
"Ummm... Kenapa diriku terlibat di percakapan seperti ini, wahai ratu...? " Tanya Kizura yang sedang duduk di atas kursi dimana di depannya itu terdapat Dyiamire yang sedang meminum teh manis-nya.
Kizura juga dilayani dengan berbagai makanan lezat di depannya, ia tidak membutuhkan makan atau cemilan apapun karena iblis-nya sepertinya hanya bertahan dengan meminum air saja, hampir sama seperti makan nasi satu porsi. Dyiamire tersenyum lebar melihat Kizura yang menahan rasa laparnya karena ia bisa mendengar perut Kizura yang bersuara.
"Suara ini berasal dari diriku yang belum minum... Hanya segelas air nanah saja sudah cukup."
"Oi! Kenapa harus air nanah segala!? Itu tidak baik!"
"Cih... Kau ini menyusuhkan, dasar ratu Succubus! Aku tidak membutuhkan tawaran yang akan kau tawarkan kepadaku." Kizura menyilangkan kedua lengannya.
"Jangan menahan diri, makanlah semua makanan yang tersedia dengan penuh kepuasan!" Baru kali ini Kizura melihat seorang ratu iblis yang bersikap ramah kepada iblis lain, biasanya ratu dan raja iblis itu sangatlah dingin dan kejam karena julukan mereka yang berdiri tinggi di atas iblis-iblis biasa.
Kizura menanggapi tawaran Dyiamire dengan wajah yang datar, mereka berdua duduk di atas panggung dimana terdapat beberapa Succubus yang sedang berdansa dan menikmati irama musik-nya, mungkin hanya Kizura sendiri satu-satunya laki-laki di tempat itu.
Keduanya terlihat seperti sepasang kekasih karena beberapa Succubus mulai menggosipkan mereka berdua, keduanya di jaga oleh dua Succubus yang terpesona dengan penampilan Kizura karena dia terlihat cukup tampan.
"Ahhh.... Aku ingin keluar dari neraka ini... Terlalu banyak dosa Lust yang aku rasakan..." Ungkap Kizura.
"Apa yang kau mau, ratu?"
"Aku ingin kau mencicipi makanan tersebut dan kita akan berbincang sesuatu yang sangat penting."
Kizura sudah merasa kesal dengan tawaran yang dipaksa, andai saja ia bisa melarikan dirinya, tetapi itu sama saja seperti seorang pengecut. Jika Yusa atau Alisha bersama Kizura maka mereka bisa berbicara dengan Dyiamire bukan dirinya ini yang tiba-tiba diajak oleh Dyiamire untuk berbicara suatu hal yang penting.
Menolak juga bukan pilihan yang baik karena beberapa Succubus yang berada di panti asuhan menyuruh Kizura untuk ikut karena perintah dari Alisha, sepertinya Alisha mengetahui hal ini dan dia hanya ingin Kizura yang berbicara bersama Dyiamire berduaan.
Pantat Kizura terus bergerak untuk mencari posisi duduk yang nyaman untuk dirinya karena beberapa Succubus mulai menatapnya dengan penuh nafsu, terlalu banyak dosa [Lust] dan itu membuat Kizura semakin muak.
Kizura mengambil bola mata Deblion dan ia memakannya dengan satu gigitan, Dyiamire tersenyum dan ia mengeluarkan sebuah kertas dari dalam sakunya lalu memberikannya kepada Kizura, Kizura mengambil kertas itu dan mulai membacanya.
"Baca dengan pelan, aku tidak mau kau menakuti semua bangsa-ku."
Kizura mengangguk, "Bangsa Giblis seperti berada di luar desa kami dan mereka berada dimana-mana, bisa terlihat dari batu-batu besar dan lubang-lubang besar... Ya, itu adalah tempat tinggal sementara untuk bangsa Giblis sebelum mereka menyerang desa ini dengan penuh kekuatan dan segala yang mereka miliki. Mereka ini gila dan sudah pasti akan mencoba untuk menghancurkan barrier walaupun mereka terbunuh."
"Lebih buruknya lagi... Inti kristal barrier yang melindungi seluruh desa ini akan habis sebentar lagi, jadi aku mohon... Selamatkan bangsaku dan desa Sermina... Ini semua demi tujuanku untuk mempersatukan segala bangsa iblis yang ada termasuk Giblis, kita bangsa Iblis seharusnya bersatu bukan memilih pihak masing-masing yang saling bermusuhan..."
"Semua pasukan sudah siap, tapi firasat-ku mengatakan bahwa jumlah kita kalah kelak oleh jumlah Giblis yang mudah berkembang biak... Pasukan di desa Sermina juga tidak terlalu kuat karena desa ini sangat aman berkat barrier tersebut, tetapi karena inti kristal barrier yang bernama [Core of Protection] akan habis... Takdir kematian sudah mulai menyelimuti desa ini."
Itulah yang Kizura baca, ia mulai menatap Dyiamire yang terlihat sedih dan pasrah. Kesempatan mereka menang hanya 30% karena Dyiamire hanya harus berharap kepada Kizura, Yusa, dan Alisha untuk bisa menang melawan semua bangsa Giblis yang akan menyerang desa ini. Ia juga khawatir bahwa Kyra yang sudah mengorbankan semuanya untuk desa ini akan bertarung lagi dan membuat dirinya terbunuh.
Tugas yang dimiliki Dyiamire sangatlah banyak, tugas itu untuk menentukan masa depan bagi bangsa Succubus yang hanya bisa dijadikan alat pemuas nafsu saja, tetapi Dyiamire menolak hal itu karena bangsa Succubus bisa menjadi iblis petarung, dia ingin ikut bertarung demi desa-nya sendiri, tetapi dia harus menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu.
Kizura menghela nafasnya panjang, "Cih... Terserah. Lebih baik kau melindungi bangsa-mu sendiri dengan benar, Dyiamire! Jangan sampai semua Giblis itu menghabiskan populasi penduduk yang tinggal di desa ini."
Dyiamire mengangguk, dia sudah berjanji untuk melindungi semua bangsa Succubus yang mengakui dirinya sebagai ratu yang hebat dan bijaksana, segala peperangan Dyiamire lebih mengutamakan keselamatan untuk bangsa-nya sendiri.
"Aku memiliki tempat persembunyian yang aman untuk semua penduduk, tenang saja, tempat itu sangatlah aman."
"Aku bisa merasakan seorang ratu yang benar-benar hebat dari ucapan-mu itu."
"Ehh...? Terima kasih."
"Aahh... Kenapa kau ingin melakukannya...?"
"Aku hanya bosan, sudah lama sekali aku tidak membunuh bangsa Giblis yang liar." Kizura bangkit karena dia sudah tidak memiliki urusan apapun lagi dengan Dyiamire, ia segera lari pergi meninggalkan ruangan itu untuk melarikan diri dari beberapa Succubus yang mencoba untuk mengajak dirinya berbicara.
***
"Hei, bocah... Apakah kau menginginkan kekuatan...? Apakah kau yakin dirimu yang rapuh ini dapat memenuhi tujuanmu untuk menghentikan peperangan...? Mengalahkan seorang iblis yang membunuh ibu-mu...?" Yusa mendengar suara iblis dengan nada yang terdengar menyeramkan, seluruh tubuhnya mendadak merinding serta jantung-nya berhenti berdetak.
"A-Apa....?" Yusa meraba dadanya dan ia tidak bisa merasakan detak jantung-nya sendiri.
"Kenapa harus takut...? Kenapa harus bingung...? Kenapa harus serius, bocah...? Bukannya kau ini adalah iblis takdir, bagaimana jika kau memanggil dirimu sebagai iblis pengubah takdir saja...?"
Yusa mulai menciptakan sebuah pedang tulang dan ia memegang-nya erat untuk berwaspada dari suara yang terdengar menyeramkan itu, kedua kakinya bergetar ketakutan ketika mendengar suara tersebut.
"Siapa kau...!? Tunjukkan dirimu jika kau berani, apakah kau memanggil dirimu seorang iblis jika tidak berani menampakkan diri...!?" Yusa mulai menantang sehingga sebuah api-api hitam muncul di depannya dan membentuk sebuah pedang yang terlihat persis seperti [Luz Demonio].
"Luz!? Apakah itu kau...!? Berhentilah bercanda!!! Ini tidak lucu tau... Tubuhku terasa lemah dan sakit...!"
"Aku bukan Luz Demonio, bocah."
"Ehh...? Kenapa kau memiliki wujud pedang yang sama dengan Luz...?"
"Itu karena... Aku adalah kakak-nya... [Atroz Demonio]."
"... ...!"
***
Kizura berdiri tegak di depan pasukan yang sudah bersiap untuk perang melawan Giblis, pasukan milik Dyiamire itu berjumlah ribuan berbeda dari jumlah Giblis yang mulai keluar dari habitat mereka, mereka terdapat dimana-mana mengelilingi desa itu untuk mencoba membunuh semua penduduk terlebih dahulu.
Sepertinya apa yang Kizura harapkan jauh dari ekspetasi-nya sendiri karena Giblis itu terus datang dari bawah tanah dan mereka terlihat sudah siap untuk menyantap tubuh lezat mereka semua, semua Giblis itu sudah menggerakkan kedua lengan mereka dan gigi-gigi mereka yang berbusa, mereka masih belum bisa bergerak sebelum pemimpin bangsa Giblis itu meniup terompet yang mereka pegang.
"Halo, bangsa Succubus... Apakah kalian sudah siap untuk dijemput oleh dewa dan dewi kematian...?" Ucap pemimpin itu yang sedang memegang sebuah terompet.
Kizura bersama semua pasukan Dyiamire hanya bisa diam dan bersiap untuk penyerang dahsyat yang akan datang, pemimpin itu terlihat seperti dari bangsa Inugami karena Kizura bisa melihat lambang bangsa Inugami.
"Semua Giblis yang bersamaku ini sudah sepenuhnya terkontrol oleh terompet yang aku pegang ini! [Howling War], sebuah terompet yang menandakan kiamat untuk kalian semua karena ketika nada dari terompet ini keluar maka semua Giblis ini akan menggila dan menyerang mereka semua tanpa memberi sedikit belas kasihan."
Kizura dan pasukan Dyiamire tidak ingin berbicara dengan iblis Inugami itu, hal itu membuat dirinya merasa kesal sampai mengangkat terompet-nya ke atas.
"GIBLIS...!!! WAKTUNYA UNTUK MENYERAAAANNGGGGGG!!!!" Iblis Inugami itu meniup terompet tersebut sampai mengeluarkan suara yang cukup keras.
GWUNGGGGGGGGGG!!! [Suara terompet :V]
Semua Giblis itu bergerak cepat menuju arah semua pasukan itu dan mereka sudah siap untuk mencabik-cabik tubuh mereka lalu memakannya.
"KERAHKAN SEMUA KEKUATANMU UNTUK MENANG, BANGSA SUCCUBUS!!!" Teriak Kizura keras, ia bersama semua pasukan Dyiamire bergerak menuju arah Giblis.
"HYAGGGHHHHHHHH!!!!"