
Normal's POV
Ketika Yusa membuka kedua mata-nya ia baru saja sadar bahwa tubuh-nya terasa seperti biasa, bahkan luka-luka di perutnya sudah hilang. Dia memeriksa Kalavera yang tergeletak di depannya hanya tersisa bagian-bagian inti tubuh-nya saja jadi dia memutuskan untuk bangkit tanpa harus mengkhawatirkan tentang kondisi tubuh-nya yang sudah pulih.
"Kau harus berterima kasih kepada-ku... Aku sudah menyembuhkan kondisi tubuh-mu yang berada di ambang kematian, jika aku tidak membantu maka kau akan mati karena kehabisan darah."
"Benarkah...? Jika kau berkata seperti itu maka kau ini bisa disebut berguna juga ya." Yusa tersenyum.
"Apakah itu pujian...? Dasar badung... Aku tidak menerima pujian seperti itu."
"Iya, iya... Aku sangat berterima kasih kepadamu karena sudah menyelamatkan diriku." Yusa bangkit dari atas tanah. Dia mulai memeriksa tubuh Kalavera itu dengan teliti dan ternyata tubuh-nya sudah siap untuk di ambil lalu diberikan kepada ibu-nya.
Yusa mencari pedang-nya dan ia menemukannya di atas tanah, ia mengambilnya lalu tanpa basa-basi lagi ia membelah tubuh Kalavera menjadi beberapa bagian dan memisahkannya. Di bagian kanan itu untuk di makan dan di bagian kiri untuk di jual, setelah selesai mengumpulkan beberapa bagian berharga dan lezat di tubuh Kalavera.
"[Bone Creation: Backpack]." Yusa menciptakan sebuah tas menggunakan tulang-nya sendiri lalu ia memasukkan semua bagian tubuh Kalavera itu ke dalam tas-nya, setelah itu Yusa mulai menggunakan tas itu. Luz hanya bisa melihat Yusa yang bekerja layaknya seperti tukang daging.
"Apakah kau selalu melakukan hal seperti ini, Yusa...?"
"Ya, aku melakukannya untuk Ibu-ku, aku harus memburu makanan dan menjual beberapa bagian monster yang berharga agar bisa mendapatkan uang." Yusa berjalan pergi meninggalkan wilayah itu dan Luz mengikutinya.
"Anak yang sangat menurut kepada ibu-nya... Aku sangat terharu, huhuhu...!" Luz mulai menangis sampai-sampai wajahnya mulai menciptakan air terjun yang dipenuhi air mata.
"Ternyata kau juga manja ya, hahaha."
Dalam perjalanannya Yusa melihat beberapa iblis Oni yang sedang memburu monster lainnya, sepertinya mereka terlambat untuk menyaksikan Kalavera yang menyerang Yusa. Dia juga melihat berbagai monster unik yang diburu oleh iblis-iblis Oni itu bahkan ada juga monster yang jauh lebih besar dari Kalavera.
Yusa tidak peduli terhadap ukuran karena ia lebih memilih sesuatu yang langka dan berkualitas seperti Kalavera yang langka itu. Mengingat kejadian-nya melawan Kalavera, Yusa hanya bisa merasa lega karena dia masih diberi kesempatan untuk hidup dan bertemu dengan ibu-nya. Jika saja dia mati ketika melawan Kalavera maka Alter akan merasakan perasaan sedih yang berlebihan karena anak-nya yang berusia empat tahun meninggal.
Desa Oni iblis sudah bisa terlihat dari jarak jauh oleh Yusa dan Luz, desa itu adalah tempat tinggal bagi para iblis Oni. Desa itu aman dan nyaman bahkan tidak ada yang berani menyerang-nya karena di desa itu tinggallah sang raja iblis yaitu Rxeonal.
"Desa tempat tinggal-mu ya." Luz mulai membuka pembicaraan.
"Iya, syukurlah desa itu terjaga aman berkat bantuan dari raja Rxeonal."
"Raja Rxeonal ya... Bagaimana menurut-mu tentang raja itu...?"
"Tidak banyak, hanya saja aku melihat dirinya sebagai raja yang dermawan dan hebat dalam memimpin pasukan-nya, suatu hari nanti aku ingin menjadi sesosok iblis yang bisa dipilih sebagai prajurit terkuatnya. Tetapi, itu terdengar mustahil karena aku juga memiliki tugas sebagai iblis takdir." Yusa terkekeh dan sepertinya di usia empat tahunnya, dia memiliki keinginan yang besar.
Yusa bersama Luz memasuki gerbang desa itu, Yusa disambut hangat oleh beberapa Iblis bahkan semua gadis-gadis mulai menghampirinya lalu ***-remas pipinya yang lembut dan tembem. Luz merasa iri melihat Yusa yang sudah memiliki beberapa penggemar gadis bahkan jumlah-nya lebih dari sepuluh.
"G-Geli..." Yusa menunjukkan ekspresi yang sedikit kesakitan karena remasan mereka yang cukup kasar, semua gadis itu berhenti menyentuh dan *** pipi Yusakage.
"Bagaimana dengan petualangan-mu, Yusa...?"
"Apakah kamu memburu sesuatu yang baru...?"
"Apakah kamu terluka...?!"
Semua gadis iblis itu mulai menanyakan beberapa pertanyaan karena mereka tidak mau iblis sekecil Yusa untuk terluka atau diserang oleh monster yang ganas. Tanpa mengandalkan kesempatan dalam kesempitan, Yusa pamit dengan menundukkan kepala mereka lalu ia berjalan pergi menuju rumah-nya.
"Kyahhhhh~ Iblis yang sangat sopan~~~" Semua gadis teriak histeris melihat Yusa yang bersikap sangat sopan, Luz merasa kecewa bahwa Yusa tidak melakukan sesuatu yang mesum kepada mereka walaupun dia masih kecil, semua gadis itu pasti akan memaklumi-nya.
***
Yusa bertarung seperti iblis yang hebat ketika melawan Kalavera, walaupun dia masih berusia empat tahun setidaknya dia mendapatkan beberapa pengalaman yang bisa ia gunakan nanti. Kesakitan yang ia alami ketika melawan Kalavera juga tidak akan ia lupakan karena ia akan lebih waspada lagi nanti.
Yusa melihat Alter yang sedang melayani beberapa iblis yang membeli daging-daging monster yang pernah Yusa buru beberapa hari yang lalu, Luz merasa cukup terkejut melihat Yusa dan Alter ternyata seorang iblis yang memiliki dagangan hanya untuk mendapatkan beberapa uang.
"Syukurlah..." Yusa menghela nafas lega melihat dagangan ibu-nya yang laris dan laku, bahkan ia bisa melihat beberapa daging yang ia buru mulai habis.
Kondisi desa Oni ini semakin lama akan semakin ramai oleh bangsa iblis yang berada di luar wilayah bahkan luar semesta, bahkan terdapat beberapa kunjungan dari semesta lain seperti malaikat, vampire, dan elf. Rxeonal mengijinkan semua orang asing untuk masuk desa ini dengan satu syarat mereka tidak membuat kekacauan apapun.
Barang dagangan Alter itu sangatlah laris di desa Oni ini karena harga yang sangat murah serta barang berkualitas, mata uang bangsa iblis itu koin emas kecil yang bernama [Oro], satu Oro itu sudah bisa membeli berlian yang indah dan berkualitas. Semua daging yang di jual Alter rata-rata di bawah sepuluh Oro dan itu sangatlah murah.
Alter mendapatkan modal yang cukup banyak berkat Yusa yang rajin dalam memburu beberapa monster baru di setiap hari-nya dan hari ini ia mendapatkan Kalavera yang bisa dijual dengan harga rata-rata 25 Oro.
"Aku ingin membeli kepala goblin dua biji!"
"Aku beli sepuluh kaki naga!"
"Aku beli satu perut Orc!"
Ketika Yusa baru saja melihat dagangan-nya, beberapa iblis datang sambil berbaris rapih untuk membeli daging yang di jual oleh Alter. Yusa segera menghampiri semua iblis yang berbaris rapi dan menyuruh mereka untuk tetap sabar karena Alter dari pagi sampai malam hari masih terus berjualan dan tidak ada bala bantuan selain dirinya sendiri.
Semua iblis itu tersenyum dan mengalami perubahan mood baik melihat Yusa yang baru saja pulang dari berburu. Luz sekarang merasa yakin bahwa iblis berusia empat seperti Yusa itu sama seperti artis yang datang saja.
"Yusa, apakah itu kamu?" Panggil Alter.
"Iya, bu."
"Bisakah kamu membantu ibu?"
"Segera." Yusa tidak akan pernah membantah perintah apapun dari Alter, ia segera membantu Alter berjualan sampai barang dagangan-nya habis. Semua iblis yang berbaris rapi itu mendapatkan apa yang mereka mau sehingga pembeli baru terus berdatangan dan membawa Alter tersenyum manis.
Semua pembeli langsung jatuh cinta kepada Alter, mereka semua mencoba untuk berbaris rapi tanpa harus dorong mendorong bahkan mereka juga harus terus sabar sampai bagian mereka muncul.
Melihat dagangan ibu-nya yang laris dan banyak pembeli yang menunggu, Yusa membuka tas-nya lalu mengambil beberapa serpihan tulang kepala Kalavera dan menepatinya di tempat yang kosong. Alter membulatkan kedua matanya ketika ia melihat serpihan tulang-tulang kepala Kalavera.
"Y-Yusa, jangan-jangan kamu...?"
"Iya, bu. Aku mengalahkan Kalavera sepertinya kita akan mendapatkan jumlah Oro yang banyak ya~" Yusa tersenyum manis kepada Alter. Semua pembeli dan bahkan iblis yang sedang melihat keramaian dari dagangan Alter mulai tertarik dengan serpihan tulang kepala Kalavera yang bisa dijadikan bahan ramuan dan peralatan.
"Aku akan membayar apapun untuk mendapatkan serpihan tulang kepala Kalavera itu!"
"Aku akan membayarnya sebanyak 100 Oro!"
"Aku beli semuanya dan akan membayar-mu 10.000 Oro!!!"
Semua pembeli mulai menawar walaupun harga dari serpihan tulang kepala Kalavera itu belum Yusa sebutkan, Alter hanya bisa diam lalu kembali tersenyum, ia memberi serpihan tulang kepala Kalavera itu dengan harga 50 Oro karena ia tidak mau rakus terhadap apapun.
Alter dan Yusa menjual semua serpihan tulang itu dengan harga 50 sampai habis, sementara Yusa mengeluarkan kulit Kalavera dan menarik pembeli yang baru. Ia menjual kulit itu sebesar 100 Oro dan ternyata kulit Kalavera itu langsung habis dalam lima detik, semua dagangan Alter sangatlah laris berkat harga murah dan barang berkualitas.
Melihat barang dagangan-nya yang sudah habis, Yusa segara menutup toko-nya lalu mengambil sebuah papan yang memiliki tulisan [Tutup], ia menepatkan papan itu di depan toko-nya. Yusa segara membersihkan toko yang kotor itu sendirian karena ia tidak mau menambahkan beban untuk Alter.
Semua pembeli mengharapkan sesuatu yang baru lagi untuk keesokan hari, Yusa sepertinya harus mencari sesuatu yang baru selain Kalavera. Yusa tidak mengatakan janji ataupun ya melainkan ia hanya mengangguk lalu tersenyum. Setelah toko sudah bersih, Yusa melangkah pergi dan berhadapan dengan Alter yang sedang menatapnya membersihkan toko.
"Aku sangat bangga kepada-mu, Yusa... Kamu bisa mengalahkan Kalavera ternyata bahkan membuat toko ibu selalu laku dan laris." Alter tersenyum lalu meneteskan air mata kebanggaan-nya.
"Sudahlah ibu... Jangan menangis, ibu istirahat saja ya, aku yang akan membuat makan malam." Balas Yusa yang mulai memegang gagang kursi roda lalu mendorong Alter masuk ke dalam rumah-nya.