Luz Demonio

Luz Demonio
45 - Kebersamaan Iblis



Pasukan Ajin di sambut dengan hujan panah yang berasal dari pasukan Tyirfei, pasukan Tyirfei memiliki kemampuan dan bakat terhadap senjata serangan jarak jauh. Semua pasukan Ajin itu segera mengangkat perisai mereka ke atas mencoba untuk melindungi diri mereka sendiri dari hujan panah tersebut.


"Hancur..." Aldine mengayunkan katana-nya sebanyak tiga kali menyebabkan semua perisai yang dipegang oleh pasukan Ajin retak dan hancur menjadi beberapa serpihan batu kecil. Walaupun perisai mereka hancur, beberapa pasukan Ajin itu menjadikan rekan mereka sebagai perisai iblis untuk menahan hujan panah tersebut.


Aldine menatap mereka rendah ketika mereka rela melakukan hal sekejam itu kepada rekan-nya sendiri tetapi terdapat satu hal yang membuat Aldine merasa janggal yaitu semua pasukan Ajin yang dijadikan tumbal mulai tertawa terbahak-bahak seperti seorang psikopat. Semua panah yang tertancap di tubuh mereka mulai terserap ke dalam tubuh mereka masing-masing.


"Apa-apaan...?!" Aldine segera membunuh semua Ajin yang dijadikan sebagai tumbal itu sebelum mereka mengeluarkan kemampuan yang belum pernah ia ketahui.


Ceytamold maju ke depan dan mencoba untuk menangkap Kizura, Kizura menghantam kedua tangan Ceytamold mencoba untuk menjauh darinya agar tidak tertangkap lalu dihancurkan dengan satu pelukan yang mematikan. Ceytamold tertawa terbahak sampai ia tersedak dengan batu yang Kizura lempar masuk ke dalam mulut-nya.


"GRGGGGHHH...!!! Sialan...!" Ceytamold mencoba untuk menabrak Kizura menggunakan seluruh tubuhnya, tetapi Kizura memegang kedua lengan Ceytamold dan ia mulai menendang dada-nya yang terdapat jantung Giblis sempurna.


Agar Ceytamold tidak mencoba untuk menangkap Kizura, kedua tangan besar Ceytamold langsung lepas ketika ditarik oleh seluruh tenaga yang dimiliki oleh Kizura sendiri. Jarak Kizura dan Ceytamold dekat dan kesempatan emas Kizura untuk menyerang tidak di sia-siakan, ia langsung menghantam wajah Ceytamold menggunakan kedua lengannya sendiri.


"... ..."


"... ...!" Kizura merasakan keberadaan Ceytamold muncul di belakang dirinya, ia segera melompat ke depan dan melemparkan kedua tangan itu ke arah Ceytamold sampai ia terdorong ke belakang.


"Kau tangguh juga ternyata... Dosa amarah yang lezat... Aku bisa merasakan-nya...!!! Tubuhku dipenuhi dengan kenikmatan dari dosa amarah---"


Kizura menghantam wajah Ceytamold dan menendang tubuhnya ke depan dengan ekspresi yang terlihat jijik, "Jangan berbicara denganku lagi...!" 


Yusa dan Asteria saling bertukar serangan menggunakan pedang yang mereka pegang, Asteria hanya bisa tersenyum gila melihat Yusa yang terlihat kesusahan dalam menggunakan Luz Demonio. Beban pedang itu terasa berat ketika Yusa dan Luz bermusuhan, formasi milik Luz Demonio-pun tidak berguna karena Yusa sudah mengatakan-nya beberapa kali.


Yusa tidak berhenti walaupun dia sudah lelah, dia melepas Luz Demonio dan segera menciptakan sebuah pedang dari tulang-nya. Yusa melakukan serangan kombinasi kepada Asteria dengan cepat, membuat Asteria hanya bisa menguap sambil menahan semua serangan Yusa menggunakan satu tangan saja.


"Aku bisa sambil menikmati secangkir kopi loh... Serangan-mu sangat lemah, iblis takdir!" 


Asteria menunjuk daratan yang di injak oleh Yusa dan mengangkat daratan itu ke atas sampai membuat Yusa terpental ke atas langit, "Hoammm... Hidangan yang basi."


Pasukan Oni mulai bersemangat melihat aksi Rxeonal dan Aldine bersama dimana mereka berdua saat ini sedang bertarung melawan prajurit tertinggi Ajin dan Inugami. Melihat pasukan aliansi menang membuat Ceytamold merasa kesal bahkan Kizura juga mampu membuatnya kewalahan berbeda seperti melawan Rxeonal.


Vier maju ke depan karena dia sudah lelah menyerang dari jarak jauh, ia mengeluarkan dua belati yang sudah dilumuri dengan elemen kegelapan. Kecepatan Vier meningkat ketika ia menggenggam erat belati-nya serta kecepatannya dalam membunuh semua bangsa Giblis itu tidak bisa terbayangkan.


Alisha yang berada di atas langit hanya melihat dan mencoba untuk menjaga kondisi semua prajurit, ia menggunakan sihir telekinesis-nya sampai kekuatan penuh untuk menyelamatkan beberapa pasukan yang hampir terkena serangan. Sekitar ribuan bangsa Giblis terbasmi habis oleh bangsa Oni, Onimakura, dan Tyirfei.


Giblis yang tersisa mulai panik sampai ia melakukan fase fragmentasi yang membuat dirinya sendiri terbunuh tetapi satu Giblis yang mati karena fase fragmentasi memberikan hasil yang sangat menguntungkan yaitu ia dapat membelah diri sebanyak seribu Giblis yang baru, biasanya Giblis yang baru lahir akan memiliki fase evolusi lebih cepat dan lebih kuat.


Fase evolusi juga dapat menginjak sesuatu yang baru atau sesuatu yang dapat melampaui para dewa dan dewi, beberapa pasukan Oni dan Onimakura di barisan depan kalah telak oleh beberapa pasukan Giblis. Hanya satu Giblis saja sudah menjatuhkan seratus korban dengan hanya satu gigitan-nya.


"... ...!" Majin mengerutkan dahi-nya melihat seorang Giblis yang mampu membunuh seratus iblis Oni dengan hanya satu gigitan.


Dalam waktu singkat, Giblis yang dapat menghabiskan lawannya dengan satu gigitan mengalami evolusi yang cepat sampai titik dimana ia tidak bisa lagi berevolusi. Giblis itu berhasil memisahkan formasi pasukan Oni dan Onimakura menjadi berantakan, untungnya bangsa Tyirfei sudah mundur duluan dan melakukan beberapa serangan dari jarak jauh.


Pasukan Giblis mampu menekan balik pasukan Oni dan Onimakura, Kizura dan Yusa saat ini masih melawan Ceytamold dan Asteria. Tidak ada satupun iblis Inugami, Ajin, atau Giblis yang berani mendatangi mereka karena Ceytamold sudah melarang mereka untuk tidak mengganggu pertarungan satu lawan satu.


"Apakah itu Giblis yang di hasilkan dari fragmentasi fase pengorbanan diri...?" Tanya Rxeonal.


"Sepertinya begitu, fragmentasi fase pengorbanan diri diberi nama dengan [Sacrifice Fragmentation]. Biasanya kemampuan fragmentasi ini hanya dimiliki oleh bangsa Giblis yang sudah berevolusi sampai puncak dimana ia tidak bisa berevolusi kembali." Ucap Aldine.


"Bukannya bangsa Giblis terlalu memiliki banyak keuntungan!?" Tanya Majin.


"Dan itu kenapa kita harus segera memunahkan ras satu ini sebelum mereka melakukan sesuatu yang tidak bisa kita bayangkan atau jauh dari pengetahuan kita. Sepertinya Giblis tadi menggunakan kemampuan fragmentasi terkuat-nya dan katanya... Di seribu Giblis yang lahir dari proses fragmentasi itu terdapat satu Giblis yang jauh lebih kuat dan hebat dibandingkan yang lain." Aldine mulai menatap Rxeonal.


"Jadi Giblis pemakan itu lah yang jauh lebih kuat dan hebat...?" Tanya Rxeonal.


"Ya, kemungkinan besar Giblis yang lebih menonjol itu bisa saja Giblis yang sudah menggunakan fase fragmentasi terkuat sampai ia terlahir kembali ke dalam tubuh Giblis tersebut." 


Giblis pemakan pasukan Oni dan Onimakura itu mulai terjatuh di atas dengan tanah dengan kondisi yang pingsan. Rxeonal mencoba untuk menyerangnya tetapi Aldine menghentikannya karena itu terlalu beresiko untuk menyerang Giblis yang dapat membunuh dengan satu gigitan.


"Tunggu dulu... Mungkin saja ini jebakan."


Tubuh Giblis itu mulai bergetar dan mengeluarkan darah dari mulut-nya, kedua matanya berubah menjadi hitam serta tubuhnya mulai menjadi kering. Bagian punggung Giblis itu mulai retak dan terbelah sehingga keluarlah seorang Iblis yang memiliki penampilan seperti iblis prajurit yang tampan dan tangguh.


"... ..." Iblis itu membuka kedua matanya sampai melepas dorongan yang besar menuju arah Rxeonal dan yang lainnya.


"Kekuatan apa ini...?" Tanya Rxeonal.


"Apa yang aku harapkan benar ternyata... Sepertinya Giblis yang sudah berada di fase evolusi terakhir bisa menjadi seorang iblis asli yang memiliki akal sehat biasa seperti kita tetapi kekuatan yang sama seperti Giblis tetapi jauh lebih kuat." Ucap Aldine.


"Jadi... Itu sama seperti naik jabatan begitu!? Apa-apaan ini!? Kenapa semua iblis dari masa lalu tidak pernah bisa membuat bangsa Giblis punah!?" Tanya Majin dengan nada yang terdengar panik.


"Pasukan Oni... Lebih baik kita mengurus Giblis yang baru saja berevolusi menjadi iblis itu terlebih dahulu! Jangan biarkan dia memakan salah satu dari kalian semua!" Perintah Rxeonal, semua bangsa Oni mulai maju menuju arah iblis itu dengan teriakan semangat mereka untuk membuat Rxeonal bangga.


"Hoohhhh... Makanan yang lezat datang menghampiri-ku... Aku akan menikmati kalian semua satu per satu..." Kedua lengan Iblis itu mulai berbicara menjadi kepala dengan sebuah mulut yang besar, di dalam mulut itu terdapat banyak sekali taring tajam dan beracun.


"Akan aku pastikan kalau perut dan anak-anakku merasa kenyang..."


***


"... ..." Di balik peperangan yang terjadi itu terdapat sesosok orang berjubah yang melayang di atas Alisha dimana Alisha masih belum sadar tentang keberadaan-nya sendiri. Sesosok berjubah itu menggunakan jubah merah darah serta sebuah topeng merah yang menghalang wajah-nya itu.


"Baiklah... Sepertinya iblis seperti mereka mudah juga untuk dijadikan pion catur."