
Semua Giblis itu menang kelak dengan menjatuhkan semua pasukan depan atau pasukan yang memegang sebuah perisai besar dan tebal, perisai yang mereka pegang langsung hancur dengan satu hantaman bahu dari semua Giblis itu, semua pasukan yang telah jatuh sudah tidak memiliki harapan apalagi kecuali kematian.
Semua Giblis itu mencabik-cabik habis pasukan yang terjatuh menggunakan kedua tangan mereka yang dipenuhi dengan duri-duri tajam.
""AAAHHHHHHH...!!! AHHHHHHHHHHHHH!!! AAAA---""
Teriak semua pasukan yang dicabik habis oleh bangsa Giblis itu, tidak ada kulit dah bahkan daging yang tersisa melainkan tulang-tulang dan tengkoraknya saja, semua tulang-tulang itu mereka hancurkan dengan beberapa gigitan. Kizura muncul di depan mereka semua dan mulai mencabut jantung mereka satu per satu.
Kizura tidak bisa menahan semuanya karena ia tahu bahwa melindungi desa itu adalah hal yang terpenting berbeda dari menyelamatkan semua pasukan itu, Kizura menyerang bangsa Giblis itu dengan beberapa hantaman tinju dan sihir api kemarahan yang membakar mereka sampai menjadi debu.
Semua pasukan Dyiamire tidak berdaya dengan beberapa serangan dari Giblis yaitu air liur-nya yang dapat membuat perlengkapan mereka meleleh serta jika air liur itu mengenai tubuh mereka maka mereka akan mendadak lumpuh untuk beberapa detik, Kizura berkeringat menahan ribuan Giblis yang berada di depannya yang mulai mendorongnya ke belakang.
"Kuat sekali... Sepertinya Giblis ini bersembunyi cukup lama untuk berevolusi...! [ATOMIC WRATH]!"
Kizura menggunakan [Atomic Wrath] untuk meledakkan dirinya sendiri, semua Giblis yang mendorongnya terbakar habis, tetapi ia melihat Giblis lainnya yang bergerak maju menuju arahnya. Kizura hanya bisa tersenyum sinis karena sudah lama sekali ia tidak membantai pasukan Giblis yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
""AAAAAAAAAAAAAA...!!! TOLOOOOGGGHHH....!!!""
Teriak pasukan Dyiamire lainnya yang tercabik habis oleh semua Giblis itu, beberapa Giblis itu berhasil menyentuh pelindung desa itu dan mereka mencoba untuk masuk ke dalam walaupun tubuh mereka hancur dan terbelah menjadi dua, Kizura mencoba untuk bergerak menuju semua Giblis yang berhasil masuk itu, tetapi ia tertahan oleh jumlah Giblis yang terus menambah.
"DEMI KESELAMATAN DESA SUCCUBUS...!!! DEMI RATU DYIAMIRE!!!" Teriak sang pemimpin pasukan dimana semua pasukan Dyiamire mulai kembali semangat dan mengalahkan beberapa Giblis yang berada di depan mereka semua.
"HORAGGGHHH!!!!" Semua pasukan itu teriak penuh semangat untuk bisa menang melawan bangsa Giblis itu, Kizura bergerak maju memimpin semua pasukan Dyiamire yang bersemangat untuk meraih kemenangan, dengan serangan dari kedua tinju Kizura saja tidak ada satupun bangsa Giblis yang mampu menahannya melainkan mereka langsung meledak dan terbakar habis.
Walaupun Kizura bisa menang, tetapi beberapa pasukan yang lain mati terbunuh karena organ-organ mereka dikeluarkan lalu di makan sampai habis, semua bangsa Giblis ini semakin lama semakin agresif dalam serangan, mereka hanya peduli terhadap makanan dan darah yang mereka makan bukan keselamatan untuk diri mereka sendiri.
Melihat beberapa Giblis yang mulai berevolusi dimana mereka sekarang memiliki proporsi tubuh layaknya seperti serigala dan harimau, taring mereka tajam sekali bahkan terdapat beberapa duri beracun di sekitar tubuh mereka yang mampu membuat musuh lumpuh dan pingsan.
Melihat semua Giblis yang mendadak berevolusi membuat pasukan Dyiamire bergetar ketakutan sampai melepas senjata mereka dan mengangkat kedua lengan mereka untuk menyerang, hal yang mereka lakukan sama saja dengan bunuh diri karena Giblis itu langsung melahap semua pasukan yang menyerang itu dengan satu gigitan.
Semangat tempur pasukan Dyiamire menurun drastis karena ketakutan terhadap kematian, sebagian dari mereka melarikan diri, tetapi beberapa Giblis melompat menuju arah mereka dan menginjaknya sampai mati, jasadnya sudah pasti akan dimakan.
Jika seseorang bertemu dengan seorang Giblis maka jangan harap untuk bisa melarikan diri atau menang seorang diri melawan bangsa berdarah dingin ini, mereka akan berhenti menyerang ketika musuh mereka berhasil di makan. Tidak ada satupun yang lolos dan Kizura sadar bahwa pasukan Dyiamire mulai berkurang cukup banyak.
Semua Giblis yang berada di tingkat rendah mulai berevolusi menjadi tingkat pertengahan berkat memakan beberapa pasukan dari Dyiamire. Bangsa Giblis membantai habis semua pasukan Dyiamire sampai Kizura sendiri merasa tidak percaya apa yang baru saja ia lihat karena ia sendiri juga merasa kewalahan oleh semua Giblis tingkat pertengahan itu.
"Setiap perang pasti akan ada seseorang yang gugur... Omong kosong apa itu, semuanya gugur, keparat ***...!!!" Kizura menghantam mereka semua dengan seluruh kecepatan yang ia miliki, tidak ada satupun Giblis yang bisa menahan serangannya melainkan mereka langsung hancur ketika terkena pukulan dari Kizura.
ZBAASHHHH!!!
Kizura melotot karena menyadari pelindung desa Sermina telah hancur, ia mengalihkan pandangan-nya ke belakang dan melihat semua pasukan Giblis itu berhasil meruntuhkan gerbang menuju desa itu, Kizura terbang menuju arah mereka semua, tetapi beberapa Giblis melompat menuju arahnya dan menjatuhkan dirinya.
"Cih...!!! Menyusahkan saja...!" Kizura meledakkan dirinya sendiri, tetapi ia melihat sebuah ombak penuh dengan Giblis melaju menuju arahnya.
Semua ombak Giblis itu membuat Kizura terjatuh di atas tanah selagi menahan semua serangan mereka, ia mencoba untuk menyerang mereka, tetapi ia tahu bahwa menyelamatkan penduduk di desa terlambat karena pasukan Giblis itu sudah pasti memakan mereka semua.
"Sial... Tidak ada harapan lagi...!"
"'[Blooming Bone Tree]!""
Majin dan Majiru datang tepat waktu, mereka menggunakan sihir tulang yang bernama [Blooming Bone Tree] dimana mereka menciptakan akar-akar tulang yang bermunculan di daratan lalu akar itu menciptakan sebuah pohon yang berukuran besar dan tinggi, semua daun-daun pohon itu menjatuhkan jutaan tulang runcing yang membuat semua Giblis itu tertusuk sampai mati.
Majin dan Majiru sempat menghalang jalan semua Giblis itu untuk masuk ke dalam desa, Majin mulai menciptakan sebuah tembok tulang yang besar dan tinggi agar semua Giblis itu tidak bisa masuk ke dalam desa itu.
Kizura merasakan dua keberadaan iblis Oni, ia meledakkan dirinya sendiri dan melihat kedua iblis itu sedang melindungi desa Sermina dari pasukan Giblis yang mencoba untuk masuk, pemimpin pasukan Giblis itu segera meniup terompetnya agar semua Giblis bisa berkumpul bersama dirinya untuk melawan tiga iblis terkuat yaitu Majin, Majiru, dan Kizura.
Semua pasukan Dyiamire sudah tidak tersisa lagi, mereka sudah gugur dan yang hanya tersisa adalah Majin, Majiru, dan Kizura sendiri.
"Bangsa Oni..." Kizura menatap mereka berdua tajam.
"Tenang saja, iblis. Kami datang untuk menyelamatkan desa Sermina juga, kita berada di pihak yang sama." Ucap Majiru.
Kizura mengangguk, mereka bertiga mengalihkan pandangan-nya kepada pemimpin Giblis itu bersama dengan pasukan iblis-iblis gila yang sudah haus terhadap daging mereka bertiga. Majin dan Majiru mulai menciptakan dua buah pedang dengan tulang mereka dan menggenggam-nya erat untuk siap bertarung.
"Aku benci untuk mengatakannya, tetapi semua Giblis itu sebentar lagi akan berevolusi ke tingkat tinggi... Tingkat pertengahan saja sudah merepotkan karena jumlah dan dorongan yang mereka lakukan." Kizura memperingati mereka berdua dan ia mulai menunjukkan kuda-kuda bertarung.
"Kami mengerti kok."
Pemimpin Giblis itu meniup terompet-nya lagi sampai membuat semua Giblis itu bergerak menuju arah Kizura bersama kedua iblis Oni itu. Tetapi mereka mendadak berhenti ketika melihat beberapa panah yang melesat menuju arah mereka semua, ketika panah itu menancap daratan panah tersebut langsung meledak dan membuat beberapa Giblis itu mati.
"Ahh...?" Kizura melirik ke belakang dimana ia melihat Kyra yang sedang berada di atas tembok tulang selagi membidik semua Giblis itu menggunakan busur-nya.
"Bala bantuan lain...?" Majin melihat seekor naga yang terbang menuju arah Giblis itu, naga itu memiliki tiga kepala dan seseorang yang menungganginya adalah Alisha. Sebagian dari Giblis itu terkena sembur es oleh naga Alisha sampai membeku.
"Sudah saatnya kita menyerang balik!" Ketiga kepala naga itu memiliki sihir elemen-nya sendiri yaitu es, api, dan petir. Kizura merasakan keberadaan iblis lainnya yang mulai turun dari atas tembok tulang itu selagi memegang erat senjata tajam mereka, sepertinya pasukan kali ini jauh lebih kuat dari pasukan milik Dyiamire yang tadi.
"Bagaimana bisa...? Kenapa masih ada pasukan lain yang tersisa...?"
Kizura tahu bahwa semua pasukan Dyiamire sudah habis dan pasukan yang baru saja datang sepertinya bukan pasukan milik Dyiamire, tetapi seseorang. Kizura melotot ketika merasakan keberadaan Yusa yang cukup menyengat, ia melirik ke atas dan melihat Yusa yang sedang mengangkat Luz Demonio tinggi.
"Luz Demonio: Army Formation I!"
"Hmph... Apa yang aku harapkan dari iblis takdir!" Kizura tersenyum sinis.
"Bersiap untuk menyerang balik...!!!" Yusa melompat ke depan dan mendarat di barisan paling depan.