Luz Demonio

Luz Demonio
38 - Oni!? Onimakura!? Giblis!?



Rxeonal merasa puas terhadap dirinya sendiri untuk bisa menang melawan seorang raja dari bangsa Inugami yang mengandalkan kekuatan dari jantung Giblis. Tubuh Ceytamold yang terbelah mengeluarkan darah yang cukup banyak serta wajah-nya terlihat terkejut.


"Rxeonal... Menang...?"


Koreomi tidak menyangka bahwa Rxeonal bisa menang dalam pertarungan ini. Sesuatu yang tidak bisa disangkai oleh Koreomi sendiri karena ia terlalu fokus dengan serangan naga milik Rxeonal.


Xirkitsu tersenyum melihat teman lama-nya yang benar-benar tidak terkalahkan karena pengalaman-nya. Rxeonal mengangkat tinju-nya ke atas seolah-olah ia bergaya atas kemenangan-nya melawan seorang raja.


"Bangsa Inugami...! Akhirnya aku mengalahkan raja kalian yang gila terhadap dosa tersebut, ahaha! Sekarang aku tinggal datang menghampiri semua bangsa Inugami itu bahwa aku adalah raja baru mereka---"


Rxeonal melotot ketika merasakan sesuatu yang menyengat dari arah depan-nya, Rxeonal melompat ke belakang dan melihat sebuah tulang tajam yang berputar ke arah-nya sampai mengenai lengan kanan-nya.


ZBAAAASHHH!!!


ZLAAASHHH!!!


Lengan kanan dan ekor milik Rxeonal tertebas oleh tulang yang berputar itu, ia untungnya mampu merasakan serangan tersebut dengan cepat kalau tidak maka dia sudah tertebas di bagian leher-nya.


"A-Apa...!?" Koreomi terkejut melihat Rxeonal yang terkena serangan oleh Ceytamold.


"... ..." Rxeonal hanya bisa diam dan menatap ke depan dimana tubuh Ceytamold mulai melayang.


"Muehehehe... Dasar bodoh..."


"Muehehe... Mwehehehehe...!!! Behahahaha...!!! BWAHAHAHAHA!!!"


Ceytamold tertawa dengan nada yang keras, ia mulai melakukan fase fragmentasi yang mampu menciptakan tiga Ceytamold di depan-nya.


"T-Tidak mungkin...!"


Xirkitsu tidak menyangka melihat Ceytamold bisa melakukan fase fragmentasi yang sama persis seperti Giblis tetapi jauh lebih kuat karena Ceytamold seperti menciptakan klon-nya sendiri.


Pergerakan Ceytamold meningat drastis serta kekuatan-nya juga terus meningkat. Ia maju ke depan dan menyerang Rxeonal yang kesakitan.


Ceytamold menendang perut Rxeonal dan ia melompat ke arahnya lalu menginjak wajah-nya cukup keras. Rxeonal tidak diberikan kesempatan untuk menyerang karena Ceytamold terus menyerang-nya dengan semua kemampuan yang ia miliki.


"Muehehehe... Dasar raja Oni biadab... Kau tidak akan tahu betapa mengerikan-nya seorang raja dengan dosa yang munafik...!!!"


Xirkitsu dan Koreomi bergetar ketakutan melihat Ceytamold yang berjumlah lima mulai menyerang Rxeonal tanpa memberi-nya ampun.


"S... Sekarang... Ada lima Ceytamold...? Bukannya itu mustahil...!?"


"Inilah kenapa bangsa Giblis adalah bangsa yang layak ditakuti. Tujuan kita sebagai bangsa iblis yang tinggal di semesta ini seharusnya membasmi bangsa Giblis itu sebelum mereka menginjak puncak yang tidak bisa dibayangkan lagi." Xirkitsu terlihat putus asa.


"... ...!!!"


Koreomi sudah muak melihat bangsa Giblis yang terus bertambah kuat, ia mengepalkan kedua tinju-nya sampai berurat.


"Koreomi... Kau melakukan sesuatu yang gegabah sekali saja maka kau akan terbunuh...!" Xirkitsu bisa melihat Koreomi yang sudah muak.


"Nrrrggghhh...!!!" Koreomi mengeluarkan sebuah buah [Fruit of Rage] dan ia memakan-nya dengan kemarahan yang melonjak di talam tubuh-nya.


Melihat Rxeonal yang tersiksa oleh Ceytamold serta sudah kehilangan terhadap anggota seksi delapan membuat dirinya marah. Dia harus terus bertarung demi melindungi bangsa-nya dan membalaskan dendam terhadap anggota seksi delapan yang sudah gugur.


"KURANG AJAR...!!! KAU AKAN MEMBAYAR-NYA, CEYTAMOLD!!!"


Teriak Koreomi keras, sebuah aura berwarna merah oren muncul di sekitar tubuh-nya. Ia melesat menuju arah Rxeonal dan menendang wajahnya ke depan untuk menyelamatkan dirinya.


Koreomi muncul di depan Rxeonal dengan kedua telapak tangan-nya yang menciptakan dua api hitam dan merah, ia akan mengerahkan semua kekuatan yang ia miliki dalam satu serangan untuk mencoba mengalahkan Ceytamold.


"Makan ini...!!! Ceytamold...!!! [Satan's Burst Inferno]"


[Satan's Burst Inferno] satu-satunya sihir api yang paling panas di seluruh semesta. Api ini juga dapat membakar siapapun karena api ini tercipta dari segala api yang pernah ada.


Seseorang yang memiliki sihir ini mengartikan bahwa dia sudah berada di puncak kemarahan yang besar. Jika seorang iblis mengamuk maka mereka dapat menginjak sihir yang berjulukan [Satan].


Koreomi meluncurkan dua gelombang api panas yang tebal ke depan. Kelima Ceytamold itu tidak bisa menghindari karena terlambat, seluruh tubuh mereka langsung terbakar habis karena api tersebut.


Setelah mengeluarkan sihir yang bisa disebut terlarang, tubuh Koreomi terasa mati, ia sudah tidak bisa menggerakkan tubuh-nya lagi.


Kekuatan dan sihir juga sudah tidak bisa dirasakan oleh diri-nya sendiri. Asap-asap yang berada di depan Koreomi menghilang tertiup angin yang kencang dan menunjukkan beberapa anggota tubuh Ceytamold.


"Tubuh Ceytamold hancur hingga berkeping-keping...? Bajingan, kau ternyata membuka gerbang setan yang ada di dalam-mu ya..." Rxeonal terlihat kesal.


"Koreomi...! Dasar tolol! Kenapa kau mengeluarkan serangan sebesar itu dengan kondisi yang sempurna?! Setan yang ada di dalam-mu bisa saja menyerap apapun yang ada di tubuh-mu!"


Tubuh Ceytamold yang berserakan mulai bergerak dan membelah diri seperti fase fragmentasi.


"Gah...!?"


"Yang benar saja...!?"


Semua anggota itu mampu menciptakan klon Ceytamold lain-nya, Rxeonal sendiri terlihat kesal karena merasakan keberadaan mereka yang sama dengan Ceytamold asli.


"Kenapa dia bisa memperbanyak lagi!?" Tanya Koreomi yang sudah kehabisan tenaga.


Ceytamold bersama semua kembaran-nya hanya bisa tersenyum gila. Rasa nikmat mereka mulai terpenuhi melihat Koreomi dan Xirkitsu ketakutan, tetapi Rxeonal sendiri tidak karena ia terlihat kesal dan mencoba sekuat mungkin untuk bertarung dengan kondisi yang terluka.


Ceytamold bersama kembaran-nya melompat menuju arah Xirkitsu dan Koreomi dengan penuh tenaga, Rxeonal melesat menuju arah Xirkitsu dan Koreomi lalu menendang wajah mereka dengan penuh tenaga sampai mereka terpental jauh menuju arah barat.


Rxeonal menatap mereka semua untuk terakhir kali-nya lalu ia menggunakan sihir teleportasi-nya. Ceytamold gagal dalam mengakhiri kehidupan mereka dengan satu injakan.


Xirkitsu dan Koreomi terjatuh di atas daratan dimana mereka tiba di wilayah dimana bangsa Onimakura berlindung. Semua warga-nya merasa senang melihat Xirkitsu yang pulang dengan selamat.


""Itu raja Xirkitsu! Raja kita telah pulang dengan selamat...!!!""


Ketika semua bangsa Onimakura mencoba untuk menghampiri Xirkitsu, Rxeonal muncul dengan wajah dingin-nya sampai membuat semua bangsa itu mundur dan bersiap untuk bertarung melawan sesosok raja yang mengerikan yaitu Rxeonal.


"Raja Rxeonal...!!! Itu raja Rxeonal...!!!" Pemimpin pasukan meneriakan suara yang keras sampai semua pasukan mulai menjaga bangsa Onimakura yang tidak berdaya.


"Aku datang dengan damai, kampungan... Aku sedang tidak tertarik berperang dengan bangsa iblis selain Giblis. Raja-mu aman karena diriku." Ucap Rxeonal yang mulai meregenerasi tangan dan ekor-nya yang putus.


"... ..." Tenaga Rxeonal lumayan terkuras banyak.


"Itu benar semua-nya, tidak perlu takut karena raja Rxeonal berada di pihak kita sekarang." Xirkitsu bangkit dan mengusap darah di bagian hidung-nya.


"Rxeonal, aku akan kembali ke sana demi melindungi bangsa-ku sendiri. Lebih baik kau bersama Koreomi melindungi bangsa-bangsa yang aku sangat cintai." Suruh Xirkitsu.


"Jangan bersikap seperti seolah-olah kau pemimpin-nya, bodoh. Aku tidak akan melakukan perintah-mu itu, sadarlah siapa yang seharusnya melindungi bangsamu sendiri tanpa harus mengorbankan nyawa-mu. Mereka semua masih membutuhkan kepemimpinan-mu." Ucap Rxeonal.


"Aku tidak memiliki pilihan lain..."


"Diamlah, Xirkitsu! Aku tidak ingin kau berbicara seenaknya lagi di hadapan diriku, aku muak mendengarnya!" Rxeonal menghantam wajah Xirkitsu sampai terjatuh dan Koreomi segera menghalang Xirkitsu dari Rxeonal.


"Ini bukan saat-nya untuk bertarung seperti ini, raja Rxeonal. Mari kita sama-sama membuat sebuah rencana untuk bisa--"


"Iblis seperti kalian hanya akan menjadi hambatan untuk kemenangan kalian sendiri. Ini semua karena keterbelahan bangsa-bangsa yang ada." Ceytamold mulai berbicara dari arah timur.


Rxeonal dan Xirkitsu secara refleks mencari sumber suara Ceytamold, mereka melihat-nya di arah barat sedang berdiri tegak dengan wajah-nya yang psikopat.


"Apa kalian berniat kabur lagi raja dari bangsa hebat...? Kalian tidak akan bisa lari dari dosa."


Rxeonal sadar bahwa wilayah itu sudah dikepung oleh Ceytamold bersama kembaran-nya. Kesempatan mereka untuk kabur sudah tidak bisa diharapkan dan semua bangsa Onimakura itu bisa saja terbunuh jika mereka tidak memikirkan rencana untuk menyelamatkan bangsa Onimakura terlebih dahulu.


"Lebih baik kalian semua menyerah terhadap pendosa segalanya, raja iblis... Muehehe... Berserahlah kepada sang pendosa yang akan mencabut nyawa kalian seperti dewa kematian...!" Ceytamold maju beberapa langkah ke depan.


"Rxeonal..."


"Apa?"


"Aku akan tinggal disini. Aku akan melawan mereka sampai akhir kehidupan-ku sendiri." Xirkitsu melepas zirah-nya agar ia bisa bertarung dengan kecepatan tinggi.


"Koreomi, lebih baik kau pergi bersama semua bangsa-ku. Berharaplah bahwa sebuah keajaiban akan datang kepada bangsa Onimakura dan diriku sendiri."


"Hmph, Xirkitsu. Aku akan memukul-mu sekali lagi. Tetapi pukulan ini lebih pantas untuk iblis kampungan yang ada di depan kita. Jika kau ingin tinggal maka aku juga akan tinggal bersama-mu, Xirkitsu."


Rxeonal tersenyum kecil dan ia mulai menunjukkan kuda-kuda bertarung-nya.


"Kalian bicara apa!? Raja Rxeonal! Raja Xirkitsu!"


"Bukannya kau sudah dengar, bajingan? Lebih baik kau pergi sekarang juga!" Rxeonal menunjuk ke belakang dan menciptakan sebuah portal besar yang dapat membawa mereka pergi dari wilayah ini. Hampir sama seperti sihir teleportasi.


"T-Tidak...! Aku tak bisa meninggalkan kalian disini...!"


"Koreomi... Bukan-nya kau ingin menjadi raja selanjutnya dari bangsa Onimakura? Tugas pertama yaitu melindungi semua bangsa itu." Ucap Xirkitsu.


"... ..." Koreomi hanya bisa diam.


"Tolong jaga bangsa Onimakura untuk-ku. Sekarang pergi."


"Ugh... Sial...!" Koreomi menangis ketika mendengar perkataan itu. Semua bangsa Onimakura sudah pergi dengan masuk ke dalam portal tersebut sekarang tinggal Koreomi.


Koreomi pergi menghampiri portal itu dan ia melompat masuk ke dalam-nya. Portal tersebut langsung Rxeonal tutup dengan rapat.


"Hmph... Jadi, kakak... Apa kau ada rencana?" Tanya Xirkitsu dengan sebuah senyuman.


"Jelas tidak ada."


Semua pasukan kembaran Ceytamold sudah berbaris dan itu hanya bisa membuar Xirkitsu bersama Rxeonal tersenyum kesal.


"Mengamuklah sampai kau mati. Hanya itu rencana-ku." Ucap Rxeonal.


"Jadi begitu... Baiklah, ayo kita lakukan...!"