Luz Demonio

Luz Demonio
12 - Peliharaan Regishu



Dengan cepat jumlah Deblion yang dilawan oleh Yusa mulai berkurang berkat dirinya yang menggunakan [Bone Creation: Step up], tetapi tenaga-nya terus terkuras sampai-sampai ia mulai kelelahan melawan semua pasukan Deblion itu.


Beberapa Deblion mampu mengenai beberapa serangan kepada Yusa dan itu membuatnya kesal sampai ia membakar semua Deblion itu menggunakan [Nightmare Raging Flames], tidak ada satupun Deblion yang selamat melainkan mereka semua berubah menjadi debu. Beberapa Deblion yang memiliki zirah tebal berhasil menyelamatkan diri mereka dari sihir api mimpi buruk.


"HAARRRGGHHHH!!!" Yusa menebas leher Deblion yang tersisa menggunakan pedang-nya. Regishu mulai menjatuhkan beberapa keringat ketika melihat aksi dari Yusa dan Alisha, mereka masih terus menyerang, walaupun tubuh mereka dipenuhi luka dan tenaga mereka yang sudah terkuras.


Yusa mengalihkan pandangan-nya ke arah Alisha dimana ia menghantam semua wajah Deblion itu dengan bertubi-tubi sampai tulang wajahnya terlihat, salah satu Deblion yang besar itu mampu menyerang Alisha sampai terpental ke tembok. Yusa menusuk Deblion terakhir yang menghalang-nya dan ia bergegas menghampiri Deblion yang besar itu untuk membantu Alisha.


"[Bone Creation: Step up!]" 


Yusa melompat ke depan dan menginjak daratan untuk mengalahkan Deblion yang berdiri di depannya, sihir milik Yusa berhasil dihindari oleh Deblion itu dengan melompat ke belakang dan menebas tulang berduri itu sampai hancur.


Yusa bergerak maju dan tidak memberi Deblion itu sedikit kesempatan untuk menyerang, "[BONE PENETRATION!]" Pedang tulang Yusa mulai menajam dan ia mengarahkan pedang-nya ke arah perut Deblion itu sampai tertusuk cukup dalam.


"RASAKAN INI KEPARAT ***!!!"


Yusa menaikkan pedang-nya ke atas membuat Deblion itu terbelah menjadi dua, seluruh tubuh Yusa dipenuhi dengan darah karena ia merasa lelah terhadap semua pasukan Deblion. 


Menerima serangan kemarahan Yusa, Deblion itu diberikan kematian yang sangat sadis oleh Yusa sendiri. Selain itu ia melihat Alisha dimana ia sedang menghadapi Regishu sendirian. 


Serangan Regishu sangatlah cepat dan kuat bahkan sihir [Crimson Aggression] miliknya tidak mempan, Regishu melakukan beberapa serangan besar ke arah Alisha dan tidak memberinya sedikit kesempatan untuk menghindar atau merencanakan sebuah strategi.


"Apa-apaan ini...? Bagaimana bisa Deblion satu ini mampu membuatku terpojoki...? Apakah sihir Crimson dan Scarlet-ku tidak berguna---"


Regishu menendang wajah Alisha sampai ia terdorong ke belakang, Yusa mencoba untuk menolongnya tetapi beberapa pasukan Deblion mulai menghalang jalannya dan menyerang Yusa sampai ia kelelahan.


Alisha bangkit dari atas tanah dan ia mulai mengeluarkan sebuah ramuan yang dapat memulihkan kondisi-nya, Regishu bergegas menuju arah Alisha agar ia tidak meminum ramuan tersebut.


"[Scarlet Force]" Alisha mendorong Regishu mundur lalu ia menariknya dan menghantam-nya lagi ke arah tembok untuk beberapa kali sambil mengulurkan waktu untuk bisa meminum ramuan tersebut.


"Pedang anti sihir... Hancurkan-lah hambatan yang sedang menghalangiku ini [Anti-Magic Stab]!"


Pedang yang dipegang Regishu bersinar merah, ia langsung bergerak menuju arah Alisha dengan kecepatan penuh, Alisha tersenyum dan melempar botol kosong itu ke depan. Regishu menghancurkan botol tersebut dan Alisha menyambut Regishu dengan memukul perut-nya cukup dalam.


BAGGGHHHH!!!


"HUEGGGHHHH!!!"


Regishu memuntahkan darah yang cukup banyak di wajah Alisha dan Alisha mulai tersenyum sinis, "[Crimson Buster]."


Setelah Alisha menghantam perut-nya cukup dalam, ia menciptakan sebuah bola merah darah tepat di dalam perutnya dan bola tersebut meledak membuat Regishu terpental ke belakang. Sihir Alisha mampu meninggalkan luka lubang besar yang terletak di bagian perutnya.


"ARRGGHHHH!!! SUCCUBUS SIALAN!!!"


Regishu segara bangkit dan menutup lubang itu dengan menggabungkan semua daging-daging tersisa yang ada di bagian perutnya dengan hanya menggunakan tangan kanan-nya sendiri. Alisha mulai mengulurkan lengan kiri-nya ke depan dan Regishu segara membuat pedang-nya menjadi perisai karena ia bisa memprediksi bahwa Alisha akan mengeluarkan sihir kuno lainnya.


"Persetan dengan bangsa-mu..."


Alisha tersenyum jahat dan ia mulai menunjukkan jari tengah-nya ke arah Regishu sehingga membuatnya dirinya bingung.


"Sihir... Apa---"


"[Chaotic Crimson Waltz]" Jari tengah Alisha bersinar dan ia mulai mematahkan jari tersebut lalu menariknya keluar sampai jari tersebut berubah menjadi sebuah tombak Crimson yang panjang juga besar.


"Apakah kau siap berdansa...? Akan aku pastikan bahwa aku berdansa bersama darah-darahmu itu." 


Alisha menjilat bibir-nya sendiri menunjukkan ekspresi yang menggoda, Regishu mulai tergoda melihat Alisha yang bersikap layaknya seperti Succubus, tetapi ia mencoba sekuat mungkin untuk tidak tergoda.


Regishu bergerak menuju arah Alisha dan mengarahkan beberapa serangan ke arah dirinya, Alisha menahan semua serangan itu dengan memutarkan tombak-nya berirama dan bahkan kedua kakinya juga bergerak seolah-olah ia berdansa di atas lantai.


Pandangan Luz mulai teralihkan oleh Alisha yang benar-benar berdansa, apakah ini gaya bertarung bangsa Succubus dimana mereka akan berdansa, tetapi dansa itu mematikan karena bisa saja membunuh seseorang secara langsung.


Serangan milik Regishu tidak mampu melukai Alisha yang sedang berdansa di depan-nya, pergerakan kedua lengannya juga seperti mengikuti irama sebuah lagu dimana Regishu tidak bisa membatalkan serangan kombinasi Alisha, dengan berdansa bisa saja Alisha melakukan kombinasi serangan yang mematikan, itulah yang dipikirkan oleh Regishu.


"Hee..." Alisha tersenyum sinis, "[Scarlet Dance]"


Semua serangan Deblion itu langsung hancur karena putaran dari tombak milik Alisha dan beberapa Deblion yang menyerang dari jarak dekat mulai tertebas menjadi beberapa bagian kecil oleh tombak Alisha yang berputar cepat. 


"A-Apa...?!"


Semua Deblion itu tidak diberi sisa apapun melainkan seluruh tubuhnya telah tertebas sampai habis dan menyebabkan hujan darah di sekitar ruangan itu karena serangan dansa milik Alisha yang mematikan.


"Jika kau pikir bahwa kami bangsa Succubus adalah bangsa yang hanya penting sebagai pemuas nafsu... Maka kalian salah besar, kami Succubus mampu berdansa sampai kalian bertemu dengan dewa kematian ITUUU!!!"


Alisha menunjukkan ekspresi psikopat-nya lalu ia bergerak ke arah semua Deblion itu dan membunuhnya sampai tidak tersisa lagi. Pertahanan dan serangan apapun, semua itu gagal oleh serangan kombinasi Alisha yang bernama [Scarlet Dance]. Semua Deblion dan bahkan Regishu mulai ketakutan melihat pergerakan Alisha yang meningkat sampai titik dimana kedua bola mata mereka tidak bisa mengikutinya.


Beberapa dari Deblion itu tidak sanggup menahan serangan dansa milik Alisha yang sangat pas dengan irama lagu. Alisha melompat ke arah Yusa dan melindunginya dari beberapa Deblion yang mencoba untuk mengakhiri kehidupannya.


"A-Alisha..."


"... ..." Alisha tidak menjawab Yusa karena dia saat ini serius dan tidak akan memaafkan siapapun yang membuat Yusa terluka.


"Sihir... Kemampuan... atau apalah itu... hebat... Sangat hebat."


Alisha mengalihkan pandangan-nya ke arah Regishu dan ia melihat dirinya yang sedang menjatuhkan beberapa bibit untuk menciptakan pasukan baru. Alisha mulai berjalan menuju arah Regishu dan membiarkan dirinya karena ia masih ingin merasakan kepuasan dalam membunuh sesuatu.


Beberapa pasukan Deblion baru yang lebih kuat muncul, mereka semua bergerak menuju arah Alisha dan Alisha mulai berdansa cukup agresif sampai membuat semua Deblion yang baru saja lahir itu terbunuh dengan satu serangan kombinasi.


Semua pasukan Deblion itu terbantai habis dengan Alisha yang berdansa mengiring irama yang terdapat di dalam kepalanya, hal itu membuat Regishu panik sehingga ia berencana untuk melarikan diri. Alisha melompat ke depan dan mendarat di depan Regishu masih berdansa.


"Mau kemana...? Jika kamu berhasil mengalahkan-ku maka aku akan serahkan tubuh suci ini kepadamu... Tubuh seksi ini..."


Alisha mulai mencoba untuk menggoda Regishu dan itu membuatnya ingin sekali menyentuh tubuh Alisha, tetapi jika ia sekali menyentuhnya maka dewa kematian sebentar lagi akan menjemput dirinya.


"Aku memiliki tawaran untuk-mu... Bagaimana jika kau menjadi ratu bangsa Deblion saja...? Aku akan memberikan apapun yang kau mau bahkan semesta akan aku takluk-kan demi mendapatkan hatimu."


"Aku hanya tertarik jika kau mampu membuatku berhenti berdansa." Alisha tersenyum.


"Aku mohon, putri!" Regishu berlutut di depan-nya.


"... ..."


Regishu tersenyum sinis dan ia mencoba untuk menarik kedua kaki Alisha dan membuatnya terjatuh, setelah itu ia mencoba untuk memperkosa-nya, tetapi kedua lengannya langsung putus sebelum ia menyentuh kedua kaki Alisha.


"Makhluk sepertimu ini berhak mati..." Alisha berhenti berdansa.


Tombak yang Alisha pegang mulai berubah menjadi aura merah dan aura itu masuk ke dalam tubuh Alisha untuk memulihkan jari tengah-nya yang patah. Setelah itu ia menatap Regishu yang sedang menangis kesakitan.


"DASAR JALANG...!!! GRRRGGGHHHHH!!!"


Alisha mendekatkan wajahnya dengan Regishu, setelah ia tersenyum seperti seorang psikopat.


"Love you." Alisha menjentikkan jari-nya di telinga kanan Regishu, seluruh tubuh Regishu terbelah menjadi beberapa bagian dan hancur menjadi daging-daging kecil yang meneteskan beberapa darah.


"ALISHA!!! BELAKANGMU!!!" Teriak Yusa keras.


"... ...!!!"


Alisha merasakan keberadaan seekor monster tepat di belakang-nya, ia melirik ke belakang dan melihat seekor [Eateria] yang sudah membuka mulutnya dengan sangat lebar. Detik-detik sebelum kematian Alisha, Yusa melompat ke depan dan menghalang Alisha mencoba untuk menyelamatkan dirinya dari gigitan Eateria.


BRAGGHHH!!!


[Eateria] itu memakan seluruh tubuh Yusa dengan satu gigitan sampai membuat Alisha melotot.


"Y-Yu...!? YUSAAAAA!!!" Teriak Alisha keras.