Luz Demonio

Luz Demonio
51 - Kehormatan untuk yang Gugur



Yusa tergeletak di atas tanah dengan mulut yang terbuka serta kedua mata yang tidak memiliki pupil sama sekali, serangan tadi mampu membuat Yusa mengalami kondisi yang serius lebih dari pingsan atau koma. Keberadaan Yusa seolah-olah menghilang dan Luz segera berubah menjadi wujud jubah-nya lalu pergi menghampiri Yusa.


"Yusa...! Yusa...!" Panggil Luz dan untungnya ia masih bisa merasakan detak jantung Yusa yang terasa pelan. Sepertinya sihir tadi itu sangatlah kuat sampai membuat Yusa mengalami kondisi yang langka, Luz segera memulihkan kondisi Yusa menggunakan formasi pemulihan-nya.


"Aku mengharapkan sesuatu yang lebih dari perang ini. Tapi sepertinya semua perang akan selalu berakhir karena ulah iblis takdir...? Sangat seimbang, aku tidak suka melihat keseimbangan yang adil. Seharusnya kalian semua bertarung sampai salah satu dari kalian tidak memiliki nyawa lagi." 


Sesosok berjubah itu mendarat di sebelah Ceytamold dan mengangkat seluruh tubuhnya menggunakan sihir telekinesis, seluruh pasukan masih tidak bisa bergerak melainkan mereka memilih rasa ketakutan yang dahsyat berbeda dari Kizura dan Illya dimana mereka bisa merasakan keberadaan sesosok berjubah itu yang sama persis-nya seperti dewa.


"Kizura... Apakah kau bisa merasakan keberadaan ini...?"


"Dia adalah dewi... Bukan sekedar dewi biasa tetapi dewi yang jauh lebih kuat, ia sepertinya memiliki kepemimpinan terhadap wilayah yang mencantum kepada sihir-nya sendiri yaitu [Crimson Magic], sihir merah darah dimana ketika sihir itu menyentuh tubuh maka seluruh sel akan hancur, Yusa beruntung bahwa sihir yang ia kerahkan itu masih di tahan." Ucap Kizura yang mulai berkeringat.


Seluruh pasukan Ceytamold mengamuk, sihir yang membuat mereka semua tidak bisa bergerak mulai habis. Pasukan Ceytamold mengaum keras dan segera bergerak gesit menuju arah sesosok berjubah itu, mencoba untuk mengepungnya. Mereka semua sudah tidak memiliki pemimpin membuat pasukan itu tidak memiliki tujuan lain selain menyerang seseorang yang dekat dengan pemimpin sekarat mereka.


"Apakah kita harus menyerang juga...?" Tanya Rxeonal.


"Lebih baik kita diam saja dan mundur. Aku bisa merasakan firasat yang buruk." Ucap Elvano, ia menyuruh seluruh pasukan penyembuh untuk membawa Yusa. Seluruh pasukan penyembuh itu mencoba sekuat mungkin untuk bisa menyembuhkan Yusa tetapi itu memakan waktu yang cukup lama.


Sesosok berjubah itu hanya bisa menyilangkan kedua lengannya melihat seluruh pasukan Ceytamold yang berada di baris depan mulai terpenggal di bagian kepalanya serta semua serangan mereka tidak berguna karena terdapat dorongan besar di sekitar sesosok berjubah itu.


Seluruh Giblis segera melakukan pengorbanan fragmentasi dan membuat pasukan yang lebih banyak dengan jumlah yang tidak bisa dihitung, kekuatan mereka juga jauh lebih kuat dari sebelumnya.


"Apakah kalian tidak mengerti iblis...? Iblis seperti kalian diciptakan hanya untuk dijadikan pion, pion itu digunakan sebagai alat peperangan dan kehancuran yang tidak bisa dibayangkan begitu saja. Kalian itu hanya alat sekali pakai dimana ketika sudah dipakai maka kalian akan menjadi alat yang tidak berguna." 


"Karena begitu, biarkanlah diriku memberi kalian semua hukuman karena sudah menjadi alat bekas pakai. Kalian tidak memiliki tujuan apapun serta alat seperti kalian hanya melaksanakan satu rencana murah, biarkan aku... Dewi kematian memberi kalian keadilan!" 


Jutaan kristal merah muncul di sekitar pasukan Ceytamold, "Bangsa Giblis... Ajin... Inugami... Tidak, yang aku maksud adalah [Destruction Order]. Mulai dari sekarang kalian akan belajar untuk mempergunakan satu sama lain seperti catur, aku akan mengajarkan kalian semua tentang keadilan yang aku anut."


"[Crimson Chronicles]." Sesosok berjubah itu menjentikkan jari-nya membuat seluruh pasukan Ceytamold terbantai habis dan tidak menyisakan satupun iblis yang hidup. Hanya membutuhkan 10 detik dan pasukan Ceytamold telah terkalahkan sepenuhnya tanpa ada satupun Giblis yang mencoba untuk menciptakan pasukan baru.


"Hmph..." 


Sesosok berjubah itu berjalan pergi sambil mengangkat Ceytamold tetapi Alisha maju beberapa langkah dan memanggil dirinya sampai sesosok berjubah itu menatap-nya.


"Kau... Kenapa kau memiliki sihir yang sama dengan kakak-ku...? [Crimson Magic], bukannya itu adalah sihir yang bisa disebut sebagai sihir kuno...?!" Tanya Alisha.


"Hehhhh... Menarik juga, ternyata 'dia' yang kau maksud ini memiliki adik yang mempunyai sihir kuno yang bernama [Scarlet Magic] ya... Hebat juga, aku tidak menyangka dia tidak pernah memberitahu-ku tentang dirimu."


"Ehh...? Apa yang kau maksud...?!"


"Namaku adalah rahasia, identitas-ku saat ini tidak akan pernah bisa diketahui oleh siapapun sampai waktu telah tiba. Waktu yang aku maksud adalah kehancuran untuk segala semesta yang ada termasuk semesta yang kalian tinggali ini!"


Seluruh pasukan aliansi langsung terkejut ketika mendengar itu tetapi sebagian tidak mempercayai dengan omongan orang tersebut. Mereka mencoba untuk menyerang orang itu dengan segala cara yang mereka pikirkan tetapi tidak ada satupun yang berani maju duluan karena kekuatan orang itu tidak bisa dibayangkan dengan mudah.


"Jangan ada satupun dari kalian mencoba membuat pergerakan bodoh." Kizura memperingati mereka semua.


"Sekarang, aku akan pergi. Dah."


Master menghilang bersama Ceytamold seperti asap yang di hisap, Alisha hanya bisa diam dan tidak bisa memikirkan siapapun yang berkaitan dengan Master, lebih baik dia segera menghadapi Yusa dan melihat kondisinya saat ini.


"Ughhh..." 


Kondisi Yusa kembali pulih ketika Luz melakukan formasi penyembuhan terakhir, Yusa mulai duduk di atas tanah dan membuat seluruh tubuhnya terasa seperti nyeri. Otot-ototnya berurat dan tulang-tulangnya mengeluarkan suara yang terdengar seperti tulang patah.


"Agghhh...! Sakit...!"


"Jangan bergerak dulu, bodoh!" Luz menghela nafasnya.


Rxeonal menghela nafas lega bersama ketua seksi lainnya melihat Yusa yang masih diberikan takdir untuk hidup, tetapi kelegaan itu mendadak hilang melihat seluruh pasukan aliansi telah kehilangan banyak sekali anggota yang tadinya hampir jumlah jutaan dan sekarang hanya menyisakan mereka dengan jumlah puluhan.


Perang yang mereka alami sangat gila dan mereka hanya harus menghadapi takdir tersebut dengan wajah yang mencoba untuk menunjukkan ekspresi yang sedih, 12 anggota aliansi selamat, 8 pasukan Oni selamat, 8 pasukan Onimakura selamat, 12 pasukan Tyirfei selamat, dan menyisakan pasukan lainnya seperti raja-raja iblis dan ketua seksi bersama anggotanya.


Rxeonal berlutut kepada seluruh jasad mayat yang masih tergeletak di atas tanah, ia menundukkan kepalanya untuk menunjukkan rasa hormat-nya sebagai raja karena sudah memiliki pasukan yang rela mengorbankan diri demi kedamaian. Aldine menepuk punggung Rxeonal dan ia mulai ikut berlutut kepada semua pasukan yang telah gugur, ia mencoba untuk mendoakan mereka juga.


Karla hanya bisa diam melihat Aldine yang terlihat sedih sampai air mata mulai berjatuhan dari kedua matanya, ia mulai ikut berlutut dan menundukkan kepalanya. Seluruh ketua seksi mulai melakukan yang sama dimana Vania berlutut dan memegang kedua telapak tangannya erat seperti ia memohon. 


Mereka semua menunjukkan rasa hormat mereka kepada pasukan yang telah gugur, salah satu dari mereka mulai menangis karena sudah kehilangan teman, keluarga, dan seseorang yang dekat dengan mereka semua. Alisha hanya bisa menunjukkan ekspresi kesal melihat banyak sekali pasukan yang gugur, ia ikut berlutut sambil menggali beberapa lubang untuk menciptakan sebuah kuburan yang besar.


Kizura dan Illya menatap proses penggalian kuburan itu, Illya melebarkan matanya melihat Kizura berlutut dan menundukkan kepalanya seolah-olah ia menunjukkan rasa kehormatannya kepada seseorang yang berbiasa, hal itu langka sekali untuk dilihat oleh Illya sampai ia mulai ikut berlutut.


Yusa berdiri tegak melihat semua pasukan aliansi berlutut dan memberikan rasa hormat mereka kepada prajurit yang sudah gugur, Yusa memejamkan kedua matanya dan ia ikut berlutut, rasa penyesalan mulai muncul di dalam dirinya dimana ia seharusnya membunuh Ceytamold lebih cepat.


Setelah menunjukkan rasa hormat mereka, Yusa bersama yang lainnya mengangkat seluruh sisa tubuh pasukan yang telah gugur dan memasukkan-nya ke dalam lubang yang di gali oleh Alisha sendiri. Yusa bisa melihat beberapa pasukan yang bertahan hidup terlihat sedih sampai air mata terus berjatuhan dan itu membuat hati Yusa terasa sesak.


Kizura menepuk bahu Yusa, mencoba untuk membuat dirinya merasa tidak bersalah.


"Semua ini pasti akan terjadi, nak. Bukan perang jika tidak ada korban, kita sebagai prajurit yang bertahan hidup di perang diwajibkan untuk memberi rasa hormat kita kepada mereka semua." Ucap Kizura.


Yusa meneteskan beberapa air mata mendengar ucapan Kizura yang mampu membuat hatinya semakin tersentuh, ia mulai mengingat Alter dimana dulu dia juga pernah membicarakan tentang perang kepada Yusa sendiri. Bukan perang jika tidak ada korban, bukan pahlawan jika dia tidak mengorbankan diri demi dunianya sendiri. 


Yusa mulai menangis seperti anak kecil, ia sudah terlalu lama menahannya, ia ingin sekali bertemu dengan Alter untuk terakhir kalinya dimana ia ingin mendengar kata-kata Alter untuk terakhir kalinya serta ia ingin melihat Yusa yang sudah berubah dan menjadi iblis yang berperang demi kedamaian.


Alisha tersenyum pahit melihat Yusa menangis, ia datang menghampirinya lalu memeluknya dengan sangat erat mencoba untuk menenangkan-nya karena Alisha adalah pengganti Alter jadi tugasnya itu hampir sama seperti seorang ibu yang mencoba untuk menenangkan anaknya sendiri.


"Aku telah gagal menjadi seorang prajurit, Alisha..."


"Kita semua gagal, Yusa. Kita semua." Jawab Alisha.