
"... ..." Rxeonal bernafas berat ketika ia berhasil memenangkan sebuah perang, medan perang yang tadinya dipenuhi dengan bangsa Iblis sekarang dipenuhi dengan mayat yang berserakan dimana-mana. Hanya Rxeonal sendiri berdiri di atas tumpukan mayat itu sambil memegang erat pedang andalan-nya yang sudah patah.
Rxeonal baru saja memenangkan sebuah perang melawan bangsa Ajin, hanya dia sendiri yang bertahan hidup sedangkan semua pasukan-nya sudah terbantai terlebih dahulu. Dia bisa menang karena separuh keberuntungan-nya dimana keberuntungan itu selanjutnya tidak akan pernah bisa membantunya lagi.
"Itu adalah ziarah ke sisi lain, tetapi perjalanan ini juga terasa seperti kutukan bagi kita..." Seorang gadis mulai berbicara dari jarak jauh, kedua kakinya bergerak dan membawa dirinya maju menuju Rxeonal yang terlihat lelah dan menyesal karena sudah berperang.
"Tempat iblis tangguh dan layak yang lari dari dunia kejam ini... Apakah kau memang benar mengincar kedamaian atau hasrat kepuasan-mu untuk membunuh bangsa Iblis demi menaklukkan segalanya...?"
"Menaklukkan bukan berarti kau bisa mendapatkan apa yang kau mau, kedamaian pasti akan pergi jauh jika ia diraih dengan cara paksaan bukan perjuangan. Janji yang aku buat dulu sekali ketika bertemu dengan iblis seistimewa dirimu..."
"Bahkan jika kau dan aku sempat melupainya... Aku akan terus berjalan sampai menemukan pilihan yang terbaik untuk kita... Untuk masa depan juga." Gadis itu mulai meraba perut-nya yang besar, besar bukan karena gemuk tetapi besar karena gadis itu sedang mengandung seorang anak.
"...Janji yang kau ucapkan... tidak... janji yang kita ucapkan akan aku selalu simpan di dalam hati-ku ini." Gadis itu berhenti di depan Rxeonal dan Rxeonal mulai menatapnya dengan tatapan yang terlihat lelah.
"Aku sudah datang... Dan kau sudah berhasil... Bukannya itu selalu terjadi?"
"Semua menganggap-mu jahat dan licik, tetapi di dalam dirimu... Masih terdapat iblis berhati lembut dan peduli terhadap satu sama lain termasuk diriku." Gadis itu mulai meraba kedua pipi Rxeonal dan mulai memulihkan-nya sampai Rxeonal melotot ketika melihat gadis itu.
"Bangunlah... Apakah tujuan-mu berakhir disini...? Apakah kau ingin anak kita melanjutkan tujuan-mu yang pedih itu... Rxeonal...?" Tanya gadis itu.
Rxeonal menatap gadis itu dengan tatapan yang terlihat sedih, ia tidak bisa mengatakan apapun selain diam dan menatap gadis yang sangat cantik di depannya walaupun dia ini iblis.
"Kau tidak akan lagi... menanggung semua tujuan itu sendirian, aku bersamamu." Gadis itu meneteskan beberapa air mata dan Rxeonal segera memeluk gadis tersebut dengan sangat erat seolah-olah kedamaian yang ia cari itu ada di depannya dimana ia bisa tinggal dengan aman bersama istri-nya.
"Pasti... perjalanan yang panjang ya...?" Tanya Rxeonal.
"Tidak sepanjang perjalanan-mu, sayang." Jawab gadis itu.
"Ayo kita pergi."
"Ehh...? Kemana...?"
"Yah... Tujuan-ku... Lebih baik aku meraih tujuan yang lebih mudah untuk diraih seperti melarikan diri bersama-mu dan anak kita dimana kita semua bisa hidup dengan damai."
Gadis itu tersenyum, "Hm! Kita selalu bersama, tetapi tugas-mu sebagai raja itu sudah mutlak, sayang. Kau tidak boleh meninggalkan siapapun. Kau memiliki hati seorang pemimpin dan jiwa seorang ayah jadi lebih baik kau meraih tujuan yang sulit tapi memberi hasil yang baik untuk semua bangsa Iblis."
"Sebelum kita pulang... Aku ingin kau benar-benar mengingat namaku, sayang. Kau selalu saja melupakan nama istri-mu sendiri, jangan-jangan kau selalu selingkuh karena kau ini raja." Gadis itu mengembungkan pipi-nya.
"Tentu saja tidak..."
Gadis itu tersenyum dan meraih kedua tangan Rxeonal lalu mencium-nya untuk menunjukkan rasa cinta-nya yang besar kepada Rxeonal, ia menatapnya dengan ekspresi yang terlihat senang.
"Aldine... Oniyami Aldine. Lebih baik sekarang kau bangun dan pergi menghampiri suara yang mencoba untuk meraih-mu..."
""RXEONAL...!!!!""
***
Rxeonal membuka kedua mata-nya dan melihat Aldine yang sedang menatapnya dengan ekspresi yang terlihat sedih, air matanya berjatuhan dan mengenai wajah Rxeonal, hal itu membuatnya terkejut karena dalam waktu yang cukup lama ia bisa bertemu kembali dengan istrinya yang bernama [Oniyami Aldine].
"A... Aldine...?" Tatap Rxeonal bingung seolah-olah ia seperti melihat sesuatu yang membuatnya trauma.
"Ya... Aku disini... Tenang... Tenang... Lebih baik kau beristirahat dulu untuk sekarang, Rxeonal..." Aldine memeluk Rxeonal erat dan itu membuat Rxeonal meneteskan beberapa air mata-nya, ia tidak menangis melainkan merasa sedih saja karena menangis itu tidak pantas untuk seorang raja sepertinya.
"Apakah kau benar-benar... Aldine...?"
"Hm... Iya, aku Aldine... Oniyami Aldine, istri-mu."
Rxeonal mulai merasakan keberadaan iblis yang berjumlah lebih dari ribuan datang dari segala arah mengepung pasukan Ceytamold, Ceytamold tidak menyangka bahwa ia bisa bertemu dengan semua anggota dari aliansi Truce Order yang paling penting serta terdapat banyak sekali anggota yang mencolok dan membuatnya tertarik untuk segera membunuh mereka.
"... ..." Takao maju ke depan dan semua anggota dari seksi satu mulai berbaris sesuai formasi mereka serta beberapa anggota dari aliansi Truce Order sudah berbaris rapih dimana mereka semua akan langsung membunuh Giblis itu tanpa memberi mereka sedikit ampunan apapun.
"Ayah...!" Panggil Selvia, sesosok iblis yang menjadi ketua seksi sepuluh adalah putri Rxeonal dan Aldine.
Selvia memeluk Rxeonal erat dan itu membuat Rxeonal merasa semakin emosional melihat anak-nya yang sudah tumbuh besar. Terakhir kali Rxeonal melihat Selvia ketika dia masih bayi dan hanya bisa menangis tetapi sekarang ia telah tumbuh menjadi seorang prajurit yang hebat dan itu membuat Rxeonal bangga.
"... ..."
"Raja Rxeonal." Yusa menghampiri Rxeonal dan ia mulai berlutut di depan-nya.
Rxeonal mengalihkan pandangan-nya kepada Yusa dan itu membuatnya terkejut serta mengingat Oni Yusakage yang terakhir ia lihat masih kecil sekarang sudah besar. Rasa kesal masih bisa terasa oleh Rxeonal karena dia mengingat Yusa sebagai iblis Oni penghianat yang membunuh ibu-nya sendiri.
"Kau... Aku ingat kau... Bukannya kau iblis Oni yang melarikan diri bersama Succubus, anak dari Oni Alter yang bernama Oni Yusakage membunuh ibu-nya sendiri...? Kau telah melanggar perintah bangsa Oni---"
Majin maju ke depan dan menghalang Yusa, Rxeonal mulai terkejut melihat Majin yang terlihat mencoba untuk membela Yusa.
"Oni Majin... Apakah kau mengenal Oni Yusakage...?"
"Tentu saja, lebih baik anda mendengar penjelasan-ku nanti, raja Rxeonal. Oni Yusakage tidak memiliki kesalahan apapun terhadap bangsa kita sendiri. Setelah kita mengakhiri perang ini maka aku akan menjelaskan semua-nya kepadamu." Ucap Majin.
"Itu benar... Ini bukan waktunya untuk bersikap seolah-olah perang tidak terjadi. Lihatlah lebih jauh lagi bahwa kita sedang menghadapi bangsa Giblis dan seorang raja dari bangsa Inugami." Ucap Vania, seorang vampire yang menjadi ketua seksi empat.
Kizura menatap ke depan dan ia melihat wajah dari sesosok yang Kuro cari yaitu Ceytamold, dengan melihat wajahnya saja sudah membuat Kizura merasa kesal dan jijik. Ia tidak sabar untuk melawannya langsung tanpa harus mengkhawatirkan pasukan yang menghalangi jalan-nya.
"Apakah dia... Inugami Ceytamold...?" Tanya Kizura.
"Ya, sepertinya dia sudah menggunakan jantung sempurna Giblis sebagai sumber kekuatan-nya sekarang." Ucap Takao.
Aldine memberi Rxeonal sebuah ramuan pemulih yang dapat memulihkan seluruh luka-nya serta mengembalikan anggota tubuh-nya yang sudah hancur, ketika Rxeonal dan Xirkitsu kembali pulih. Mereka berdua mulai berdiri tegak dan menatap semua pasukan Giblis itu dengan tatapan yang terlihat serius karena perang yang adil akan dimulai sebentar lagi.
Mereka sudah berada di barisan mereka, Aldine dan Selvia kembali ke posisi mereka sebagai ketua dari seksi tiga dan sepuluh.
Semua anggota dari aliansi Truce Order sudah berada di formasi bertarung mereka dan jumlah mereka masih kurang dengan jumlah pasukan Ceytamold yang terus bertambah karena Ceytamold memerintahkan seluruh prajurit-nya untuk membelah diri dan membuat pasukan yang tak terhitung sampai bisa memenangkan pertarungan melawan Truce Order.
Yusa berdiri di sebelah Rxeonal dan itu membuat dirinya gugup hingga Rxeonal menyadari-nya, Rxeonal menatap dirinya dan ia mulai mengingat ayah dari Oni Yusakage yaitu Raijin dimana dia adalah seorang iblis yang hebat juga.
"Hei, nak. Aku memaafkan-mu jika alasan-mu jelas. Sekarang aku tinggal menunggu penjelasan Majin, siapa tahu dia menemukan sesuatu yang dapat menyelamatkan-mu dari hukum bangsa Oni." Rxeonal menepuk punggung-nya cukup keras.
"Terima kasih... Setidaknya aku bisa merasakan perasaan untuk bertarung bersama seorang raja yang sangat aku hormati." Jawab Yusa.
Vier melihat pasukan Giblis mulai bertambah dan mereka juga berevolusi menjadi fase yang berbeda seperti ukuran tubuh mereka mulai membesar. Persentase kemenangan untuk aliansi Truce Order mulai berkurang karena kemampuan licik Giblis tetapi itu tidak membuat mereka semua merasa putus asa melainkan mereka mengumpulkan semangat mereka untuk bisa bertarung.
"Raja Xirkitsu..." Panggil Koreomi.
Xirkitsu mengalihkan pandangan-nya kepada Koreomi, "Koreomi... Syukurlah kau bisa pulang dengan selamat dan membawa bala bantuan sebanyak ini."
"Bukan hanya itu yang kita miliki." Jawab Koreomi sehingga auman naga mulai terdengar dimana-mana serta bunyi langkah pasukan lain datang dari arah barat, pasukan yang baru datang itu adalah pasukan bangsa Onimakura.
Seluruh bangsa Onimakura datang untuk bertarung melawan bangsa Giblis demi merebut kembali wilayah mereka serta membalaskan dendam terhadap tanaman-tanaman mereka yang sudah layu. Bukan hanya bangsa Onimakura saja yang datang tetapi bangsa [Tyirfei] datang karena panggilan dari Vier sendiri.
"Baiklah... Kita kerahkan semuanya untuk mengakhiri kegilaan raja Ceytamold itu." Ucap Vier.
Hal itu membuat seluruh ketua seksi terkejut karena mereka tidak menyangka bahwa bala bantuan akan datang lagi dan lagi, jumlah mereka semakin banyak dan menyetarai bangsa Giblis itu. Di tambah dengan Vimu yang menghubungi seluruh ketua seksi bahwa bala bantuan ras [Fallen Angel], [Vampire], dan [Dark Elves] akan datang sebentar lagi.
"Baiklah... Sepertinya perang ini bisa mencatat sebuah sejarah yang besar." Ucap Gallius, ketua seksi lima.
Rxeonal merasakan keberadaan bangsa Oni tidak jauh dari-nya, ia melayang ke atas langit dan melihat semua pasukan Oni dengan perlengkapan kuat datang dan siap untuk berperang. Sepertinya mereka datang karena panggil dari Majin dimana sebentar lagi Majin sudah pasti akan diangkat sebagai pemimpin pasukan Rxeonal itu sendiri.
Beberapa anggota Truce Order mulai merayakan dan merasa senang melihat bala bantuan yang datang, mereka merasa sangat yakin bahwa mereka bisa menang. Yusa hanya bisa diam dan menatap pedang Luz Demonio dimana Luz masih marah kepada Yusa.
"Yusa...!" Alisha melompat dari atas naga-nya dan ia mendarat di depan Yusa dengan wajahnya yang terlihat bersyukur. Ia sudah menyadari dengan perubahan yang dialami oleh Yusa dan itu membuatnya lega bahwa Yusa sekarang sudah bisa menjaga dirinya sendiri.
"E-Ehh...? A-Alisha...?"
"Hm! Sekarang aku baik-baik saja! Sudah saatnya kita bertarung kembali dan meraih tujuan kita yaitu kedamaian!" Alisha mulai mengalihkan pandangan-nya kepada Ceytamold.
Bangsa Oni, Onimakura, Tyirfei, Elonzo, dan seluruh anggota terkuat aliansi Truce Order berkumpul di satu tempat dan bekerja sama demi mengalahkan pasukan Ceytamold dan bangsa Giblis.
"Semuanya sudah terkumpul di satu tempat sepertinya." Ucap Takao.
Ceytamold menghela nafas-nya dan tersenyum seperti psikopat melihat mereka yang benar-benar ingin mendekati kematian mereka. Ceytamold maju ke depan dan diberi jalan oleh pasukan Giblis itu dan ketika dia berada di barisan paling depan semua anggota aliansi Truce Order bersama bala bantuan-nya mulai bersiap siaga.
"Sudah saatnya kita memulai ritual-nya, para dosa-dosa kecilku... Hancurkanlah apapun yang kalian bisa, buatlah wilayah ini dipenuhi dengan darah serta jasad mayat mereka...! Sisakan saja tulang mereka dan makanlah kulit-kulit mereka sampai habis...!!!"