Luz Demonio

Luz Demonio
46 - Devourer of all Living Things



Giblis Asyin, salah satu Giblis yang berhasil berevolusi ke puncak iblis biasa dimana ia sekarang dapat mengontrol hasrat membunuhnya seperti iblis biasa berbeda dengan Giblis yang tidak memiliki akal sehat apapun dimana mereka rela mati hanya untuk membunuh semaunya. Asyin berhasil berevolusi menjadi Iblis pemakan apapun dan satu lahapannya dapat membunuh musuhnya secara langsung.


Rxeonal membulatkan kedua matanya, mulut-nya terbuka lebar melihat Asyin dapat memakan semua pasukan Oni yang berjumlah ratusan dengan menggunakan kedua lengannya saja yang dapat membuat daratan berubah menjadi sebuah kepala yang hanya terdapat mulut besar dengan taring tajam di dalam-nya.


Semua bangsa Oni itu sudah tidak memiliki harapan lagi ketika tubuh mereka tertusuk dengan taring yang ada di mulut besar itu, taring itu mengandung racun berbahaya yang mampu membuat musuh lumpuh dan penglihatan kabur. Terkena gores dengan taring itu sama saja dengan berbaring di dalam kuburan.


"[Devourer Eateria]" Apa yang diucapkan oleh Asyin adalah nama kemampuan yang dimiliki oleh dirinya, ia dapat memunculkan monster yang bernama [Devourer Eateria] dimanapun ia mau asalkan ia memiliki Oui yang cukup. Monster ini dapat membunuh musuh dengan satu lahapan sama seperti Asyin.


Pada kenyataannya semua pasukan Oni dan Onimakura sedang menyerang Asyin dengan semua kemampuan yang mereka miliki tetapi serangan mereka mampu terlahap habis oleh Asyin bersama peliharan-nya. Serangan berjenis sihir-pun dapat dimakan oleh Asyin dan menjadikan sihir itu sebagai sumber Oui-nya.


Asyin sudah mendapatkan semua informasi yang dia butuhkan berkat evolusi otak Giblis, dia hanya mempercayai dan akan melaksanakan perintah Ceytamold. Rxeonal segera menyuruh semua pasukan yang selamat untuk mundur tetapi Asyin tidak membiarkan mereka kabur. Untungnya Majin datang menghampiri Asyin dari belakang dan menendang-nya jauh ke arah selatan.


"Majin...!" Rxeonal terkejut melihatnya, beberapa pasukan Giblis melakukan penyergapan dari segala arah. 


"Pasukan...! Kembali menyerang dengan semua kemampuan yang kalian miliki!" Teriak Rxeonal.


Pasukan aliansi baru saja terselamatkan oleh Majin, Xirkitsu dan Koreomi bergerak mengikuti Majin karena mereka yakin bahwa Majin sendiri tidak akan bisa menang melawan Asyin. Koreomi mengajak beberapa anggota dari aliansi Truce Order untuk menyerang Asyin ketika keadaan memburuk.


"Semua ini lama-lama menjadi membosankan... Aku mundur." Ucap Takao, ia bersama pengikutnya mulai pergi meninggalkan medan pertempuran. Beberapa anggota dari aliansi ingin sekali mengeluh dan memarahi Takao tetapi tidak bisa karena ia lebih berkuasa dan kekuasaannya itu berada di bawah Mimu.


Jika Takao mendengar sedikit keluhan dari anggota aliansi maka ia akan segera menghukum mereka dengan mencabuk punggung mereka sedangkan untuk gadis berbeda karena mereka semua akan dipaksa untuk memberi Takao sebuah layanan yang dapat membuatnya puas. Saat ini Vimu dan Mimu tidak mengetahui tindakan Takao yang lincik.


Semua anggota aliansi juga tidak berani karena berdebat dengan Takao itu susah. Vimu dan Mimu hanya akan percaya jika mereka memiliki bukti. Karla hanya bisa diam dan terlihat kesal bahwa ketua seksi satu mulai meninggalkan medan perang begitu saja membuat anggota aliansi kekurangan banyak anggota karena penyergapan bangsa Giblis yang baru datang.


"... ...!" Karla melotot ketika melihat beberapa anggota aliansi mulai terbunuh dengan cara yang sadis, hanya tengkorak saja yang disisakan oleh bangsa Giblis itu. Formasi aliansi tersebut mendadak kacau tetapi seseorang mampu merubah keadaan yaitu wakil ketua dari seksi empat yang bernama [Elvano de Elsworth].


"Pasukan aliansi...! Maju! Barisan depan bertahan dan barisan belakang menyerang barisan depan musuh...! Jangan beri mereka jalan tanpa ketua dari seksi ke satu kita bisa bertahan demi memperjuangkan tujuan kita semua...!" Ucap Elvano.


 Semua pasukan aliansi mulai bertahan dan formasi mereka kembali stabil berkat Elvano dimana ia sangat mahir dalam menyiapkan formasi serta rencana tentang perang. Sekarang mereka semua hanya harus mengandalkan Elvano yang benar-benar terlihat seperti pemimpin yang bertanggung jawab berbeda dari Takao.


"Vania... Tolong berbicara dengan raja Rxeonal bahwa aku akan merancang formasi untuk pasukan Oni, Onimakura, dan Tyirfei." Suruh Elvano.


"Baik."  Vania mengangguk, ras vampire yang menjadi ketua dari seksi empat. Ia berubah menjadi kelelawar dan segera terbang menuju arah Rxeonal yang sedang beristirahat.


"Raja Rxeonal." Panggil Vania.


"... ...?" Rxeonal mengalihkan pandangan-nya kepada Vania.


Vania berubah kembali menjadi vampire, ia sudah berada di posisi berlutut, "Raja Rxeonal... Apakah anda mengijinkan bangsawan Elvano untuk merancang pasukan Oni dan yang lainnya...? Hanya untuk sementara ini dia akan menjadi pemimpin."


Rxeonal mulai berpikir bahwa rencana yang dirancang oleh ras Vampire itu berjalan cukup baik. Faktanya bangsa Vampire memiliki rencana yang jauh lebih hebat dari ras lainnya dan dengan hanya menatap Vania saja membuat Rxeonal yakin bahwa dirinya bukan sekedar vampire biasa tetapi vampire yang berasal dari bangsawan hebat di dunia-nya sendiri.


"Aku mengijinkan-nya... Segera membentuk formasi dan rencana yang baik untuk bisa memenangkan pertarungan melawan bangsa Giblis, Ajin, dan Inugami!" Suruh Rxeonal.


Menghabiskan beberapa menit untuk Elvano merancang kembali rencana dan formasi. Semua pasukan aliansi bersama bangsa lainnya sudah berada di posisi dimana mereka seharusnya berada, sepertinya formasi yang dirancang oleh Elvano akan berjalan lancar karena semua pasukan Giblis yang mencoba untuk menyerang langsung terkalahkan oleh barisan depan, tengah dan belakang.


Semuanya tidak selalu mengandalkan satu orang tetapi mereka semua diandalkan secara bersamaan. Inti-nya mereka semua sama-sama memiliki tugas untuk bisa melindungi satu sama lain serta menghabisi musuh.


"Keluarkanlah semangat kalian...! Bakarlah tubuh kalian dengan semangat tinggi untuk bisa meraih kedamaian!!! Keadilan untuk semesta Zuusuatouri...! Kedamaian yang abadi untuk dunia iblis...!" Teriak Elvano.


""HAAAAAHHHHHHH!!!""


Teriak semua pasukan aliansi dimana barisan depan maju ke depan dan membuat pasukan Giblis itu kewalahan sampai panik. Ceytamold bisa melihatnya dari jarak jauh tetapi ia terus terkena beberapa serangan Kizura, iblis yang ia lawan saat ini sepertinya terlalu kuat untuk dirinya sampai ia tidak diberi kesempatan untuk melawan balik atau merancang formasi baru.


***


Majin dan Asyin saling berhadapan dengan kondisi yang sama-sama terluka. Berbeda dari luka Majin dimana darah-nya terus berjatuhan serta nafas-nya juga terasa berat, Majin hanya bisa bernafas berat sambil menatap Asyin yang mencoba untuk mengeluarkan sihir lainnya tetapi tidak bisa karena Oui-nya sedikit.


Majin mengalihkan pandangan-nya kepada Xirkitsu dan Koreomi, ia sadar bahwa mereka dua selama ini memperhatikan pertarungan Majin dan Asyin. Hal itu membuat Majin merasa kesal karena ia tidak mau pertarungan satu lawan satu-nya terganggu oleh siapapun walaupun semua ini adalah perang tetapi Majin tidak mau kedua iblis itu merasakan betapa sulitnya bertarung melawan Asyin.


"Lebih baik kalian berdua memperjuangkan kedamaian... Bergabunglah bersama pasukan lain dan habisi semua Giblis yang ada." Majin merasakan keberadaan monster yang di sekitarnya dan ia melompat ke atas.


Majin mengangkat kedua tangan-nya ke atas, "[Death Rain]!!!"


ZWASSSHH!!!


Majin melepaskan beberapa hujan air tajam melalui jari-jarinya, kecepatan hujan itu membuat semua monster itu tertusuk lalu terbunuh. Asyin menatap ke atas dan membuka mulutnya selebar mungkin untuk memakan semua sihir yang dikeluarkan oleh Majin. Majin bergerak menuju arah Asyin dan mulai menabrak wajahnya menggunakan satu tanduk-nya.


"... ...!" Serangan Majin mampu melukai Asyin cukup parah di bagian kening-nya yang terdapat luka lubang. Asyin menatap Majin dengan tatapan yang mematikan, hal itu tidak membuat Majin ketakutan melainkan ia mengerahkan serangan yang lain melalui mulut-nya.


"[Nightmare Breath]!" 


Majin melepaskan dorongan yang besar melalui mulutnya sehingga Asyin terpental ke belakang, Majin menciptakan sebuah pedang tulang dengan bilah yang panjang. Ia tidak akan mengulang kesalahannya lagi karena Asyin bisa saja melakukan sesuatu yang tidak bisa Majin bayangkan.


Asyin bergerak gesit menuju arah Majin dan mulai bergerak melingkari dirinya sendiri. Majin hanya bisa memejamkan kedua matanya dimana ia langsung terbang ke atas langit meninggalkan Asyin yang berputar di daratan tanpa tujuan apapun.


"Aneh..." Majin hanya bisa melayang di atas langit melihat daratan dipenuhi dengan mulut yang memiliki taring tajam.


"Apa...?"


"[Devourer of All Living Things]!" Asyin menatap ke atas dan daratan mulai menciptakan mulut yang besar, tubuh Asyin terlahap habis oleh mulut itu dan perlahan terbentuklah wujud monster besar yang hanya memiliki mulut dan dua antena yang dapat mendeteksi tempat musuh.


Situasi semakin buruk untuk Majin, sebelumnya ia tidak mampu untuk menghabisi Asyin dan sekarang dia merasa menyesal untuk membuat dirinya membangkitkan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Monster itu memiliki tinggi sebesar gunung, apa yang dikatakan oleh Asyin itu adalah nama dari monster yang sudah memakan tubuh Asyin.


"Sebenarnya... Apa yang tidak bisa Giblis lakukan...? Kekurangan apa yang mereka miliki...?!"