
Ceytamold maju ke depan dan menabrak seluruh tubuh Yusa sampai tulang-tulang yang terdapat di dalam tubuhnya mulai hancur.
"Pengguna Luz Demonio...! Bertarunglah denganku...!" Ceytamold mengeluarkan lidah-nya yang panjang.
Seluruh pasukan musuh segera menyerang pasukan aliansi dan membiarkan Ceytamold bersama Yusa sendiri. Yusa memaksa seluruh tubuhnya untuk bangkit, ia berhasil bangkit dengan hasil beberapa anggota tubuhnya mulai berlubang dan mengeluarkan darah yang berwarna merah.
"... ..."
Yusa menatap wajah Ceytamold dengan ekspresi yang lelah, penglihatan Yusa kabur seolah-olah ia melihat Ceytamold terbelah menjadi jutaan. Ukuran tubuh Ceytamold yang kekar dan besar sudah tidak bisa dibandingkan dengan tubuh Yusa yang jauh lebih kecil, Yusa masih belum siap untuk melawan seorang raja iblis tetapi demi apapun ia lakukan agar bisa meraih kedamaian.
Yusa sudah berpikir bahwa satu serangan Ceytamold yang mengenai tubuhnya pasti akan berdampak kematian untuk dirinya.
"Buka kedua mata-mu, prajurit tangguh...!" Teriak Rxeonal dimana ia melempar [Fruit of Wisdom] ke arah Yusa.
Yusa segera menangkap buah itu, Ceytamold hanya bisa diam dan membiarkan Yusa untuk memakan buah itu agar kondisi-nya bisa kembali pulih jadi Ceytamold dapat menikmati pertarungan dan tahap penyiksaan untuk Yusa. Yusa memakan buah itu sampai habis dan seluruh luka-nya mulai kembali pulih.
Insting iblis Ceytamold bisa merasakan insting membunuh Yusa jauh lebih kuat dan hebat berbeda dari Rxeonal serta dirinya sendiri, hal itu cukup langka melihat iblis takdir memiliki insting membunuh yang dahsyat. Ceytamold terlihat terkejut serta kedua lengannya bergetar untuk waktu yang singkat ketika Yusa menggerakkan tangan kanan-nya.
Ceytamold melepaskan dorongan yang besar dan Yusa menciptakan sebuah tembok tebal di depannya karena dorongan tadi mampu menghisap tenaga dan Oui yang dimiliki oleh Yusa, Ceytamold muncul di belakang Yusa dengan kecepatan penuh dan punggung Yusa segera menciptakan perisai tebal untuk menahan serangan Ceytamold.
"... ...!" Insting iblis Yusa terus bekerja seolah-olah insting itu menjadi pemandu dalam kedatangan serangan yang mematikan.
Yusa terdorong ke depan menerima serangan dari Ceytamold, ia segera menatapnya dengan waspada tetapi Ceytamold sudah berada di depannya dengan kedua tinju-nya yang tebal berada di atas. Yusa mencoba sekuat mungkin untuk tidak menggunakan Luz, ia hanya harus mengandalkan sihir memanipulasi tulang-nya.
BRAGGGHHHH!!!
Yusa berhasil menyambut serangan itu menggunakan tinju kanan-nya yang terlindungi dengan tulang-tulang tebal. Hasilnya memberi kejutan listrik di bagian lengan kanannya dan Yusa tidak akan mengulang-nya lagi.
Yusa melebarkan matanya melihat tinju kanan Ceytamold dan ekornya bergerak secara bersamaan dari arah yang berbeda. Yusa menciptakan perisai melalui lengan kanannya untuk menahan serangan ekornya tetapi wajah Yusa terkena serangan tinju Ceytamold karena terlambat untuk menahannya.
Serangan tinju Ceytamold menimbulkan suara tulang hancur yang cukup keras bahkan sampai membuat wajah Yusa dipenuhi dengan darah hitam, kepala-nya mengalami luka yang cukup buruk karena satu serangan tadi. Yusa segera mundur beberapa langkah dan pergerakan-nya terlihat tidak beraturan karena kepalanya terasa pusing.
Penglihatan Yusa seperti berputar, dengan cepat Yusa membenarkan semua tulang-nya yang rusak dengan memanipulasi-nya. Ceytamold tidak menyangka bahwa Yusa masih bisa bertahan menerima serangan mematikan di bagian kepalanya.
Dengan membenarkan kepala Yusa sudah menyerap beberapa tenaga dan Oui yang ia miliki, Ceytamold yakin bahwa dengan satu serangan Yusa sudah pasti akan pingsan. Rencana Ceytamold adalah untuk menyiksanya terlebih dahulu lalu membunuhnya dengan cara yang sadis yaitu memakannya.
"Akan sangat memalukan jika kau kalah bukan...?" Yusa bisa merasakan tubuhnya mulai perlahan-lahan pulih karena sudah memakan Zale.
"Hohhhh... Kemampuan untuk memulihkan diri ketika memakan seorang iblis ya...? Hebat juga kau ini."
"Masih belum cukup dari kata hebat."
Ceytamold tersenyum sadis, ia bergerak melingkari Yusa dan melakukan beberapa serangan fatal menggunakan kedua tinjunya saja. Yusa langsung terjatuh di atas tanah dengan punggung-nya yang terus terkena serangan kedua tinju Ceytamold, Yusa tidak diberikan kesempatan apapun untuk menyerang balik karena kecepatan Ceytamold kembali meningkat.
"Agghhhh...!!! Ahhhhhh...!!!" Teriak Yusa kesakitan.
Ceytamold mulai menginjak-injak tubuh Yusa menggunakan kedua kakinya yang berukuran sama dengan tubuh Yusa. Yusa mengalami kerusakan yang besar menerima serangan biasa Ceytamold, tidak ada lagi sisa tulang di dalam dirinya kecuali darah-darah yang keluar dari dalam tubuhnya sendiri.
Organ-organ Yusa juga hancur dan itu membuat dirinya langsung pingsan, Ceytamold tersenyum dan ia mulai mencekik leher Yusa menggunakan lidah-nya yang panjang. Ia mengangkat tubuh Yusa ke atas dan melihat wajah Yusa yang sudah tidak berdaya, kondisi-nya sudah tidak menjaminkan untuk selamat.
"Sudah saatnya kau beristirahat di dalam perutku... Dengan diriku memakan-mu, itu artinya aku akan menguasai kekuatan iblis takdir dan mengangkat pedang yang bernama [Luz Demonio] itu."
Seluruh pasukan aliansi mencoba untuk menolong tetapi mereka semua dihalang oleh pasukan musuh, Kizura memanggil Alisha untuk segera menyelamatkan Yusa dimana sebentar lagi dia akan terbunuh.
Tanpa dibertahu Alisha mencoba untuk membantu tapi ia gagal ketika seluruh tubuhnya mulai terasa berat seolah-olah gravitasi meningkat. Sebuah tekanan besar muncul dari atasnya menyebabkan dirinya terpental menuju daratan bersama naga-nya.
Ceytamold membuka mulut-nya selebar mungkin, terlihat beberapa taring tajam yang berjumlah ribuan di dalam mulut-nya.
"... ..." Jari-jari di bagian lengan kanan Yusa mulai bergerak dengan sendiri.
Yusa tiba-tiba terjatuh di atas daratan dengan tubuh yang bersinar, Ceytamold melotot melihat lidah-nya yang putus karena terkena tebas oleh [Luz Demonio]. Yusa terselamatkan oleh Luz yang bisa mendengar isi hati Yusa, isi hati yang terdapat sebuah semangat untuk bisa meraih kedamaian.
"Bangunlah, master. Sudah saatnya dirimu menunjukkan potensi asli dari iblis takdir." Ucap Luz.
Yusa melepaskan dorongan yang besar, dorongan itu mampu membuat Ceytamold terdorong ke belakang. Ceytamold melihat Yusa yang bangkit dengan sebuah pedang Luz Demonio di tangan kanan-nya.
"[Luz Demonio: Seal Formation: Forbidden]!"
"Formasi mutlak di dengar... Bersiap-siap untuk menyegel kemampuan natural Giblis musuh." Ucap Luz.
Seluruh tubuh Ceytamold mendadak berat karena kemampuan Giblis-nya terkena segel oleh pedang Luz. Yusa maju ke depan dengan kecepatan yang gesit dan melakukan beberapa serangan yang membuat Ceytamold kewalahan sampai pertahanan-nya hancur. Kemampuan Giblis milik Ceytamold seolah-olah hilang dan tidak bisa digunakan.
Ceytamold hanya harus mengandalkan kemampuan Inugami-nya sampai ia bisa menggunakan kemampuan Giblis kembali, Yusa melepaskan ratusan serangan dari bilah pedang-nya yang mulai terbakar dengan api mimpi buruk. Yusa menambahkan beberapa serangan dengan menciptakan pedang tulang yang terbakar di tangan kirinya, ia terus menyerang Ceytamold dengan semua kemampuan yang ia miliki.
Seluruh tubuh Ceytamold terbakar sampai ia teriak kesakitan, serangan Yusa dapat membuat Ceytamold kesakitan sampai tidak berdaya. Pasukan Ceytamold bisa melihat pemimpin mereka yang kalah karena seorang iblis takdir, mereka semua segera mundur dan mencoba untuk menyerang Yusa.
"[Luz Demonio: Assault Formation III]"
"Formasi di dengar... Bersiap untuk melakukan serangan yang dahsyat."
Yusa mendorong Ceytamold mundur dan ia melepaskan gelombang tebas ke arah semua pasukan musuh menyebabkan mereka semua terdorong ke belakang dan kembali di serang oleh pasukan aliansi, tebasan gelombang tadi juga dapat membunuh salah satu pasukan musuh dengan membuat tubuh mereka terbelah menjadi dua.
Yusa kembali menyiksa Ceytamold dengan melakukan beberapa serangan yang mematikan, kali ini Ceytamold bisa merasakan betapa sakitnya pedang [Luz Demonio]. Terdapat banyak sekali luka dan darah di seluruh tubuh Ceytamold membuat dirinya menangis mencoba untuk mencari pertolongan.
"ERA GIBLIS-MU BERAKHIR SEKARANG JUGA, CEYTAMOOOOLDDDD!!!"
Yusa menatap Ceytamold dengan tatapan kejam dan ia segera mengayunkan pedangnya dengan seluruh tenaga yang ia miliki ke arah leher Ceytamold mencoba untuk memenggal kepalanya.
ZBASSHHH!!!
"... ...!" Yusa melihat pedang Luz Demonio yang terpental karena terkena sebuah kristal berwarna merah darah yang datang dari atas langit.
"A-Apa...?!"
"[Unlimited Crimson Chronicles]" Sesosok berjubah yang melihat perang itu mulai bertindak dengan mengangkat tangan kanannya ke atas, kristal merah darah mulai bermunculan di sekitar mereka semua dan mengepung semua pasukan yang ada termasuk Yusa dan Ceytamold.
Sesosok berjubah yang menggunakan topeng itu hanya bisa tersenyum sambil melepaskan dorongan besar yang mampu membuat seluruh pasukan tidak bisa bergerak.
"Apa-apaan...? Aku tidak bisa bergerak..." Ucap Rxeonal.
Yusa menunjuk Luz Demonio dan pedang itu mulai terbang menghampirinya, Yusa segera menggenggam gagang pedang tersebut dan menghancurkan efek negatif yang ada terdapat di dalam tubuhnya. Ia mengalihkan pandangannya ke arah sesosok berjubah yang mengganggu dirinya untuk membunuh Ceytamold.
"Ahhh... Menarik sekali, ternyata kau dapat menghancurkan sihir segel pergerakan-ku menggunakan Moirai Arma ya...?" Tanya sesosok berjubah itu.
Karena kemarahan yang sudah mengontrol pikiran Yusa, ia membiarkan Ceytamold berbaring di atas tanah dengan kondisi yang tidak berdaya. Yusa terbang menuju arah sesosok berjubah itu dengan kecepatan yang gesit lalu ia mencoba untuk memenggal kepalanya.
CLAAAANGGGG!!!
Bilah pedang Luz dapat tertahan dengan hanya satu jari milik sesosok berjubah itu, hal tersebut mampu membuat Yusa terkejut sampai ia melebarkan mata-nya. Sesosok berjubah itu hanya bisa tersenyum jahat dan menyentuh perut Yusa menggunakan jari yang menahan bilah pedang Luz Demonio.
"UHUGGGHHH...!!!" Yusa memuntahkan darah hitam dari mulut-nya, ia melepaskan pedang Luz Demonio karena terdapat sebuah lubang besar di perut Yusa.
"Bersiaplah, iblis takdir. Kau akan coba merasakan apa itu arti dari kesakitan." Sesosok berjubah itu menjentikkan jari-nya sampai sebagian dari kristal merah itu melesat menuju arah Yusa dan menusuk seluruh tubuhnya membuat Yusa menerima kerusakan yang besar.
"AHHHHHHHH....!!!" Teriak Yusa kesakitan.
"Bam!"
Semua kristal yang menusuk tubuh Yusa meledak membuat Alisha terkejut karena ledakan itu sangatlah kuat sampai menciptakan dorongan besar yang mampu membuat seluruh pasukan terjatuh di atas tanah.
"Iblis-iblis bodoh."