Luz Demonio

Luz Demonio
68 - Potential Unleash



"Formasi di dengar... Bersiap untuk melepas potensi asli dari Luz Demonio..."


Yusa masih memejamkan kedua matanya mengumpulkan seluruh kekuatan atau cahaya yang berasal dari seluruh pasukan yang sudah gugur. Yusa bersinar penuh dengan cahaya emas dan putih, terlihat jelas dari bawah bahwa dia terlihat seperti matahari yang bersinar di siang hari. 


"Demi meraih kedamaian untuk pemilik-ku sendiri, potensi apa yang harus di buka dan kenapa potensi itu dibutuhkan...? Jawabnya itu sangatlah mudah, iblis takdir tanpa potensi hanyalah iblis yang gagal..."


Seluruh pasukan berhenti seketika untuk menatap cahaya itu, seluruh cahaya tersebut berubah menjadi kegelapan yang menyelimuti tubuh Yusa sendiri. Kedua mata Yusa bersinar merah menandakan dirinya bisa mendengar seluruh harapan pasukan yang telah gugur, dengan dirinya yang membuka potensi asli dari Luz Demonio.


"Membuka potensi Luz Demonio... Sang pembawa cahaya untuk bangsa iblis, cahaya yang akan membawa kedamaian dan kesadaran untuk bangsa Iblis..."


Yusa memiliki keyakinan tinggi bahwa dia harus bisa membalaskan dendam untuk yang gugur, demi kedamaian dan juga demi pasukan yang bertarung demi kedamaian. Seluruh kekuatan yang ia kumpulkan telah penuh serta potensi-nya sudah bangkit dengan menciptakan lambang yang terlihat seperti matahari dengan warna hitam, lambang tersebut juga diselimuti dengan kegelapan yang sangat menyengat.


"Sadarlah iblis yang tersesat... Jiwa kalian tidak akan terbakar di neraka dengan satu ayunan cahaya, jiwa kalian akan beristirahat di dunia bercahaya dimana kalian akan tenang disana..."


Cahaya itu mampu membakar beberapa pasukan musuh sampai menjadi debu, tetapi terdapat beberapa Giblis yang bertahan hidup dan mencoba untuk beradaptasi. Walaupun mereka menggunakan kemampuan tersebut, itu semua tidak berguna karena cahaya itu memiliki efek yang dapat menyegel sihir berbahaya apapun.


"Luz Demonio... membuka formasi potensi...!"


Walaupun seseorang dapat menggunakan sihir berbahaya maka sihir itu tidak akan mempan kepada Yusa yang sudah diselimuti dengan cahaya kegelapan, Vimu dan Mimu tidak menyangka bahwa ia akan melihat potensi Moirai Arma Luz Demonio. Kesempatan untuk menang masih bisa diraih oleh pasukan aliansi.


"Huraaaahhhhhhh...!!!" Yusa melepaskan cahaya kegelapan yang besar di sekitarnya serta pedang yang ia pegang mulai diselimuti dengan kegelapan merah darah.


Dengan Yusa yang mengontrol seluruh kekuatan yang ia miliki, daratan mulai retak menjadi beberapa bagian menciptakan gelombang air lahar keluar dari retakan itu. Elvano menggunakan kesempatan itu untuk menyuruh seluruh pasukannya mundur dan mencari tempat aman yaitu tempat dimana Yusa menciptakan sebuah benteng yang terbuat dari tulang.


"Ini adalah hasil dari latihan-nya... Tidak, aku yakin dia masih berada di lima persen. Apa yang akan terjadi ketika dia berada di seratus persen...?" Tanya Kizura.


Ceytamold meraung sekeras mungkin lalu dirinya maju dengan kedua lengan-nya yang siap untuk menghancurkan tubuh Yusa, iblis takdir itu menyambut serangan Ceytamold dengan menggunakan Luz Demonio namun getaran yang tinggi mampu membuat Yusa sendiri terkejut karena kekuatan-nya masih jauh lebih lemah dari Ceytamold sendiri.


Yusa mencoba untuk menyerang sekarang sehingga mereka saling melakukan pertukaran serangan yang memunculkan gelombang kejut di sekitar mereka, setiap pedang Yusa yang mengenai Ceytamold mampu menciptakan cahaya yang dapat memulihkan tenaga-nya sendiri.


Dalam pertarungan melawan Ceytamold, Yusa hanya bisa mengingat Alter yang berada di sisi-nya mencoba untuk menyemangati-nya agar ia bisa menang melawan Ceytamold. Suara dan juga perkataan Alter bisa terdengar jelas di kedua telinga Yusa, hal itu mampu membuat dirinya tersenyum kecil serta meneteskan air mata yang berubah menjadi partikel emas.


"Ibu... Aku akan membuat-mu bangga...!"


ORAAAGGGHHHHH!!!


Ceytamold segera melakukan regenerasi dan itu membuat Yusa terlihat kesal tetapi rasa kesal itu hilang seketika, menjadi sumber kekuatan untuk dirinya sendiri. Ceytamold meraung sekeras mungkin menyebabkan Yusa terjatuh ke atas tanah tetapi ia segera bangkit dengan melakukan backflip ke belakang dan bersikap setenang mungkin jika tidak maka potensi-nya akan hilang.


Yusa melihat pasukan aliansi yang terus memperhatikan-nya, ia segera memerintah mereka untuk mengurus pasukan musuh sebelum mereka lengah dan dibunuh oleh mereka. Ia sempat merasa kesal melihat seluruh pasukan aliansi yang hanya diam memerhatikan-nya, melupakan tujuan utama mereka yaitu meraih kedamaian.


Yusa melepaskan beberapa serangan gelombang cahaya kegelapan dan Ceytamold menyambutnya dengan memakannya sampai habis, Yusa maju ke depan dan melakukan beberapa serangan tetapi Ceytamold menahan semua serangan itu menggunakan ekor-nya yang besar.


Yusa menganalisis kemampuan Ceytamold sampai mana dia bisa melakukan sesuatu yang menyusahkan, dengan tenaga dan juga kekuatan yang terus terkuras Yusa masih merasa yakin berkat potensi Luz Demonio yaitu cahaya kegelapan di sekitarnya memberikan dirinya tenaga dan kekuatan yang ia butuhkan. Kekuatan penuh akan sia-sia digunakan di saat-saat seperti ini karena ia yakin Ceytamold masih memiliki beberapa kemampuan yang ia sembunyikan.


Kekuatan mereka sama-sama seimbang tetapi kecepatan Yusa tidak terkalahkan sehingga ia melakukan serangan kombinasi di sekitar tubuh Ceytamold dan meninggalkan beberapa luka gores yang cukup besar, Vimu melotot ketika melihat bilah pedang Yusa yang memanjang karena cahaya kegelapan itu dan di detik-detik sebelum ia mengedipkan kedua matanya, ia melihat Luz Demonio yang membesar.


Yusa terbang mundur menjaga posisi Ceytamold yang terlihat kesal, ia benar-benar mengamuk karena kedua lengannya menarik sebuah pedang tulang yang besar di dalam dada-nya sendiri. Kedua mata Yusa bersinar untuk menghapus racun yang menyelimuti bilah pedang Ceytamold.


Yusa menarik nafas dalam-dalam dan ia menghembus-nya keluar sampai bilah pedang-nya terbakar dengan api mimpi buruk, Ceytamold hanya bisa menunggu untuk Yusa menyerang terlebih dahulu. Yusa bergerak dengan gesit ke depan dan Ceytamold segera menyambut serangan itu.


Pedang Ceytamold bergerak cepat dan Yusa segera menahan semua serangan itu dengan menciptakan perisai tulang yang menempel di kedua lengannya. Yusa menahan serangan Ceytamold hanya menggunakan kedua perisai itu, setiap serangan yang mengenai perisai itu dapat menghancurkan-nya tetapi Yusa terus menciptakan perisai yang baru dan lebih kuat.


Yusa menggagalkan serangan kombinasi Ceytamold dengan menghantam bilah pedang-nya menggunakan Luz Demonio dengan seluruh tenaga yang harus di buang. Kedua lengan Ceytamold terpental ke atas membuat dirinya tidak bisa menyerang Yusa untuk beberapa saat dan membuat dirinya panik karena sihirnya tidak mempan kepada Yusa sendiri.


Yusa menggenggam erat gagang pedang-nya menggunakan kedua tangannya dan ia segera melakukan serangan kombinasi yang meninggalkan bekas luka, bekas luka itu bersinar cerah membuat Ceytamold teriak kesakitan karena cahaya kegelapan itu menyerap seluruh tenaga serta kekuatannya dan memindahkannya kepada tubuh Yusa sendiri.


"Aku bisa merasakannya...! Terima kasih, Ceytamold...!" Yusa tersenyum serius.


"Ibu... Lihatlah aku...! Aku akan menjadi iblis yang dapat membahagiakan dirimu...!"


Yusa memejamkan kedua matanya karena lawan-nya ini masih belum melemah, "Aku akan memberi kau pelajaran yang pantas kau terima, Ceytamold...!!!"


Seluruh tubuh Yusa kembali bersinar dan membuat Ceytamold tidak bisa bergerak untuk beberapa detik.