
Yusa segara menghabisi semua monster yang bisa menyerang dari jangkauan jauh sedangkan Alisha menghabisi semua monster yang memiliki sihir dan racun-racun berbahaya.
Mereka menggunakan kesempatan untuk menyerang musuh sebelum mereka bisa melihat lagi, walaupun begitu mereka masih bisa merasakan keberadaan Yusa dan Alisha menggunakan insting mereka.
Alisha dan Yusa mulai melakukan serangan seperti berdansa di tengah monster, mereka saling membantu satu sama lain jika seekor monster mencoba untuk menyerang mereka secara diam-diam. Keduanya berdansa sambil menebas semua monster yang tidak bisa lihat karena asap hitam itu.
Kelincahan dan ketepatan keduanya melakukan serangan secara bersama, mereka sudah terlihat seperti dua rekan yang mengenal satu sama lain cukup lama. Kelompak [Kalavera] tidak diberi kesempatan apapun melainkan mereka langsung dihabisi oleh Yusa dan Alisha.
Yusa mulai tersenyum sinis menandakan ia menikmati melihat semua monster itu menderita karena serangan duet mereka, keinginan dirinya untuk bisa menjadi prajurit raja Rxeonal mulai meningkat, Alisha melihat Yusa yang bersenang-senang ini terasa menyenangkan juga untuk dirinya bisa bersenang-senang bersama Yusa.
Keduanya bekerja sama untuk menghabisi sisa-sisa monster yang tidak berdaya, serangan mereka mampu mencabut nyawa semua monster itu serta [Eateria] masih belum terlihat oleh mereka berdua.
"Aksi menakjubkan kalian memang tidak jauh lagi dari bangsa Oni!" Sebuah suara mengerikan terdengar di depan mereka berdua, Yusa menghabiskan monster terakhir dan ia mulai menatap ke depan dimana ia melihat makhluk yang memiliki penampilan hampir sama seperti goblin dan yang membedakannya adalah warna kulit merah dan tanduk iblis.

[Ilustrasi makhluk yang dilihat oleh Yusa dan Alisha. Source: Pinterest]
"Bangsa [Deblion]?! Bagaimana bisa bangsa sepertinya ada di wilayah yang dekat dengan desa iblis Oni!?" Alisha membulatkan kedua matanya, ia mengetahui makhluk yang ia lihat dan itu bernama [Deblion].
"Deblion...? Bangsa apa itu...?"
"Dahulu kala, terdapat beberapa bangsa goblin yang dikutuk menjadi seorang iblis, inilah hasil kutukan-nya... [Deblion], sebuah ras gabungan dari iblis dan goblin. Bangsa ini sangatlah membenci bangsa iblis Oni!"
"Itu artinya dia memiliki kemampuan yang sama dengan kita para iblis...?"
"Jelas... Tidak ragu-ragu lagi semua iblis wanita yang dia culik itu bisa dijadikan pemuas nafsu dan sesudahnya dijadikan sampah. Apa yang aku harapkan dari Deblion...?" Alisha tersenyum serius.
Yusa bisa melihat penampilan Deblion itu yang jauh lebih besar dari dirinya bersama Alisha, tubuh berwarna merah yang kekar serta tanduk-tanduk iblis yang besar dan panjang. Tidak diragukan lagi bahwa Deblion pasti akan menjadi musuh yang tangguh dan kuat untuk Yusa sendiri yang masih belum memiliki pengalaman apapun tentang Deblion.
Janggut putih, taring-taring yang tajam, dan bahkan pedang besar yang ia pegang itu memiliki ukuran yang sama dengan tubuh Alisha. Yang merepotkan dari Deblion adalah tenaga dan kekuatan mereka yang jauh lebih besar dari iblis biasa bahkan bangsa Oni, mereka juga memiliki senjata rahasia yang terletak di bagian dada mereka.
Untungnya Deblion tidak terlalu ahli dalam sihir dan bangsa ini terkadang lemah terhadap beberapa sihir, Alisha maju selangkah ke depan dan melindungi Yusa karena ia tidak mau dia melawan sesuatu yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.
"Serahkan Deblion ini kepadaku, Yusa. Kau hanya harus diam dan melihat pertarungan ini." Alisha tersenyum.
"Hohoho~ Kau menantang diriku, Succubus...? Baiklah, jika kau kalah maka aku akan menjadikan dirimu sebagai pemuas nafsu-ku di depan bocah itu."
"Aku Merlion Regishu sang Deblion tingkat tinggi akan mengalahkan Succubus naif sepertimu ini!!!" Regishu mulai menusuk pedang-nya di atas tanah dan itu tidak membuat Alisha merasa ketakutan.
"Baiklah, aku akan mengalahkan-mu dengan cara bela diri!" Alisha menunjukkan kuda-kuda bertarungnya, Yusa memiringkan kepalanya ketika melihat Alisha ternyata bisa melakukan seni bela diri.
Regishu mengeluarkan beberapa bibit dari saku celana-nya lalu ia melemparnya ke depan sampai goblin merah bertanduk mulai keluar dari dalam tanah-tanah itu, bibit tadi adalah bibit yang sama seperti telur dimana kegunaannya mampu menciptakan beberapa Deblion tingkat rendah.
Beberapa saat kemudian, Regishu memanggil pasukan Deblion-nya untuk melawan Alish. Semua Deblion itu berbaris di belakang Regishu dan mempersiapkan tombak mereka yang memiliki bilah beracun. Regishu adalah pemimpin semua Deblion itu jadi ia memegang sebuah bendera yang melambangkan bangsa Deblion, jumlahnya sebanyak 50 lebih dan ini akan menjadi tantangan yang sulit untuk Alisha sendiri.
Regishu mencabut pedang-nya lalu menancapkan bendera-nya di atas tanah membuat semua Deblion yang berbaris di belakangnya bergerak menuju arah Alisha. Beberapa tombak mulai di lempar oleh pasukan Deblion itu ke arah Alisha dan Yusa.
Alisha menginjak daratan dengan sekuat tenaga dan ia mengepalkan tinju kanannya, "[Scarletinesis]!!!" Semua tombak itu mulai bersinar berwarna merah muda dan Alisha melompat ke atas lalu melempar kembali semua tombak itu ke arah pasukan Deblion itu.
"Sihir yang sama seperti [Telekinesis] sepertinya..." Luz mengetahui sihir yang digunakan oleh Alisha.
"Bukannya dia akan menggunakan seni bela diri...? Yang ia gunakan tadi itu sihir loh..."
Alisha segara melompat ke depan dan mendarat di belakang pasukan Deblion itu. Alisha mulai bersiap dan membuat kedua telapak tangan-nya dilumuri dengan aura berwarna merah darah, semua Deblion itu melirik ke belakang dan Alisha melepaskan dorongan yang besar membuat mereka terdorong menuju arah Yusa.
"Apa-apaan ini...? Succubus sepertimu memiliki sihir yang aneh..." Regishu menyadari sesuatu tentang sihir Alisha yang aneh dan kuat.
"[Crimson Aggression]!" Kedua mata Alisha bersinar merah darah, Regishu mulai menyuruh semua Deblion itu untuk waspada terhadap Alisha yang memiliki sihir kuno. Semua Deblion yang memegang busur meluncurkan panah mereka ke arah Alisha dan Alisha menghancurkan semua panah itu menggunakan kedua telapak tangannya saja.
"Crimson Agression...? Apakah dia ini salah satu iblis yang memiliki kaitan dengan...? Tidak... Itu tidak mungkin, bangsa Iblis tidak akan pernah akur dengan ras lain kecuali Vampire sendiri... Tidak... Tidak... Tetapi semua iblis itu tidak sama...!!! AGGHHH!!! AKU BINGUNG!!!"
Luz mulai berputar di atas langit karena ia memiliki banyak pertanyaan yang muncul di dalam kepalanya, bagaimana bisa iblis Succubus seperti Alisha memiliki sihir kuno [Crimson] dan [Scarlet].
"Kau ini kenapa, Luz...? Apakah salah satu dari Deblion itu membuat kepalamu terbentur...?"
"Tidak...! Aku hanya bingung dengan sejarah semesta aneh ini!"
Alisha menghancurkan barisan depan bangsa Deblion itu dengan satu serangan dari telapak tangan-nya saja, semua Deblion itu mulai panik karena pergerakan Alisha yang meningkat setiap detiknya. Alisha menghancurkan beberapa kepala Deblion yang memakai senjata mematikan karena ia tidak mau tubuhnya terluka oleh serangan kecil.
"A-Apa ini..." Regishu mulai terlihat bingung melihat pergerakan Alisha yang meningkat tiada batasnya, semua pasukannya perlahan-lahan terbantai habis dengan menggunakan satu serangan yaitu telapak tangan kanan dan kiri. Yusa melihat beberapa Deblion yang mencoba untuk menyerang Alisha dari belakang, ia segara mengeluarkan dua belati-nya lalu melemparnya ke arah Deblion yang berada di belakang Alisha.
"Aku mengerti sekarang...!"
Yusa ikut beraksi dengan bergerak menuju arah mereka semua, ia mengeluarkan pedang tulang-nya yang terbakar dengan api mimpi buruk. Yusa memberi Alisha jalan menuju Regishu sebelum dia menciptakan pasukan baru menggunakan bibit itu lagi. Semua Deblion tidak berdaya karena serangan kombinasi Alisha dan Yusa, pergerakan mereka mampu membuat Regishu berkeringat dingin.
"Cih...! Aku tidak akan berdiam diri...!"
Regishu mulai mengeluarkan beberapa bibit untuk menciptakan pasukan yang baru, tetapi Alisha menggunakan sihir [Scarletinesis] untuk mengangkat semua bibit itu lalu menghancurkan-nya dengan mengepalkan kedua telapak tangan-nya. Saat Yusa berhadapan dengan Regishu, ia tidak memiliki niat untuk membunuh-nya karena itu adalah tugas bagi Alisha sendiri untuk membunuhnya.
"Alisha...!"
Yusa melompat ke belakang dan menebas leher semua Deblion yang menghalang jalan Regishu. Alisha tersenyum dan ia bergerak cepat menuju arah Regishu dimana ia dihentikan oleh beberapa pasukan Deblion lagi.
"B-Bagaimana bisa...?!"
Alisha sempat melihat seekor Deblion yang mengeluarkan bibit untuk menciptakan Deblion yang baru. Ia mulai menunjukkan ekspresi yang lelah, "Dasar Deblion anjing...!"
Alisha menghabisi semua Deblion yang menghalang jalannya, sambil menggunakan sihir [Scarletinesis] agar semua Deblion itu tidak menciptakan pasukan baru lagi. Hal itu membantu Alisha untuk bisa mendapatkan beberapa informasi tentang Deblion dimana mereka bisa menciptakan pasukan baru menggunakan bibit yang mereka pegang.
Jumlah Deblion itu berkurang karena serangan Alisha dan Yusa, tubuh mereka mulai merasa lelah bahkan terdapat beberapa luka gores dan tebas. Deblion semakin lama akan semakin kuat karena mendapatkan informasi tentang musuh-nya, ini tidak baik untuk Yusa karena ia dikepung oleh beberapa Deblion yang memakai senjata dan zirah tebal.
"Jumlah mereka terus bertambah bahkan kekuatan mereka juga berbeda dari sebelumnya... Senjata dan zirah juga mereka pakai sampai-sampai aku sudah tidak bisa lagi menyerang mereka dengan tiga atau lima serangan... Keras sekali..."
"Hahaha! Saksikan lah kalian bangsa Oni bodoh! Inilah kekuatan dari bangsa Deblion!!! Hahaha!!!"
Alisha dikepung oleh beberapa Deblion yang berukuran besar, "Mereka berevolusi cukup cepat ya..."