Luz Demonio

Luz Demonio
75 - Arc 1 End - Sang Legenda



Yusa membasmi seluruh Legenda yang ada di hadapan-nya, membuat mereka semua langsung terbunuh. Yusa tidak lupa untuk menggali sebuah kuburan untuk mereka semua karena ia masih memiliki kehormatan yang tinggi bagi musuhnya sendiri, ia memberikan hormat-nya kepada seluruh Legenda yang telah ia bunuh.


Waktu berjalan sangat cepat, hanya menghabiskan lima bulan. Dua planet yang ada di dalam Yuusuatouri telah ditaklukkan oleh bangsa Iblis dan salah satunya oleh Yusa, berkat pertarungan-nya melawan bangsa Legenda, ia bisa merasa bahwa dirinya terus bertambah kuat sampai tidak ada batasan yang akan menghalang dirinya sendiri.


Yusa baru saja mendapatkan berita beberapa bulan yang lalu bahwa Majin berhasil melaksanakan tugas-nya untuk mengabulkan permintaan Rxeonal yang itu membuatnya kembali muda. Tetapi Majiru disambut dengan takdir kematian ketika menjalankan sebuah misi, ia terbunuh oleh seorang Legenda yang kuat dan bahkan Yusa terus memikirkan Legenda tersebut sampai insting iblis-nya sudah tidak sabar untuk membantu dirinya membunuh Legenda itu.


Sebelum Yusa menyerang planet yang baru saja diperintahkan oleh Rxeonal, ia bersama seluruh pasukan-nya menggunakan zirah yang terlihat keren. Baju zirah itu memiliki duri-duri merah serta warna dari zirah itu kehitaman dengan motif api darah di sekitarnya, zirah itu mengandung Oui yang cukup besar dan bisa saja menjadi cadangan ketika Oui yang mereka miliki sudah habis.


Kemampuan Yusa terus meningkat di setiap waktu berjalan, ia perlahan-lahan bisa menggunakan [Special Formation] dalam waktu yang cukup dekat. Tanpa menghabiskan banyak waktu lagi ia memimpin seluruh pasukannya untuk menyerang planet selanjutnya yang bernama [Legendarius], planet yang memiliki populasi Legenda berjumlah cukup tinggi.


Ketika mereka masuk ke dalam planet itu, mereka semua disambut hangat oleh bangsa Legenda dengan mengeluarkan sihir serta serangan kombinasi yang sudah mereka rencanakan. Yusa kehilangan banyak pasukan tetapi ia bersama pasukan lainnya mampu mengubah situasi dengan membunuh mereka langsung menggunakan senjata yang mereka gunakan serta sihir yang cukup mematikan.


Butuh waktu selama beberapa bulan untuk menghabisi seluruh populasi Legenda yang tinggal di planet Legendarius, Yusa terus mendapatkan pengalaman baru berkat bantuan dari insting iblis-nya sendiri, segala ancaman dan bahaya bisa ia rasakan sampai seluruh Legenda yang mencoba untuk menyerang dengan diam-diam langsung terbelah menjadi dua dengan hanya satu serangan.


"Lihatlah kekacauan ini..." Kizura selama ini menyaksikan Yusa yang membantai seluruh pasukan Legenda. 


"Jadi Kuro memberi diriku tugas yang lumayan netral. Aku hanya bisa menyaksikan perang antara Legenda dan Iblis, perang selanjutnya akan muncul. Perang di era apapun memang tidak akan pernah berubah..." Kizura menghela nafas kesal.


Yusa menggunakan seluruh kemampuan untuk menghabisi seluruh Legenda di berbagai desa dan wilayah, tidak ada satupun Legenda yang dapat menghentikan-nya karena mereka terus terbunuh dengan satu serangan atau satu kombinasi dari Luz Demonio yang sudah berada di tingkat tinggi. 


Rekan-rekan Yusa yang berasal dari aliansi tidak ikut menjalankan misi dengan-nya karena mereka memiliki misi sendiri kecuali Alisha yang melarikan diri karena memiliki kepentingan-nya sendiri. Sudah lama sekali Yusa tidak bertemu dengan Alisha, terakhir ia bertemu dengan Alisha itu ketika dia memiliki urusan penting di suatu tempat yang sangat jauh bahkan Yusa tidak bisa mengejarnya.


Seluruh tubuh Yusa dikotori dengan darah dari semua Legenda yang ia bunuh, ia bergerak maju sendirian sambil membersihkan bilah pedang-nya yang sudah kotor. Seluruh Legenda yang berdiri di hadapan-nya segera mengeluarkan sihir terkuat mereka sampai semua sihir itu disambut dengan beberapa ayunan dari pedang Luz Demonio, semua sihir itu segera terpental ke arah lain dan bahkan mengenai Legenda yang mulai mengepungnya.


"Luz Demonio: Assault Formation II"


"Formasi penyerangan kedua di dengar... Bersiap untuk melaksanakan formasi...!"


Yusa berputar 360 derajat, menyebabkan seluruh Legenda yang mencoba untuk mengepungnya hancur menjadi kepingan kecil, menciptakan hujan darah dari sang Legenda yang sudah gugur. Insting iblis Yusa mulai memperingati dirinya bahwa terdapat seorang Legenda di belakang-nya yang melompat menuju arahnya, ia mundur ke belakang dan menyambut serangan Legenda itu tersebut.


CLAAANG!!!


"Apakah aku akhirnya bisa menemukan lawan yang tangguh...?" Tanya Yusa.


"Lawan-mu adalah aku sekarang..." Ucap Legenda yang berpakaian serba hitam itu.


Tidak membutuhkan satu menit untuk Yusa mengalahkan Legenda tersebut dengan beberapa serangan kombinasi yang dapat membuatnya lemah, Legenda itu tergeletak di atas tanah dengan darah yang mengalir deras di bibir serta perut-nya yang sedikit terbuka karena bekas dari tebasan pedang itu. Dengan wajah yang terlihat seperti menahan rasa sakit, Legenda itu menunjuk Yusa menggunakan jari telunjuk-nya.


"Aku... tidak datang... sendirian..." Legenda itu memejamkan kedua matanya.


Yusa melebarkan matanya ketika merasakan hawa yang begitu panas di atas langit, sebagian dari pasukan-nya terbakar sampai isi perut mereka keluar dari dalam tubuh mereka sendiri. Yusa mulai berkeringat sampai tenaga dan kekuatan-nya terasa seperti mulai menghilang berkat hawa panas itu, ketika ia melirik ke atas terdapat sebuah matahari besar yang terlihat seperti bergerak menuju arah dirinya bersama pasukan-nya.


Seorang Legenda muncul di atas langit itu dan membelah matahari itu menjadi beberapa bola matahari yang lebih kecil, ia melempar semua bola itu ke daratan dan menyebabkan seluruh pasukan Yusa terbakar habis. Serangan itu tidak menjaminkan untuk selamat termasuk Yusa yang mencoba untuk melindungi dirinya sendiri menggunakan perisai yang ia ciptakan melalui tulang-nya sendiri.


Pemandangan yang dilihat Yusa itu dipenuhi dengan kehancuran, ia melihat seluruh pasukan-nya yang gugur terbakar sampai tidak ada satupun yang selamat kecuali dirinya sendiri. Legenda yang berada di belakang-nya tiba-tiba terlindungi dengan cahaya sampai ia kebal terkena serangan matahari itu. Tubuh Yusa bergetar hebat merasakan kekuatan yang cukup dahsyat di atas langit, insting iblis-nya bahkan membuat jantungnya berdetak cukup cepat.


Legenda itu mendarat di depan Yusa dan menghentikan serangan matahari-nya, penampilan Legenda itu terlihat cukup keren bahkan Yusa sampai memiliki rasa takut ketika melihat dirinya yang mulai berhadapan. Legenda itu tidak menggunakan baju sama sekali dan bahkan terdapat sebuah lambang matahari di dada-nya serta dua lambang cahaya di kedua lengan-nya.


"Cahaya...?"


Yusa menggenggam erat pedang-nya bersiap untuk bertarung melawan Legenda yang berdiri di depannya, Legenda itu tiba-tiba muncul di depan Yusa, membuat dirinya sempat terkejut karena mata kiri serta lengan kiri-nya memancarkan cahaya yang belum pernah ia lihat, sekali cahaya itu di lihat maka itu membuat Yusa tidak bisa menyerang untuk sementara karena ia tidak tahu keberadaan Legenda itu dimana.


Yusa sempat menyambut serangan Legenda itu menggunakan pedang yang ia pegang, tetapi daya serangan Legenda itu mampu membuat Yusa terdorong ke belakang. Legenda itu muncul lagi di depan Yusa kali ini menggunakan cara serangan yang berbeda dengan mencoba untuk menghantam wajahnya, tetapi Yusa menghindar. Di saat Yusa menghindar, Legenda itu menyerang dengan kedua kaki-nya yaitu menendang dirinya sebanyak dua kali sampai terdorong ke belakang.


Legenda itu terbang menuju arah Yusa dan Yusa melepaskan api mimpi buruk dengan mengayunkan pedang-nya beberapa kali, Legenda itu berhasil menghindari semua sihir itu dengan mudah sampai ia tiba di depan-nya dan memegang erat lengan tangan kanan-nya agar ia tidak bisa menyerang menggunakan pedang itu. Tinju kanan Legenda itu bersinar dan ia segera menghantam wajah Yusa dengan sekuat tenaga.


"Ughh...! Ras parasit sialan...! Bagaimana bisa kekuatan-mu terus meningkat seiring waktu berjalan...!?" Yusa mencoba untuk menyerang Legenda itu dengan lengan kiri-nya yang dikelilingi dengan Oui-nya, tetapi Legenda itu segara menggenggam erat tangan kiri Yusa.


"Jyaaggghhh...!" Legenda itu menyerang perut Yusa menggunakan lutut-nya sampai Yusa gagal untuk menahan-nya, serangan kedua segera mengenai perut Yusa dan kali ini menggunakan telapak kaki-nya, menyebabkan Yusa terpental ke belakang dan mengenai beberapa gunung di belakang-nya.


Legenda itu muncul di depan Yusa dan tidak membiarkan dia kesempatan untuk melakukan sedikit pergerakan, serangan selanjutnya yaitu tendangan mengenai perut Yusa sampai ia terjatuh di atas daratan bersama Legenda itu, menciptakan lubang yang cukup dalam. Yusa berhasil menyerang Legenda itu kembali dan serangan-nya mampu meninggalkan luka gores di pipi Legenda itu.


Mereka sekarang bertarung di dalam daratan, menciptakan lubang yang cukup besar di wilayah itu. Walaupun Yusa berhasil menyerang-nya, Legenda itu terus melampaui Yusa sampai kemampuan-nya sudah jauh dari Yusa sendiri. Legenda itu melakukan beberapa serangan kombinasi dengan memukul wajah Yusa beberapa kali serta menendang perut-nya beberapa kali.


Yusa menghantam wajah Legenda itu menggunakan gagang pedang-nya sampai Legenda itu terjatuh dan menyerang balik dengan melakukan backflip dimana ujung telapak kaki-nya menendang dagu Yusa, Legenda itu berputar dan mencoba untuk mengenai dada Yusa menggunakan tinju kanan-nya yang memancarkan cahaya terang.


Yusa menggenggam erat tinju Legenda itu dan ia segera mengayunkan Luz Demonio ke arah Legenda itu, Legenda itu segera menahan bilah pedang itu menggunakan lengan kiri-nya. Hal itu membuat Yusa melotot karena Moirai Arma dapat ditahan dengan hanya menggunakan tangan kosong.


"Apakah kau ingin tahu kesalahan besar-mu, Iblis...!?"


"Kesalahan apa...!?"


"Tekad-mu serta kemampuan bangsa-mu sendiri...!" Legenda itu mengerahkan pukulan yang menyakitkan, mengenai perut Yusa sampai ia segera bungkuk dan tidak bisa melakukan apapun kecuali menahan rasa sakit itu.


"Perbedaan di antara bangsa kita sendiri...! Seluruh Legenda yang sudah kau bunuh...! Iblis sepertimu yang naif dan mengaku bahwa kalian lebih dominan terhadap kekuatan...!" Legenda itu mencekik leher Yusa dan ia terbang ke atas lalu melemparnya dirinya ke dalam lubang yang sangat dalam.


Legenda itu terbang menuju arah Yusa dan menggenggam erat wajahnya membuat punggung Yusa menggali lubang yang cukup dalam, "Tubuh Legenda... Bangsa Legenda seperti kami adalah ras petarung yang hebat dan memiliki kekuatan yang lebih mendominasi di bandingkan kalian yang dipenuhi dengan kerakusan dan kegilaan...!"


"Bangsa Iblis seperti kalian tidak akan pernah mengerti... Tentang pengalaman serta kekuatan dari potensi bangsa Legenda, setiap kami bertarung kami mendapatkan sebuah kekuatan yang membantu kita untuk menjadi sang petarung yang hebat...!"


Legenda itu mulai menyerang seluruh tubuh Yusa dengan hanya menggunakan kedua tinju-nya, serangannya itu cukup cepat sampai Yusa tidak bisa menahan atau menghindar kecuali menerima semua serangan yang bertubi-tubi itu.


"Kau tidak akan pernah merasakan kekuatan di setiap luka yang kau miliki...! Kenapa iblis takdir seperti-mu menyia-nyiakan kekuatan yang hebat itu demi melampiaskan seluruh emosi-mu kepada bangsa Legenda seperti kita...! Legenda seperti diriku sudah mendapatkan pengalaman penuh serta latihan penuh yang dapat membuat-mu terbunuh dalam waktu yang pendek."


"Bangsa iblis seperti kalian hanya mementingkan kerakusan...! Kalian lebih dominan terhadap peperangan, tetapi kami bangsa Legenda akan terus mendominasi kalian dari cara apapun termasuk kekuatan...! Iblis seperti kalian tidak akan pernah merasakan pengalaman untuk menjadi sang Legenda yang layak...!!!" Legenda itu mengakhiri serangan-nya dengan mengumpulkan seluruh kekuatan di tinju kanannya dan setelah itu ia memukul perut Yusa cukup dalam.


Lubang yang mereka tepati mulai memancarkan cahaya yang sangat terang sampai Legenda itu melempar Yusa keluar dari dalam lubang tersebut, Yusa mengalami luka yang cukup parah sampai ia tidak bisa bergerak atau melawan kembali. Legenda itu muncul di hadapan-nya dengan ekspresi yang terlihat serius.


"Bagaimana bisa... bagaimana bisa ada batasan yang dapat menghalang-ku...?"


Legenda itu memegang erat rambut Yusa dan ia mengangkatnya ke atas, kedua tatapan Legenda itu mampu membuat Yusa semakin kesal karena kekuatan Legenda itu sudah tidak bisa ia rasakan serta dihitung.


"Mudah sekali..." Legenda itu menghantam perut Yusa sampai ia terdorong ke belakang.


"Kau hanyalah bangsa Iblis... Kalian bertambah kuat melalui peperangan yang kalian buat tanpa suatu alasan penting... Ya, kerakusan dan seluruh hasrat nafsu kalian dalam membunuh..." Legenda itu mulai berbicara.


"Berbeda dengan ras Legenda, berbeda dengan ras petarung sejati dan layak. Contohnya seperti Legenda seperti-ku yang mendapatkan gelar sebagai [Saint Legend]..."


"...Shiratori Shira...!!!" Legenda itu menaikkan aura-nya dan memperkenalkan dirinya sebagai [Shiratori Shira].


-Bersambung-


"... ..." Selvia meraba kedua pipi seorang Legenda yang berlutut di depan-nya, "Kau aman sekarang..."


-Luz Demonio Akan Kembali Pada Tahun 2020-


***


Jika kalian pembaca Luz Demonio yang belum pernah membaca [Yuusuatouri: A New Life Being A Legend] maka segera baca karena di novel tersebut menceritakan seorang Legenda yang sedang melawan Oni Yusakage yaitu [Shiratori Shira] serta keberadaan Master dan juga Rxeonal juga ditunjukkan di novel itu termasuk dengan misi Majin dan Majiru yang mencoba untuk membuat Rxeonal kembali muda.


Saya sebagai author dari Touriverse mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya karena kalian sudah membaca sampai titik ini, jangan lupa untuk baca novel Touriverse lainnya ya~ Aku akan menunggu kalian di novel Touriverse yang lain~