
"Aku mempercayai dirimu, Ayah...!!! Kenapa kau berani-beraninya membunuh Ibu!?" Teriak Selvia.
Rxeonal tidak bisa mengatakan apapun kecuali mencoba untuk melarikan diri dari Selvia, Master mulai turun tangan dimana ia segera mengangkat Rxeonal ke atas dan memulihkan seluruh kondisi-nya. Melihat itu membuat Selvia semakin kesal, ia menatap Master dengan penuh amarah.
"Ternyata kau...! Kau memang sudah membuat kesabaran-ku habis, apa yang kau perbuat kepada Ayah-ku sendiri!?"
"Jalan yang ia pilih itu adalah jalan yang ia inginkan. Pilihan-nya adalah pilihan-nya, aku tidak mengatakan apapun kepada Ayah-mu dan aku turun tangan untuk melawan-mu karena sekarang Rxeonal menjadi salah satu rekan-ku dengan ideal yang sama."
"****...!!! Keparat...!" Kedua pupil Selvia mulai menajam dan ia segera menyerang Master dengan katana yang ia pegang itu, Master dan Selvia mulai melawan satu sama lain di atas langit tanpa disadari oleh pasukan musuh dan aliansi.
Master langsung terkejut melihat seluruh kekuatan Selvia yang dapat membuatnya berhenti menyerang, kecepatan Selvia mampu memberi Master beberapa luka di sekitar tubuhnya. Master tidak bisa meremehkan musuh-nya, ia sekarang mulai bertarung serius menggunakan sabit yang ia ciptakan dari aura Crimson itu.
Vier mundur beberapa langkah sambil menembakkan sniper-nya, seluruh pasukannya tidak bertahan lama karena beberapa Giblis terus maju dan menggunakan pasukan Tyirfei sebagai perisai. Mereka juga dapat menggunakan senjata jarak jauh seperti sniper yang di pegang oleh Vier tetapi lebih lemah.
Seluruh peluru itu diselimuti oleh aura Crimson dan Vier tidak bisa berdiam diri selain menghindari semua peluru tersebut sambil menyerang. Vania maju ke depan dan menahan semua peluru itu menggunakan kapak-nya yang besar, ia segera melempar kapak itu ke arah seluruh pasukan Giblis yang menyerang menggunakan sniper.
"Vier, lebih baik kau habiskan seluruh pasukan Giblis yang dekat sebisa mungkin karena makhluk **** seperti mereka terus beradaptasi dan meniru senjata sniper itu." Pipi Vania tergores dengan peluru yang melesat.
"Cih... Terlalu kuat."
Elvano memerintah seluruh pasukannya untuk mundur dan segera menyusun barisan baru dimana seluruh pasukan aliansi yang memegang perisai mulai menahan seluruh peluru tersebut. Beberapa perisai mampu menembus dan membunuh beberapa pasukan aliansi.
Alisha melompat ke depan dan segera mendorong seluruh peluru dan sihir itu mundur menggunakan sihir [Scarlet Doom], seluruh pasukan juga ia dorong ke belakang dengan hanya menggunakan kedua telapak tangan-nya yang sudah terlumuri dengan aura berwarna merah.
"Sekarang...!" Teriak Alisha yang sedang menahan seluruh pasukan Giblis itu, sihirnya juga mampu membuat beberapa pasukan Giblis tidak bisa bergerak.
Vimu dan Mimu terlihat pasrah karena seluruh pasukan aliansi terbantai habis dan ia hanya bisa melihat beberapa pasukan kuat yang mulai lelah, tidak lama lagi mereka tidak akan bisa bertahan. Vimu dan Mimu segera menciptakan hujan petir di seluruh daerah pasukan musuh berada.
Hujan petir itu mampu membantai beberapa Giblis dan terdapat satu Giblis yang melihat kejadian itu, ia segera beradaptasi dan melakukan hal yang sama yaitu menciptakan hujan petir di seluruh daerah pasukan aliansi. Vimu dan Mimu melebarkan kedua matanya karena mereka melakukan sedikit kesalahan.
"Cih...! [Scarlet Shield]!"
Alisha menciptakan perisai merah di atas pasukan aliansi dan seluruh hujan petir itu mulai terserap sampai habis oleh perisai itu. Yusa maju ke depan kembali dan melakukan formasi segel dimana seluruh pasukan Giblis itu tidak bisa melakukan adaptasi dan fragmentasi untuk sementara.
Seluruh ketua seksi terlihat tegang karena seluruh rekan mereka sudah terbunuh, Gallius hanya bisa berdiri tegak sambil menatap seluruh pasukan Giblis itu yang maju menuju arah mereka semua. Takao mencoba untuk melarikan diri tetapi tidak bisa karena wilayah itu sudah sepenuhnya terkepung oleh pasukan musuh.
Pada akhirnya Elvano mengangkat pedang-nya ke atas untuk menunjukkan rasa semangat-nya, ia mulai menyusun rencana baru dan mengumpulkan seluruh pasukan yang tersisa. Ia tidak sendiri karena Kurma ikut membantu untuk menghitung seluruh pasukan yang masih bertahan dan hasilnya adalah 242 pasukan aliansi yang masih bertahan.
"Elvano, mati atau tidak mati. Kita raih kedamaian." Ucap Kurma.
"Tentu saja, sangat memalukan juga ya diriku ini lahir sebagai seorang Vampire." Elvano terlihat kesal melihat seluruh pasukan Giblis yang mulai melakukan fragmentasi.
Ceytamold dan Gobun berdiri di depan pasukan mereka dengan jumlah lebih dari jutaan. Gobun juga memiliki kecerdasan besar sampai ia menyusun barisan yang dapat membuat Elvano kesusahan, pasukan Ajin dan Giblis adalah kombinasi yang mengerikan karena dengan satu sentuhan dan tatapan maka korban itu tidak akan selamat.
Pasukan musuh terus bertambah kuat sampai Elvano terus meneteskan keringat dingin karena ia sudah tidak memiliki ide apapun untuk membantu pasukan-nya meraih kemenangan, Vania menggenggam erat tangan Elvano dan ia mulai menatap wajah Vania yang mencoba untuk menghiburnya.
"Kau pasti bisa..."
Yusa mundur ke belakang dan ia tidak memiliki banyak stamina untuk bisa membunuh seluruh pasukan Giblis yang bertambah lagi dan lagi. Ia segera menggunakan formasi yang bernama [Luz Demonio: War Formation] dimana ia memanggil pasukan iblis yang berjumlah 200, dia bisa menambahnya tetapi kemampuan-nya masih belum cukup kuat.
"Inti-nya kita harus memisahkan seluruh pasukan itu! Jangan biarkan mereka selamat...!" Teriak Elvano.
""YAAA!!!"" Seluruh pasukan aliansi maju ke depan dan mulai melawan seluruh pasukan musuh dengan segala kemampuan yang mereka miliki.
Yusa, Elvano, Kurma, Gallius, dan Zakhr maju untuk menyerang Ceytamold karena membunuh pemimpin terlebih dahulu mampu memberi mereka kesempatan besar untuk bisa menang. Tanpa pemimpin maka pasukan musuh pasti akan panik termasuk pasukan Giblis yang bisa saja menyerang satu sama lain dan memakan satu sama lain seperti kanibal.
Ceytamold maju menuju arah Yusa dan tiba-tiba Zakhr merasakan sebuah sihir yang melesat menuju arah mereka semua. Zakhr maju ke depan dan menangkis sihir itu ke atas langit, menyebabkan sihir tersebut meledak dan mengeluarkan asap yang cukup gelap.
Zakhr menatap tajam seorang bangsa Ajin di depan-nya dan ia bisa merasakan kekuatan yang besar di dalam tubuh-nya bahkan ia tidak berani untuk menatap kedua matanya itu.
"Ajin Yure... Pasukan terkuat bangsa Ajin ya, aku tidak menyangka bahwa kau akan ikut campur dengan pasukan serendah Giblis." Zakhr mulai waspada dengan bangsa Ajin yang bernama Yure itu.
"Yang lebih rendahan itu pasukan aliansi, intinya kau akan merasakan ketakutan abadi. Nikmatilah keabadian untuk merasakan ketakutan." Yure memegang tombak-nya erat.
"Aku tidak akan bertanggung jawab jika kalian gugur melawan raja iblis sialan ini." Ucap Yusa yang memberi mereka kesempatan untuk melarikan diri, mereka menolak tawaran itu karena mereka berjuang hanya untuk meraih kedamaian.
Yusa mengkhawatirkan satu hal yaitu pernafasan Ceytamold mampu memberi efek negatif ke pasukan-nya sendiri, setiap Ceytamold bernafas maka ia mengeluarkan sebuah efek yang dapat membuat tubuh menjadi nyeri bahkan berkesempatan untuk tidak bisa bergerak.
Kombinasi Yusa, Elvano, dan Kurma berjalan cukup lancar sampai membuat Ceytamold terus terdorong ke belakang, Yusa tidak memberikan dia sedikit kesempatan untuk menyerang atau menggunakan kemampuan Giblis. Gallius hanya bergerak melingkari mereka yang sedang bertarung sambil melempar kedua shuriken besar yang ia pegang.
Shuriken itu cukup efektif juga karena mampu menggagalkan serangan Ceytamold yang mencoba untuk mengeluarkan sihir Crimson. Elvano dan Kurma menahan serangan Ceytamold yang terasa cukup kuat, Yusa segera menginjak kedua tangan Ceytamold dan ia melakukan serangan sebanyak sepuluh kali sehingga serangan itu mampu melukai wajah Ceytamold.
Yusa melotot melihat Ceytamold yang mulai meregenerasi luka-nya, ia mengeluarkan suara yang cukup keras menyebabkan mereka terdorong ke belakang. Gallius terus melempar shuriken-nya ke arah Ceytamold tetapi serangannya tidak efektif karena tubuh Ceytamold terus bertambah tebal.
"BERSAMA...!!!" Teriak Yusa.
Keempat pasukan aliansi itu melakukan serangan kombinasi yang dapat membuat Ceytamold terjatuh di atas tanah, kesempatan besar itu tidak di sia-siakan oleh mereka karena mereka terus menyerang dengan seluruh kemampuan yang miliki. Seluruh pasukan Giblis segera menghampiri Ceytamold tetapi mereka langsung terbunuh karena Karla dan Vier yang menjaga mereka dari jarak jauh.
Beberapa saat kemudian, Yusa melompat mundur dan tersenyum melihat Kizura yang ikut bertarung melawan Ceytamold. Kizura menghantam perut Ceytamold cukup dalam menyebabkan luka yang tidak terlalu dalam.
"Sepertinya kalian bersenang-senang." Kizura melompat mundur dan tersenyum.
"Jangan berhenti menyerang...! Serang kembali---"
Ceytamold meledakkan dirinya sendiri dan menyebabkan kelima pasukan aliansi itu terpental ke belakang. Kurma terluka cukup parah karena ia berada di barisan depan menahan serangan itu dan juga berhasil melindungi Kizura bersama Elvano di belakangnya, terdapat beberapa lubang kecil di perut Kurma yang terus mengeluarkan darah hitam.
"Aku terluka...!"
GROAAGGGHHHHH!!!
Yusa mulai bergetar ketakutan ketika melihat Ceytamold mengamuk, ia melawan rasa takut itu dengan menghampiri Kurma yang terluka sambil menatap Ceytamold dimana kegelapan saat ini sedang menyelimutinya.
"Ini adalah evolusi tahap kedua Ceytamold...!" Wajah Elvano terlihat pucat karena mereka semua terlambat untuk mencegah Ceytamold masuk ke dalam tahap evolusi keduanya.