
"... ...!"
Darah segera mengalir deras dari kedua mata Yusa, semua darah itu berubah menjadi partikel emas yang mampu membuat bilah pedang-nya semakin bersinar penuh cahaya emas. Ceytamold tidak berdiam diri karena ia segera mengumpulkan banyak kekuatan dengan mengorbankan seluruh pasukan Giblis yang lemah.
URAAAGGGHHHHH!!!
Yusa menghela nafas panjang melepaskan cahaya kegelapan di sekitarnya yang dapat mampu dirinya untuk mengumpulkan tenaga melalui seluruh cahaya kegelapan yang ada di sekitarnya, dirinya bersiap untuk melepaskan serangan yang dapat mengalahkan Ceytamold. Prediksi Yusa adalah ia harus terus menyerang Ceytamold dengan menyegel segala kemampuannya agar ia tidak melakukan evolusi tahap ketiga.
Yusa maju tetapi ia melihat Ceytamold yang membuka mulutnya selebar mungkin, menciptakan pasukan kepala Giblis yang memiliki sayap di sekitarnya terbang menuju arah Yusa. Yusa mengayunkan pedang-nya sebanyak tiga kali, bilah pedang itu melepaskan cahaya yang berbentuk bintang iblis.
Semua cahaya bintang iblis itu mampu membakar habis kepala Giblis itu tanpa menyisakan satupun, dengan cepat Ceytamold menciptakan pasukan lain yang membuat Yusa terbang ke belakang sambil melepaskan cahaya bintang iblis. Sepuluh bintang iblis meluncur dan membakar seluruh kepala Giblis itu, tidak ada yang tersisa kecuali debu hitam.
"Apa itu...? Apakah itu semacam formasi Assault...?" Tanya Takao.
"Tidak... Itu adalah potensi asli dari Moirai Arma - Luz Demonio... Cahaya untuk bangsa Iblis, itu adalah kemampuan potensi-nya yang bisa terus digunakan, jika si pengguna dapat menggunakan potensi itu sebagai sumber kekuatan untuk bisa meraih tujuannya sendiri." Jawab Karla.
"Kenapa kau tidak menunjukkan potensi Moirai Arma-mu itu, Karla?" Tanya Elvano.
"Aku masih belum menemukan jawaban dan tujuan... Apa yang harus aku incar dan raih... Potensi Moirai Arma itu sangatlah sulit untuk digunakan karena kita sendiri harus mengerti tujuan hidup kita sebagai iblis itu seperti apa serta aku juga harus mengerti dengan partner-ku sendiri." Karla menatap kipas-nya sendiri.
"Dengan latihan penuh dan pikiran yang tenang... Aku yakin kau akan membuatku jauh lebih kuat lagi." Jawab Hielo.
"Terima kasih, Hielo..."
Beberapa pasukan Giblis mampu menerobos pasukan aliansi dan membuat mereka semua kesulitan, Vier bersama pasukan Tyirfei lainnya menyerang kepala mereka menggunakan senapan yang mereka pegang, satu peluru yang mengenai kepala akan berdampak dahsyat yaitu kepala mereka akan hancur menjadi beberapa bagian.
Jumlah Giblis itu terus bertambah dan beradaptasi sampai mereka menggunakan senapan untuk menyerang sekarang, Karla segera menciptakan tembok es yang besar di depan semua pasukan Giblis itu dimana peluru mereka yang mengenai tembok tersebut akan membuat peluru-nya terpental kembali dan menyebabkan diri mereka yang terbunuh karena serangan mereka sendiri.
Ceytamold melakukan serangan mendadak dimana seluruh tubuhnya berlubang dan melepaskan laser hitam yang mampu membakar seluruh anggota pasukan aliansi dan Giblis. Yusa tidak cukup cepat untuk bereaksi karena semua laser itu mengejar musuh mereka sendiri sampai kaki kanan-nya terkena laser itu dan berakhir gosong.
"Ughhh..." Tatap Yusa kesal melihat Ceytamold yang mulai tertawa. Giblis memang memiliki kemampuan yang selalu disembunyikan di segala peperangan.
Yusa bergerak cepat menciptakan cahaya kegelapan yang membentuk dirinya sendiri, Yusa bersama kembaran-nya menghentikan semua laser yang di lepaskan oleh Ceytamold. Yusa muncul di depan Ceytamold bersama dengan kembaran-nya yang mulai masuk ke dalam tubuhnya untuk memberi dirinya kekuatan.
Tepat setelah Yusa mencoba untuk menyerang, Ceytamold menumbuhkan dua tangan yang menyerang Yusa lebih cepat dari biasanya. Yusa terlempar ke belakang tanpa merasakan serangan rahasia lainnya yang akan di lakukan oleh Ceytamold, ia memuntahkan darah yang cukup banyak melalui mulutnya dan semua darah itu berubah menjadi partikel emas.
"Ughhh...! Sial...!" Tatap Yusa kesal.
"Tenangkan pikiran-mu... Gunakanlah kemarahanmu sebagai kekuatan, bukannya itu pelajaran yang Kizura berikan kepadamu, Yusakage?" Tanya Luz.
Yusa melihat mulut Ceytamold terbuka cukup lebar dan melepaskan laser kegelapan yang besar juga tebal, tanpa ragu Yusa bergerak gesit ke depan dan masuk ke dalam laser itu, menahan segala kesakitan yang ia rasakan dari laser kegelapan tersebut. Yusa memancarkan cahaya kegelapan ke arah Ceytamold yang berakibat dirinya tidak bisa melihat untuk beberapa detik dan setelah itu ia hanya bisa melihat ruangan gelap saja.
"Luz Demonio: Assault Formation I"
"Formasi di dengar... Bersiap untuk melaksanakan formasi ke satu dari penyerangan...!"
"Luz Demonio: Trickery Formation I"
"Formasi di dengar... Melaksanakan formasi tipuan pertama untuk mengalihkan perhatian musuh...!"
Bilah pedang Yusa memancarkan cahaya kegelapan yang menyebabkan langit-langit yang merah berubah menjadi gelap dan dipenuhi dengan partikel-partikel emas. Bilah pedang itu melepaskan tiga bola kecil yang mengelilingi tubuh Ceytamold, Insting iblis Ceytamold menyangka bahwa ketiga bola kecil itu adalah Yusa, jadi dia segera menyerangnya menggunakan dua tangan dan sebuah pedang besar.
Yusa tersenyum serius melihat perhatian Ceytamold tertarik karena sebuah formasi yang ia pelajari ketika mempererat hubungannya bersama Luz. Yusa berencana untuk menghancurkan pedang yang dipegang oleh Ceytamold, ia melancarkan tiga serangan yang hampir sama setara-nya dengan tiga ratus serangan, dengan tiga serangan saja sudah cukup untuk membuat pedang Ceytamold menjadi serpihan kecil.
Ceytamold menciptakan mata yang memancarkan cahaya dan kegelapan di kening-nya, membuatnya Yusa melotot karena seluruh kekuatannya terasa seperti terserap. Saat itu Ceytamold bisa melihat Yusa dan ia segera mengepalkan keempat tinju-nya, pergerakan-nya menjadi lebih gesit dan berhasil menghancurkan seluruh tubuh Yusa menggunakan keempat tinju itu.
"UAAAAAGGGGGHHHHHH!!!" Darah-darah mengalir deras keluar dari seluruh tubuh Yusa membuatnya dirinya terjatuh di atas tanah dan kembali pulih ketika cahaya menyinari tubuhnya.
"Cih... Menyakitkan..." Yusa meludah darah yang tersisa di mulutnya ke depan.
"Fokus... Dengan mata kegelapan dan cahaya yang Ceytamold miliki, ia mengurangi seluruh kekuatan cahaya dan kegelapan-mu sendiri. Kau harus menggunakan cahaya untuk bangsa iblis dengan hati-hati atau dia akan menyerap-nya." Peringat Luz.
Yusa terus mengharapkan bahwa dia bisa menang melawan Ceytamold, tetapi tidak karena dia terus bertambah kuat dan beradaptasi sampai meniru sihirnya sendiri. Seluruh pasukan Giblis melakukan yang sama dimana mereka menumbuhkan mata cahaya dan kegelapan serta empat tangan yang mampu membuat pasukan aliansi kalah telak menyisakan pasukan terkuat seperti ketua seksi dan wakil seksi.
Ceytamold di hadapan Yusa hanya bisa tersenyum mengerikan sambil menghembuskan nafas yang memiliki bau menyengat, peluang yang Yusa miliki untuk bisa menang sangatlah kecil karena dia memiliki satu serangan yang akan digunakan ketika dia sudah kehabisan rencana lainnya. Menggunakan satu serangan yang ia pikirkan juga akan jauh lebih sulit dari yang ia pikirkan.
Di sisi lainnya, pertarungan sengit Zakhr melawan Yure masih terus berlanjut dimana Zakhr bertarung tanpa harus mengandalkan penglihatan karena kedua bola matanya telah ia cabut agar bisa menang melawan Yure tanpa harus menatap kedua matanya yang bisa saja [Instant Death].
Zakhr memutar sabitnya dan sabit tersebut melepaskan angin besar yang mampu mendorong Yure mundur, sabitnya mulai terbelah menjadi beberapa bagian menciptakan sabit-sabit kecil yang mengelilingi seluruh tubuhnya. Zakhr mengikuti insting iblis-nya dimana dia harus bergerak ke depan dan menyerang Yure dengan seluruh sabit yang mengelilingi tubuhnya.
Serangan Zakhr mampu melukai tubuh Yure dan meninggalkan beberapa luka bekas, seluruh sabit itu segera hancur menjadi serpihan kecil membuat Zakhr tersenyum pasrah karena dia sudah melakukan segala kemampuan yang ia mampu untuk bisa mengalahkan bangsa Ajin yang ada di depannya.
"Kau bertarung cukup baik, Zakhr... Nama-mu akan menjadi sejarah yang tercatat dimana kau akan terbunuh oleh bangsa Ajin sepertiku." Yure tersenyum jahat.
Yure memukul dada Zakhr cukup dalam dan ia segera menghisap arwah yang ada di dalam tubuhnya, menyebabkan tubuh Zakhr yang menjadi kering dan berubah menjadi debu-debu kecil. Yure tersenyum dan ia melihat pasukan aliansi lainnya yang mencoba untuk melawannya yaitu Kurma dan Gallius.
"Aku masih memiliki waktu untuk bersenang-senang... Ayo...!" Yure tersenyum jahat.