
"... ..."
"Nama-mu adalah Oni Yusakage ya...? Seorang iblis takdir yang menjadi pemilik generasi tujuh dari Luz Demonio. Aksi dan potensi-mu cukup hebat, aku bisa merasakan-nya." Vimu tersenyum dan mulai memuji Yusa.
Pujian itu sama sekali tidak membuat Yusa senang melainkan ia merasa geli bahwa ketua dari aliansi [Truce Order] adalah seorang gadis dengan satu tanduk di bagian kening-nya.
Kyra sendiri terlihat seperti tidak bisa menahan untuk mencoba mencubit pipi Vimu yang terlihat cukup lembut dan squishy.
Karla hanya bisa menunjukkan wajah yang terlihat khawatir, ia berharap agar Yusa dan Kyra bisa menjaga sikap mereka kepada Vimu, lebih buruknya lagi Yusa yang terlihat semakin kesal.
"Bisakah aku menjawab-nya, ketua---"
"Tidak perlu repot-repot, Karla. Kamu sudah melakukan hal yang baik." Vimu tersenyum, "Kau tidak bisa berbicara karena sudah kehilangan beberapa iblis yang kau percayai, bukan...?"
Yusa mulai melotot, "Bagaimana kau bisa mengetahuinya...?"
"Mudah sekali, aku bisa membaca takdir siapapun termasuk dirimu ini, Yusa. Jika kau mengalami depresi berat seperti itu terus maka kau tidak akan bisa bertambah kuat dan buruknya lagi kau tidak akan bisa membalaskan dendam ibu-mu itu."
Vimu mengatakannya dengan kedua tatapan yang tajam, hal itu membuat Yusa ketakutan sampai ia berkeringat dan terjatuh di atas tanah dengan kedua kaki yang bergetar.
"Y-Yusa...! Apakah kau baik-baik saja?" Kyra mencoba untuk membantu Yusa berdiri, tetapi seluruh tubuhnya terasa gemetar karena tatapan tajam milik Vimu.
"Kyra Elonzo... Kemampuan-mu dalam berpanah itu sangat hebat, tapi kenapa takdir tidak memilih-mu menjadi iblis takdir yang memiliki Moirai Arma busur...? Aneh sekali." Ucap Vimu.
Vimu tersenyum dan mengontrol tatapan-nya agar tidak membuat Yusa dan Kyra tidak lagi ketakutan, mereka kembali bangkit dengan ekspresi yang lelah, tetapi Vimu menunjuk dua gelas berisi darah bening.
"Mari kita berbicara dengan santai, tidak perlu serius dan takut seperti itu." Vimu menggunakan sihir telekinesis-nya untuk membuat kedua gelas itu begerak menuju arah Yusa dan Kyra.
Yusa menatap darah bening itu yang terlihat aneh, Karla sendiri hanya bisa diam dan mencoba sekuat mungkin untuk tidak memberitahu mereka bahwa cairan darah bening itu mengandung ramuan yang sangat kuat.
"Ada apa...? Kenapa kalian tidak meminum darah itu yang terasa sangat lezat dan segar?" Tanya Vimu.
"Aku merasakan sesuatu yang tidak baik di dalam cairan ini... Apakah kau memasukkan sesuatu ke dalam-nya...?" Yusa menyadarinya.
"Hahahahaha~ Menarik sekali, insting-mu dalam menyadari sebuah sihir aneh itu kuat juga. Apakah kau merasakan keberadaan sebuah ramuan di dalam rarah itu?"
"Tentu saja." Jawab Yusa. Kyra yang tadinya ingin meminum darah tersebut mendadak berhenti karena ia takut bahwa darah itu akan memberikan efek negatif untuk dirinya sendiri.
"Baiklah, waktu habis." Vimu menjentikkan jari-nya.
Dari jentikan jari itu, Kyra dan Yusa membuka mulut mereka karena sihir telekinesis milik Vimu. Kedua tangan mereka bergerak dengan sendirinya dan mereka tidak bisa mengontrol-nya.
"Lebih baik kalian menjadi dewasa agar bisa berlatih tanpa harus takut kelelahan dan batasan."
Vimu menggunakan sihir telekinesis-nya untuk membuat mereka meminum cairan darah itu dengan paksa. Cairan dari ramuan itu langsung memberi efek panas di seluruh tubuh Kyra dan Yusa.
"U-Uck... A-Apa ini...? A-Aku lemah sekali..."
Kedua penglihatan mereka mulai kabur karena penyebab dari darah bening itu, perlahan-lahan tubuh mereka mengeluarkan asap-asap putih dan juga kedua kaki mereka terasa lemah.
"A-Apa yang kau lakukan padaku....?" Tanya Yusa dengan tatapan tajam-nya.
"Entahlah... Kita lihat saja nanti."
Yusa dan Kyra sama-sama terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang tidak sadar, Karla mulai menatap mereka berdua dimana tubuh mereka mengeluarkan asap dan sinar cahaya yang silau.
"Aku tidak menyangka anda masih memiliki ramuan ini, ketua..."
"Jelas-lah... Ramuan yang aku temukan dan dapatkan itu berasal Koreomi. Tapi, aku masih tidak yakin kenapa dia tidak mendapakan gelar sebagai ketua seksi ke empat ya..."
"Bukannya anda adalah [The Sire of Truce], kenapa anda harus menanyakan hal itu kepada saya...? Onimakura Koreomi itu adalah seorang iblis alkemis dan petarung yang cukup hebat, ia sangat strategis soal pertarungan apapun."
Karla mengangkat tubuh Kyra dan Yusa lalu menggusurnya ke kasur milik Vimu, mereka masih membutuhkan waktu untuk beristirahat agar bisa kembali pulih seperti semula.
"Ngomong-ngomong soal Koreomi, aku tidak melihatnya akhir-akhir ini. Apakah dia sedang menjalankan sebuah misi di suatu tempat?" Tanya Karla.
"Koreomi bersama anggota seksi delapan lainnya sedang menjalankan sebuah misi darurat. Bangsa Giblis seperti biasanya berulah lagi dan menyerang desa bangsa Onimakura."
Karla melotot ketika mendengar hal itu dari Vimu, bangsa Onimakura adalah bangsa Iblis yang sangat ahli dalam hal ramuan dan sihir alkemis. Jika desa atau bangsa itu telah ditaklukan oleh bangsa Giblis maka pengetahuan bangsa Onimakura bisa saja diketahui oleh semua bangsa Giblis.
"Apakah kau ingin menanggung resiko dan pergi ke sana, Karla?" Wakil ketua dari [Truce Order] mulai berbicara.
Vimu maju ke depan dan melepas jubah-nya dimana wakil ketua dari [Truce Order] berada di bawah Vimu sambil memegang kedua kaki-nya, Vimu melompat ke depan dimana kedua dari mereka memiliki tinggi yang sama-sama seperti anak kecil.
Karla secara refleks langsung berlutut kepada wakil ketua tersebut, "Mimu... Berikanlah aku ijin untuk melaksanakan misi yang sama dengan Koreomi...! Vimu juga... Aku mohon!"
"Tidak bisa, Karla. Kamu selalu saja ikut campur terhadap misi ketua seksi lainnya dan berakhir terluka parah contohnya seperti dirimu yang mencoba untuk menyelamatkan Yusa."
"... ..." Karla hanya bisa diam.
"Apa yang dikatakan Mimu itu benar, Karla. Sekali lagi kau ikut campur dengan misi seksi yang lainnya secara diam-diam maka kami tidak memiliki pilihan lain selain mencabut jabatan-mu sebagai ketua seksi yang kedua." Vimu menunjukkan ekspresi yang mengancam.
"Bukan hanya itu, Karla... Aku juga akan mengeluarkan-mu dari aliansi [Truce Order], mengerti...?" Mimu menatap tajam Karla.
"... ..." Karla mengangguk pelan.
***
Desa bangsa Giblis tinggi, desa yang dulunya disebut desa bangsa Succubus tinggal tetapi sekarang tidak lagi karena bangsa Giblis berhasil menaklukan-nya.
Gobun, seorang [Jefeblis] atau ketua pemimpin semua giblis itu sedang duduk di atas tahta-nya sambil menunggu kedatangan seseorang, dia menantikan dua bangsa Iblis yang datang untuk menghampiri mereka.
Setelah menunggu selama beberapa hari, datanglah beberapa naga yang membawa beberapa pasukan tingkat atas. Gobun hanya bisa tersenyum dan bangkit lalu menghampiri mereka semua dengan penuh kehormatan.
Seorang iblis melompat dari atas naga-nya sambil mengacak-ngacak rambut-nya, Gobun tersenyum melihat iblis itu dipenuhi dengan kesenangan ketika melihat kejayaan bangsa Giblis.
"Ini... Dosa...!!! Dosa...!!! Dosa...!!! Dosa yang terkumpul menjadi satu...!!! Hebat...!!! Menakjubkan...!!! Aku menyukai seorang pendosa yang hebat!!!" Iblis itu mengangkat kedua lengannya ke atas.
"Senang bisa bertemu denganmu, raja Ceytamold dari bangsa Inugami." Gobun berlutut di depan-nya sambil menundukkan kepalanya.
"Muehehe...!!! Sepertinya aku menggunakan kalian sebagai alat yang sangat awet ya...!!! Kalian berhasil melaksanakan dosa kalian, hebat! Hebat! Sangat menakjubkan!!!" Teriak Ceytamold keras.
[King of Inugami III - Inugami Ceytamold]
"Jangan bersikap berlebihan seperti itu, Ceytamold." Seorang iblis datang menghampiri-nya dari belakang.
"Sepertinya kau setuju dalam tindakan kerja sama ini ya, ratu Asteria..." Gobun tersenyum.
[Queen of Ajin II - Ajin Asteria]
"Mari kita langsung membahas ke inti-nya, apakah kau sudah mendapatkan sesuatu yang aku butuhkan, Gobun si pendosa...?" Tanya Ceytamold.
"Tentu saja." Gobun bangkit dari atas tanah dan ia mulai mengambil sesuatu yang penting di dalam peti-nya.
Gobun mengeluarkan sebuah jantung yang bersinar merah, jantung itu masih berdetak dan terlihat cukup mengerikan dari jauh dan dekat. Ceytamold mulai melotot sampai bola mata-nya keluar.
"Greeeeee....!!!!!!! [Heart of Full Evolution], jantung pendosa yang dihasilkan oleh bangsa Giblis di fase evolusi fase terakhir...!!! Inilah dosa yang sebenarnya...!!!" Walaupun kedua bola mata Ceytamold tergeletak di atas tanah, ia mengeluarkan beberapa darah dari kedua mata-nya.
"Ahhhhhhhhh....!!! Akhirnya aku bisa menjadi pendosa terhebat di seluruh semesta...! Dosa... Munafik... Kafir...!!! Aku adalah pendosa dari segalanya...!!! Ceytamolllldddddd!!!!!" Ceytamold terjatuh di atas tanah sambil menghamtam kepalanya di atas tanah.
"Kau hanya mendapatkan satu...?" Tanya Asteria.
"Untuk sekarang ya, butuh proses yang lama karena aku bersama Giblis lainnya harus menganalisis jantung ini terlebih dahulu. Efek dari jantung evolusi penuh Giblis itu dapat berakhir fatal untuk pengguna, tubuh mereka akan perlahan-lahan hancur walaupun mereka tidak akan merasa kesakitan."
"Jadi... Kematian tanpa tanda ya...?"
Jantung milik Giblis itu bisa saja berakhir fatal tanpa sebab karena kekuatan dan kemampuan yang berlebihan di dalam-nya, jika jantung itu ditepatkan di dada maka si pengguna akan mendapatkan kekuatan penuh dari seorang Giblis yang sudah berevolusi sampai fase akhir.
Ia akan bisa menggunakan kekuatan-nya tanpa harus khawatir dengan batasan, pikiran mereka juga akan tetap sama dan berbeda dari Giblis.
"Baiklah, Ceytamold. Lebih baik aku mengalah dan membiarkanmu menggunakan jantung tersebut." Ucap Asteria.
"Ratu Asteria...! Kau memanglah membuat dosa-ku terus berkumpul...! Terima kasih...!!!" Ceytamold langsung merebut jantung yang ada di tangan Gobun.
"DEMI DOSA!!! DEMI KEADILAN...!!!"
"AKU DIPENUHI DOSA...!!!" Ceytamold menepatkan jantung itu di dada-nya sendiri.
ZBAAAASSSHHH!!!
Jantung itu bersinar cerah dan masuk ke dalam dada Ceytamold, terdapat beberapa garis merah yang memiliki pola seperti akar muncul di dada Ceytamold.
Seluruh tubuhnya mendadak membesar dan membuat wilayah tersebut berguncangan, Gobun dan Asteria terkesan melihat kekuatan hebat dari jantung tersebut.
Perlahan-lahan tubuh Ceytamold berubah menjadi semakin kekar, taring-taringnya mulai menajam dan membasar sampai ekornya ikut membesar dan dipenuhi duri-duri beracun.
Penampilan Ceytamold mendadak berubah drastis, tanduk-nya mulai membesar lebih besar dari kepala-nya serta tumbuh dua duri tajam di kedua lengan-nya.
"GRAAAGGGGHHHH!!!" Teriak Ceytamold keras.
"Aku bisa menamakan wujud ini sebagai [Giblis Assimilation]. Semua kekuatan penuh Giblis fase terakhir telah merasuki tubuh Ceytamold." Gobun tersenyum sinis.
Perubahan milik Ceytamold selesai dan memberikan hasil yang luar biasa, wajah-nya tertutup dengan sebuah topeng yang terlihat mengerikan serta Asteria tidak bisa merasakan batasan kekuatan milik Ceytamold.
"Inilah dosa....!!!! Aku adalah dosa dari segalanya...!!! Lihatlah kalian para dewa dan dewi yang melihat kemunafikan besar ini...!!!" Ceytamold mulai tertawa dan suaranya terdengar sangat berat.
"Jadi... Apakah kita semua setuju dengan kerja sama antara bangsa Inugami, Ajin, dan Giblis?" Tanya Asteria.
"Tentu saja... Kita ciptakan aliansi yang sama dengan aliansi Truce Order..." Ceytamold mengepalkan kedua tinju-nya dan semua pasukan-nya mulai bergegas pergi menuju arah barat.
"...Destruction Order."