
Yusa bersama rekan-rekannya yang terluka mulai di rawat di tempat yang sangat nyaman, mereka semua mendapatkan beberapa obat dan layanan penyembuhan dari bangsa [Fallen Angel], obat-obat dan layanan penyembuhan itu hanya dapat membuat Yusa dan Kyra manjur hingga mereka berdua kembali bangun.
"Mereka sepertinya mendapatkan takdir yang cukup baik untuk bisa selamat melawan bangsa Giblis yang sudah sepenuhnya berevolusi." Ucap Hanzo sambil menatap Yusa dan Kyra yang kembali siuman sedangkan beberapa anggota Truce Order mulai memberi kehormatan besar kepada bangsa Succubus serta ratu-nya yang bernama Dyiamire dimana mereka semua gugur di medan perang melawan bangsa Succubus.
"... ..."
Kizura hanya bisa diam di depan batu nisan milik Dyiamire, semua batu nisan itu melambang semua ras yang gugur terhadap pertarungan melawan bangsa Giblis. Kizura sendiri tidak menyangka bahwa terdapat banyak sekali korban yang gugur.
"Aku tidak menyangka bahwa iblis perwakilan amarah sepertimu akan menampakkan diri-mu di tempat seperti ini." Kizura mendengar seorang iblis yang berbicara di belakangnya.
"Apa mau-mu...?"
"Hoooo... Ternyata sejarah tentang kekuatan tujuh dosa besar itu memang benar, kau adalah Shimatsu Kizura ya... Menarik sekali."
[Elder Section I - Onikage Takao]
"Jika kau tidak memiliki urusan yang penting dengan-ku maka jangan seenaknya berbicara kepadaku seolah-olah kau mengenal diriku..."
Kizura mulai pergi mengelilingi semua batu nisan itu untuk memberikan kehormatan-nya, Takao sang ketua dari seksi ke satu yaitu seksi tertinggi di [Truce Order] baru saja diabaikan oleh Kizura sendiri dan itu adalah tindakan yang sangat tidak sopan sehingga membuat Takao merasa kesal dan siap untuk mencoba menyerang-nya.
"Jagalah karakter-mu, apakah kau mau dia menurunkan pangkat-mu lagi, Takao...?" Wakil ketua seksi satu mulai berbicara dan mengontrol emosi Takao sendiri.
[Vice-Elder Section I - Onikage Motobi]
"Aku tahu itu, Motobi. Lebih baik kita pergi dan bertemu dengan generasi ke tujuh dari Luz Demonio."
Takao dan Motobi berjalan pergi meninggalkan Kizura sendirian, mereka tidak ingin berbuat masalah dengan perwakilan dari dosa amarah. Aldine datang menghampiri Takao dan Motobi dengan ekspresi yang terlihat kesal karena mereka seksi ke satu tidak melakukan pekerjaan yang pantas seperti membantu bangsa iblis yang berperang dengan bangsa Giblis.
"Takao... Kau adalah ketua dari seksi satu dan pekerjaan-mu hanya beristirahat di tempat seperti ini... Apakah kau pantas di sebut sebagai ketua yang layak?" Tanya Aldine.
"Aldine ya... Ahaha, apakah bawahan sepertimu berhak mengkritik-ku seperti itu, hah? Aku sudah lelah dengan menyelamatkan semua iblis yang lemah, mereka hanya akan menghambat semuanya termasuk membuat bangsa Giblis itu kuat."
"Bangsa Giblis bertambah kuat karena kau baru saja memberi mereka semua kekuatan dengan membiarkan bangsa Iblis yang berperang mati!" Teriak Aldine.
Walaupun Takao dan Motobi sudah melakukan tugas mereka yaitu membasmi bangsa Giblis yang berkeliaran, mereka sudah tidak tahan menyelamatkan iblis-iblis lemah yang melawan bangsa Giblis. Ia sendiri pikir bahwa iblis-iblis itu melakukan tindakan gegabah dan seharusnya mereka tidak melakukan hal seperti itu.
"Apakah kau ingin bangsa Giblis itu beradaptasi dan mengetahui informasi tentang Truce Order...? Tentang kekuatan-ku dan Motobi...? Bukannya sekarang Giblis sudah bisa mendapatkan informasi dengan tatapan tajam mereka, informasi yang mereka dapatkan akan menyebar disetiap otak Giblis yang ada!"
Takao kehilangan kontrol sampai ia memegang kerah baju Aldine dengan erat, mereka berdua mulai saling menatap satu sama lain dengan tajam sampai menarik perhatian beberapa anggota yang lewat.
"Lebih baik yang lemah saja yang ditinggal atau yang kuat akan tertindas dengan informasi yang mereka dapatkan...!" Takao mulai menangis dan tangisan itu bisa Aldine rasakan karena seksi satu sudah kehilangan banyak sekali anggota karena pertarungan melawan bangsa Iblis.
Semakin banyak korban dari seksi satu jatuh maka semakin berat depresi yang Takao alami, depresi berat itu bisa saja menghancurkan akal pikiran Takao dan mengubahnya menjadi akal pikiran egois dimana ia hanya memperdulikan sesuatu yang benar-benar penting.
"Lebih baik kalian berhenti bertengkar." Vier datang menghampiri mereka karena menarik perhatian sekitar itu tidak baik.
Mereka bertiga menatap Vier dengan tatapan yang terlihat dingin, Vier terbawa masalah itu karena Karla memperingati-nya agar Aldine tidak bertemu dengan Takao atau mereka akan menciptakan konflik yang menarik perhatian bagi anggota lain.
"Apa yang kau mau, iblis...? Kewajiban apa yang kau miliki sampai mencoba untuk menghentikan pertengkaran kita?" Tanya Takao.
Aldine menghantam tangan Takao dan ia mundur beberapa langkah, "Takao... Aku turut berduka cita terhadap anggota seksi satu yang sudah gugur, tapi aku baru saja mendengar rumor bahwa kau mengorbankan mereka semua demi keselamatan-mu sendiri."
"Apa kau bilang!?" Takao sudah berada di ambang kemarahan yang besar, tetapi Motobi menepuk bahu-nya dan menghentikannya dari kehilangan kendali.
"Takao, lebih baik kau abaikan saja apa yang bawahan-mu katakan. Dia bisa saja mengambil alih posisi-mu sebagai ketua dari seksi satu." Ucap Motobi.
Takao mengangguk, mereka berdua mulai berjalan pergi meninggalkan Aldine dan Vier. Mereka lebih baik memilih untuk mencari informasi lain tentang bangsa Giblis serta lokasi yang diserang oleh bangsa iblis.
"Terima kasih karena sudah datang, Vier."
"Tidak apa-apa, aku hanya numpang lewat."
"Begitu ya...? Kalau begitu kondisi Yusa dan Kyra sudah baikan...?" Tanya Aldine.
"Mereka sudah bisa jalan dan saat ini Karla membawa mereka menuju tempat ketua dari [Truce Order]."
"Hooo... Sudah sampai proses itu ya, kalau begitu aku akan pergi untuk melihat kondisi di luar sana. Sampai jumpa lagi." Aldine melompat ke atas dan terbang pergi meninggalkan Vier.
"Dan sekarang aku di tinggal sendiri lagi..." Vier menghela nafasnya.
***
Di hadapan Kyra dan Yusa terdapat sebuah pintu besar yang berlapis berlian, Karla baru saja membawa mereka berdua ke tempat yang sangat jauh dah rahasia bahkan terdapat banyak sekali lorong seperti labirin yang tidak ada henti-nya, untungnya Karla memiliki akses sebagai ketua dari seksi dua jadi ia tidak perlu melewati labirin itu.
Yusa baru saja mendapatkan kabar bahwa Alisha masih berada di kondisi yang pingsan, hal itu membuatnya khawatir tentang dirinya sampai ia tidak bisa mendengar apa yang iblis di sekitarnya bicarakan termasuk Karla sendiri yang sudah beberapa kali diabaikan oleh Yusa karena rasa khawatir-nya terhadap Alisha.
Kyra dan Yusa sudah mendapatkan beberapa informasi penting ketika mereka pingsan, yang memberitahu mereka adalah Vier dan Karla berduaan sedangkan yang lain pergi untuk rehat dan melakukan aktivitas yang tidak terlalu penting kecuali Kizura yang memberi beberapa kehormatan untuk iblis-iblis yang gugur.
Vier sendiri tidak memiliki pekerjaan, ia lebih berpikir untuk mengunjungi beberapa tempat di Baseruce dan beradaptasi atau ia akan bingung untuk pergi kemana.
"Karla..." Panggil Kyra.
"Ada apa, Kyra?"
"Apakah ratu Dyiamire benar-benar tiada...?"
"Sayang sekali, Kyra... Ratu Dyiamire benar-benar sudah tiada karena pengorbanan dirinya yang membuat kita semua selamat dari serangan pasukan Giblis yang sudah berevolusi penuh." Karla merasakan perasaan yang pahit untuk mengatakannya lagi.
"... ..." Kyra hanya bisa diam dan meneteskan beberapa air mata.
Yusa mengepalkan tinju-nya sampai berurat dan memerah, "Bangsa Giblis bajingan itu tidak pantas untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan jika sudah menyebabkan banyak sekali korban jiwa...!!! Mereka akan aku beri penyesalan terbesar yang ada di dunia ini...!!!" Kedua mata Yusa mulai menajam dan itu membuat Karla terkejut.
Pedang Luz Demonio juga mendadak bersinar untuk sekejap, Karla bisa merasakan potensi Yusa yang meningkat dan insting-nya juga mengatakan bahwa Yusa tidak akan pernah menyerah terhadap tujuan-nya untuk membasmi semua iblis yang membuatnya sengsara dan putus asa termasuk bangsa Giblis dan iblis yang membunuh ibu-nya.
"Akhirnya kau bisa berbicara kembali, Yusa." Karla menatap Yusa dan ia mulai mengalihkan pandangan-nya ke arah lain.
Karla baru saja diabaikan lagi oleh Yusa dan itu membuatnya terkekeh kecil merasa seperti nyamuk yang lewat saja, sebentar lagi mereka akan bertemu dengan ketua dari Truce Order ketika mereka selesai melewati lorong di balik pintu berlian itu.
Menghabiskan beberapa menit untuk mereka masuk ke dalam ruangan dimana terdapat sang ketua dan wakil ketua dari [Truce Order] yang sedang menunggu kedatangan mereka, Karla menghadapi ketua itu dan ia mulai berlutut sambil menundukkan kepalanya untuk menunjukkan kehormatannya sebagai ketua dari seksi dua.
"Ahh... Karla, kau terlihat cantik seperti biasanya." Ucap ketua itu.
"Aku menerima pujian-mu sebagai hadiah, tuan..."
Ketua dan wakil ketua itu mulai menatap Yusa dan Kyra dengan tatapan yang terlihat santai bahkan mereka berdua mulai menunjukkan senyuman yang terlihat lembut, "Selamat datang, Kyra... Yusa... Perkenalkan, aku adalah [The Sire of Truce] atau bisa kau panggil sebagai ketua dari aliansi [Truce Order]."
"Namaku adalah Vimu. Panggil Vimu saja sudah cukup karena aku tidak berpihak kepada bangsa apapun."