Luz Demonio

Luz Demonio
70 - Julukan Bukanlah Kekuatan



Selvia dan Master saling menatap satu sama lain, mereka berdua sama-sama dikelilingi oleh aura yang sangat menyengat yaitu aura sihir kuno. Selvia menatap Master dengan kedua lengan-nya yang dikelilingi oleh portal Void, portal itu mampu menyerap apapun dan mengubahnya menjadi sumber kekuatan atau tenaga untuk dirinya sendiri.


"Monstruo Demonio: Dragon Formation III" 


"F-F-F-Formasi di dengar... B-Bersiap... u-untuk... melaksanakan f-formasi tiga... m-memanggil sang naga..." Ucap Monstruo.


Selvia memegang erat kedua gagang katana-nya dimana kedua bilah itu berubah menjadi bentuk naga yang dikelilingi dengan kegelapan, beberapa arwah naga kegelapan mulai muncul di sekitar tubuh Selvia dan mulai mengelilingi-nya, arwah naga itu cukup membantu Selvia karena ia bisa merasakan kekuatan dan juga tenaga yang terus bertambah di dalam dirinya sendiri.


"Dragon Chaining Void....!" 


[Dragon Chaining Void], Selvia menggunakan sihir kuno-nya yang dapat menciptakan atau mengubah naga menjadi lebih kuat dengan mengikat naga itu dengan rantai-rantai kegelapan. Dengan kemampuan yang tercampur dari Moirai Arma dan sihir kuno, Selvia memiliki kesempatan besar untuk bisa menang melawan dewi dari sihir Crimson.


Selvia bergerak gesit ke depan sambil mengayunkan kedua katana-nya dengan bersamaan, menciptakan tiga naga yang mulai keluar dari daratan di sekitar Master. Ketiga naga itu terang menuju arah Master dan mencoba untuk melahapnya, tetapi Master terbang ke atas dan melihat ke bawah dimana naga-naga itu terus mengikuti dengan rantai di sekitarnya yang mencoba untuk mengikat tubuh Master.


Master tidak menyangka bahwa iblis biasa seperti Selvia dapat membuat dirinya sendiri kesulitan, menggunakan sihir Crimson atau Sacred itu tidak akan mempan karena semua rantai yang berada di sekitar naga itu segera menyerap-nya dan memberi Selvia kekuatan yang jauh lebih kuat lagi. 


Selvia menciptakan sebuah portal besar di atas-nya untuk memanggil dua naga yang memiliki sihir Crimson dan Sacred, Master tidak menyangka bahwa mortal seperti dirinya dapat mengontrol sihir kuno [Void] dengan sempurna. Master tidak bisa pergi kemana-mana karena dirinya terkepung dengan lima naga serta portal-portal yang muncul di sekeliling-nya.


"Walaupun kau memiliki julukan sebagai dewi Crimson... Kekuatan-mu tidak bisa menghancurkan mortal iblis sepertiku...!" Selvia menjentikkan jarinya, mengeluarkan beberapa rantai kegelapan dari portal-portal itu, mencoba untuk mengikat Master.


Master segera melindungi seluruh tubuhnya menggunakan aura Crimson serta ia melepaskan aura Crimson-nya yang dapat membuat seluruh rantai itu tidak bisa bergerak karena dikelilingi dengan aura Crimson itu. Selvia muncul di depan Master ketika Master mengedipkan mata-nya, semua naga yang mengelilingi-nya telah hilang karena masuk ke dalam kedua bilah pedang katana yang Selvia pegang.


"Haarrrgggghhhh...!!!"


Selvia melakukan sebuah serangan yang meninggalkan luka bekas [X] di perut Master, serangan tersebut mampu membuat Master memuntahkan darah yang cukup banyak serta mendorongnya ke belakang. Kedua bilah pedang itu tiba-tiba memanjang dan berubah menjadi sesosok naga Crimson dan Sacred yang menggigit lengan Master lalu menyerang seluruh sihir Sacred dan Crimson yang ada di dalam tubuhnya.


"Agggghhhhhhhhhhhhh...!!!" Teriak Master kesal, ia membelah kepala naga itu menjadi dua menggunakan [Crimson Chronicles].


Untungnya hanya kepala yang dibelah oleh Master karena Selvia dapat menggunakan sihir-nya untuk menyembuhkan kembali naga Crimson dan Sacred-nya. Selvia bergerak gesit menuju arah Master dengan naga cahaya dan kegelapan yang mengelilingi tubuhnya sendiri, kedua bilah pedang Selvia mulai memanjang dan bersiap untuk berubah bentuk menjadi seekor naga yang akan melahap tubuh Master.


Selvia membuat Master lengah dengan menendang wajahnya, Master sudah mencoba menggunakan sihir ilusi dan barrier, tetapi kedua sihir itu segera gagal ketika portal Void di kedua lengannya menyerap kedua sihir tersebut dalam waktu yang singkat. Master melepaskan sihir gelombang Final Shine Attack, tetapi sihir tersebut hancur seketika di makan habis oleh kedua bilah pedang Selvia.


"... ...!" Master tidak bisa melakukan apa-apa lagi kecuali menerima serangan dari Selvia.


"Dragon...!"


Kedua mata Selvia terbakar dengan kegelapan dan ia melakukan serangan kombinasi yang tidak bisa terlihat oleh Master, ketika ia mengedipkan mata-nya, Selvia berada di belakangnya bersama kelima naga-nya yang mengelilingi tubuhnya. Beberapa luka tebas dan bekas mulai bermunculan di sekitar tubuhnya, menyebabkan seluruh luka itu mengeluarkan darah yang mengalir cukup deras.


"Hueeeggghhh...!" Master menutup mulutnya sendiri karena mulut-nya terus mengeluarkan darah.


"Flash..." 


Seluruh tubuh Master bersinar sehingga ia merasa seperti diserang oleh jutaan pasukan yang memegang senjata menyakitkan, Master mengeluarkan suara teriakan yang keras berkat kemampuan kombinasi Selvia. Darah terus mengalir deras dari seluruh tubuh Master menyebabkan dirinya menciptakan hujan darah sendiri.


Master dipenuhi luka sampai Rxeonal yang masih memulihkan diri tidak menyangka bahwa putri-nya sendiri dapat menantang seorang Dewi dan menang. Kemampuan Selvia terlalu diremehkan oleh Rxeonal sehingga ia tidak mengetahui banyak tentang Aldine yang terus menyembunyikan kemampuan bertarungnya, jangan-jangan Selvia bisa menjadi sekuat ini berkat dari Aldine...?


Master menarik seluruh tubuh Selvia dan ia mulai mencekik lehernya, Selvia tidak merasa panik atau takut karena ia terus menata Master dengan ekspresi yang tenang. Ekspresi itu menunjukkan jati dirinya sebagai iblis biasa saja yang dapat mengalahkan seorang dewi Crimson karena kerja keras-nya bersama ibunya yaitu Aldine.


"Kerja keras sepertinya kadang memberi hasil yang memuaskan... Pengalaman bertarung, aku mendapatkan semua informasi  tentang bertarung dengan cara apapun berkat ibu-ku..." Selvia tersenyum kecil.


Selvia tidak mencoba untuk melepaskan dirinya karena cekikan Master semakin kasar, perut Selvia tiba-tiba menciptakan rantai yang mampu mendorong Master mundur serta mengikat perut-nya. Selvia menyerap seluruh aura Crimson dan Sacred yang ada di dalam tubuhnya, menyebabkan dirinya mengamuk dan melepaskan dorongan yang besar sampai Selvia terdorong ke belakang.


"Kau... Kau adalah mortal pertama yang...!!! Yang mendorong-ku sampai fase ini...!" Penampilan Master mengalami perubahan dimana rambut-nya berubah menjadi merah darah, ia melepas topeng-nya untuk menunjukkan wajahnya serta kedua matanya yang merah.


"Kau jatuh ke dalam jebakan-ku, dewi..." 


Seluruh naga yang mengelilingi tubuh Selvia segera terbang ke atas langit dan berputar, menyebabkan mereka semua berubah menjadi portal besar yang mengeluarkan rantai yang lebih besar. Rantai itu mengikat seluruh tubuh Master dan tidak memberikan dirinya kesempatan untuk menghindar atau melawan kembali.


Master membelah semua rantai itu dan mengayunkan-nya ke arah Selvia, tetapi Selvia hanya diam dan menyimpan kedua katana-nya di dalam sarungnya, rantai besar itu mengenai tubuh Selvia dan berubah menjadi naga kembali yang berputar di atas langit menciptakan portal yang baru. 


Master melepaskan beberapa sihir Crimson ke arah semua portal itu, tetapi semua portal itu menyerapnya dan melakukan pembelahan yang dapat menciptakan portal baru. Semua pasukan aliansi dan musuh berhenti bertarung karena perhatian mereka tertarik ke arah Master dan Selvia yang sedang bertarung cukup sengit.


Alisha melihat dari jauh wajah Master dan ia tidak asing melihat wajah itu serta sihir yang ia gunakan yaitu Crimson dan Sacred, Selvia menciptakan dinding dimensi melalui sihir [Void] yang menyebabkan Selvia bersama Master dan Rxeonal bertarung di suatu tempat dimana pasukan aliansi dan musuh tidak bisa melihat mereka semua.


Master maju ke depan, tetapi seluruh pergerakan-nya mendadak lambat ketika seluruh portal besar di sekitarnya merebut kecepatan serta kekuatannya dengan cepat. Kekuatan dan tenaga Master terus bertambah dan berkurang karena Selvia. Semua kekuatan dan tenaga yang dimiliki Master masuk ke dalam tubuh Selvia membuat sihir kuno-nya bertambah lebih kuat sampai berada di titik dimana sebentar lagi akan berevolusi.


"... ...!" Selvia mengangkat lengan kanan-nya ke atas, jutaan rantai runcing keluar dari dalam portal itu dan menusuk seluruh tubuh Master tanpa memberi dirinya kesempatan untuk menghindar atau menyerang. Seluruh tusukan itu membuat Master lemah sampai seluruh kekuatan dan tenaga-nya bisa saja habis terserap oleh Selvia.


Master melepaskan jutaan ilusi kembaran di sekitar wilayah itu, tetapi Selvia melakukan serangan balik dengan mengubah beberapa rantai itu menjadi sebuah naga yang diikat dengan rantai. Semua naga itu terbang menyebar dan melahap habis semua ilusi itu menyebabkan Selvia yang dikelilingi dengan kegelapan.


"Sudah masuk tahap itu ya..." Selvia menatap kedua telapak tangan-nya.


Master melepaskan ilusi yang dapat menggagalkan sihir, seluruh portal ciptaan Selvia bersama rantai dan naga-nya hilang menjadi partikel-partikel biru muda. Master sudah berada di puncak kemarahan tinggi dan dengan satu serangan saja di sudah pasti bisa membunuh Selvia, Master melompat menuju arahnya dengan kecepatan penuh.


Kedua portal Void di kedua lengan Selvia segera menghilang dan membuat kedua mata Selvia bersinar berwarna ungu cerah, "[Void Collection]."


Seluruh portal, rantai-rantai, dan naga-naga yang dihilangkan oleh Master muncul kembali di sekitar wilayah itu membuat Master melotot sampai seluruh tubuhnya diikat ketat dengan rantai-rantai itu serta kedua lengan dan kaki-nya digigit oleh naga itu, membuat dirinya tidak bisa melakukan apapun kecuali menunggu detik-detik dimana seluruh kekuatan dan tenaga-nya habis diserap oleh Selvia.


"Selvia... Apakah itu dirimu...?" Rxeonal benar-benar dikejutkan dengan segala kemampuan yang dimiliki oleh Selvia.


"Aku juga memiliki sihir ilusi sekarang... Berkat dirimu, sihir kuno-ku dapat mempelajari ilusi Sacred yang kau berikan padaku. Semakin banyak sihir kuno ini menyerap sesuatu maka kesempatan besar sihir ini bisa mengambil efek sihir itu..." Ucap Selvia.


"Di tambah lagi... Semakin kuat dirimu atau semakin berkuasa-nya dirimu, itu semua tidak berguna karena sihir kuno [Void] akan terus bertambah kuat dan menghapus jati dirimu sendiri termasuk seluruh kehebatan yang ada di dalam dirimu...!" Selvia mulai meneteskan air mata.


"T... Ti...dak... mun...ki...." Master berubah kembali menjadi wujud biasanya dimana rambut-nya berubah kembali menjadi hitam, Selvia segera menghilang dinding dimensi-nya karena ia tidak mau menghabiskan banyak sumber energi sihir dan tenaga.


Master tergeletak di atas tanah dan tidak bisa melakukan apapun, Selvia menusuk punggung Master menggunakan rantai yang muncul di telapak tangan kanan-nya. Ia menyerap seluruh kekuatan dan sumber energi sihir yang tersisa di dalam tubuhnya.


"Aku menang... dewi..."