Luz Demonio

Luz Demonio
32 - Sejarah



""RAAAAGGGGHHHHHHHHHHH!!!""


Semua Giblis itu sudah mengambil alih wilayah desa Succubus sepenuh-nya sampai mereka semua bergabung untuk menciptakan desa yang besar dimana bangsa Giblis tinggal untuk menciptakan pasukan yang berjumlah lebih untuk bisa menaklukkan segala-nya.


Semua Giblis itu sudah sepenuh berevolusi sampai titik dimana mereka sudah akan masuk fase untuk bisa berbicara dan memimpin pasukan mereka, pemimpin pasukan mereka bisa disebut sebagai [Jefeblis] dimana [Jefeblis] ini mampu mengontrol semua Giblis itu sehingga mereka semua akan menurut kepada pemimpin mereka sendiri.


Sudah menjadi perintah mutlak untuk bangsa Giblis dimana mereka tidak akan bisa berkhianat atau membunuh pemimpin mereka, sekali [Jefeblis] memerintah bangsa Giblis maka semua Giblis itu akan segera melaksanakan-nya mau tidak mau.


Terlahir-lah seorang [Jefeblis] di tengah pasukan Giblis itu, semua Giblis itu menatap pemimpin baru mereka dengan membulatkan kedua mata mereka sampai mengeluarkan bola mata mereka masing-masing lalu memasukkan-nya lagi. Ketika [Jefeblis] telah lahir maka semua bangsa Giblis itu tidak akan bisa berevolusi sampai fase [Jefeblis] itu sendiri.


Satu pemimpin sudah cukup untuk memiliki pasukan bangsa iblis yang bisa disebut terkuat atau bahkan ras terkuat di seluruh semesta jika mereka semua berhasil berevolusi menjadi fase terakhir mereka.


Satu pemimpin gugur maka salah satu dari bangsa Giblis itu akan menggantikan-nya dengan berevolusi menjadi [Jefeblis], bangsa Giblis bisa saja ditakuti oleh para dewa dan dewi jika evolusi mereka sudah mencapai titik akhir.


"Anak-anakku...!!! Kita semua bangsa Giblis sudah menaklukkan banyak sekali desa...!!! Dan ya...!!! Desa-desa itu diciptakan menjadi era baru untuk bangsa Giblis dimana kita semua akan menciptakan pasukan yang tak terbatas untuk menaklukkan segala-nya...!!!" Jefeblis itu mulai berbicara sambil melayang di atas langit menggunakan kedua sayap-nya.


""GRAAAAAAGGGHHHH!!!""


"Mulai sekarang... Aku Gobun, Jefeblis yang akan memimpin kalian semua untuk mencapai kemenangan tanpa batas...!!!" Gobun tersenyum sinis.


***


"Bangsa Giblis... Perang... Kedua hal itu tidak akan bisa dipisahkan dengan mudah bahkan mustahil untuk mencoba memisahkan istilah perang dengan bangsa Giblis. Kelahiran semesta Zuusuatouri, nenek moyang iblis sudah bertarung mati-matian melawan bangsa Giblis yang sudah terlahir sejak kelahiran Zuusuatouri..."


"Jutaan tahun terus terlalui dan sampai sekarang bangsa Giblis tidak pernah punah... Mereka itu abadi dalam hal kehidupan, mereka terus berperang di zaman apapun dan dimanapun berada perang pasti akan terjadi karena ulah bangsa Giblis."


"Zaman awal-nya kelahiran Zuusuatouri, dewa agung bernama [Zangges] menciptakan semesta Zuusuatouri dimana ia juga dalam proses-nya menciptakan kita semua... Ya, bangsa Iblis dimana dia juga harus menjaga keseimbangan dengan menciptakan iblis yang berbeda yaitu [Giblis] atau iblis gila. Kita sama, tetapi akal sehat kita jauh berbeda."


"Iblis dan Giblis pertama bertemu, apa yang Zangges harapkan adalah mereka berdua akan menciptakan keseimbangan yang adil, tetapi beliau salah sehingga mereka menyebabkan Zuusuatouri menjadi semesta yang sangat tidak seimbang karena peperangan yang terus terjadi serta keterbelahan-nya pihak yang terus muncul."


"Bagi bangsa iblis... Tujuan kita kadang berbeda-beda, ada yang menginginkan untuk menaklukkan segalanya dan ada juga yang ingin membawa kedamaian ke dalam semesta Zuusuatouri."


"Bangsa Giblis, dengan keunggulan mereka terhadap evolusi dan adaptasi, mereka memiliki kesempatan menang untuk bisa mengalahkan iblis bahkan seluruh bangsa-bangsa yang berbeda. Tidak ada lagi tempat yang aman untuk bangsa Iblis karena bangsa Giblis terus berkembang hingga menciptakan tempat tinggal mereka sendiri untuk menghasilkan pasukan yang lebih banyak lagi."


"Untuk mengatasi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, seluruh ras yang tinggal di dunia ini membentuk sebuah aliansi bernama [Truce Order] dengan tujuan untuk membawa kedamaian kepada Zuusuatouri. Bersama, kita sebagai anggota [Truce Order] bekerja sama untuk bisa mengubah semesta yang sudah hancur ini."


"Inti dari pembentukan aliansi besar ini adalah seluruh ras di persilahkan untuk masuk ke dalam [Truce Order]."


"[Truce Order] sudah lahir sejak dulu, era awal dari bangsa iblis dan Giblis. Sayang-nya aliansi ini masih belum bisa memenuhi tujuan-nya sampai era sekarang." Iblis yang mulai berbicara itu mengalihkan pandangan-nya ke belakang dimana ia selama ini sedang menjelaskan sejarah kepada ketiga iblis yang berusia remaja.


"Apakah kalian sudah mengerti sekarang...?"


"Hmm...! Tentu saja, kak Aldine memang mengingat sejarah-sejarah yang penting...!" Ucap ketiga iblis itu, mereka sangat terhibur mendengar sejarah tentang Iblis dan Giblis.


"Hebat... Aku berharap kalian bertiga bisa menjadi iblis yang hebat ketika sudah besar, teruslah berjuang demi [Truce Order] itu sendiri." 


Aldine mengusap kepala mereka satu-satu, mereka semua tersenyum lebar karena mendapatkan sebuah elusan dari iblis hebat di aliansi [Truce Order]. Ketiga iblis itu pergi meninggalkan Aldine sendiri karena mereka sudah mendapatkan semangat tinggi untuk pergi berlatih.


"Elder Section III, Oniyami Aldine." Seorang iblis yang hanya berpakaian bikini datang menghampiri Aldine.


"Hooo... Ada apa, Citranui?"


"Sebentar lagi... Aku sudah bisa merasakan-nya, Karla tidak sendirian karena ia pergi bersama anggota seksi dua lainnya yaitu Jesper dan Dahlia, semoga saja mereka dapat menjalankan misi dengan selamat." Aldine menyilangkan kedua lengan-nya.


"Kau memang selalu yakin..."


"Kita tentunya harus yakin bahwa semua ini terjadi, sejarah yang dulu juga harus bisa kita yakini bahwa kita juga bisa menciptakan sejarah yang lebih baik. Sudah saatnya aliansi ini mengubah semesta ini menjadi sesuatu yang pantas untuk di dapatkan."


***


Tempat rahasia [Truce Order], semua anggota aliansi dari Truce Order tinggal di tempat yang cukup aman dari luar dimana tempat itu tidak akan bisa diketahui oleh bangsa Giblis serta iblis dari bangsa yang berbeda.


[Baseruce], nama dari pusat tempat tinggal anggota aliansi Truce order, [Baseruce] ini sudah ada sejak era awal dimana bangsa iblis dan Giblis berperang serta era kedua dimana iblis memiliki banyak sekali pihak dengan tujuan mereka masing-masing.


"Seperti biasanya tempat ini akan terus berkembang bahkan bisa saja menjadi pusat tempat yang lebih canggih dari semesta Xuusuatouri!" Seorang iblis mulai berbicara sambil meregangkan kedua lengan-nya.


[Member of Section III - Oniyami Solia], gadis iblis kecil yang memakai jubah di seluruh tubuhnya dengan kedua tanduk yang mirip seperti unicorn. Rambut-nya berwarna hitam dengan kedua matanya yang bernama hijau.


"Apa yang Aldine bicarakan tentang yakin itu benar, tetapi jangan terlalu yakin seperti itu... Kau juga terlalu banyak berharap, Solia. Pusat tempat ini hanya dijadikan untuk tempat persembunyian dari luar sana yang tidak aman, jadi mungkin pusat tempat ini hanya sementara sampai tujuan [Truce Order] selesai."


[Member of Section I - Onijin Hanzo], iblis pria dewasa dengan penampilan yang dipenuhi luka di bagian seluruh tubuh serta ia sudah kehilangan mata kiri-nya, tubuhnya sangat kekar bahkan dia hanya menggunakan baju zirah yang sudah kotor dan retak. Rambutnya berwarna ungu dengan kedua matanya yang berwarna ungu gelap.


"Jangan menghancurkan semangat-ku untuk bekerja keras, Hanzo! Kau memanglah tidak menyenangkan, dasar bodoh! Hanzo bodoh!" Solia mengembungkan pipi-nya sambil memukul-mukul tubuh Hanzo.


Dari atas tempat pusat rahasia terdapat Aldine yang masih menjaga wilayah tempat rahasia dari [Baseruce], insting-nya sudah bisa merasakan keberadaan satu Giblis yang mengejar Karla bersama rekan-rekannya. Aldine hanya bisa mengepalkan kedua tinjunya sampai merah karena ia tidak mau kehilangan korban lainnya seperti Karla yang terluka.


Tempat dimana Karla berada, Kizura bersama rekan-rekannya lari secepat mungkin ke depan tanpa melihat belakang karena di belakang mereka terdapat Giblis yang berevolusi menjadi sebuah monster berkaki empat dan berwujud seperti serigala tetapi lebih menyeramkan.


Giblis itu membawa pasukan kecil yang berjumlah dua puluh di punggung-nya, Giblis yang berevolusi menjadi monster bisa di sebut sebagai fase [Montoblis] dimana terkadang mereka dengan beruntung akan mendapatkan fase evolusi tersebut.


Kizura melirik ke belakang dan ia meluncurkan beberapa api kemarahan ke arah Montoblis itu, Montoblis itu membuka mulut-nya selebar mungkin dan memakannya sampai menyerang balik dengan mengeluarkan sihir api melalui tiga ekor-nya.


"... ...!" Vier menghancurkan sihir-sihir tersebut menggunakan senjata-nya yang bisa digunakan dari jarak jauh.


"Kita tidak perlu melawan atau mereka akan beradaptasi dan berevolusi menjadi sesuatu yang mengerikan... Lebih baik kita segera pergi menuju Baseruce!" Ucap Jesper.


Montoblis itu melompat ke depan dan menghalang jalan Kizura dengan rekan lainnya sampai terjatuh di atas tanah karena injakan dari Montoblis itu mampu membuat daratan retak dan terbelah menjadi dua.


"GROAAAAGGGHHHHHH!!!" Montoblis itu membuka mulut-nya selebar mungkin dan mencoba untuk menghisap mereka semua masuk ke dalam mulut-nya.


"S-Sial...!" Majin mulai terasa seluruh tubuhnya seperti tertarik ke dalam mulut Montoblis itu.


ZBASSSHHHH!!!


Mulut dari Montoblis itu terkena serangan sihir yang meledak hingga menyebabkan Montoblis itu terdorong ke belakang, Kizura bersama rekan-nya tidak menyangka apa yang akan terjadi karena mereka baru saja terselamatkan oleh sebuah sihir ledakan yang datang entah dariman.


"B-Bukannya itu...!" Dahlia tersenyum lebar ketika melihat ledakan yang berwarna hitam itu.


"Elder Section III, Oniyami Aldine! Seorang iblis takdir yang mengangkat Moirai Arma akan memberi kalian sebuah pelajaran yang setimpal karena terus mengejar tim-ku sendiri..." Ucap Aldine, ia menatap Montoblis itu dengan sangat tajam.


"[Monstruo Demonio: Mitologia Formation I]" Aldine memejamkan kedua matanya sambil mengusap bilah katana itu dengan satu jari.