Luz Demonio

Luz Demonio
52 - Insting Membunuh



Wilayah yang tadinya medan perang sekarang telah berubah menjadi tempat kehormatan untuk seseorang yang telah gugur dalam perang. Rxeonal menciptakan batu nisan yang besar menggunakan sihir tulang-nya untuk menandakan bahwa terdapat sejarah di balik nisan tersebit.


Tanpa menghabiskan waktu lainnya, pasukan aliansi bergerak pergi meninggalkan wilayah itu untuk melaporkannya kepada Vimu dan Mimu. Beberapa anggota juga ingin pulang dan beristirahat sepanjang hari agar trauma mereka ketika kehilangan seseorang yang penting bisa hilang.


Bangsa Oni, Onimakura, dan Tyirfei sebagian pergi menuju markas aliansi. Rxeonal dan Xirkitsu juga bahkan ikut karena mereka ingin merancang rencana demi menghalangkan seluruh bangsa Giblis, mereka sudah tidak memperdulikan lagi tentang bangsa yang berbeda.


Mereka sudah sadar bahwa kemunculannya bangsa apapun di iblis itu tidak berguna, jadi sekarang Rxeonal dan Xirkitsu lebih mementingkan untuk membasmi bangsa Giblis lalu menyatukan seluruh bangsa Iblis menjadi satu tanpa ada pihak yang berbeda.


Yusa hanya bisa melamun di atas kasur sambil mengistirahatkan tubuh-nya sendiri, Luz di sebelahnya tertidur dengan tenang karena Moirai Arma juga membutuhkan istirahat.


Yusa mengepalkan kedua tinju-nya karena insting membunuh-nya masih belum puas, entah kenapa insting-nya itu mulai bisa mendeteksi keberadaann Giblis dengan mudah. Itsuki membuka pintu kamar Yusa lalu menatapnya dengan ekspresi yang serius.


"Oi, bodoh. Vimu ingin bertemu denganmu di ruang pertemuan." Ucap Itsuki.


"Tidak usah memanggilku bodoh juga..." Yusa bangkit dari kasur-nya lalu ia mengikuti Itsuki yang sudah pergi duluan.


Vimu sepertinya mengetahui tentang informasi dimana Yusa hampir saja melaksanakan tugas-nya untuk membunuh Ceytamold. Yusa sebenarnya tidak ingin datang tetapi pikiran-nya terus mengatakan bahwa ia ingin pergi dan memburu Giblis yang ia rasakan dengan insting-nya sendiri, ia juga mengharapkan sebuah hadiah atas perjuangannya dari Vimu.


Setelah Yusa masuk ke dalam ruang pertemuan, ia melihat Vimu, Aldine, dan Rxeonal sedang berada di dalam ruangan itu menunggu kedatangan Yusa.


"Yusa, aku bisa melihat aksi pantas-mu sebagai iblis takdir. Tadi itu sangat hebat, dengan menunjukkan potensimu sebagai iblis takdir yang pantas maka kau bukanlah sekedar anggota biasa." Vimu tersenyum.


"Apa maksudmu...?"


"Tersenyumlah, iblis takdir. Kau akan di angkat menjadi anggota seksi sembilan dengan pemimpin ketua seksi yang bernama Onijin Itsuki. Selamat!"


Vimu mulai bertepuk tangan sendirian tetapi Aldine mulai ikut bertepuk tangan juga kecuali Rxeonal yang hanya bisa diam sambil menatap Yusa dengan tatapan yang tidak biasa. Yusa merasa biasa saja ketika dia di angkat menjadi anggota seksi sembilan.


"Terima kasih, Vimu."


"Kau tidak terlihat senang, hohhh... Kau terlalu sombong ternyata ya,  sampai tidak merasa kesenangan yang tergila-gila ketika kau di angkat menjadi anggota dari salah satu seksi aliansi ini." Itsuki terlihat kesal.


"Aku merasa biasa saja, maafkan aku atas sikap ketidaksopanan ini karena perasaan-ku terus dicampur dengan berbagai perasaan yang buruk seperti kesedihan, putus asa, kemarahan, balas dendam, dan semua hal negatif lainnya...!"


Wajah Yusa yang tadinya terlihat biasa saja mulai berubah menjadi wajah kesal ketika insting-nya merasakan banyak sekali keberadaan Giblis.


"Vimu...!" Yusa berlutut kepada Vimu, "Berikan diriku sebuah misi untuk membasmi seluruh bangsa Giblis...! Aku mohon, aku ingin membunuh mereka dan membuat mereka menderita atas perbuatan jahat mereka...!"


"Jika anda setuju maka berikanlah aku beberapa rekan untuk di ajak pergi, contohnya aku membawa Itsuki saja sudah cukup...!"


"Heh!? Kenapa aku!?"


Vimu tersenyum, ia mengetahui tentang insting membunuh milik Yusa yang meningkat sangat besar, sepertinya kemampuan iblis Oni memang hebat dalam menggunakan insting membunuh mereka untuk mencari lawan dengan ancaman besar.


Vimu awalnya ingin menolak permintaan Yusa yang egois karena sebelumnya Alisha pernah memperingati dirinya untuk tidak memberi misi yang berbahaya kepada Yusa, dengan hanya melihat keyakinan Yusa membuat Vimu ingin memberi Yusa bersama Itsuki misi pertama mereka sebagai anggota dan ketua seksi sembilan.


Kedua lengan Yusa bergetar karena ia merasakan wilayah yang dipenuhi dengan bangsa Giblis, salah satu penglihatan Yusa menunjukkan keadaan wilayah dimana desa-desa itu hancur karena serangan bangsa Giblis tingkat lemah.


Insting Yusa terus memberitahu dirinya untuk bergerak sampai Vimu tersenyum seolah-olah ia tertarik apa yang akan terjadi jika dia menolak permintaan Yusa. Masalah tentang Giblis ini memang harus secepatnya di urus sebelum mereka bertambah kuat dan menciptakan pasukan yang tidak terkalahkan.


Yusa menunjuk ke belakang untuk memanggil Luz yang masih tidur, "Aku tidak butuh pasukan karena dengan formasi dari Luz Demonio... Aku dapat menciptakan pasukan-ku sendiri."


"Itu tindakan bodoh. Formasi pemanggil pasukan itu akan menguras segalanya termasuk tenaga, Oui, dan darahmu sendiri." Jawab Itsuki yang sudah berpengalaman menggunakan Moirai Arma.


Insting-nya membuat Yusa semakin kesal sampai terdapat rasa takut bahwa ia terlambat untuk menyelamatkan penduduk-nya. Itsuki mencoba untuk menolak tetapi ketika melihat wajah Yusa yang terlihat ketakutan membuat dirinya merasa bersalah.


"Oi, bodoh... Apakah kau baik-baik saja...?" Tanya Itsuki.


"... ..." Vimu hanya bisa diam dan ingin melihat apa yang akan terjadi.


Yusa tiba-tiba melebarkan kedua sayapnya dan ia terbang ke atas menembus atap sampai hancur. Itsuki terkejut ketika melihat Yusa pergi dan apa yang dipikirkan Vimu langsung terjadi, sepertinya insting iblis memang tidak akan bisa ditahan terlalu lama.


"Oi...! Yusa...!" Itsuki menepuk wajah-nya sendiri.


"Itsuki, misi baru. Selamatkanlah kehidupan Yusa yang mencoba untuk membasmi bangsa Giblis di desa [Kromato]."


"Aku tahu itu...! Tempatnya itu dekat dengan wilayah yang terdapat batu nisan bukan?!" Tanya Itsuki.


Rxeonal dan Vimu sama-sama mengangguk, Itsuki segera terbang mengejar Yusa. Vimu mulai menatap Rxeonal yang hanya diam saja karena potensi iblis Oni memanglah menakutkan tentang kemampuan insting mereka sendiri.


"Apakah dia akan bertahan?" Tanya Aldine.


"Tentu saja, potensi iblis Oni memang tidak bisa diremehkan. Aku bisa merasakan insting membunuh Yusa yang sangat menyengat."


"Dia juga merasa kecewa kepada-mu, Vimu." Ucap Aldine.


"Yahhh... Biarkan hal itu terjadi, iblis takdir seperti Oni Yusakage sendiri masih memiliki semangat seperti anak kecil. Motivasi asli-nya ternyata berasal dari ibu-nya sendiri yang sudah tiada, ia tidak ingin melihat banyak korban yang terus gugur." Jawab Vimu.


Yusa yang tidak memiliki pengalaman dalam terbang menggunakan sayap-nya bisa memiliki kecepatan yang tidak mampu Itsuki kejar, tidak ada sedikit penyesalan dari Vimu tetapi ia mencoba sebuah cara agar Alisha tidak menghentikan Yusa dalam fase latihan-nya.


Apa yang dilakukan Vimu kepada Yusa itu termasuk latihan untuk menjadikan dirinya sebagai iblis takdir yang hebat. Rxeonal masih ingin melihat kemampuan Yusa yang lainnya sambil menunggu Majin dan Majiru untuk bangun, memberitahu dirinya tentang informasi yang benar soal terbunuh-nya Alter.


Yusa mendarat di depan pasukan Giblis yang menjaga gerbang, ia menggunakan formasi [Assault I] yang mampu menghabisi semua Giblis itu sekaligus dengan hanya dua ayunan pedang.


Itsuki mendarat di belakang Yusa, ia melihatnya berhasil mengalahkan pasukan Giblis yang menjaga gerbang.


"Ayolah, iblis bodoh. Lain kali jangan bersikap gegabah seperti itu." Itsuki menghela nafasnya.


"Aku ingin menyelamatkan bangsa Iblis dari kegilaan bangsa Giblis." Yusa untungnya tidak memberi ampun kepada pasukan Giblis yang menjaga perang karena mereka bisa saja memanggil pasukan yang berada di dalam desa itu.


"Menyelamatkan seseorang itu penting, aku tahu. Tetapi menyelamatkan nyawa-mu sendiri terlebih dahulu itu lebih penting!"


Insting Itsuki dan Yusa merasakan keberadaan bangsa Giblis yang datang dari depan mereka. Kedua iblis takdir itu segera memanjat gerbang itu untuk bersembunyi, beberapa Giblis keluar dari gerbang itu membawa beberapa kotak yang terisi anggota tubuh bangsa iblis yang sudah terbunuh.


Yusa mencoba untuk menyerang tetapi Itsuki menahan Yusa sebentar karena masih terdapat beberapa Giblis yang belum keluar sepenuhnya, ia juga melihat beberapa gadis iblis yang sudah terperkosa sampai mati.


"[Mordaz Demonio: Paralyze Formation I]"


Kedua bilah belati Itsuki mulai mengeluarkan asap emas, ia melempar kedua belati itu ke arah seluruh pasukan Giblis sampai membuat seluruh pasukan itu lumpuh dan terbunuh karena jantung mereka meledak.


Yusa dan Itsuki segera memeriksa seluruh kotak itu satu-satu, tidak ada satupun barang yang langka atau penting di dalam kotak itu kecuali sisa tubuh iblis dan organ-organ bangsa iblis yang sudah busuk.


"Uckkk... Kenapa semuanya di isi dengan tubuh iblis...?! Aku bahkan melihat beberapa kelamin iblis, hoek..." Itsuki tidak tahan melihat isi kotak itu, ia mengambil satu kotak lagi untuk di periksa.


"Kau tidak akan pernah tahu bukan...? Kotak-kotak ini bisa saja di isi dengan bayi iblis yang masih hidup..."


"Yusa... Aku menemukan sesuatu." Ucap Itsuki, ia mengambil sebuah yang menunjukkan tiga manusia dan ketiga manusia itu terhalang oleh darah bekas dari organ-organ Iblis


"Gambar...?" Yusa menatap gambar itu dan ia mengambilnya, mencoba untuk menghapus darah yang menghalangi-nya.


"Apakah mereka manusia...?" Tanya Yusa.


"Berkemungkinan besar manusia atau ras Legenda sepertinya." Jawab Itsuki.