
satu bulan telah berlalu semenjak Maria dipindahkan ke Indonesia semenjak itu pula hara tak pernah lagi merasa ditekan dan diancam oleh seseorang sebab Injah yang sekarang mengawasinya selalu memberikan nya kebebasan untuk keluar di sekeliling rumah . Tapi tak sedikit pun hara mendengarkan dia hanya tetap diam di dalam kamar nya dan tak pernah berbincang dengan seseorang pun kecuali dirinya sendiri .
dia pikir tak ada lagi harapan yang harus dilakukan hidupnya sudah mati sekarang hanya raga nya saja yang hidup tapi tidak dengan jiwa dan pikiran nya . semua orang yang dia sayangi satu persatu pergi dari dirinya . hara hanya menunggu saja kapan gilirannya untuk pergi tapi sepertinya tidak Allah tidak akan menguji hambanya sesuai batasnya .
akan ada harapan baru tapi hara harus bangkit demi dirinya dan untuk orang-orang yang dia sayangi .
dan hari ini Injah sangat khawatir dengan keadaan hara bagaimana gadis itu tak keluar sedikit pun dari dalam kamar itu . kamar itu sangat gelap dan hara sudah 2 hari tak memakan masakannya saat dia menaruh makanan di meja makan hara tak pernah keluar untuk makan tapi saat Injah menaruhnya dikamar hara gadis itu sangat jarang memakan masakan dia tidak tahu harus berbuat apa mungkin kah hara tak suka dengan masakannya itulah yang selalu dia pikirkan .
" apa yang harus ku lakukan untuk nona hara dia tak mau makan ini sudah dua hari " ucap Injah dengan khawatir .
" baiklah ini sudah saatnya kau akan melangkah dan ini adalah kehidupan baru mu.
" ucap Injah sambil membawa nampan makan siang hara dan langsung masuk ke kamar hara .
tok...tok...tok ( Injah mengetik pintu hara dan langsung membuka pintu itu )
" maaf nona , ini saya sudah masakan sesuatu . saya sangat khawatir nona akan sakit " ucap Injah dengan khawatir .
tapi hara tak bergeming sedikitpun hanya membalikkan badan di kasurnya itu .
" apa nona tidak menyukai masakan saya , katakan saja apa yang nona inginkan pasti akan saya masakan " sambung Injah .
tapi itu tak mempan sekali lagi hara hanya mengacuhkannya saja entah apa yang dipikirkan nya tatapannya kosong seolah-olah jiwanya sudah pergi dari tubuhnya .
lalu Injah menoleh kebelakang memberi kode seseorang untuk masuk
" apakah kau yakin tak ingin memakan ini? " tanya orang itu .
deg
hara seperti mengenal suara itu tapi dia lupa siapa .
" apakah kami perlu memaksamu agar kau memakan ini ?" tanya nya sekali lagi .
" siapa kamu? " tanya hara .
" akhirnya kau berbicara juga , aku kira kau sudah tak bisa berbicara lagi ." katanya.
" aku bertanya " tanya hara dengan datar .
" kau tidak mengenal ku ? " tanyanya lagi.
" katakan saja " ucap hara .
" aku akan mengatakannya jika nona akan memakan ini " katanya .
" siapa kau katakan , kau tidak berhak mengatur ku dan memerintahku " jelas hara .
" ah baiklah aku tidak boleh membuat nona marah " ucapnya .
" aku adalah Ken...Kenny " jelas nya
ya pria itu adalah kenny park laki-laki yang membantunya saat hara sedang dikejar oleh para bodyguard sosok laki-laki yang tiba-tiba ingin melindungi gadis yang selalu takut ini entah kenapa semenjak dia bertemu dengan hara dirinya mempunyai keinginan dan harapan untuk dirinya sendiri rasa peduli dan ingin melindungi hara itulah yang membawanya sekarang ketempat dimana hara terkurung bersama sejuta tanda tanya .
setelah Kenny menyebutkan namanya hara menolah dan bangun dari ranjangnya dan menoleh padanya .
" kau? " ucap hara dengan mengingat kembali wajah itu .
" iya kau lupa dengan ku ? tanya Ken
" aku bekerja disini " ucap ken
" apa maksudmu aku tidak mengerti " tanya hara sekali lagi .
" ya aku bekerja disini aku akan menjagamu itu adalah tugasku " jelas ken sambil tersenyum hangat pada hara sedangkan hara tampak kebingungan apa yang sebenernya terjadi kenapa Kenny bisa menjadi pekerja disini dan apa hubungan semua ini .
" tampaknya kau sedang berpikir " ucap Ken
" aku ... aku hanya ah tidak tidak " ucap hara dengan Bingung .
" baiklah sekarang kau harus makan aku tidak ingin mendengar jika kau sakit jika itu terjadi nyonya besar akan marah besar padaku " jelas ken .
" aku tidak makan " ucap hara .
" kenapa " tanya Ken yang kebingungan .
" aku berpuasa " jelas hara.
"puasa ? tapi ini bukan bulan ramadhan" jelas ken .
" ini ...ini sudah biasa aku lakukan " jelas hara.
" ah baiklah kalau begitu bibi Injah akan membuatkan menu berbuka nanti , baiklah kau istirahat saja sekarang " jelas ken .
" ya " ucap hara .
sebenarnya hara masih tidak mengerti apa yang terjadi pada Kenny hingga dia bisa jadi pekerja disini dia bingung dan apa hubungannya dengan injah .
lalu ken dan Injah keluar dari kamar hara dan pergi ke kamar nya .
" hey Anak muda apakah kau menyukai nona hara " hanya bibi Injah disertai dengan tawanya dengan khas .
" apa yang bibi katakan " kata Ken sambil meminum teh .
" aku bisa melihatnya kau tertarik dengan nona hara dan Bahkan aku bisa melihat tanda-tanda cinta untuknya ( sambil mengangkat kedua alisnya dengan mendekatkan wajahnya kedepan wajah Ken ) aku tahu itu jadi jangan sembunyi lagi ." ucap bibi Injah .
" ah bibi sudah cukup aku bahkan tidak bisa minum dengan tenang " gerutuhnya .
" hohoho ayolah mengaku saja " ucap bibi Injah .
" baiklah bibi jika itu yang ingin kau tau jika aku menyukai nya kenapa ada apa ada masalah ? apa bibi cemburu ? bibi tidak boleh cemburu bibi sudah terlalu tua untuk mencintai pria tampan seperti diriku ini " jelas ken dengan santai .
" narsis sekali kau anak muda " kata bibi injah .
" sekarang katakan apa selama ini dia baik-baik saja disini tanpa si macan tutul itu " tanya ken ya yang dia maksud macan tutul adalah si Maria .
" semanjak aku disini aku tak pernah melihatnya melakukan apapun bahkan dia selalu mengurung diri dikamar dan setiap malam aku melihatnya ke kamar nya tapi dia tak tidur dia selalu bangun jam 2 tapi entah aku tidak tau apa yang dia lakukan . bahkan dia tak pernah berbicara dengan benar hanya menjawab "ya" atau "tidak " itu saja . aku rasa dia mengalami banyak penderitaan hingga dia tak ingin seperti para gadis lainnya . dia tidak suka dengan cahaya yang banyak dia menangis saat ada yang mengatakan darah ya itu saja " jelas bibi Injah .
" kenapa ada seseorang yang mau mengurung gadis seperit ini" ucap Ken dengan frustasi .
" baiklah kau jangan khawatir kita disini sekarang kita akan membuatnya bahagia " jelas bibi Injah .
" ya bibi benar aku akan membantunya keluar dari penderitaan nya aku akan membebaskan nya dari tempat ini tunggu saja tak lama lagi hara " ucap Ken dengan yakin .
hmm makasih ya buat pada readers udah mau baca sampe sejauh ini pokoknya pantengin terus ya novel ku dan sekali lagi author ingetin buat para readers untuk like ,komen dan vote " looking for a destinasion" 😁😉