
Rxeonal hanya bisa diam di bawah pohon yang berwarna merah sambil melihat desa Oni yang sudah terbakar dengan api-api hitam, kedatangan Rxeonal terlambat tetapi ia masih bisa merasakan keberadaan semua iblis Oni, tetapi mereka semua pasti sedang di tahan oleh Inaru bersama pasukan Inugami lainnya.
"... ..." Rxeonal menunggu beberapa waktu sebelum menyerang semua pasukan Inugami itu yang berjumlah 10.000 Iblis Inugami, ia tidak melihat iblis Giblis dimanapun sepertinya dirinya sudah cukup untuk melawan semua pasukan tersebut bersama pemimpinnya yaitu Inaru.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain selain bertarung sendiri, aku harus segera bergerak sebelum semua pengikut-ku berubah menjadi pasukan Inugami." Rxeonal menarik pedang-nya keluar dari sarungnya dan kekuatan yang besar segera mempengaruhi tubuh Rxeonal.
"Pedang yang berbahaya seperti ini, aku harus menggunakan-nya dengan resiko-ku sendiri---"
"Ayah!" Panggil Selvia yang mendarat di belakang Rxeonal, kedatangan Selvia mampu membuat Rxeonal melotot karena ia tidak menyangka bahwa anaknya sendiri akan mengetahui keberadaan ayahnya yang akan berperang sendirian melawan semua pasukan Giblis.
Rxeonal segera panik dan terlambat untuk menyembunyikan pedang-nya karena pandangannya teralihkan oleh Selvia yang zirah berwarna silver serta terdapat beberapa corak hitam di sekitarnya, Rxeonal meneteskan beberapa air mata melihat putri kecilnya yang dulu selalu pantas menjadi seorang putri sekarang terlihat seperti layaknya seorang prajurit tingkat tinggi yang hebat.
"Hehehe... Kenapa Ayah menangis seperti itu?" Selvia tersenyum karena sepertinya Rxeonal sadar dengan perubahan Selvia, ia bisa mengetahui Rxeonal yang akan menyerang pasukan Inugami jadi ia segera membantunya sebelum terlambat.
"Yahhh... Aku hanya merasa bangga dan sadar tentang perubahan dirimu, Selvia. Dulunya kau hanyalah gadis iblis kecil yang tidak berdaya yang sekarang menjadi seorang prajurit yang sangat layak."
"Ohh, Ayah, ayolah... Aku jadi malu, jangan anggap aku seperti anak kecil yang dulu." Selvia segera mengelus air matanya dan Rxeonal mulai menjelaskan tentang pedang yang ia dapatkan hingga Selvia cukup terkesan dan terkejut mengetahui pedang tersebut adalah pedang kehancuran yang hanya dipegang oleh dewa kehancuran.
Dengan pedang itu, mereka berdua sudah cukup untuk mengalahkan seluruh pasukan Inugami serta hari ini adalah hari dimana Selvia akan menunjukkan segala kemampuan yang ia pelajari Aldine kepada Rxeonal, Rxeonal merasa tidak sabar untuk bertarung bersama Selvia serta melihat perkembangan dirinya dan melihat dirinya sebagai prajurit tingkat tinggi yang asli.
Rxeonal menepuk-nepuk kepala Selvia seolah-olah ia masih melihat Selvia kecil, hal itu membuat Selvia mengembungkan pipinya dan Rxeonal hanya tertawa saja melihat ekspresi putrinya yang imut. Mereka segera menatap desa Oni kembali dengan tatapan yang terlihat serius.
"Apakah kau mau ikut, Selvia...?"
"Jika Ayah tidak melarang, Selvia akan berada di samping dan belakang Ayah!" Selvia tersenyum.
"Tentu saja boleh, kau 'kan sudah menjadi dewasa bahkan menjadi salah satu ketua seksi sepuluh. Bagus sekali." Rxeonal mengelus bilah pedang itu sebentar.
"Baiklah." Selvia menekan sebuah tombol yang terdapat di balik kerah zirah-nya, sebuah topeng zirah mulai melindungi seluruh kepalanya dan itu semakin membuat Rxeonal terkesan karena Selvia sekarang terlihat seperti prajurit yang memimpin sebuah pasukan.
Selvia menarik dua katana dari sarung-nya dan ia segera bersiap untuk bertarung melawan semua pasukan Inugami itu bersama Ayah-nya sendiri, Selvia dan Rxeonal maju beberapa langkah dan menatap semua pasukan Inugami itu yang mulai menyadari keberadaan mereka berdua, pasukan yang memegang busur segera melepaskan hujan panah menuju arah mereka.
"... ..." Selvia bergerak cukup cepat hingga semua kepala pasukan yang memiliki busur itu terpenggal karena serangan Selvia yang tidak bisa di lihat begitu saja, dengan melihat kecepatan Selvia yang sangat cepat sudah membuat Rxeonal bangga.
Seluruh pasukan Inugami memperingati semua pasukan untuk berkumpul, Inaru mulai melayang dan menatap kedua iblis itu. Inaru hanya bisa tersenyum jahat karena raja dari bangsa Oni datang untuk dijemput dengan kematian.
"Ayah dan anak sepertinya datang untuk merasakan arti dari kematian, bagus... Setelah aku membunuh Rxeonal maka aku bisa menjadi Selvia sebagai istri-ku, aku bisa menikmati seluruh tubuhnya sampai aku benar-benar puas." Inaru menjilat bibirnya sendiri.
Pertarungan di mulai dimana Inaru memerintah semua pasukan untuk menyerang mereka berdua secara bersamaan, pertarungan tidak berlangsung lama karena serangan Selvia dan Rxeonal sangatlah mematikan hingga serangan kombinasi mereka tidak dapat di lihat oleh Inaru dari jauh.
Pasukan Inugami bukanlah lawan yang pantas untuk Ayah dan Putri tersebut, kematian yang sangat pedih menyelimuti semua pasukan Inugami satu per satu. Dengan jumlah sebanyak apapun, kekuatan Selvia dan Rxeonal jauh lebih besar di bandingkan semua pasukan itu. Itu semua karena bantuan dari pedang Rxeonal dimana satu goresan saja sudah mampu membuat musuh meledak.
Kondisi pertarungan berbalik arah membuat Inaru bergetar ketakutan serta menjatuhkan beberapa keringat dingin, semua pasukan Inugami tidak menyerang melainkan mereka mengeluarkan teriakan penuh semangat dan setelah teriakan itu lidah mereka tertebas oleh Selvia bersama isi perut mereka.
Dua Iblis Inugami yang sangat kuat maju menuju arah Selvia, Rxeonal mencoba untuk melindunginya tetapi Selvia segera menghalang Rxeonal karena ia bisa mengatasi kedua iblis itu. Kedua iblis itu adalah iblis yang menyamar menjadi iblis Oni, mereka adalah Viper dan Toxxer.
Inaru hanya bisa diam dan ia segera mengeluarkan sebuah terompet dimana suaranya memanggil pasukan Giblis yang keluar dari dalam tanah, hal itu membuat Rxeonal bersama Selvia melotot karena mereka tidak sendirian, pasukan Giblis datang dan segera bergerak dengan kecepatan penuh.
Selvia mencoba untuk menyerang semua pasukan Giblis yang mulai bertambah jumlahnya, tetapi Rxeonal mendorongnya ke belakang hingga Selvia terjatuh. Rxeonal mengangkat pedangnya ke atas membuat semua Giblis itu tidak bisa bergerak karena aura yang dilepaskan pedang itu mampu membuat mereka terkesan.
"Destruction!" Rxeonal menusuk daratan, menyebabkan seluruh pasukan Giblis segera meledak menjadi beberapa bagian kecil, Selvia melihat kejadian tersebut dan ia segera menciptakan tembok tulang karena ledakan itu sangat kuat.
Setelah beberapa detik berlalu, Selvia melihat kondisi Rxeonal yang baik-baik saja tetapi wajahnya terlihat seperti kesal seolah-olah ia masih ingin membunuh lebih banyak lagi pasukan. Inaru sempat panik dan ia mencoba untuk pergi tetapi tidak bisa karena beberapa duri tulang mulai menghalang jalannya.
Selvia melompat menuju Inaru dan ia segera menunjuk lehernya menggunakan kedua katana yang ia pegang, Rxeonal memerintah Selvia untuk mencari beberapa informasi yang dimiliki oleh Inaru dan setelah itu jangan berani-berani untuk mencoba memberinya belas kasihan.
Rxeonal bergerak masuk menuju desa itu untuk mengunjungi kembali desa tersebut, ia bisa melihat banyak sekali bangsa Oni yang di tahan, mereka semua tidak berdaya dan lemah karena sudah di siksa beberapa kali oleh pasukan Inugami.
Semua iblis Oni itu menatap Rxeonal sedih karena mereka telah kehilangan beberapa teman dan keluarga, mereka segera berlutut kepada Rxeonal untuk mengakui kesalahan dan kegagalan mereka sebagai bangsa Oni yang seharusnya tidak pernah merasakan arti dari kata kekalahan dan kehilangan.
"Tidak perlu merasa sedih seperti itu, aku meninggalkan kalian selama beberapa hari karena aku ingin melihat kalian akan seperti apa tanpa seorang raja." Rxeonal tersenyum.
"Raja..."
"Yang lemah akan segara diganti dengan sesosok yang lebih kuat." Rxeonal menebas seorang iblis Oni, membuat mereka semua segera ketakutan karena ini adalah hukuman dari Rxeonal karena sudah melanggar peraturan menjadi bangsa Oni.
"Setelah merasakan penyiksaan dari bangsa Inugami, kalian semua akan merasakan kematian yang diberikan oleh raja kalian sendiri." Rxeonal tersenyum jahat dan ia segera menghabisi semua iblis Oni yang masih hidup tanpa diketahui oleh Selvia yang masih sibuk mengancam Inaru.
Kesempatan emas itu tidak di siakan begitu saja oleh Rxeonal, ia harus segera menghabisi semua iblis Oni itu sebelum Selvia melihatnya dan bertentangan dengan dirinya, Selvia hanya bisa menatap Inaru yang mengompol di celana serta wajahnya terlihat ketakutan karena ujung bilah katana Selvia membuat lehernya mengeluarkan sedikit darah.
"Aku bersumpah...! Aku bersumpah kepadamu bahwa aku belum pernah bertemu dengan raja Ceytamold lagi, dia tidak pernah memberi-ku perintah apapun lagi---"
Selvia sudah tidak mau mendengar perkataan apapun lagi dari Inaru, ia segera memenggal kepalanya, setelah itu ia membersihkan semua darah yang mengotori kedua katananya. Selvia bergerak menuju Rxeonal dan memasukkan kembali kedua katana itu ke dalam sarung katana-nya.
"Ayahhhhh...!" Panggil Selvia dimana ia melihat Rxeonal yang sedang berlutut di atas tanah terlihat sedih melihat semua iblis Oni yang terbunuh.
"Ayah---"
Selvia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat terkejut, kedua matanya melotot melihat semua sisa-sisa tubuh iblis Oni dan isi tubuh iblis Oni yang berserakan dimana-mana. Ia segera menghampiri semua mayat itu dan terdapat beberapa mayat yang ia kenal sehingga itu membuat dirinya menangis.
"Tidak...! Tidak...! Kita terlambat, Ayah...!" Selvia mulai menangis, ketika ia menangis, ia masih bisa mengendalikan dirinya sendiri yaitu membuat sebuah lubang untuk memasukkan mereka semua sebagai salah satu kehormatan yang bangsa Oni berikan.
"Sial... Ini semua karena diriku yang terlambat..."
"Iya..."
Rxeonal tersenyum sinis di belakang Selvia, ia mengangkat pedangnya ke atas dan segera mengayunkan-nya ke arah punggung Selvia.