
"Itu tidak salah lagi... Ketua seksi ke tiga, Aldine...!" Jesper tersenyum.
Montoblis bersama pasukan Giblis lainnya mengalihkan pandangan mereka menuju arah Aldine yang sedang memejamkan kedua matanya, Montoblis itu mengeluarkan beberapa sihir lainnya ke arah Aldine.
"[Monstruo Demonio: Mitologia Formation I]"
"F-Formasi di d-dengar... Be-bersiaplah untuk memanggil m-makhluk mi-mitologi burung-burung yang a-ada." Monstruo mulai berbicara dengan nada terdengar malu.
Aldine menggenggam erat gagang katana-nya dan ia mengayunkan katana-nya ke depan sehingga bilah pedang tersebut bersinar cerah dan mengeluarkan beberapa burung mitologi tiruan yang terbentuk api hitam, semua burung-burung itu berhasil menghancurkan sihir yang dikeluarkan oleh Montoblis.
Aldine melompat ke atas dan menginjak seekor burung yang melesat menuju arah Montoblis itu, semua Giblis itu mulai beraksi dan menyerang semua burung yang mengelilingi mereka semua.
"GRAAGGGHHHHH!!!" Montoblis itu membuka mulutnya sebesar mungkin hingga menciptakan api hitam dan beberapa bola-bola hitam kecil di sekitarnya yang meluncur menuju arah Aldine.
"[Monstruo Demonio: Assault Formation I]"
"F-Formasi s-serangan siap untuk di-di-dilaksanakan, formasi sa-sa-satu dari Assault yang akan m-m-mengubah satu a-ayunan menjadi ju-ju-jutaan t-tebasan." Bilah katana Aldine bersinar cerah dan ia mengayunkan katana-nya secara vertikal ke depan.
Semua sihir Montoblis langsung hancur dengan satu ayunan, beberapa Giblis lainnya mulai menumbuhkan sayap dan mencoba untuk menyerang Aldine, tetapi Aldine hanya bisa tersenyum sampai ia menghampiri mereka dengan melompat.
"... ...!" Aldine melewati mereka semua dan membuat beberapa Giblis yang menyerang-nya bingung, Aldine tersenyum sinis dan mengayunkan katana-nya pelan hingga semua Giblis yang menyerangnya itu berubah menjadi potongan daging yang sangat kecil.
"H-Hebat...!" Majin sendiri merasa terkesan melihatnya.
"Masih terdapat banyak iblis takdir yang layak sepertinya..." Kizura terkesan melihatnya.
Aldine melihat Montoblis itu mengayunkan kedua cakar-nya ke arahnya, tetapi ia berhasil menghindarinya dengan terbang ke atas menggunakan kedua sayapnya. Setelah itu Aldine menciptakan tiga belati menggunakan tangan kiri-nya dan melempar ketiga belati itu menuju puncak kepala Motoblis tersebut.
BAMMMMM!!!
"Kemampuan untuk menciptakan belati yang memiliki sihir ledakan di dalam-nya, apakah seorang Vampire melatihnya...?" Majin menyadarinya karena ia pernah bertarung melawan Vampire sebelumnya.
"Ini adalah serangan terakhir...!"
Aldine mengangkat katana-nya ke atas selagi terbang menuju arah Montoblis dan menginjak otak-nya karena lapisan puncak kepala Motoblis itu sudah terbelah karena belati ledakan tadi. Tidak ada waktu yang tersia-siakan oleh Aldine karena ia langsung mengayunkan katana-nya secara horizontal menyebabkan Montoblis itu terbelah menjadi potongan daging kecil.
Aldine mendarat di atas tanah dengan noda-noda darah di sekitarnya tubuhnya, sisa-sisa Giblis lainnya langsung Aldine habiskan sebelum mereka beradaptasi dan membelah diri untuk menciptakan pasukan lain.
"... ..." Aldine menghampiri jantung Montoblis itu yang masih utuh dan ia merasa keberadaan seorang Giblis di dalam-nya, ia segera berbalik arah dan menghampiri Kizura sambil memasukkan katana-nya kembali ke dalam sarung katana-nya.
Ketika keseluruhan dari bilah katana-nya masuk ke dalam sarung, jantung yang berada di belakang Aldine berubah menjadi potongan-potongan daging kecil yang sudah tidak memiliki kegunaan apapun.
Aldine tersenyum melihat Kizura bersama rekan-nya yang terkesan melihat cara bertarungnya.
"Kenapa kalian terkejut seperti itu...? Bukannya kalian harus khawatir dengan luka-luka yang kalian miliki itu?" Aldine melempar beberapa botol ramuan kepada mereka yang masih bertahan.
Setelah di beri botol ramuan itu, mereka semua kembali pulih kecuali iblis-iblis yang masih pingsan.
Karla menatap Aldine dengan wajah yang tersipu karena ia telah gagal menjadi [Elder Section II], lengah karena serangan bangsa Giblis yang sudah sepenuhnya berevolusi.
Luka-luka yang dimiliki Karla masih terlihat oleh Aldine dan itu membuatnya tersenyum pahit melihat adik-nya yang terluka begitu parah, jika ketua dari aliansi [Truce Order] mengetahuinya maka Karla akan segera di hukum dan diturunkan dari [Elder Section II].
"Aku gagal lagi, kak... Aku tidak bisa menjadi ketua dari seksi kedua yang pantas, jika kakak tidak membantuku maka aku hanya akan menjadi anggota biasa saja." Karla mulai berbicara sambil mengusap-usap lengan-nya.
"Jangan mengatakan itu, apakah kau sudah lupa apa yang Kakak baru saja katakan...?"
"Hmm... Aku tahu..."
"Untuk sekarang, aku ingin menanyakan kalian beberapa pertanyaan." Aldine mengalihkan pandangan-nya kepada Kizura yang sedang mengobservasi jatung hancur milik Montoblis.
"Shimatsu Kizura, iblis perwakilan dari dosa [Wrath]. Sungguh kehormatan yang besar untuk bisa bertemu denganmu ini." Aldine tersenyum.
"Tidak perlu formal seperti ini. Apa mau-mu...? Ngomong-ngomong aku ingin berterima kasih kepadamu karena sudah menyelamatkan-ku bersama rekan-rekanku yang lain." Kizura mulai menatap Yusa, Kyra, dan Alisha yang masih pingsan.
"Apakah kau ketua-nya?"
"Bukan, ketua-nya adalah Oni Yusakage." Kizura menunjuk Yusa.
"Oni Yusakage..." Aldine menatap Yusa yang masih pingsan, ia menghampirinya dengan wajah yang terlihat yakin bahwa dia adalah pengangkat [Luz Demonio]
"Jadi pengangat generasi tujuh [Luz Demonio] adalah dia ya...? Seorang bocah kecil, tetapi potensi dan keyakinan-nya bisa aku rasakan..."
Aldine mulai mendekat dan menatap pedang [Luz Demonio] itu dengan sangat teliti, ia tidak bisa merasakan keberadaan Luz atau mungkin saja tenaga Luz sudah habis sampai ia harus tidur untuk sementara.
"Monstruo, apakah kau bisa merasakan keberadaan Luz...?" Tanya Aldine.
"I-Iya... Segera aku laksanakan, master..." Ucap Monstruo malu.
"Kau mengenal Luz...?" Tanya Kizura.
"Hahaha, dulunya aku pernah menjadi rekan Zhin... Dia adalah pemilik generasi 6 Luz Demonio. Aku sudah mengenal Zhin dan Luz cukup lama sampai aku tidak menyangka bahwa Zhin akan gugur secepat ini." Aldine tersenyum pahit.
"K-K-Keberadaan Luz sudah tidak bisa dirasakan l-l-lagi, m-master."
"Atroz Formation ya...? Hebat juga, bocah sepertinya mampu membangkitkan kekuatan dari formasi tersebut dengan cepat ya...?" Aldine memegang dagu-nya dan ia mulai bersiul memanggil beberapa elang yang memiliki dua tanduk besar dan panjang.
Mereka semua sudah tidak bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi sebelum bangsa Giblis lainnya mencium aroma mereka semua, semua elang yang Aldine panggil mulai mengangkat Kizura bersama rekan-rekannya. Tujuan organisasi Black Sun selanjutnya adalah mengunjungi Baseruce dan berlindung di sana dari serangan bangsa Giblis dan bangsa-bangsa yang lain.
"Truce Order... Apa tujuan kalian sampai menciptakan aliansi seperti itu...?" Tanya Kizura penasaran.
Aldine hanya bisa tersenyum, "Kita bangsa Iblis menginginkan kedamaian abadi untuk semesta yang sangat kita cintai, jutaan iblis yang sudah gugur menangis di alam sana mengharapkan bahwa generasi mereka selanjutnya bisa merasakan kedamaian itu seperti apa. Bukan hanya iblis saja, tetapi sebagian ras yang peduli terhadap semesta ini ingin membantu juga dengan menjadi anggota Truce Order."
"Satu-satunya cara untuk bisa menciptakan kedamaian abadi untuk semesta ini adalah membuat bangsa Giblis punah dan menggabungkan semua iblis menjadi satu tanpa harus ada bangsa yang berbeda."
"Inti-nya adalah... Bagaimana caranya kita bisa mengalahkan bangsa Giblis itu jika mereka bisa berkembang biak dengan cepat dan membelah diri dengan cepat...?!" Tanya Kizura kesal.
"Itulah yang ditakuti oleh iblis pertama yang lahir di semesta ini, bangsa Giblis saat ini sudah berjumlah lebih dari jutaan bahkan miliar. Mereka dapat berkembang biak dan menghasilkan anak lebih dari sepuluh dan anak-anak mereka akan diberi daging-daging iblis biasa sampai membuat mereka tumbuh cepat dan berevolusi lebih cepat dari sebelumnya."
"Giblis memiliki generasi juga, dulunya Giblis tidak bisa melakukan fragmentasi tetapi berkat generasi yang terus maju dan evolusi baru yang belum bisa diketahui dengan mudah... Giblis dapat melakukan fragmentasi semau mereka, pembelahan diri mereka mampu mencapai seratus, bukannya itu gila? Coba bayangkan saja... Semesta ini sudah tua karena bangsa Giblis itu." Aldine mengepalkan kedua tinjunya karena kesal mendengar Giblis yang terus berkembang cukup cepat.
"Inti dari kekuatan bangsa Giblis adalah mereka itu gila terhadap peperangan dan penaklukan... Mereka belajar cepat tentang kekuatan dan sihir apapun itu. Jika salah satu rekan mereka terbunuh maka Giblis yang melihat rekannya mati akan bisa beradaptasi dan meniru kekuatan atau sihir milik musuh itu sendiri. Kekuatan dan sihir apapun itu Giblis pasti akan bisa beradaptasi darinya hingga kebal juga termasuk."
Kizura melotot ketika mendengar penjelasan itu, apakah ras ini selalu mendapatkan keuntungan besar tentang pertarungan sampai-sampai mereka bisa di sebut kebal juga. Bangsa Giblis memang berpotensi bisa mengalahkan dewa dan dewi serta mereka juga bisa menciptakan pasukan tiada batas untuk menghancurkan segalanya.
"[Adaptability], kemampuan ini ditemukan oleh bangsa Giblis dan khususnya untuk mereka sendiri. Setiap pertarungan dan peperangan terjadi dimana Giblis menang maka mereka akan berevolusi lebih cepat serta pengetahuan mereka terhadap pertarungan dan kekuatan akan terus bertambah sampai titik batasan yang mustahil untuk dicapai begitu saja."
Bukan hanya Kizura yang mendengar, tetapi beberapa Iblis yang sadar mendengarkan apa yang Aldine katakan. Giblis sudah menjadi pelajaran penting untuk penghuni Zuusuatouri sendiri dan siapa tahu di waktu yang akan dekat bangsa Giblis akan menjadi pelajaran penting untuk semesta lain dimana mereka belum mengetahui spesies Giblis.
"Bangsa Giblis sebenarnya dulu bisa dikalahkan oleh kita bangsa Iblis, tetapi karena sikap natural kita yaitu kerakusan dan kehausan maka kita bangsa Giblis terbelah menjadi beberapa bangsa yang memiliki seorang raja dengan tujuan yang harus dilaksanakan bersama pengikut-nya sendiri."
"Aliansi ini tercipta hanya untuk mengakhiri bangsa Giblis dan setelah itu aliansi ini akan bubar, tapi sayang sekali tujuan kita semakin lama semakin sulit karena kelahirannya bangsa baru untuk iblis. Bahkan aku baru saja mendapatkan informasi bangsa Inugami dan Ajin memiliki kekuatan yang dapat membantu mereka untuk bekerja sama dengan bangsa Giblis, kedua bangsa itu berada di pihak Giblis dan ingin menjadikan mereka sebagai alat untuk berperang."
"... ..." Kizura mulai menatap langit-langit, "Sepertinya Zuusuatouri tidak akan bisa bertahan cukup lama ya...?"
"...Bersama dengan semesta lain juga." Lanjut Aldine.