Luz Demonio

Luz Demonio
31 - Hanya untuk Melarikan Diri



""GRAAAAAGGGGGHHHH!!!""


Pasukan Giblis lainnya datang dan menyerang dari segala arah, mereka semua bermunculan entah dimana bahkan Karla sendiri merasa takut melihat mereka semua yang terus datang dan tidak pernah habis.


"Ini tidak baik... Mereka terus datang...!" Vier mulai bersiap untuk melawan mereka semua.


"Bangsa Giblis tidak akan berhenti sampai kita semua kelelahan dan terbunuh oleh mereka semua." Majin mulai menciptakan beberapa tembok tulang di sekitar-nya mencoba untuk mengulurkan waktu, tetapi tidak bisa karena semua Giblis itu menghancurkan tembok terus dengan sihir yang kuat.


"Tidak mungkin...! Sihir yang mereka gunakan itu sudah tingkat penyihir...!" Ucap Majin.


"Tingkat penyihir... Apa yang kau maksud itu sihir mereka sudah setara dengan ras Legenda dan Malaikat...?!" Tanya Kizura.


"Ya..."


Kedua kaki Dahlia bergetar ketakutan karena melihat beberapa Greablis dan Giblis yang menunggangi naga-naga yang sangat besar. Bukan hanya itu yang ia takutkan, tetapi semua Giblis itu mulai membelah diri mereka sendiri dan menciptakan Giblis baru yang berevolusi cukup cepat.


""GRAAAGGGGHHHHHH!!!""


Semua Giblis itu bergerak lincah menuju arah mereka semua, Kizura terbang ke atas dan membakar mereka semua menggunakan api kemarahan, Karla membantu Kizura untuk menghabisi Giblis yang berada di atas langit.


Jumlah mereka terus bertambahan serta kekuatan mereka juga terus berkembangan sampai Kizura jatuh karena beberapa Giblis melompat menuju arah-nya sampai memeluk-nya.


"Cih...!!! Apa-apaan dengan bangsa gila ini...!?" Kizura mulai menahan gigitan mereka yang sangat menyengat, ia segera meledakkan diri, tetapi ledakan itu mampu tertahan oleh bangsa Giblis itu yang memiliki sihir perlindungan.


"Ti-Tidak---"


Giblis itu melempar Kizura ke atas sampai ia diserang oleh Giblis yang berada di atas langit, untungnya Kizura selamat oleh beberapa panah yang menusuk kepala Giblis itu.


Kizura terjatuh di atas tanah dan menatap ke depan dimana ia melihat Kyra yang datang dengan selamat sambil meluncurkan beberapa panah yang mengarah ke semua kepala Giblis itu.


Dahlia dan Jesper ikut membantu untuk menghabisi semua Giblis itu, tetapi percuma saja karena jumlah mereka terus bertambah dan mampu memojok mereka semua.


"Sial... Tubuh-ku... Berat..." Yusa mencoba untuk melawan, tetapi tubuhnya terasa berat.


Yusa ingin bertarung demi melindungi semua iblis yang ia anggap penting, walaupun begitu Yusa tidak bisa melakukannya karena Luz Demonio tidak bisa ia angkat sampai Luz sendiri tidak bisa berbicara.


"Luz Demonio... Wrath Formation... I..." Yusa menggenggam erat gagang pedang Luz Demonio dan ia mencoba untuk mengangkat-nya ke atas, tetapi tidak bisa sampai menyebabkan kedua tulang lengan-nya mengeluarkan suara retakan.


"AGGGHHHHH....!!!"


Yusa terjatuh bersama Luz, Kizura menyadarinya dan ia mulai mencoba untuk menjauhi Yusa dari pedang Luz Demonio itu.


"Sadarlah batasan-mu itu, bodoh! Batasan-mu bisa saja membunuhmu kapan-pun, ingat itu!!!" Teriak Kizura.


"Aku mencoba untuk bertarung lagi...!!! Aku masih belum selesai sampai aku melaksanakan takdirku sebagai iblis takdir!!!" Yusa menatap Luz dengan wajah yang kesal.


"LUZ!!! BANGUNLAH!!! APAKAH KAU DENGAR PANGGILAN-KU...!? AYO KITA BANGKIT DAN MELAWAN BANGSA GIBLIS ITU...!!!"


Luz tidak menjawab, keberadaan Luz Demonio bahkan tidak bisa Karla rasakan karena kekuatan dari Atroz Formation mampu membuat pedang Luz menjadi pedang biasa saja.


"Pedang yang rapuh... Retak... Butuh beberapa waktu untuk bisa kembali." Jesper berbicara.


"A-Apa---" Kizura menghantam wajah Yusa sampai pingsan agar ia tidak melakukan tindakan gegabah lainnya.


Majin mulai menciptakan tembok yang lebih besar dan kuat di bagian timur dimana ia hanya bisa diam sambil menahan-nya, Jesper dan Dahlia mulai membantu Majin untuk memperkuat tembok tersebut.


"Kita hanya harus mengulurkan waktu dan berharap bahwa keajaiban terjadi." Ucap Majin yang mulai berkeringat karena ketakutan mereka akan menjadi makan malam bagi bangsa Giblis.


"Keajaiban yang kau maksud itu adalah... Bala bantuan yang entah kapan akan datang bukan?!" Tanya Jesper.


"Iya...!!!"


Kizura dan Vier hanya bisa diam sambil menjaga Majiru, Alisha, dan Yusa karena bangsa Giblis itu bisa saja menjadi Assassin dan membawa mereka secara diam-diam.


"Iblis pemanah..." Panggil Karla.


"Ada apa...?" Tanya Kyra.


"Tolong lindungi aku sebentar..." Karla mulai menciptakan aura biru muda yang mulai membentuk Hielo Demonio, ia memegang erat kedua kipas itu sambil menghitung semua Giblis yang ia bisa bunuh.


"Hielo, apakah kau siap...?"


"Aku siap kapan-pun..."


"Aku akan membuat sebuah jalan di depan-ku ini, persiapkan diri kalian untuk melarikan diri secepat mungkin! Jika kau lambat dan tertinggal maka kematian sudah pasti akan menyelimuti kalian!"


""Kami mengerti!""


Majin, Jesper, dan Dahlia masih harus menahan tembok itu sampai Karla membuat sebuah jalan sedangkan Kizura dan Vier mengangkat keempat iblis yang pingsan.


Karla memejamkan kedua matanya sampai aura berwanra biru muda muncul di sekitar-nya serta serpihan-serpihan es yang berbentuk kristal.


"[Hielo Demonio: Hurricane Blood Formation I]"


Kedua mata Karla bersinar dan ia mulai melayang sambil berputar seperti ** beliung dengan warna biru muda, Karla melesat ke depan hingga membunuh semua Giblis itu sampai habis dan memberi rekan-rekannya jalan untuk melarikan diri.


"AYO CEPAT BERGEGAS!!!" Teriak Majin.


Mereka semua bergerak secepat mungkin mengikuti Karla dari belakang, semua Giblis itu terbelah menjadi beberapa bagian karena formasi dari Hielo Demonio.


""GRAAAGGGGGGGHHHHHH!!!""


"... ...!!!" Karla terkena tusuk oleh beberapa duri yang mengandung [Anti-Magic]


[Anti-Magic] adalah sihir yang dapat menembus atau menghancurkan sihir apapun, sepertinya formasi dari Hielo Formation itu terhentikan ketika Karla terjatuh di atas tanah dimana duri-duri itu menusuk seluruh tubuh-nya.


"Karla...!!!" Dahlia bergegas lari ke depan lalu ia menarik semua duri-duri itu dan melemparnya menuju arah Giblis yang bergerak ke arah-nya.


"A... A... Aku... tidak... Bisa... bergerak..." Ucap Karla pelan, Dahlia bisa melihat seluruh tubuh Karla telah ternodai dengan darah hitam-ny sendiri termasuk dahi-nya yang terdapat luka bekas yang terlihat menyakitkan.


"Inferno Wrath!!!" Kizura mengeluarkan sihir [Inferno Wrath] untuk memberi jalan bagi mereka semua melarikan diri, semua Giblis itu perlahan-lahan berevolusi lagi dan mampu membelah diri lagi sehingga menciptakan jumlah yang lebih banyak.


"T-Tidak mungkin...!" Kizura sendiri terkejut melihat semua Giblis itu bertambah, ia bahkan berkeringat dingin karena sudah tidak tahan untuk melawan mereka semua.


Majin sudah kehabisan ide serta energi sihir untuk menciptakan tulang lain, ia mulai menghalang Majiru dari semua Giblis yang bergerak menuju arah mereka semua.


"... ..." Vier hanya bisa diam dan mencoba sekuat mungkin untuk tidak ketakutan.


Kyra sudah kehabisan panah untuk menyerang Giblis itu, ia hanya bisa diam dan berlutut sambil menunjukkan ekspresi yang pasrah.


ZWAASSSHHH!!!


"Ahh...!" Semua Iblis itu tiba-tiba melihat pasukan depan Giblis yang terdorong ke belakang karena sebuah dorongan yang datang dari atas langit.


"Sihir telekinesis...?" Kizura melirik ke atas dan ia melihat Dyiamire yang terlihat kelelahan.


"Dyiamire...?!"


Dyiamire mendarat di depan mereka semua, "Kalian... Cepatlah pergi jauh-jauh dan jangan pernah kembali lagi ke wilayah ini."


"Ratu Dyiamire...?! Kenapa kamu terluka seperti itu?!" Tanya Kyra.


"Aku berhasil bertahan dari serangan pasukan Giblis dan formasi amarah dari Luz Demonio... Tapi, tubuhku tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi." Kedua mata Dyiamire sudah tidak bisa melihat serta seluruh tubuhnya sudah ternodai dengan darah.


"Aku hanya memiliki lengan kiri-ku yang bekerja, jadi lebih baik kalian menyimpan nyawa kalian untuk masalah selanjutnya."


Dyiamire mendorong mereka semua jauh dari pasukan Giblis itu menggunakan sihir penuh dari [Telekinesis], Kyra tidak menerima-nya sampai ia mencoba untuk lari menuju arah Dyiamire.


"Ratu Dyiamire...!!!"


"Jangan mendatangi kematian itu sendiri...!!!" Vier datang untuk menghentikan-nya dengan memeluk-nya.


"Tidak...!!! Tidak...!!! Tidak...!!! Ratu...!!!" Kyra terus melawan, tetapi Kizura menghantam leher belakang-nya yang menyebabkan Kyra pingsan.


"[Telekinesis Forceful]" Dyiamire menarik semua pasukan Giblis itu ke arah-nya untuk mengulurkan waktu bagi Kizura bersama rekan-rekannya untuk melarikan diri.


Kizura bersama rekan-rekannya segera melarikan diri dari wilayah itu secepat mungkin tanpa melihat ke belakang sedikitpun.


"Dyiamire... Apa yang kau lakukan tadi itu seperti ratu yang bijaksana, kau lebih mementingkan keselamatan penduduk-mu..." Ucap Kizura pelan.


Energi sihir Dyiamire habis dan semua Giblis itu segera menghabisi Dyiamire dengan mengambil seluruh isi tubuh-nya dan memakannya.


Untung-nya semua Giblis itu sudah tidak bisa merasakan keberadaan Kizura bersama rekan-rekan lainnya karena mereka sudah melarikan diri cukup jauh.