Luz Demonio

Luz Demonio
56 - Void



Iblis itu menerobos masuk ke dalam tubuh Carmekuma bersama naga yang ia panggil, menyebabkan Carmekuma itu memuntahkan banyak darah serta terdapat lubang besar di bagian perutnya. Iblis itu juga menendang wajah Carmekuma itu sampai terpental ke belakang dan terjatuh di atas tanah.


"... ..." Iblis itu menjentikkan jari-nya untuk menghilangkan semua rantai yang mengikat Carmekuma itu.


Yusa tidak bisa melihat siapa yang menyelamatkannya karena kondisi-nya berada di ambang kematian, tetapi Iblis itu segera menumpahkan beberapa cairan merah dari botol gelas yang ia keluarkan dari saku celana-nya. Seluruh kondisi Yusa kembali seperti semula kembali serta ia bisa melihat sesosok iblis yang menyelamatkannya.


"Siapa... kau...?" Tanya Yusa.


"Hanya seorang iblis Oni yang datang untuk menjaga kedua anggota Truce Order yang naif-nya terlalu berlebihan." Jawab iblis itu sambil terkekeh.


Master terlihat kesal ketika iblis itu memiliki sebuah kemampuan dan sihir yang belum pernah ia ketahui, ia mulai membantu Carmekuma berdiri dan ia segera memulihkan kondisinya dengan perlahan-lahan.


"S... Selvia..." Itsuki terlihat seperti ketakutan, iblis yang baru saja menyelamatkan mereka berdua adalah ketua seksi kesepuluh yaitu [Oni Selvia].


Selvia tidak ingin berbicara lagi karena ia merasa bahwa Carmekuma di belakangnya masih belum sepenuhnya terkalahkan.


"Intinya kau lindungi anak itu dulu." Ucap Selvia, ia membuka botol baru yang berisi cairan merah, ia menuangkannya di seluruh tubuh Itsuki bersama bayi itu untuk memulihkan kondisi mereka sepenuhnya.


"Terima kasih, Selvia... Maaf..." Itsuki menundukkan kepalanya, merasa bersalah.


"Tak apa, serahkan saja kepadaku." Selvia tersenyum.


Master hanya bisa melayang dan melihat anak dari raja Rxeonal yang memiliki kemampuan aneh, Carmekuma mengamuk sampai ia mulai menyerang Selvia dengan membabi buta. Selvia menarik Carmekuma itu ke belakang menggunakan rantai yang keluar melalui simbol sirkuit sihir yang terletak di belakang makhluk tersebut.


"... ..." Selvia menatap tajam Master dan ia mencoba untuk menyerangnya, tetapi Carmekuma itu melepaskan aura merah yang menyebar di wilayah tersebut. Selvia hanya bisa diam dan ia segera menahan semua aura itu menggunakan kedua lengan-nya.


"Uck...!"


Selvia melebarkan matanya ketika seluruh tubuhnya terasa berat, gravitasi seolah-olah meningkat. Tenaga dan sumber Oui Selvia juga terasa seperti terkuras ketika terkena dengan aura merah itu, Selvia tidak bisa bergerak ketika ia mencoba untuk melakukan beberapa serangan, simbol sirkuit sihir yang menahan Carmekuma mulai hilang.


"Keparat...!" 


Selvia terdesak bersama Itsuki dan Yusa, mereka juga sama-sama tidak bisa bergerak karena aura merah yang telah menyelimuti wilayah tersebut.


Carmekuma segera menyerang Selvia dengan menendang-nya ke atas langit lalu makhluk itu menggenggam Selvia. Selvia dengan cepat meronta-ronta agar ia bisa bebas dari genggaman Carmekuma itu.


Selvia meledakkan dirinya sendiri membuat Carmekuma melepasnya, seluruh tubuh Selvia bersinar layaknya seperti cahaya matahari membuat Carmekuma memejamkan kedua matanya, hal itu juga mampu membuat Master terkejut karena seorang iblis mampu memiliki sihir cahaya yang kuat.


Jutaan duri meluncur cepat menuju arah Selvia, tetapi Selvia menciptakan jutaan simbol sirkuit sihir di sekitarnya dan muncullah rantai-rantai dari simbol tersebut untuk menghancurkan semua duri itu.


"[Chaining Voids]!" Selvia menunjuk Carmekuma dan semua rantai itu mencoba untuk mengikatnya, tetapi Carmekuma melarikan diri sambil menghancurkan semua rantai itu yang tidak ada habisnya.


Selvia menjentikkan jari-nya sehingga semua simbol yang berada di belakangnya tergabung menjadi satu menciptakan simbol yang lebih besar, sebuah rantai yang berukuran raksasa keluar melalui simbol itu dan melesat menuju arah Carmekuma, rantai itu mampu menciptakan belahan-belahan hitam di langit-langit dan itu membuat Master terkejut.


"A-Apa itu...?!"


Selvia mengangkat tangannya ke atas dan rantai raksasa itu melesat ke atas, Selvia tersenyum sinis dan ia menunjuk ke bawah dimana rantai itu mulai bergerak gesit menuju arah Carmekuma dan mendarat di seluruh tubuhnya, menyebabkan ledakan di tempat mendarat-nya rantai itu.


Ledakan yang besar melanda wilayah tersebut ketika rantai itu menyentuh Carmekuma dan daratan, untungnya Itsuki dan Yusa berhasil menghindari serangan tersebut jika tidak maka mereka akan masuk ke dalam jurang yang tercipta karena rantai raksasa itu.


Selvia menatap kedua tinjunya dan ia menghela nafas-nya, ia mulai menatap tajam Carmekuma dimana mata kirinya bersinar cahaya dan mata kanannya bersinar kegelapan, bola cahaya muncul di sebelah kirinya dan bola kegelapan muncul di sebelah kanannya membuat Master semakin bingung tentang kemampuan yang dimiliki oleh Selvia.


"... ...!" Selvia menunjuk Carmekuma itu menggunakan kedua telapak tangannya, menyebabkan kedua bola sihir itu mulai menciptakan jutaan pedang cahaya dan kegelapan di sekitarnya, ditambah lagi dengan beberapa senjata yang berbeda.


Itsuki terkejut melihat Selvia yang memiliki kekuatan mengerikan, semua serangan yang dilakukan olehnya seperti mustahil untuk ditahan atau dihindari, entah kenapa Selvia tidak menjadi ketua seksi ke satu.


Semua senjata Selvia melesat menuju arah Carmekuma, makhluk itu mencoba untuk menahan semua serangan tersebut serta menghindarinya tetapi tidak bisa karena dia sudah dikepung dengan jutaan senjata yang terbuat dari cahaya dan kegelapan, semua senjata yang mengenai Carmekuma memberikan banyak luka tusuk dan sayatan pada seluruh tubuh makhluk tersebut.


Carmekuma mengamuk dan mengaung sekeras mungkin mengakibatkan semua senjata Selvia untuk hancur, ia bergerak maju menuju arah Selvia dan mengayunkan kedua tinjunya secara bersamaan, Selvia seolah-olah membeku dan tidak bisa bergerak melihat aura merah darah yang membalut kedua tinju makhluk itu.


Selvia lagi-lagi tidak menghindar atau menyerang balik karena aura yang aneh itu, serangan Carmekuma kali ini menyebabkan Selvia terpental akibat serangan tersebut.


Carmekuma melakukan serangan kombinasi. Ia bergerak cukup cepat dan menyerang seluruh tubuh Selvia beberapa kali, membuatnya terpental menuju daratan dan menciptakan lubang yang besar, satu simbol sirkuit sihir muncul di atas langit dan mengeluarkan sebuah rantai yang membantu Selvia untuk berdiri.


"... ..." Selvia mengusap darah yang terdapat di mulut-nya.


"Aku suka musuh yang gila... Bahkan aku suka musuh yang membabi buta sepertimu, kampungan!!!" 


"[Void Javelin Bolg]!" 


Selvia menciptakan dua tombak yang terbuat dari cahaya dan kegelapan, ukuran tombak itu sangatlah besar hampir sama seperti raksasa. Selvia menunjuk kedua mata Carmekuma itu sehingga kedua tombak itu melesat menuju arah mata Carmekuma itu dan menusuk-nya sampai hancur.


Carmekuma itu meraung kesakitan dan Selvia mengubah kedua tombak itu menjadi bola cahaya dan kegelapan menggunakan sihir bernama [Void Recreation], Carmekuma mulai melakukan serangan membabi buta karena ia tidak bisa melihat.


Wilayah itu mulai bergetar dahsyat karena makhluk itu menginjak-injak daratan serta mengaum sekeras mungkin melepaskan aura merah darah yang mampu membuat tubuh Selvia kembali lumpuh, tetapi ia berhasil menggagalkan efek tersebut dengan memanggil simbol sirkuit sihirnya di depan seperti perisai.


Carmekuma berhasil meregenerasi kembali kedua matanya, ia menatap kesal Selvia dengan mulutnya yang dipenuhi busa-busa. Carmekuma mencoba untuk menyerang Selvia, tetapi ribuan rantai mulai mengikat tubuh Carmekuma dan menariknya ke belakang lalu mengangkatnya di tengah-tengah langit.


"GROOOOOO...!!!" Carmekuma itu menggerutu mencoba untuk terlepas dari rantai-rantai itu.


"Semakin banyak perasaan yang kau rasakan... Rantai itu hanya akan bertambah kuat dan menyerap apapun yang ada di tubuh termasuk darah dan daging, aku bisa merasakan amarah yang diserap terlebih dahulu..." Selvia tersenyum sinis.


Master muncul di depan Selvia dan tiba-tiba seluruh tubuh Master ikut terikat dengan rantai yang muncul melalui punggung Selvia, seluruh tubuhnya langsung merasakan sumber tenaga dan Oui yang tidak terbatas ketika berhasil mengikat seluruh tubuh Master.


"Aku menangkap-mu." Selvia mengalihkan pandangannya kepada Master.


Selvia segera melepas jubah dan topeng yang digunakan oleh Master, penampilan asli Selvia bisa terlihat jelas oleh dirinya sendiri dan ternyata dia bukanlah Iblis melainkan ras yang memiliki penampilan sama seperti manusia, Selvia tidak akan menyangka bahwa Master adalah manusia ketika ia merasakan sumber tenaga dan Oui yang masuk ke dalam tubuhnya.


"Kau ternyata seorang Legenda ya...?" Tatap Selvia serius.


"Kau... Bagaimana bisa kau mengikat seperti ini, kau berbeda dari iblis lainnya... Sihirmu bukanlah murni dari iblis itu sendiri."


"Kau ada benar-nya, ibuku Aldine mewariskan sihir kuno yang bernama [Void]. Sama halnya dengan Carmekuma itu yang memiliki sihir kuno [Crimson], aku mengerti sekarang." Selvia menatap tajam Master.


"Legenda sepertimu... Mencoba untuk melakukan deklarasi perang dengan bangsa Giblis..." Tatapan Selvia mulai terlihat mengerikan.