Luz Demonio

Luz Demonio
47 - Dosa Asli VS Dosa Palsu



"Sepertinya kau cukup mengganggu juga, Kizura... Dosa amarah-mu itu lama-lama hanya akan membuatku gila..." Ucap Ceytamold, terdapat beberapa luka yang disebabkan oleh Kizura di sekitar tubuhnya.


"Hah... hah... hah... Kau terus bertambah kuat, sepertinya kau adalah lawan yang dapat membuatku puas. Tetapi sayang sekali aku tidak akan melanjutkan pertarungan ini cukup lama sebelum kau melakukan sesuatu yang gila."


Seluruh luka Ceytamold kembali pulih dan ia mulai melepaskan aura yang besar, Kizura terdorong ke belakang dan hanya bisa diam melihat Ceytamold yang terus bertambah kuat tanpa ada batasan yang menghalangnya. Sudah beberapa kali Kizura mencoba untuk menggagalkan Ceytamold ketika ia melakukan power-up.


Kedua tinju Kizura terbakar dengan api kemarahan, melihat Giblis yang dengan mudah musnah karena api memberi Kizura kesempatan untuk melakukan kerusakan kepada Ceytamold. Api kemarahan itu juga akan bertambah kuat dan panas ketika ia melawan musuh yang jauh lebih kuat dari-nya.


"[Wrathful Fighting Soul]" Nama kemampuan yang mampu membuat api kemarahan Kizura menjadi lebih kuat dan lebih panas ketika pertarungan terus berlanjut. Musuh yang jauh lebih kuat juga mampu membuat kemampuan ini bertambah kuat sebanyak dua kali lipat.


Penampilan Ceytamold mengalami beberapa perubahan dimana tanduknya menjadi lebih besar dan tajam, dada-nya kali ini dilapisi dengan kulit tubuh tebal dan kasar dimana terdapat beberapa duri kecil yang beracun menghalanginya. Pertarungan satu lawan satu mereka berjalan cukup lama sama seperti perang yang ada di belakang Ceytamold dimana mereka bisa mendengar teriakan putus asa.


"Kau akan tahu rasanya... Jika kau mencoba untuk memanggil dirimu sendiri sebagai dosa segalanya maka kau akan bertemu dengan api-api kemarahan yang melonjak!" 


"Muehehe...  Tunjukkan semua omongan itu...!" 


Kizura kembali bertarung dengan Ceytamold, serangan Ceytamold saat ini jauh lebih kuat dan menyakitkan sampai Kizura tidak mampu menahannya dan bahkan menghindar karena kecepatan Ceytamold ketika ia melakukan beberapa serangan. Kizura menahan serangan tinju Ceytamold menggunakan kedua lengannya.


Tinju itu mampu tertahan tetapi Kizura melebarkan matanya melihat kedua tinju dan pergelangan tangan Ceytamold mulai mengeluarkan beberapa duri dan bilah pedang yang tajam. Kizura berpikir cepat dan menciptakan sebuah pedang besar melalui api kemarahan-nya, hanya dengan satu serangan dari Ceytamold sudah membuat Kizura terpental ke belakang dengan beberapa luka gores di tubuhnya.


"... ...!" Kizura menatap kedua telapak tangan-nya yang bergetar sendiri.


"Kekuatan apa ini...? Berat sekali..."


"Dasar bodoh... Jantung Giblis ini mengumpulkan jutaan informasi yang ada di kehidupan ini saat ini, wujud-ku saat ini masih belum sempurna serta kau tidak siap dengan wujud fase kedua-ku dimana aku dapat membuat tubuhku menjadi senjata yang mematikan." Ceytamold tersenyum sinis dan itu sangat langka untuk mendengar Ceytamold yang mulai berbicara biasa.


Ekor Ceytamold mulai bergetar seperti membentuk sebuah gergaji, seluruh tubuhnya perlahan-lahan berubah menjadi senjata mematikan dan itu tidak baik untuk Kizura. Kizura maju ke depan dan menyerang Ceytamold menggunakan beberapa senjata yang terbuat dari api kemarahan, semua senjata itu muncul di sekitar tubuh Ceytamold dan secara bersamaan mengikuti gerak Kizura.


Semua serangan Kizura mampu tertahan oleh Ceytamold dimana ia mampu membuat kedua lengannya menciptakan sebuah perisai dari tulang dengan dilapisi kulit-kulit keras. Kekuatan mereka mulai meningkat tetapi Kizura masih berada di level terbawah untuk melawan Ceytamold di wujud fase kedua-nya.


"Apakah kau menyukainya, Kizura...!? Aku menamai ini sebagai [Heart of Giblis Transformation II]. Kau harus melihat semua perubahan-ku tetapi aku tidak menjamin kau bisa bertahan...!" Ceytamold menghantam wajah Kizura dan menebas punggungnya menggunakan ekornya.


"Ughh...!" Kizura terdorong ke belakang.


Melihat Ceytamold yang mampu melukainya cukup parah membuat Kizura merasa kesal karena Ceytamold tidak menyerang Kizura dengan emosi atau amarah dan itu membuat kemampuan untuk membuat kemarahan seseorang menjadi kekuatan tidak berguna.


"Jika itu mau-mu maka aku tidak akan menahan diri...! Haaaagggghhhh...!!!"


"Meminta izin untuk melepaskan kekangan pertama..." Ucap Kizura.


"Kondisi sang perwakilan diterima, kekangan pertama akan dilepaskan segera." Terdengar sebuah suara di bagian tangan Kizura.


"Kekangan pertama berhasil dilepaskan, [Wrathful Ascension]." Kizura mengepalkan kedua tinjunya dan melepaskan semua api kemarahan yang ada di dalam tubuhnya.


Langit-langit berubah menjadi merah serta wilayah itu mulai memiliki suhu yang sangat panas, Ceytamold hanya bisa tersenyum meremehkan melihat Kizura melepaskan semua api kemarahan yang ada di dalam tubuhnya. Kedua matanya terbakar dengan api kemarahan dan rambutnya juga ikut terbakar.


"Aku tidak akan membiarkan-mu menang...!" 


Semua api kemarahan Kizura muncul di sekitar Ceytamold dan itu membuatnya bingung. Kizura bergerak cukup gesit dan melakukan beberapa serangan kombinasi, Ceytamold menyadari sesuatu yang aneh dimana semua api kemarahan itu dapat menjadi sumber teleportasi untuk Kizura serta api kemarahan itu juga dapat berubah menjadi Kizura hanya untuk beberapa detik.


"[Wrathful Combination]!" Tekanan api kemarahan Kizura meningkat hingga membuat semua pasukan antara kedua pihak terpental ke belakang, Ceytamold hanya bisa melihat Kizura dimana semua tekanan itu berubah menjadi sumber Oui untuk Kizura.


Kizura bergerak maju ke depan dan melakukan beberapa serangan fatal di perut Ceytamold, satu serangan dari Kizura sudah mampu membuat tubuh Ceytamold bergetar. Kizura menciptakan dua pedang kemarahan melalui kedua tangannya, kekuatan serangan Kizura terus meningkat dan membuat Ceytamold kesal.


Ceytamold mulai memiliki emosi kemarahan dan itu membuat tubuh Kizura bersinar merah karena tanpa disadari Ceytamold memberi Kizura kekuatan yang cukup besar. Pergerakan Kizura mulai bertambah gesit, seluruh pasukan kedua pihak itu merasakan dorongan yang besar karena kecepatan Kizura.


"Sial...! Sial...! Pendosa munafik...!"


Ceytamold mencoba untuk menyerang Kizura dengan seluruh kecepatan yang dimiliki tetapi tidak satupun serangan mengenainya karena Kizura terlihat seperti mengepung dirinya sendiri. Ceytamold melakukan serangan bertubi-tubi di sekitarnya tetapi masih tidak ada satu serangan yang mengenai Kizura.


"Agghhh...!" Ceytamold membesarkan otot-ototnya untuk melepaskan dorongan di sekitarnya yang mampu menggagalkan serangan Kizura.


"... ..."


Kizura melotot dan membuat Ceytamold terpental ke belakang, Ceytamold mencoba untuk memulihkan dirinya sendiri tetapi Kizura tidak memberinya kesempatan apapun karena seluruh tubuhnya langsung terbakar dengan api kemarahan. Kizura muncul di atas Ceytamold dan menginjak perutnya cukup dalam.


"Aggh...!" Ceytamold mulai merasa lemas, tenaga-nya terbakar habis karena api-api kemarahan Kizura yang mampu menyerap tenaga musuh.


"Sudah..." 


Ceytamold mematahkan jari-nya dan melemparnya ke arah yang cukup jauh, Kizura tidak memberikan kesempatan lain untuk Ceytamold karena ia langsung mengakhiri kehidupan Ceytamold dengan satu api kemarahan yang dahsyat.


"... ..." 


Kizura masih bisa merasakan keberadaan Ceytamold di belakang-nya, jari tadi sepertinya dapat meregenerasi Ceytamold dan memberinya nyawa kedua. Kizura terlihat kesal bahwa ekspresi-nya sudah jauh dari kata marah.


"Kekuatan-mu hebat juga... Kau tidak normal, berbeda dari semua raja bangsa Iblis... Kau jauh lebih kuat dari mereka semua."


Kizura mengepalkan tinju kanan-nya sehingga lidah Ceytamold terbakar dengan api yang panas, dengan hal itu terjadi sekarang Ceytamold tidak bisa berbicara. 


"Aku mengerti sekarang..." Ceytamold mendapatkan beberapa informasi melalui otak-nya sendiri bahwa bertarung melawan Kizura dengan kemarahan itu percuma saja, satu-satunya cara agar ia bisa menang adalah tenang dan selalu fokus terhadap satu serangan yang dapat melukai-nya cukup parah.


Kizura muncul di depan Ceytamold dan melakukan serangan tinju yang mengenai wajahnya, semua terjadi dengan singkat sebelum Ceytamold menyerang kembali dengan memegang seluruh tubuhnya lalu mencoba untuk mematahkan tubuhnya seperti mematahkan sumpit.


"Aggghhh...!!!"


Kizura tidak berhenti menyerang, ia melakukan beberapa serangan kombinasi di bagian perut Ceytamold tetapi sekarang serangan Kizura tidak memberi efek apapun kepada Ceytamold. Ia hanya bisa tersenyum dan merasakan perasaan yang nikmat ketika di pukul dengan semua amarah yang ada di kekuatan Kizura.


Kizura melebarkan sayapnya dan ia terbang ke atas langit untuk mengumpulkan kecepatan dan menyerang Ceytamold dengan kecepatan penuh-nya lagi, Ceytamold mulai menggerakkan sayapnya dan ia melayang di atas langit sambil menonton perang yang masih terus terjadi.


"... ..." Ceytamold menghantam wajah Kizura yang mencoba untuk menyerang dari belakang, Ceytamold tidak mengalihkan pandangannya kepada Kizura melainkan ia masih melihat perang itu tanpa menghiraukan Kizura.


Kemampuan Ceytamold sepertinya bertambah kuat dan itu membuat Kizura semakin kesal, ia bergerak ke atas dan mencoba untuk menyerangnya dari sisi lain tetapi Ceytamold mulai melakukan sihir teleportasi dan menghilang untuk beberapa detik membuat serangan Kizura meleset.


Ceytamold muncul kembali dan telapak kakinya menginjak wajah Kizura dan menyebabkan dirinya terpental menuju daratan. Kizura mencoba untuk menyeimbangkan tubuhnya tetapi seluruh tubuhnya sudah seimbang ketika Ceytamold berada di belakangnya menunggu Kizura.


"... ...?" Kizura meneteskan sedikit keringat ketika punggungnya menusuk duri-duri yang terdapat di dada Ceytamold. Pergerakan Ceytamold sepertinya meningkat jauh lebih gesit dari Kizura.


Kizura terbang ke atas tetapi Ceytamold berada di atas Kizura, ia mengayunkan kedua tinjunya dengan kekuatan penuh sampai kepala Kizura seperti dihantam dengan jutaan batu yang keras, membuatnya terpelanting menuju arah pasukan Oni dan menghancurkan formasi mereka.


"Apa...?!" Elvano terkejut ketika melihatnya, kedua lengannya bergetar ketika Ceytamold terbang menghampiri Kizura dengan kecepatan penuh.


Ceytamold memukul perut Kizura dalam dan membawanya ke depan sampai punggung Kizura membakar beberapa pasukan Oni yang menghalangi-nya. Hal itu membuat Rxeonal terkejut karena kedua iblis itu mampu membuat dirinya juga bergetar seolah-olah ia takut.


Ceytamold mengangkat tubuh Kizura ke atas dan menghantamnya di atas daratan sampai daratan itu terbelah menjadi dua dan menjatuhkan beberapa pasukan Giblis, Onimakura, dan Oni. Kizura memuntahkan darah yang cukup banyak dan ia segera terbang ke atas lagi.


"[Wrathful Inferno Blast]" 


Kizura melepaskan gelombang api kemarahan menuju arah Ceytamold dan Ceytamold hanya bisa diam lalu terbang menuju arah gelombang itu. Ceytamold menembus masuk ke dalam gelombang itu membuat Kizura melotot karena kekuatan Ceytamold terus bertambah kuat dan mengerikan.


"Inilah dosa yang kau hadapi... Lebih baik kau menunduk saja kepada pendosa mulai sepertiku, tinggalkan pendosa kafir yang bernama Kuro itu!" 


Ceytamold tidak memberi Kizura kesempatan untuk menahan, ia mengerahkan seluruh kekuatannya di satu pukulan untuk menghancurkan seluruh tubuh Kizura.


"Langka sekali melihatmu seperti ini." Seorang Succubus muncul di depan Kizura dan menciptakan barrier yang tebal. Barrier itu mampu menahan serangan Ceytamold dan mengembalikan serangan itu kepada dirinya sendiri hingga terdorong ke belakang.


"K-Kau...?" Kizura melebarkan kedua matanya melihat seorang Succubus datang menyelamatkannya.