
[Realm of Crimson]
Sejarah mengatakan bahwa setiap dunia atau sihir pasti akan memiliki wilayah mereka sendiri contohnya seperti wilayah Crimson ini, setiap wilayah memiliki jalan masuk yaitu portal yang dapat diciptakan oleh pengguna sihir itu sendiri, seperti Master tadi yang menggunakan sihir Crimson-nya untuk membuka portal yang dapat membawa Selvia menuju wilayah Crimson dan menjebak dirinya disana sampai ia mati membusuk.
Waktu berjalan dengan berbeda di dimensi sihir, Selvia terjebak di wilayah tersebut dengan waktu yang berjalan satu detik satu tahan di wilayah tersebut. Tetapi waktu di dimensi tidak akan mempengaruhi dunia asli. Selvia mulai sadarkan diri ketika ia tergeletak di atas tanah dengan tubuh yang dikelilingi dengan kegelapan.
"Sepertinya mereka berdua sama-sama menyusahkan... Master memanglah dewi, dia tidak bisa dikalahkan dengan mudah..."
Selvia mengetahui tentang wilayah Crimson ini, ia segera menciptakan kembali dua cincin Void di kedua lengan-nya yang dapat memunculkan aura Crimson, aura tersebut mengelilingi seluruh tubuhnya sehingga seluruh makhluk yang ada di dalam wilayah itu tidak akan mendeteksi Selvia sebagai makhluk yang berasal dari luar dimensi.
Pengetahuan Selvia tentang dimensi dan sihir kuno cukup luas sampai ia mengetahui wilayah Crimson itu akan terus menguras tenaga-nya, tetapi berkat dirinya yang mencuri aura Crimson milik Master, sekarang ia mampu mengelilingi wilayah tersebut tanpa perlu khawatir tenaga-nya terkuras bukan hanya tenaga tetapi tubuhnya bisa saja terluka sampai darah mengalir deras.
"Aku harus mencari cara untuk keluar... Gagal itu biasa, seseorang yang tidak gagal itu tidak normal." Selvia menatap telapak tangan kanan-nya yang terdapat sebuah lambang Void.
"Aku mempercayai Oni Yusakage dalam melindungi bangsa Giblis disana, lebih baik aku mencari informasi lebih tentang wilayah ini serta mempelajari sihir teleportasi. Sayang sekali, sihir Void ini tidak dapat menciptakan portal yang dapat membawa-ku keluar." Selvia menghela nafas panjang.
"Transfer Void"
[Transfer Void], Selvia menggunakan sihir Void-nya untuk menyerap seluruh atribut dan kekuatan seseorang. Dengan syarat ia harus memiliki lambang Void di tangan-nya serta lambang lainnya harus berada di tubuh musuh-nya, lambang yang Master lihat adalah lambang yang Selvia pasang karena sepertinya waktu Rxeonal tidak akan lama lagi sebelum sihir dari [Transfer Void] mulai aktif.
Selvia tidak bisa memberi Master lambang yang sama karena ia tidak melihat Master sama sekali, terakhir ia melihatnya dia tiba-tiba membuka sebuah portal yang membuat dirinya terjebak di wilayah yang sangat asing.
***
Lambang yang dimiliki oleh Rxeonal segera dikelilingi dengan kegelapan yang mampu membuat dirinya terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang lemah, hal yang bisa Rxeonal lakukan hanya teriak sekeras mungkin dan Master tidak bisa melakukan apapun kecuali melihat Rxeonal yang tersiksa. Penampilan-nya perlahan-lahan berubah, yang tadinya dia terlihat seperti seorang prajurit ganas sekarang terlihat seperti kakek tua.
[Transfer Void] itu mempengaruhi tubuh Rxeonal sampai Selvia menyerap segala yang ada di dalam tubuhnya, merubah Rxeonal menjadi tua. Seluruh tubuhnya mulai berkeriput serta rambutnya berubah menjadi warna abu-abu, penderitaan Rxeonal telah selesai ketika lambang itu menghilang. Master menghela nafas panjang dan ia segera membantu raja iblis itu dengan melakukan transfer beberapa tenaga kepada dirinya.
"Ughhh... Apa yang... terjadi...? Kenapa aku menjadi tua...?"
"Sepertinya anak-mu telah merebut semua yang kau miliki di dalam dirimu, Rxeonal. Sekarang kau tidak jauh lagi dari sampah yang tidak berguna." Master tersenyum sinis.
"Anak durhaka... Sialan...!!!"
Rxeonal menerima takdir-nya sendiri karena setiap tujuan dan mimpi memiliki resiko itu tersendiri, Master masih ingin menggunakan Rxeonal sebagai alat agar tujuan-nya juga bisa tercapai. Tidak lama kemudian Rxeonal bisa jalan dan berdiri di atas lautan darah melihat banyak sekali mayat yang mengambang, Master menjelaskan situasi yang mereka hadapi karena ia menyaksikan segalanya termasuk semua pasukan yang sudah gugur kecuali Yusa yang terlihat seperti mencoba untuk mencari seseorang yang masih selamat.
"Tidak mungkin...! Apa yang telah aku perbuat...!?" Yusa bergerak mengelilingi wilayah itu dengan air mata yang mengalir deras, ia baru saja menyelamatkan Alisha dan Itsuki tetapi yang lainnya tidak karena mereka menghilang karena lautan darah itu.
Pemandangan Yusa dipenuhi dengan mayat yang sudah tidak bernyawa, tidak ada lagi pasukan yang selamat. Serangan tadi memang berakhir cukup berbahaya sampai-sampai seluruh pasukan terbantai habis, untungnya Yusa dan Karla masih bisa bangkit mencari pasukan yang selamat atau terluka tetapi mereka tidak menemukannya lagi.
Semakin waktu berjalan, Yusa hanya bisa melihat Karla, Alisha, Itsuki, Vier, Vania, dan Elvano. Tidak ada lagi yang selamat, mereka sudah gugur dalam melaksanakan perang penentuan. Tidak ada pemenang kecuali kehancuran yang lebih dahsyat dari perang itu sendiri.
Yusa duduk di atas darah dengan wajah yang pasrah karena tidak bisa melihat Kizura dan rekan-rekannya yang lain. Sepertinya mereka telah gugur karena lautan daratan ini, sebagian besar pasukan terbunuh karena terbakar dan tenggelam, seluruh kehancuran itu disebabkan oleh satu orang yaitu Yusa dan ia segera merasa panik juga bersalah.
Dengan berakhirnya perang, raja dari bangsa Oni yaitu Oni Rxeonal datang menghampiri Yusa dengan penampilan yang berbeda. Melihat dirinya yang tua membuat Yusa merasa kasihan dan juga bersyukur bahwa dirinya masih bertahan hidup, Rxeonal ini bisa saja menjadi kunci agar Yusa bisa menjadi lebih kuat atau bisa mengetahui tempat dimana Raijin berada.
Rxeonal menjelaskan situasi tentang penampilan-nya ini, ini semua karena perbuatan dari Selvia. Rxeonal berbohong tentang Selvia sampai mereka mulai tidak mempercayai siapapun kecuali diri mereka sendiri, melihat situasi wilayah itu yang akan menjadi sejarah membuat Rxeonal menawarkan Yusa bersama rekan-rekannya untuk menjadi pasukan terkuat-nya.
Vier menolak karena dia memiliki urusan lain, dia segera pergi meninggalkan wilayah itu. Yusa segera menerima tawaran itu karena tujuan-nya untuk menjadi pasukan terkuat Rxeonal akhirnya terkabulkan dengan mudah. Yusa bersama rekan-rekannya kecuali Vier telah diangkat oleh Rxeonal menjadi pasukan terkuat bangsa Oni.
Waktu mulai berjalan, dua hari kemudian desa Oni yang baru telah tercipta bersama dengan bangsa Oni yang baru bahkan lebih kuat. Desa Oni sekarang memiliki sebuah pemakaman untuk semua iblis yang gugur dalam perang melawan raja Ceytamold bersama pasukan-nya, mereka akan terus dikenang dan bahkan tercatat dalam sejarah.
Beberapa tahun kemudian, bangsa Oni sekarang dijuluki sebagai bangsa terkuat yang ada di dalam semesta Zuusuatouri. Walaupun terkuat bangsa Oni sudah jelas memiliki saingan-nya yaitu bangsa Giblis, bangsa Giblis masih belum punah dan itu adalah tugas utama iblis takdir bersama seluruh bangsa Giblis yang ada untuk membasmi-nya.
Tetapi, ancaman yang sebenarnya untuk sekarang bukanlah bangsa Giblis melainkan bangsa Legenda, ras Legenda adalah ras petarung yang sangat berbahaya dan juga dapat mengancam kehidupan untuk bangsa Iblis itu sendiri. Rxeonal sudah menjelaskan banyak tentang Legenda kepada seluruh bangsa-nya sampai berita negatif tentang Legenda mulai tersebar dimana-mana, apa yang Rxeonal katakan itu adalah fitnah dan bohong sampai Alisha sendiri mulai mencurigai dirinya.
Seluruh berita yang Rxeonal sebarkan itu ia dapatkan dari Master yang membohongi dirinya tentang bangsa Legenda. Dengan berita yang tersebar, seluruh iblis mulai berhati-hati ketika bertemu dengan iblis, sebagian-nya pergi meninggalkan semesta Zuusuatouri untuk mengunjungi semesta Yuusuatouri. Semua iblis yang berada di semesta Yuusuatouri atau tempat tinggal-nya bangsa Legenda segera menyerang semua Legenda yang ada dan juga kuat sampai mendeklarasikan perang.
Seluruh pasukan Rxeonal sudah berlatih penuh, mereka sudah siap untuk melawan bangsa Legenda dan membasmi mereka semua. Menjalankan perintah Rxeonal yang sangat mutlak, seluruh pasukannya harus membunuh semua Legenda sampai habis, jika satu pasukan pulang maka mereka akan mendapatkan hukuman mati dari Rxeonal itu sendiri.
Di sisi lainnya, Yusa berbaring di atas tempat tidur-nya mengalami mimpi yang cukup buruk karena ia sedang bertarung melawan seorang Legenda yang kuat. Bertarung melawan-nya saja sudah mampu membuat dirinya berkeringat dingin ketika melihat mimpi itu, lawan-nya sangatlah kuat bahkan dia memiliki perubahan yang dapat meningkatkan atribut-nya sendiri.
Yusa membuka kedua mata-nya, "Mimpi yang buruk... Sebenarnya apa yang aku takut-kan dari ras parasit seperti Legenda...? Beberapa hari lagi misi-ku sebagai pemimpin pasukan terkuat Rxeonal akan dimulai, aku harus siap melawan Legenda apapun..."
"Tetapi Legenda itu aneh... Dia kebal terhadap apapun serta dia mampu menyerap habis formasi potensi penuh dari Luz Demonio..." Tatap Yusa kesal.
***
Rxeonal duduk di atas tahta-nya melihat seluruh pasukannya yang menjalankan misi dengan benar, populasi Legenda mulai berkurang ketika ia menyuruh seluruh pasukan terkuat-nya untuk melawan bangsa Legenda itu. Jika saja Rxeonal kembali muda maka dia juga akan ikut berperang melawan semua raja Legenda yang ada termasuk dewa-dewi-nya juga.
Master muncul di belakang Rxeonal dan menepatkan jantung Rxeonal di atas meja, "Rencana-mu... Sepertinya kau benar-benar akan membantu-ku meraih tujuanku, bukan hanya tujuan saja tetapi masa depan yang dipenuhi kedamaian untuk bangsa Iblis sudah dekat."
"Sebentar lagi aku akan melakukannya sendiri... Membasmi seluruh pasukan Legenda itu..."
"Kau ini lemah dan tua... Apa yang akan kau lakukan...?"
"Aku sudah memberi sebuah misi kepada Majin dan Majiru untuk mengikuti turnamen yang bernama [Tournament of Solicitation], turnamen itu berada di luar ketiga semesta ini. Bisa dibilang turnamen itu berada di perbatasan inti semesta yang bernama [Touri]."
"Hahhh... Turnamen itu ya, pemenang dari turnamen itu akan mendapatkan sebuah alat yang dapat mengabulkan segala permintaan..."
"Ya... Jika mereka berdua menang maka aku akan kembali muda serta kekuatan-ku akan kembali. Jika seluruh kekuatan-ku sudah kembali maka Yuusuatouri sudah pasti akan urus sendiri menggunakan kekuatan yang kau berikan..."
"Ya... Aku masih memiliki pedang kehancuran dan..."
"...aku dapat memberimu keabadian." Master tersenyum jahat.