Luz Demonio

Luz Demonio
21 - Bangsa Inugami



"Inugami... Bangsa Inugami adalah satu-satunya bangsa yang akan memihak bangsa iblis gila dan menjadikan mereka sebagai alat untuk bisa menaklukkan segalanya!!!"


''"YAAAA!!!""


"Bangsa Inugami adalah bangsa iblis hebat dan cerdas dalam menggunakan seseorang menjadi sebuah alat...!!! Alat itu bisa digunakan sebagai kekuatan besar serta kunci untuk bisa menaklukkan apapun yang kita mau!!!"


""SETUJUUUUU!!!""


[Inugami], bangsa iblis yang mengandalkan apapun menjadi sebuah alat dan menggunakan alat itu untuk bisa meraih apapun, contohnya bangsa iblis gila yang akan mereka gunakan untuk menaklukkan apapun.


Apa yang baru saja bangsa Inugami itu katakan adalah sumpah bagi bangsa mereka sendiri, mereka akan menaklukkan sesuatu dengan menggunakan alat-alat yang mereka temukan, semua bangsa iblis memiliki sumpah dan cara sendiri untuk memenuhi tujuan mereka dan penaklukkan adalah tujuan yang sangat penting untuk semua bangsa iblis.


""HIDUP ABADI!!! RAJA CEYTAMOLD!!! HIDUP BERKUASA CEYTAMOLD!!!""


Sumpah itu dibicarakan oleh raja bangsa Inugami yang bernama [Inugami Ceytamold], ia berdiri tegak di atas batu panas sambil menyaksikan semua iblis yang memiliki hormat besar terhadap dirinya sendiri.


Ceytamold mengangkat kedua lengan-nya dan membuat mereka semua berhenti bersorak. Tiga iblis dari bangsa yang sama datang menghampiri Ceytamold dan mulai sujud kepadanya sambil menundukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa hormat bagi bangsa-nya sendiri.


"Ketiga Iblis Inugami yang berjasa dan melaksanakan perintah sampai wujud sempurna... Oh sungguh nikmat berdosa...! Sungguh nikmat melaksanakan sesuatu dengan sangat sempurna...! Sungguh nikmat juga untuk bisa merebut kesempurnaan yang hanya dimiliki oleh para dewa-dewi...!" Ceytamold mengatakannya sambil meneteskan beberapa air matanya, itulah kebiasannya.


"Inugami Inaru...! Inugami Toxxer...! Inugami Viper....! Kalian berdua adalah iblis berdosa yang sangat hebat... Hiks.... Dosa kalian akan membuat semua dewa-dewi menangis...!!! Semua dewa dan dewi yang aku penggal kepala mereka dan menjadikannya sebagai hiasan...!!! Ohhh sungguh mengharukan...!"


"TIDAK ADA DEWA SELAIN ANJING DI DUNIA INI...!!! BERDOSALAH SEMAU KALIAN...!!! DEWA DAN DEWI TIDAK AKAN MELAKUKAN APAPUN KEPADA SESEORANG YANG BERDOSA, TETAPI KITA YANG BERDOSA AKAN MENGANGGAP MEREKA SEBAGAI ANJING...!!!" Ceytamold mulai menangis selagi menggigit jari-jarinya sampai habis dan meregenerasi kembali, tetapi ia terus memakannya sampai habis.


"THERE IS NO GODS.... BUT DOGS...!!!"


""DEWA DAN DEWI ITU SAMA DENGAN ANJING!!! GRAGGHHHHH!!!""


Semua iblis mengangkat senjata mereka ke atas dan menurunkan-nya kembali ketika Ceytamold mengusap air mata-nya.


Ceytamold menatap ketiga iblis itu dengan wajah yang bersedih, ia mengeluarkan sebuah pedang dengan bilah panjang dari sarung tangan yang terletak di sebelah-nya. Ketiga iblis itu tersenyum dengan loyal karena sudah saatnya mereka diangkat menjadi sesosok prajurit tingkat tertinggi.


"Kalian memanglah pendosa yang hebat... Di mulai dari sang pendosa Inaru..." Ceytamold menyentuh kedua bahu Inaru dengan bilah pedang-nya itu.


"Dosa yang kau lakukan memanglah hebat... Nikmat sekali untuk membunuh seorang ibu dari anak sang pengangkat Luz Demonio generasi ke tujuh bukannnnn~ Ohohoho~ Sudah pasti lebih nikmati dari memperkosa dan menghamilkan jutaan gadis...!!! HAHAHAHAHA~~~!!!! INUGAMI INARU, KAU MEMANGLAH PENDOSA YANG HEBAT....!!!! AKU AKAN MENGANGKATMU MENJADI PRAJURIT PALING TERTINGGI DARI BANGSA INUGAMI...!!!"


Ceytamold menebas pipi Inaru sampai berdarah dan setelah itu ia menjilat semua darah yang keluar sampai habis, Inaru mencoba sekuat mungkin untuk tidak merasa jijik atau terganggu karena itu adalah ritual pengangkat seorang prajurit bagi bangsa Inugami.


"Sekarang... Lanjutkan misi-mu untuk menaklukkan bangsa Oni, I-na-ru~"


Ceytamold menatap Toxxer dan ia mulai menyentuh kedua bahu-nya menggunakan pedang yang ia pegang.


"Inugami Toxxer... Salah satu pendosa yang aku sangat cintai dan sayangi sampai lubuk hatiku~~~ Huahahahaha~ Aku hanya bercanda, tetapi dosa yang kau lakukan sangatlah nikmati bukan...!? Mengkhianati seseorang demi mendapatkan pangkat prajurit tingkat tertinggi dari raja yang bernama Rxeonal itu...!!! Hal suci yang ia lakukan itu sangatlah menjijikan...!!! SANGAT MENJIJIKAN...!!! DOSA YANG IA LAKUKAN TIDAK TERLALU NIKMAT UNTUK DILIHAT...!!!"


Ceytamold menyentuh kepala Viper dan mulai menunjukkan senyuman gila-nya, "Pendosa sepertimu layak mendapatkan gelar tertinggi untuk pasukan-ku karena sudah mendapatkan informasi tentang pengangkat Luz Demonio generasi 7...!!! Lebih baik kita menyuruh bangsa Giblis itu untuk menghabiskan kota Sermina secepatnya...!!! HUAHAHAHA!!!"


Ceytamold menebas pipi mereka sampai berdarah, ia segera menjilat semua darah yang keluar itu sampai habis.


"Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan selanjutnya....? Bukan~? Membuat dosa lagi~ Dan dosa kali ini adalah mencari informasi tentang bangsa Oni sampai sempurna, dosa tambahan kalian adalah membunuh raja Rxeonal secara langsung jika kalian bisaaaa~" Ceytamold mulai menendang kedua pantat mereka, mereka segera pergi menuju desa Oni iblis.


"Hahahahahahahaha...! Ketiga iblis pendosa itu, aku sangat menyukainya!!! Dosa-dosa yang bangsa Inugami dapatkan adalah dosa yang sangat keji dan mutlak...!!! Dosa-dosa itu pasti membuat semua dewa dan dewi yang pernah aku bunuh menangis sampai mereka tidak bisa mengeluarkan air mata mereka lagi...!!!"


Dua iblis yang memakai zirah sama seperti bangsa Inugami melihat upacara pengangkatan ketiga iblis Inugami tadi, mereka mundur beberapa langkah sampai sebuah cermin mulai menunjukkan penampilan mereka yang terlihat cukup mencolok untuk menjadi salah satu bangsa dari Inugami.


Kedua iblis itu adalah iblis yang menyamar untuk mencari informasi tentang bangsa Inugami, mereka melaksanakan perintah tersebut dari seorang Iblis Oni yang memimpin prajurit tingkat elit yang hampir setara dengan prajurit tingkat tertinggi Rxeonal bernama [The Great Oni Conqueror.]


Kedua iblis itu menghela nafas panjang karena merasa konyol sudah dihisap beberapa darah oleh bangsa Inugami, mereka itu aneh dengan kultural mereka tentang menghisap darah satu sama lain yang dapat membuat mereka menjadi kuat.


"Hueghh... Aku sudah tidak tahan menghisap darah-darah bangsa Inugami lagi, Majiru...! Mereka terasa asin dan busuk untuk lidah-ku sendiri...!" Ucap salah satu iblis itu yang bernama [Oni Majin], ia mengambil sebuah batu kotor dan setelah itu menjulurkan lidah-nya untuk membersihkan semua noda yang ada di lidahnya menggunakan batu yang ia pegang.


"Tahan sebentar, Majin... Kita masih belum mendapatkan informasi yang cukup penting, aku tahu bahwa ketiga iblis tadi itu hampir sama seperti kita yaitu memata-matai bangsa Oni, apakah kita seharusnya lebih baik pulang dan memberi Rxeonal tentang apa yang baru saja kita lihat...?"


"Tidak, lebih baik jangan. Raja Rxeonal pasti akan membunuh kita karena tindakan pengecut kita, sumpah bangsa Oni adalah menghabisi seseorang yang memata-matai walaupun dia yang memata-matai itu berada di tempat musuh. Keduanya sama-sama bunuh diri bukan...? Lebih baik kita melaksanakan perintah dari Kapten Rexona saja..." Majin menghela nafasnya.


"Kau ada benar-nya juga, ternyata adikku bertindak cukup bijak di waktu yang benar."


"Tutup mulutmu yang bau darah itu."


"Oi... Kalian berdua terlihat mencurigakan..."


"... ...!" Majin dan Majiru segera menatap kedua penjaga yang menatap mereka dengan curiga, sepertinya salah satu dari penjaga itu melihat sebuah lambang bangsa Oni di bagian leher belakang Majin karena ia lupa untuk menghapus lambang tersebut.


Majiru maju ke depan, "Death Stare...!"


Kedua mata Majiru bersinar merah darah dan membuat kedua penjaga itu melotot sampai mengeluarkan beberapa busa-busa di mulut mereka, setelah itu saraf nadi mereka putus dan membuat mereka terjatuh di atas tanah. Majin menunjuk mereka berdua dengan tatapan yang kesal.


"Death Ignite..." Majin menjentikkan jari-nya sampai kedua iblis itu terbakar dengan api hitam sampai tidak tersisa lagi.