Luz Demonio

Luz Demonio
36 - Bangsa Onimakura



Desa yang sudah hancur, Desa dimana tinggalnya bangsa iblis yang bernama [Onimakura]. Satu-satunya desa yang dipenuhi dengan tumbuhan yang dapat menghasil beberapa buah berbentuk seperti durian.


[Onimakura] adalah bangsa Iblis yang memiliki kemampuan untuk menciptakan bibit yang dapat menumbuhkan tumbuhan sakral yang dapat menghasil buah bernama [Fruit of Rage].


[Fruit of Rage], seseorang yang memakan buah itu dapat memberi si pengguna sebuah kekuatan besar yang dapat menaikkan segala atribut serta tubuh mereka juga akan kebal.


Batasan pemakaian-nya hanya bertahan satu jam saja.


Desa Onimakura yang bernama [Ragemakura] saat ini diserang oleh bangsa Giblis yang sudah berevolusi penuh, perlahan demi perlahan pertahan desa tersebut sudah hancur karena serangan pasukan Giblis itu.


Raja dari bangsa Onimakura yang bernama [Onimakura Xirkitsu] lebih mementingkan keselamatan bangsa dan penghasil dari tumbuhan-nya. Ia menyuruh semua warga untuk mengevakuasi dan mencari tempat yang lebih aman.


Semua warga itu sebagian selamat dan terbunuh karena bangsa Giblis tersebut, Xirkitsu sudah melakukan segalanya untuk bisa menang sampai pasukan-nya terbantai habis karena bangsa Giblis yang terus berevolusi itu.


Apa yang Xirkitsu harapkan selanjutnya adalah kematian dirinya yang sudah dekat tetapi dia salah karena seksi ke delapan dari aliansi [Truce Order] datang untuk menyelamatkan Xirkitsu bersama desa-nya.


Xirkitsu hanya bisa berlutut sambil meneteskan beberapa air mata, ia merasa bersyukur bahwa kematian masih menjauhi dirinya.


Ketua dari seksi delapan yang bernama [Onimakura Koreomi] bersama wakil ketua dari seksi delapan bernama [Oni Yark]. Mereka datang bersama pasukan anggota seksi delapan untuk mengalahkan bangsa Giblis tersebut.


"Senang bisa melihatmu lagi, Koreomi. Tetapi aku bertemu denganmu yang benar-benar berubah cukup drastis." Xirkitsu tersenyum lebar melihat Koreomi yang datang.


"Serahkan semua-nya kepada-ku dan anggota seksi delapan, rajaku! Aku akan menunjukkan kekuatan asli dari seksi delapan!" Koreomi tersenyum.


Dengan teriakan semangat Koreomi, ia bersama anggota-nya menyerang semua pasukan Giblis itu dengan penuh kehormatan untuk bisa mati demi meraih kedamaian.


Walaupun Koreomi bersama pasukan-nya sudah datang. Bangsa Giblis masih menang kelak, Koreomi terluka cukup parah karena terkena beberapa serangan dari Giblis itu.


Sebagian pasukan-nya terbunuh dan dilahap habis oleh bangsa Giblis itu. Xirkitsu memang tidak bisa berharap apapun ketika bangsa Giblis sudah menyerang sesuatu, mereka tidak akan berhenti sampai mereka bisa menaklukkan sesuatu.


"TIDAK...!!! AKU TIDAK MAU DI MAKAN---" Teriak sang iblis yang langsung di lahap habis dibagian kepala dan jantung-nya.


Beberapa Giblis itu mengeluarkan auman keras yang mampu mendorong mereka semua ke belakang dan menghancurkan desa itu sampai rata, beberapa Giblis itu juga mulai melalukan fragmentasi.


"Koreomi... Kau tidak akan bisa menang..." Xirkitsu menghadapi Koreomi sambil memegang sebuah buah, Koreomi segera memakan buah itu sampai habis.


Buah itu bernama [Fruit of Wisdom], seseorang yang memakannya akan langsung pulih kembali dari segala penyakit dan luka.


"Teman-temanku... Semua anggota terkuat Truce Order terbunuh begitu saja..." Koreomi terlihat putus asa melihat semua rekan-rekannya terbantai habis termasuk Yark yang hanya tersisa kepala saja.


"Di segala peperangan yang ada... Bangsa iblis yang hebat pasti akan gugur. Keguguran itu menunjukkan diri mereka sendiri bahwa mereka layak dan sudah memperjuangkan semesta ini untuk memeluk kedamaian." Xirkitsu mencoba untuk membangkitkan semangat berperang Koreomi.


"Koreomi... Jika kau diam seperti ini maka perjuangan rekan-rekanmu akan menjadi sia-sia! Kita juga harus melakukan sesuatu yang pantas untuk dilakukan."


"Demi kedamaian... Demi takdir untuk kita bangsa Iblis...! Sesuatu yang selalu kita raih yaitu damai!" Xirkitsu memanggil tongkat sihir-nya dan ia segera menancap-nya di depannya.


Daratan yang di injak oleh semua pasukan Giblis itu retak sampai terbelah menjadi dua, pasukan itu sebagian masuk ke dalam jurang dan terbarang ke atas.


"Aku membutuhkan kekuatan-mu untuk bisa bertarung bersama melawan bangsa Giblis." Tatap Xirkitsu serius.


"Dengan penuh hormat, rajaku. Akan aku laksanakan!!!" Koreomi melahap habis jempol-nya dan meludah darah yang ada di dalam mulut-nya ke arah tongkat yang ia pegang.


""RAAAAGGGGGHHH!!!""


Semua pasukan Giblis itu mengamuk sampai melesat menuju arah mereka berdua dengan kecepatan penuh.


"[Dead Zone I]" Ucap Xirkitsu.


"[Dead Zone II]" Ucap Koreomi.


Sihir yang Xirkitsu gunakan mampu membuat daratan yang ada di depan mereka terbelah menjadi dua dan menciptakan jurang yang sangat besar.


Sedangkan Koreomi menggunakan sihir itu untuk memanggil pohon tajam yang besar dari dalam lubang itu sampai menusuk semua pasukan tersebut.


Tidak ada satupun Giblis yang berhasil melarikan diri karena mereka semua terjebak di dalam pohon itu, percuma saja untuk mencoba menghancurkannya karena pohon itu akan meregenerasi.


"Sekarang, Koreomi...!"


"Baik, rajaku...!!!"


"[Dead Zone III]"


[Dead Zone III] sihir yang digunakan Koreomi dan Xirkitsu secara bersamaan, mereka melempar kedua tongkat mereka ke depan sampai mengenai pohon tersebut dan membuatnya terbakar dengan api-api panas.


Tidak memakan waktu lama untuk api-api itu mengubah pasukan Giblis itu menjadi debu yang tidak tersisa.


"Hah... Hah... Hah..." Tubuh Koreomi mulai terasa lemas, ia perlahan-lahan berlutut dan menatap situasi yang ada di depannya.


Xirkitsu maju ke depan dengan sebuah pedang tajam di tangan kanan-nya, ia melihat banyak sekali debu yang mengartikan bahwa semua pasukan Giblis itu telah terkalahkan oleh sihir yang diciptakan oleh Xirkitsu sendiri.


"... ...!!!" Insting Xirkitsu mulai membuat jantung-nya berdetak sangat cepat.


Secara refleks Xirkitsu melirik ke kanan dan melihat seorang Iblis dengan tubuh besar sudah menyiapkan tinju yang dipenuhi kekuatan.


"Ahh...?!" Xirkitsu mengenal iblis itu.


"Muehehe... Anda baru saja di datangi oleh pendosa segalanya..." Ceytamold menjilat bibir-nya.


"Cey... tamold...?"


Ceytamold sudah mengangkat kedua tinju-nya ke atas dan siap menghancurkan seluruh tubuh Xirkitsu dengan satu serangan.


Koreomi mulai bertindak karena insting-nya juga bisa merasakan-nya, ia segera mengeluarkan beberapa batang pohon tajam ke arah-nya. Semua batang pohon tajam itu hancur ketika mengenai tubuh Ceytamold.


Xirkitsu tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk melarikan diri dari pandangan Ceytamold.


"Hoooooooo... Kau ternyata pengabdi kesucian ya..." Ceytamold menatap Koreomi dengan tatapan gila-nya, semua serangan Koreomi tidak mampu melukai Ceytamold.


Ceytamold tiba di atas Koreomi tanpa aba-aba dan itu membuatnya terkejut terhadap kecepatan yang dimiliki Ceytamold.


Ceytamold mengayunkan lengan kanan-nya dan Koreomi sempat untuk menahan serangan tersebut menggunakan tongkat-nya. Pertahan-nya masih tidak cukup dan menyebabkan tongkat itu terbelah menjadi dua


"Grrggghhhh...!!!"


Koreomi menahan lengan kanan Ceytamold menggunakan kedua lengan-nya sampai kedua tulang-nya retak.


"UGHH...!!!"


"Tenaga-mu... Terlalu suci... Terlalu perawan..." Ceytamold menjilat wajah Koreomi menggunakan lidah-nya yang panjang.


Koreomi melompat ke belakang dan mengeluarkan beberapa sihir pohon, semua sihir itu tidak mempan.


Bahkan ketika Koreomi mencoba untuk menggunakan [Dead Zone], Ceytamold melesat ke depan dan membawa Koreomi ke belakang menggunakan tubuh-nya sendiri.


"T... T... Tenaga... Apa... Ini...?"


"Apakah ini semua kemampuan-mu...? Aliansi laknat...?"


Ceytamold menjatuhkan Koreomi menggunakan auman-nya dan ia segera mengangkat kedua lengan-nya ke atas untuk menghancurkan tubuh Koreomi.


"... ...!"


Ceytamold melotot ketika melihat tubuh Koreomi yang berubah menjadi batang pohon yang sangat tajam. Batang pohon itu mampu menusuk dada dan perut Ceytamold cukup dalam.


"[Rain of Death Zone]" Xirkitsu memanggil hujan batang pohon tajam yang menusuk seluruh tubuh Ceytamold.


Xirkitsu dan Koreomi bersamaan maju ke depan mencoba untuk menendang Ceytamold mundur, tetapi tendangan itu tidak memberikan efek apapun kepada Ceytamold.


"A-Apa...?"  Xirkitsu melotot.


"BERAKHIR SUDAH!!!"


Seluruh batang tajam yang menancap di tubuh Ceytamold terbakar dengan api hitam, ia menggenggam kedua wajah Koreomi dan Xirkitsu lalu melemparnya ke depan.


Ceytamold melakukan beberapa serangan kombo di bagian perut mereka sampai kedua iblis itu memuntahkan darah yang cukup banyak.


"Terima kasih... Dengan semua dosa yang kalian berikan...!!!" Ceytamold menghantam wajah mereka ke satu sama lain dan melemparnya ke depan.


"HOOOOOO...!!!" Ceytamold melompat ke atas dan siap untuk menginjak kedua kepala mereka sampai hancur.


Koreomi menghalang Xirkitsu dengan seluruh tenaga terakhir yang ia miliki, "Raja harus hidup...!!! Sampai akhir...!!!"


BAMMMMM!!!


"Ahh...!?"


Xirkitsu dan Koreomi sama-sama terkejut melihat sesuatu yang tak terduga di depan mereka.


Seorang iblis mampu menahan kedua telapak kaki Ceytamold hanya menggunakan kedua telapak tangan-nya saja.


"K-Kau...?" Xirkitsu membulatkan mata-nya.


"Yo. Kamu bersenang-senang seperti biasanya." Iblis itu tersenyum.


""Rxeonal...!?""