berdetak cukup cepat.


Kulit-kulit tubuhku mulai terkupas sampai berdarah, mulutku mulai mengeluarkan darah yang cukup banyak karena aku memaksakan tubuhku untuk menahan serangan mematikan [Eateria]. Aku menahan laser milik [Eateria] sampai habis, aku terdorong ke belakang dengan kondisi tubuh yang lelah.


"Grggghhh... Kau benar-benar membuatku muak, monster bajingan!"


Mata bagian kanan-ku mulai buram karena rasa lelah yang aku alami saat ini, bisa saja aku jatuh tertidur dalam waktu yang dekat. Beberapa anak [Eateria] itu kembali menyerang-ku dengan jumlah yang lebih banyak serta mereka meluncurkan beberapa taring tajam ke arah-ku. Aku tidak memiliki pilihan lain selain memaksakan tubuhku untuk lari ke depan dan menghindari beberapa taring-taring itu.


ZAB! ZAB! ZAB!


Punggung-ku tertusuk oleh beberapa taring itu dan membuat darah-ku terus keluar, seluruh tubuhku dikotori dengan darahku sendiri.


"RASANYA SAKIT...!!! APAKAH KALIAN MONSTER [EATERIA] PERNAH MERASAKAN KESAKITAN YANG SAMA DENGAN DIRIKU!? [FURY NIGHTMARE RAGE]!!!"


Kedua bilah pedang-ku terbakar dengan api mimpi buruk, aku mengerahkan seluruh tenaga dan energi sihirku agar aku bisa mengalahkan [Eateria] itu yang terus melarikan diri dan menyerangku dari jangkauan yang cukup jauh. Dasar pengecut, aku berjanji bahwa aku akan memberinya beberapa serangan yang menyakitkan.


"[Bone Creation: Lift Up!]"


Sebuah tulang muncul di bawah kaki-ku dan membantuku untuk melompat tinggi menuju arah [Eateria], seluruh tubuhku terkena serangan taring tajam dari anak-anak [Eateria] itu. Bodo amat, aku tidak peduli betapa sakitnya serangan itu, lebih baik aku fokus kepada [Eateria]. Aku mendarat di atas-nya dan mulai mengarahkan serangan-ku ke arah mata-matanya, aku kehilangan kendali terhadap tubuhku sampai-sampai aku menyerang seluruh bagian [Eateria] itu tanpa henti.


RAAGGGHHHH!!!


[Eateria] itu menumbuhkan sebuah ekor besar yang menghantam seluruh tubuhku sampai aku tergeletak di atas tanah dengan kesakitan yang dahsyat.


"HUEEGGHHH!!!"


Aku memuntahkan darah berwarna hitam, darah hitam itu mengartikan diriku bahwa aku berada di kondisi dekat dengan kematian. Jika aku kehilangan darah cadangan-ku yaitu darah hitam maka aku akan mati.


"K-Kau... bisa berevolusi ternyata..."


Aku melihat ekor [Eateria] itu berputar dan memunculkan beberapa duri yang tajam, ekor itu bergerak menuju arahku dan aku segara bangkit lalu menghindari serangan yang dapat membunuh-ku itu, tetapi...


ZAB! ZAB! ZAB!!!


"UGGHHH!!!"


Beberapa anggota tubuhku tertusuk dengan duri-duri tajam yang terdapat di ekor [Eateria]


"T... Tidak mungkin..."


Aku terjatuh di atas tanah dengan tubuh yang sudah tidak bisa dipaksa untuk bangkit lagi.