Luz Demonio

Luz Demonio
71 - Special Formation



Perang antara pasukan aliansi dan musuh masih terus berlanjut dengan berjatuhan-nya korban, wilayah itu bisa saja menjadi sejarah dimana darah bergenang dimana-mana dan seluruh batu dikotori dengan darah mereka semua. Pasukan aliansi hanya tersisa seratus anggota yang masih bisa bertarung dan mereka semua sudah berada di batasan mereka.


Vimu dan Mimu terus bertarung, mereka mencoba untuk menghentikan semua Giblis yang mencoba untuk menyerang anggota-nya yang sedang memulihkan diri. Mereka mengerahkan Oui yang ada di dalam diri mereka masing-masing untuk menciptakan petir yang dapat menyebar ke seluruh pasukan. Walaupun Giblis dapat menggunakan kemampuan adaptasi, ketika petir itu mengenai Vimu dan Mimu, mereka segera menggunakan petir itu sebagai sumber Oui yang baru.


Yure berhasil mengalahkan lebih dari seratus pasukan aliansi termasuk ketua seksi yaitu Kurma, Gallius, dan Zakhr. Ketiga ketua itu memiliki takdir kematian yang dekat karena Yure berhasil membunuh mereka dengan hanya menyentuh dan menatap mereka, ia mulai bosan karena pasukan Giblis dan Inugami masih tersisa banyak serta pasukan aliansi terus berkurang sampai ia tidak tertarik lagi untuk bertarung.


"Sepertinya tugas-ku disini telah selesai..." Yure pergi meninggalkan medan perang, tidak ada pasukan aliansi yang menarik perhatiannya kecuali Selvia dan Yusa dimana mereka sedang sibuk dengan lawan mereka sendiri.


Dengan Yure yang pergi, seluruh pasukan Ajin langsung di basmi oleh Kizura dengan membakar mereka semua, tatapan pasukan Ajin itu sangatlah tajam dan Kizura menatapnya kembali sampai mereka semua terbakar dengan api-api kemarahan. Kizura tidak memiliki waktu banyak karena perwakilan kemarahan seperti dirinya bisa saja diberi tugas oleh pemilik tujuh dosa besar.


Karla maju berhadapan dengan pemimpin pasukan Giblis yaitu Gobun, dirinya mendapatkan perlindungan dari Alisha dan Vier karena seluruh pasukan Giblis mencoba untuk menyerangnya. Karla menendang wajah Gobun sekuat tenaga, ia melompat mundur dan mempersiapkan kedua kipas-nya yang dipenuhi dengan partikel biru muda.


"Percuma, gadis... Kau tidak akan bisa mengalahkan bangsa Giblis seperti diriku." Gobun tersenyum jahat.


"Kegilaan-mu berakhir disini..."


"Hielo Demonio: Ice Queen Special Formation!"


"Formasi spesial di dengar... Bersiap untuk merasakan kekuatan dari ratu es...!"


Karla melepaskan hawa es di sekitarnya, menyebabkan wilayah itu menjadi dingin serta beberapa es muncul berkat formasi yang dimiliki oleh Moirai Arma milik Karla. Seluruh es yang muncul di wilayah tersebut berubah menjadi gunung es dan memberi Karla beberapa kekuatan yang ia butuhkan, sebuah es batu mulai melindungi tubuhnya dan membuat Gobun melompat ke belakang.


Seluruh pasukan merasa tidak kuat untuk menahan hawa dingin yang dilepaskan oleh Karla, beberapa pasukan Giblis membeku sampai mati dan seluruh kondisi pasukan aliansi perlahan-lahan pulih berkat turun-nya salju yang berwarna biru muda. Seluruh pasukan aliansi kembali bersemangat ketika serpihan salju itu mengenai tubuh mereka, seolah-olah mereka merasa bahwa masih ada kesempatan untuk menang.


"Apa yang kau lakukan...?!" Tanya Gobun kesal.


"Aku adalah ratu es... Iblis takdir yang mengangkat Hielo Demonio, Karla!" Es batu yang melindungi-nya hancur dan menunjukkan Karla dengan penampilan yang berbeda, kedua matanya berwarna biru muda seperti es termasuk rambut-nya yang memanjang dan memiliki warna yang sama.


Partikel biru muda serta serpihan es mengelilingi tubuhnya, Karla menatap tajam Gobun dan kedua kipas-nya memancarkan cahaya putih. Gobun tidak bisa merasakan apapun kecuali hawa dingin yang mengganggu pikiran serta tubuh-nya, Karla mengumpulkan seluruh es yang ada di sekitarnya, lalu ia bergerak gesit menuju Gobun sambil melempar kedua kipas-nya ke depan.


Kedua kipas itu terbuka lebar dan bersatu untuk membuat bentuk lingkaran, Karla dari belakang menghampiri Gobun yang melarikan diri ke belakang sambil beradaptasi di suhu yang sangat dingin. Kedua lengan Karla bersinar putih dan dikelilingi dengan serpihan salju, ia melepaskan sihir es-nya ke depan dan mengenai kipas lingkaran yang berada di depannya.


Sihir es yang digunakan Karla hampir sama seperti gelombang, ia melepaskan semua serpihan es dan salju itu ke arah kipas-nya agar kipas tersebut dapat memperkuat sihirnya dan melepaskannya kepada Gobun dalam jarak yang lebih dekat. [Frostbite of Queen], sihir es yang dapat membekukan organ-organ tubuh dan membuat tenaga-nya menjadi beku seolah-olah ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sendiri.


Gobun menahan sihir itu menggunakan kedua lengan-nya yang terbakar dengan api mimpi buruk, sihir Karla bertahan cukup lama sampai kedua telapak kaki Gobun beku dengan es yang cukup tajam. Gobun menciptakan dua tangan dan dua mata cahaya serta kegelapan, ia menggunakan kedua mata itu untuk menyilaukan Karla, tetapi tidak bisa karena es berduri itu mulai mengepung Gobun sampai ia tidak memiliki celah untuk melarikan diri.


Gobun tidak bisa melakukan apapun kecuali menahan seluruh sihir es milik Karla menggunakan keempat lengan-nya, sekali ia membiarkan es itu menyentuh dada atau perutnya maka semuanya akan berakhir. Karla melihat sekeliling dimana ia melihat beberapa Giblis mencoba untuk menggunakan kemampuan beradaptasi mereka yang berakhir cukup menguntungkan bagi Karla karena mereka semua berubah menjadi Giblis yang terbuat dari es.


"Heh... Hehehe... Pffftt... Kau tidak akan bertahan lama, iblis takdir. Seluruh Giblis-ku sekarang beradaptasi dimana mereka memiliki sihir-mu...! Bukan itu saja, mereka juga sudah kebal dengan hawa es seperti ini...!" Gobun tersenyum jahat.


"Terkadang kemampuan sekuat apapun memiliki kelemahan, sejarah pernah mengatakan... Di atas langit masih ada langit..." Karla menunjuk seluruh pasukan Giblis es-nya yang mulai bersujud kepada Karla.


Gobun dan seluruh pasukan musuh bersama aliansi melotot ketika melihat Giblis es itu sujud kepada Karla, satu sujud kepada seseorang sudah mengartikan bahwa dirinya adalah pemimpin, itulah pemikiran seluruh bangsa Iblis. Gobun tidak menyangka bahwa pasukan-nya akan mengkhianati dirinya sendiri, ia bisa melihat beberapa Giblis es itu menyebar dan menyerang pasukan Giblis sampai mereka berubah menjadi es juga.


Sepertinya sihir Karla berdampak cukup efektif kepada pasukan Giblis, bisa saja sihirnya itu adalah sihir kelemahan untuk pasukan Giblis dimana mereka dapat sepenuhnya di kontrol oleh dirinya sendiri. Gobun tidak bisa melakukan apapun lagi kecuali melihat seluruh pasukan-nya yang perlahan-lahan berubah menjadi es.


"Aku akan menciptakan sejarah itu sendiri... Giblis memang mudah untuk dijadikan alat apapun..." 


Karla mengalihkan pandangannya kepada Ceytamold dimana sihir-nya tidak mempengaruhi dirinya, bahkan pasukan Giblis es yang mencoba untuk menyerangnya segera berubah menjadi serpihan es kecil. Kemampuannya masih belum cukup kuat untuk mengambil alih pikiran dari seorang Giblis yang sempurna seperti Ceytamold.


"Frostbite Blood Lotus!" 


[Frostbite Blood Lotus], Karla mengumpulkan semua darah yang berada di wilayah tersebut lalu ia mengubahnya menjadi es merah yang runcing, Gobun tidak memiliki pilihan lain selain menumbuhkan sayapnya dan terbang ke atas langit. Gobun berhasil menghindari sihir yang hampir saja Karla keluarkan dan sepertinya Gobun terlalu terburu-buru karena sihirnya masih belum ia lepaskan.


Karla melepaskan sihirnya ke arah Gobun, tetapi pergerakan-nya meningkat sampai ia terbang mengelilingi Karla dan membuatnya bersiap siaga untuk menyambut serangan milik-nya. Sihir Karla tidak mengenai Gobun karena melesat dan Gobun mulai melakukan beberapa serangan menggunakan telapak tangan-nya yang dipenuhi dengan racun. Seluruh serangan Gobun mengenai tubuh Karla dan mengakibatkan dirinya menjadi lemas sampai penglihatannya kabur.


Gobun muncul di depan Karla dan ia segera memukul perutnya cukup dalam sampai tubuh-nya berubah menjadi es merah, hal itu membuat Gobun melotot karena Karla berada di belakangnya sedang mengisi Oui-nya penuh untuk melepaskan sihir es yang dapat membasmi Gobun dengan satu serangan.


"Kematian-mu itu akan menyakitkan... Tetapi berakhir lebih cepat, tenang saja..." Karla menarik kembali kedua kipas-nya.


"Frostbite Blood Lotus...!" Karla menggunakan sihir yang sama, seluruh es merah runcing itu menusuk seluruh tubuh Gobun dan membuat dirinya membeku. Pemimpin dari pasukan Giblis itu tidak bisa melakukan apa-apa lagi kecuali menerima takdirnya, percuma ia melakukan adaptasi kepada Karla karena dirinya bisa saja menjadi rekan Karla.


Karla menghampiri Gobun yang sudah berubah menjadi es, ia menyentuh es tersebut dengan jari telunjuk-nya sampai es tersebut hancur menjadi kepingan kecil. Seluruh pasukan Gobun segera menyerang dengan membabi buta sampai mereka melakukan fragmentasi, tetapi pasukan Giblis Karla dapat menahan mereka.


"Ganti rencana...!!! Mari kita habisi pasukan Inugami dan Ajin secepat mungkin...!!!" Teriak Elvano.


""YAAAAAAA...!!!""