Luz Demonio

Luz Demonio
17 - Wrath



"Apa kau tersesat anak iblis?" Sesosok iblis yang dipenuhi dengan kegelapan menghadapi Yusa, pupil bermata merah, dua tanduk yang tidak terlalu besar, terdapat dua sayap yang terbuat dari api dan di wajahnya memiliki lambang dari dosa kemarahan [Wrath].


"Kau siapa...? Apa maumu membawaku ke tempat seperti ini...!?" Yusa mulai waspada terhadap iblis yang menghadapi dirinya.


"Lebih tepatnya kemarahanmu yang membawamu kesini, awalnya aku ingin menemuimu secara langsung tapi sepertinya hal itu tidak perlu dilakukan. Kemarahan-mu itu terasa cukup lezat bagiku!"


Emosi Yusa terus terbakar karena ia masih belum menerima kejadian yang ia alami beberapa jam yang lalu tentang kedua penjaga dan Alter yang dibunuh. Pelampiasan bisa ia gunakan kapan saja bahkan Alisha terkena lampiasan oleh Yusa dan membuat salah satu dari mata-nya buta, target selanjutnya adalah Iblis yang ada di depannya.


"TUTUP MULUTMU!!! KEMARAHAN APAPUN ITU...!!! ITU BUKAN SOLUSINYAAA!!!"


Yusa teriak cukup keras sampai mengeluarkan api mimpi buruk di sekitarnya, iblis tersebut memegang dagu-nya dan merasa lebih tertarik terhadap kemarahan Yusa yang masih bisa ia kontrol tanpa harus mengamuk seperti iblis gila.


"Cih...! Aku dikhianati oleh kedua penjaga sialan itu...! Aku kehilangan ibuku...!!! Aku dibenci oleh semua bangsa Oni karena disangka membunuh iblis yang terkenal bernama Oni Alter, padahal dia itu ibuku...!!! Kenapa mereka tidak mempercayai iblis kecil seperti diriku, hah!?"


"Hmph, ini baru pertama kalinya kau merasakan kepahitan hidup bangsa iblis, bocah. Iblis tidak memiliki kepercayaan penuh terhadap iblis yang lainnya, itulah hukum bangsa iblis."


"Grgh!!! Ini semua tidak adil!!!"


"Tapi kau tetap marah kepada mereka yang mengkhianatimu bukan? Kau ingin membunuh mereka bukan? Kau ingin membalaskan dendam-mu bukan? Apakah insting membunuh-mu membesar...!? Apakah emosi-mu dapat memberimu kekuatan untuk membunuh mereka semua!?" Iblis itu mendekat dan menatap kedua mata Yusa yang dipenuhi amarah.


"Aku ingin membunuh-mu juga...!" Jawab Yusa dengan tatapan tajam.


"Membunuhku katamu? Apa yang membuatmu ingin membunuh sesosok iblis seperti diriku? Lagipula apakah kau mampu melukai diriku ini...?"


Yusa menarik Luz Demonio dan ia mulai melakukan kuda-kuda berpedangnya, iblis itu menyukai Yusa yang tidak memiliki keseganan apapun walaupun dia masih berumur empat tahun.


"Aku mulai menyukai dirimu, bocah... Bagus, tunjukkan semua emosi amarah-mu itu! Lampiaskanlah sampai kau benar-benar puas!!!"


"Yusa, apakah kau yakin ingin melawan perwakilan dari dosa kemarahan...? Kizura the Wrath, itulah namanya." Luz mulai berbicara dan memperingati Yusa bahwa Iblis yang akan dia hadapi adalah sesosok iblis yang memiliki perwakilan terhadap dosa [Wrath].


"Lebih baik kau mundur karena kemarahan-mu itu bisa menjadi kekuatan penuh untuk dirinya, dia mampu mengubah semua kemarahan-mu menjadi kekuatan murni itu sendiri. Setiap serangan dengan penuh amarah itu tidak berguna bagi dirinya."


"Apakah yang kau maksud itu kekuatan dari [Seven Deadly Sins]...? Ibu pernah bilang hal itu, aku kira itu hanya mitos yang ada di semesta Yuusuatouri."


Kizura melotot ketika mengetahui sebuah informasi penting bahwa Yusa adalah seorang iblis takdir yang mengangkat [Luz Demonio].


"Hehhhhh... Luz Demonio ya!? Sepertinya kau adalah iblis takdir yang pertama aku temui, MENARIK!!!"


Yusa mengabaikan apa yang Kizura dan Luz katakan, ia memegang erat gagang pedang-nya.


"Luz Demonio..." Bilah pedang Luz mengeluarkan aura merah yang menyengat sekeliling ruangan tersebut.


"[Demon of Wrath - Half Mode]" Kizura memanjangkan satu tanduk di bagian kanan dan di wajahnya muncul lambang [Sins Wrath] yang bersinar merah, "Aku tidak perlu memerlukan senjata atau pedang untuk mengalahkanmu, bocah!"


"...Deadly Formation I..." Yusa mengangkat pedang-nya ke atas.


"Formasi di dengar...! Segera menjalankan formasi mematikan ke satu...!"


"JUDGEMENT OF WARCRY...!!!" Yusa melompat ke depan dan menancapkan bilah pedang-nya ke dalam lantai.


Serangan yang baru saja Yusa lancarkan sangatlah lemah sampai tidak memiliki efek apapun karena Kizura baru saja mengambil semua kekuatan-nya melalui kemarahan yang ia lampiaskan di serangan tadi.


"A-Apa...?"


"Kekuatan yang luar biasa, tapi di tingkat ini kau hanya bisa melihat dan merasakan kesakitan yang sebenarnya!" Kizura bergerak gesit ke arah Yusa dan mengarahkan beberapa serangan tinju bertubi-tubi di wajahnya.


"Ahaaggghhhh!!!" Yusa terdorong ke belakang.


"CIHHH!!!" Yusa bergerak menuju arah Kizura dan mengarahkan beberapa serangan vertikal dan horizontal secara kombinasi.


Kizura mampu menangkis semua serangan Yusa karena pergerakan Yusa yang lambat dan serangan-nya yang terlalu pemula. Masih terdapat banyak pergerakan yang kaku karena amarah mengontrol seluruh tubuh termasuk pikiran-nya dalam pertarungan.


"Kau masih melakukan pergerakan yang tidak perlu dalam serangan tersebut." Kizura menendang perut Yusa cukup dalam.


"Aggghhhh... Grrgghhh!!!" Yusa melompat ke atas.


"Mau kemana kau!?" Kizura segera muncul di belakang Yusa dan menendang punggung-nya berkali-kali.


"Hohhh... Sepertinya kau bisa menggunakan sihir tulang ya... Ternyata kau juga bangsa Oni yang cukup berpotensi, kalau begitu bagaimana dengan serangan ini!? [Inferno Bullet]!!!" Kizura mengarahkan beberapa serangan peluru berapi yang memiliki kecepatan yang tidak bisa Yusa lihat.


"[Bone Creation: Wall]!"


Yusa menciptakan sebuah tembok tebal yang mampu menahan semua sihir milik Kizura untuk sementara, tetapi Kizura menghancurkan tembok tersebut dengan satu pukulan dan membuat Yusa terpental ke belakang sampai terjatuh.


"Luz, sepertinya kau memiliki Master yang cukup hebat walaupun dia masih kecil."


"Sepertinya begitu... Tolong jangan membunuh dia."


Yusa menunjuk semua serpihan tulang itu, "[Bone Shattering Creation: Spike]" Yusa menggunakan sihir tulang yang mampu menciptakan semua serpihan tulang menjadi sesuatu yang ia mau, semua serpihan tulang itu berubah menjadi duri-duri yang tajam.


"[Wrath of Armor]!" Seluruh tubuh Kizura dilindungi oleh api merah kehitaman yang membuat semua tulang berduri itu meleleh.


Yusa menunjuk semua tulang-tulang yang meleleh itu, "Luz Demonio: Buff Formation I...!"


"Formasi di dengar... Segera melaksanakan formasi penguatan...!"


Semua tulang-tulang itu bersinar dan terbang menuju bilah pedang Luz dan menciptakan bilah yang lebih tajam dan besar, pedang Luz Demonio jadi terasa lebih kuat dan lebih tajam dari sebelumnya.


"Benar-benar bangsa Iblis yang mampu memanipulasi tulang, kalau begitu...!" Kizura menciptakan sebuah pedang dari api.


"Maju!" Suruh Yusa.


Kizura bergerak gesit menuju arah Yusa dan mengarahkan beberapa serangan ke bagian vital milik Yusa.


"[Bone Creation Armor: Base One]!" Seluruh tubuh Yusa terlindungi dengan tulang-tulang yang keras sampai semua serangan Kizura tertahan untuk beberapa detik.


"Cih!" Kizura menyentuh armor Yusa, "[Inferno of Distributing!]" Kizura membakar seluruh armor Yusa dengan api merah kehitam, Yusa segera berpikir sejenak untuk mencari solusi agar ia bisa menyerang balik atau bertahan dari api-api yang mulai membakar dirinya.


"[Nightmare Flames of Corruption]!" Yusa mengubah api Kizura menjadi api mimpi buruk berkat sihirnya yang dapat mengambil alih sihir api apapun.


"Hentikan, Yusa! Kau tidak akan bisa mengalahkannya! Kau hanya memaksakan tubuhmu saja sampai batasan yang dapat membunuhmu sendiri!" Luz mencoba untuk membujuk Yusa.


"SIAPA YANG PEDULI DENGAN ITU!?" Yusa mengarahkan serangan bertubi-tubi menggunakan pedangnya sampai melepaskan gelombang merah melalui bilah pedangnya. Kizura menerima serangan Yusa dan ia segera menyerap semua serangan itu.


"Menyerangku dengan emosi yang meluap-luap apa kau gila...?" 


Kizura muncul di belakang Yusa dan mulai menebas punggung-nya sampai kulitnya terbelah dan mengeluarkan darah-darah hitam, seluruh tubuh Yusa mendadak lemah sampai ia tidak bisa menggerakkan sedikit dari tubuhnya. Pedang yang ia pegang mulai dilepas karena tidak tahan dengan beban-nya.


"A-Aggghh..." Yusa berlutut dan berkeringat dingin.


Kizura memegang kepala Yusa dan membanting-nya ke lantai beberapa kali, "Apa kau sudah menyerah...?" Kizura membuat Yusa untuk menatap dirinya sendiri.


"Cuhhh!" Yusa meludah wajah Kizura dengan darah-nya sendiri.


"... ...!!!" Kizura membenturkan kepala Yusa berkali-kali sampai berdarah dan mengeluarkan suara tulang yang hancur. Yusa baru saja melakukan tindakan gegabah membuat iblis perwakilan dosa kemarahan marah besar, bisa saja di detik-detik ini Yusa terbunuh karena siksaan-nya.


"Oi! Oi! Apa kau mencoba membuat perwakilan dosa kemarahan untuk mengamuk!? Apakah kau bodoh, bocah!?" Kizura menatap Yusa dengan hawa membunuh yang menyengat.


Yusa menggigit hidung Kizura dan itu tidak memberinya rasa kesakitan apapun melainkan Yusa sendiri yang merasakan kesakitannya karena ia terus membenturkan kepalanya tanpa henti, Yusa menepuk kedua tangan Kizura dan segera kabur dari pandangan Kizura.


"Mau kemana, bocah?" 


Sebuah dinding api muncul di depan Yusa dan membuatnya berhenti bergerak sampai terjatuh di atas lantai.


"Aku masih belum merasa cukup puas untuk menyiksa---"


"[Bone Creation: Step Up]!" 


Yusa menendang ke arah Kizura dan menciptakan tulang berduri yang bergerak ke arah Kizura, tetapi Kizura segera menghancurkan semua duri itu dan menghantam wajah Yusa sampai terjatuh di atas tanah.


"Itu saja...?"


"U-Ugh... T-Ter... lalu... kuat..."