Luz Demonio

Luz Demonio
23 - Giblis yang akan Menyerang



Majiru mengelus bibir-nya yang dipenuhi dengan darah, semua iblis Inugami dan Succubus mulai bersorak keras melihat aksi eksekusi yang dilakukan Majiru itu cukup sadis sampai ia melanjutkan untuk memakan semua bagian tubuhnya sampai habis.


"Jangan terlalu berlebihan, kakak. Kau akan membangkitkan kehausan dalam kekuatan-mu itu, tahu-tahu kau akan menghabisi semua orang yang ada di ruang ini." Peringat Majin.


"Hohhh... Tenang saja, adik kecil. Bukannya informasi penting sudah jelas berada di ruangan dimana Ceytamold berada...? Jika kita sudah mendapatkan informasi penting, mari kita laporkan kepada raja Rxeonal." Majiru baru saja selesai melahap keseluruhan tubuh iblis Inugami itu.


Majin mulai mengalihkan pandangan-nya kedua penjaga yang sedang menikmati cemilan mereka, ia mulai mengepalkan kedua tinju-nya sampai berurat.


"Cara kasar...?"


"Tentu saja, cara kasar."


Majin dan Majiru menghantam tinju mereka satu sama lain, perlahan-lahan mereka menghampiri toilet agar tidak dicurigai oleh semua Iblis Inugami dan Succubus, tetapi ketika mereka masuk ke dalam toilet tersebut pesta kembali berlanjut dengan meriah.


"[Bone Creation: Dagger]!" Mereka sama-sama mengeluarkan sebuah belati melalui dada mereka, setelah itu mereka menariknya dan mulai membuka pintu toilet dengan pelan selagi menatap kedua penjaga itu dengan tatapan yang siap memakan mangsa mereka.


"Ikuti aku... Satu... Dua... Tiga..."


Ketika Majiru mengatakan 'Tiga', ia bersama Majin bergerak cepat menuju kedua penjaga itu dan menusuk leher mereka dalam sekali menggunakan belati yang mereka pegang, Majiru dan Majin segera menggusur kedua penjaga itu ke dalam toilet dan memakan seluruh tubuh mereka sampai habis.


Setelah itu, Majin maju ke depan dan mengintip melalui lubang kunci dimana mereka melihat beberapa penjaga lain, sepertinya ruangan dimana Ceytamold berada itu cukup jauh.


"Masih terdapat beberapa penjaga di dalam sana, kak... Dan insting-ku merasakan bahwa mereka itu sangat berwaspada dan jauh lebih kuat dari kedua penjaga tadi."


"Kalau begitu, cara kasar?"


"Cara kasar."


Majiru mengeluarkan sebuah bom gas kecil di dalam saku celana-nya dan melemparnya ke dalam ruangan itu menciptakan asap-asap yang membuat semua penjaga itu tidak bisa melihat dan bernafas.


Majin dan Majiru masuk ke dalam ruangan itu, mereka menghabisi semua penjaga itu satu per satu dengan menusuk bagian vital mereka seperti saraf, otak, dan jantung.


"Selamat malam." Majiru membersihkan semua tubuh-tubuh itu dengan membakarnya menggunakan [Death Ignite], Majin menghisap semua asap itu dengan mulutnya dan mereka melihat beberapa gambar yang menunjukkan raja dan ratu bangsa iblis.


"Aneh sekali, ini pertama kalinya aku melihat seorang raja yang suka memiliki pajangan gambar terhadap semua raja dan ratu bangsa Iblis." Majiru mulai melakukan observasi di ruangan itu.


Majin mengintip melalui lubang kunci lagi untuk melihat ruangan di balik pintu tersebut, ia melihat beberapa iblis Inugami yang sedang berbicara dengan Ceytamold, sepertinya misi mereka sudah dekat.


"Target terlihat, kak. Ceytamold bersama budak-budaknya terlihat seperti sedang menikmati waktu mereka bersama beberapa Succubus di dalam."


"Lihat ini terlebih dahulu, Majin." Suruh Majiru.


Majin menatap Majiru dan ia mulai menghampirinya, Majiru menunjuk sebuah gambar yang menunjukkan raja dari bangsa Oni yaitu [Oni Rxeonal]. Bukan hanya raja Rxeonal yang mereka lihat melainkan raja dan ratu dari bangsa lainnya yang diberi tanda 'X' dengan darah.


"Bukannya ini sama saja dengan penghinaan dari belakang, kak...? Apakah raja sialan yang bernama Ceytamold ini tidak memiliki keberanian apapun untuk mengatakan hal yang mengejek di depan semua raja dan ratu...?" Tanya Majin.


"Percuma saja, raja dari bangsa Inugami generasi tiga adalah raja yang sangat kuat walaupun tingkah lakunya itu sudah gila dan ia tidak memiliki akal sehat apapun lagi karena terus bertarung melawan seorang dewa dan dewi."


"Bukan itu yang aku maksud, bodoh. Dulu kau masih belum lahir, ketika aku masih kecil aku selalu mendapatkan berita bahwa beberapa dewa dan dewi seperti Zeus, Thor, Ereshkigal, Ishtar itu dibunuh oleh dirinya sendiri...!!! Bukannya itu tidak terbayangkan...?! Pertama kalinya sejarah tertulis bahwa semua dewa dan dewi hebat seperti mereka berhasil terbunuh oleh seorang raja iblis yang bernama [Inugami Ceytamold]!"


Majin melotot ketika mendengar informasi yang sangat penting dari Ceytamold karena dengan persentase yang besar raja Ceytamold itu jauh lebih kuat dari raja Rxeonal bahkan raja lainnya, dia bahkan bisa membunuh dewa dan dewi yang sangat kuat, itu tidak terbayangkan karena dia itu sudah melampaui para dewa dan dewi.


"Bukannya misi kita ini sama saja dengan bunuh diri, kakak!? Pembunuh dewa dan dewi...!? Baru kali ini aku mendengar seorang iblis mampu mengalahkan dewa dan dewi, itu mengerikan...!!!"


"Bangsa Oni tak kenal takut, adikku... Apakah kau mengingat itu...?" Tanya Majiru.


Majin mengangguk, "Hmm... Aku tahu itu."


"Kalau begitu, ayo kita mencari informasi penting lainnya tentang Ceytamold." Majiru pergi menghampiri pintu ruangan dimana Ceytamold berada, Majin dan Majiru mulai jongkok sambil menguping percakapan yang ada di dalam dimana mereka mendengar jelas suara Ceytamold yang gila sambil memukul-mukul tembok.


Ceytamold berhenti memukul-mukul tembok yang ada di depannya karena pikirannya telah di kontrol dengan kegilaan yang ia selalu alami, semua iblis yang berada di dalam ruangan itu merasa ketakutan karena kematian bisa saja menjemput mereka ketika Ceytamold mengamuk seperti itu.


Ceytamold kembali duduk di atas kursinya sambil melihat semua koleksi kepala dewa dan dewi yang ia bunuh lalu penggal, ia mulai menangis karena dosa-nya cukup besar sampai membuat semua kepala dewa dan dewi itu membusuk, ia mulai menggaruk-garuk wajahnya sambil kulitnya terkupas dan mengeluarkan darah.


Ceytamold muncul di belakang kedua iblis yang berada di ruangan itu dan ia segera menjilat wajah mereka sampai mereka menunjukkan ekspresi jijik, Ceytamold mulai jongkok dan kembali menangis sambil menghantam wajahnya di atas lantai beberapa kali.


"Raja ini sebenarnya kenapa...?" Tanya Majin pelan.


"Gila... Hampir sama seperti Giblis."


"Apakah tidak ada sesuatu yang membuatku ingin berdosa lagi...!? Bagaimana dengan giblis-giblis yang tinggal di luar desa Sermina...!? Kenapa mereka masih belum menciptakan pasukan jutaan sampai-sampai aku sudah lelah....!!!" Ceytamold mulai memegang kedua kepala mereka dan menghantamnya di atas lantai beberapa kali.


"Pendosa sialan...!!! Pendosa...!!! Pendosa...!!! Dosa apa lagi yang nikmat untuk dilaksanakan...!?!?!?" 


Ceytamold semakin lama menggila karena ia mulai mengeluarkan semua organ-organ yang ada di tubuh kedua iblis itu, perlahan-lahan semua darahnya ia minum sampai habis dan memakan organ-organ itu sampai habis. Kedua iblis itu sudah tidak memiliki nyawa lagi dan Ceytamold mulai memasukkan kedua tangannya ke dalam perut mereka.


"Gyahahahahaha....!!! Apa kalian berdua pendosa sudah mendapatkan informasi lain tentang Giblis yang tinggal di luar desa Sermina itu...?" Ceytamold menjadikan kedua iblis yang ia bunuh itu sebagai boneka.


"Uhhhh~ Yaaaaa~ Katanya semua Giblis betina melahirkan ribuan Giblis... Uhhh~ Mereka hamil~ Mereka meledak~ Uhhh... Organ-organ tubuh betina itu dimakan oleh anak-anaknya sendiri sampai mereka tumbuh dewasa dan menjadi prajurit berbahaya~~~" Ceytamold mulai berbicara seperti iblis yang ia pegang di tangan kirinya.


"Dosa... Dosa... Dosa... Dosa... Dosa...!!! Dosa...!!! Sudah terkumpul...!!! Oh tuanku yang dipenuhi dosa... Sepertinya Inugami Penold sudah siap untuk melepaskan semua Giblis itu untuk menyerang desa Sermina... Tapi...!!! Masih belum cukup...!!!"


"KYAAHHHHH!!! Kalian tidak berguna...!!!" Ceytamold menghancurkan tubuh kedua iblis itu dengan melahapnya dengan dua gigitan.


Ceytamold bergegas menghampiri sebuah kristal merah dan ia meludah kristal itu menggunakan darah yang ia ambil dari kedua iblis tadi, kristal merah itu bersinar dan mulai bersinar merah sampai menunjukkan wajah seorang Iblis Inugami.


"Penold sayangku~ Apakah kau sudah siap untuk melepas semua giblis itu dan membuat dosa-dosa yang besar~~~?"


"Siap dilaksanakan, raja Ceytamold. Apakah sudah saatnya untuk menyerang...?"


"La-ku-kan~ Keluarkan semua dosa-dosa itu~!"


"... ...!" Majin dan Majiru melotot, mereka segera pergi meninggalkan ruangan itu karena mendapatkan misi yang baru yaitu menyelamatkan semua bangsa Iblis yang ada di desa Sermina.