
malam hari saat Elsa tertidur dia kembali bermimpi tentang masa lalu nya dia gelisah wajahnya penuh keringat . di dalam mimpi itu dia melihat ibunya yang tersenyum dan menghampirinya .
" *hara sayang .... kemarilah nak " ucap Rina sambil membentangkan tangannya .
saat itu hara sedang bermain lalu dia menoleh pada ibunya dan langsung tersenyum .
" ibu " ucap hara kecil dengan bahagia . lalu dia berlari akan menghampiri Rina .
tiba-tiba dor suara tembakan itu menghentikan langkah Hara dia terkejut dan membulatkan matanya saat melihat tubuhnya dan tubuh ibunya bersimbah darah mereka saling menatap dan menangis lalu saling meneriaki satu sama lain* .
lalu hara terbangun dan tak sadar air matanya keluar dia kembali memimpikan itu lagi . seluruh tubuhnya penuh keringat dan nafasnya tak beraturan .
" ibu " lirihnya dia sambil memegang dadanya dia merasa sesak Dan sulit bernafas .
" kenapa aku bermimpi itu lagi " ucapnya sambil menangis.
lalu dia bangun dan mengambil sebuah foto dari lemarinya . dia merasa sangat sesak kemudian dia memutuskan untuk keluar dari kamar hari sudah menunjukkan tengah malam dan tak ada seorangpun yang berjaga . dia berjalan dengan hati-hati tanpa menimbulkan suara .
hara memutuskan untuk pergi ke belakang rumah dia duduk di kursi taman dan meneteskan air matanya lagi .
" ibu " lirihnya lagi sambil menangis .
" aku ingin bersamamu " ucap nya lagi .
tanpa dia sadari ada seseorang yang melihatnya sedang menangis dia mengawasi hara dari pintu belakang . orang itu adalah Ken ya saat hara keluar dia melihat nya karena dia merasa ada sesuatu yang terjadi pada hara sebab itulah dia memutuskan untuk kekamar hara tapi sebelum itu dia melihat hara keluar dari kamarnya dan mulai mengikuti nya.
dia tetap mendengarkan tangisan gadis itu rasanya dia ingin memeluknya.
" apakah aku bisa bertahan lebih lama lagi disini ibu " ucapnya sambil mengelus foto itu .
difoto itu terdapat ibunya dan dirinya yang sedang dipeluk oleh Rina mereka senyum sangat bahagia .
" Bu , jika kau melihatku sekarang . aku harap kau bisa mendengar kan semua keinginanku . aku sangat merindukan ibu . maafkan aku ibu aku tidak bisa melihat ibu untuk terakhir kalinya . apa aku anak yang tidak baik bu ? ayah juga tidak pernah ingin bertemu dengan ku lagi . wanita itu membawanya sekarang aku hanya sendiri disini jika ibu mendengarkan ku bawa lah aku sekarang bersamamu . aku akan bahagia bu " ucapnya sambil terisak .
Kenny yang mendengarkan itu pun merasa iba dia merasa kasihan pada hara tapi dia juga ingin tau apa yang sebenernya terjadi .
dia terus melihat hara .
" malam ini aku akan bersama ibu " ucap nya hara lalu dia bangun dari tempat duduk itu dia berdiri dan berjalan ke arah kolam renang .
dia terus ingat kejadian-kejadian masa kecilnya hingga hari ulang tahunnya itu .
setelah berada di pinggir kolam dia manatap kolam itu dengan kosong . lalu dia menjatuhkan dirinya ke dalam kolam renang" burrr"
" hara " teriak Kenny dia terkejut saat melihat hara yang menjatuhkan dirinya ke dalam kolam .
hara yang suah jatuh tak melakukan pergerakan apapun hanya matanya saja yang terbuka dia ingin mengakhiri hidupnya malam ini dia tahu kolam ini sangat dalam dia juga tak bisa berenang oleh karena itu dia melakukannya .
seketika Kenny ikut menceburkan diri ke dalam kolam .
dan mulai menggapai tubuh hara . lalu digendong nya dan membawanya ke pinggir kolam hara yang tak sadarkan diri langsung di guncangan kan tubuhnya oleh Kenny dia merasa takut wanita yang dia cintai pergi .
" hara bangunlah " teriak Kenny dan dia menangis sambil terus menekan dada hara agar air yang masuk kedalam tubuh hara keluar .
" aku mencintaimu hara bangunlah jangan tinggalkan aku " Isak Ken lalu memeluk tubuh hara .
sedangkan hara masih terus tak sadarkan diri .
dalam dirinya hara merasa ada seseorang yang terus mengikutinya saat dia ingin pergi bersama ibunya . tapi ibunya terus melarangnya.
" *hara sayang... apa kau akan terus begini nak " ucap sang ibu
" kau tidak boleh seperti ini kau harus terus berjuang untuk hidupmu "
" tapi aku ingin bersamamu ibu " ucap hara .
" tidak bisa sayang dunia kita berbeda tapi walaupun begitu ibu akan terus bersama mu .. kau tau kan ibu ada dimana . hmm ya ada di hatimu sayang . kau tidak boleh seperti ini . kau harus bangkit demi dirimu sendiri ." ucap Rina .
"tidak ibu tidak ada yang menyayangi ku disini untuk apa aku tetap hidup seperti ini bahkan aku harus terkurung dalam rumah itu " lirih hara .
" pergilah sayang kembali pada tempat mu dan ibu akan kembali pada tempat ibu. ibu sudah bahagia Disini tapi ibu sedih saat melihat anak ibu yang paling ibu sayangi seperti ini ." ucap Rina.
" pergilah ikutlah dia ... dia sedang menunggu mu kau tidak boleh seperti ibu menyayangimu sayang " ucap Rina tersenyum*
hara menangis dan terus berteriak memanggil ibunya dilihat ibunya sudah berjalan pergi dan tak tau kemana sedangkan dia terus seperti ini .
tiba-tiba hara terbatuk-batuk dan mulai membuka matanya lalu dia melihat Ken dengan samar seperti sedang menangis Ken yang melihat mata hara sedikit terbuka pun nampak begitu lega .
" hara kau bangun " ucap Ken dengan bahagia di sela tangisannya .
" bibi " teriak ken sambil menggendong tubuh hara yang sudah dingin itu.
" bibi bangunlah " teriak Ken sekali lagi .
sedangkan bibi yang mendengar teriakan Ken begitu terkejut dan langsung membuka matanya .
" ada apa dengan anak itu malam-malam begini teriak-teriak seperti dihutan saja ." gerutu bibi sambil melangkah kan kakinya ke keluar kamar .
dia terkejut melihat Ken sedang menggendong hara .
" apa yang terjadi padanya? " ucap bibi Injah dengan khawatir.
" bibi cepat telpon dokter " kata Ken .
setibanya di dalam Ken langsung merebahkan tubuh hara ke kasur .
" tapi Ken kita dilarang oleh nyonya besar untuk membawa hara ke dokter " kata bibi injah .
" apa saat sedang begini bibi akan menuruti perintah gila seperti itu. tubuhnya sangat dingin nafasnya sudah lemah " marah ken.
" aku tidak peduli aku akan menelpon dokter sekarang juga " sambung Ken lalu menekan nomor ponsel dokter.
" terserah kau saja . cepatlah keluar aku akan mengganti pakaian nona terlebih dahulu ." ucap bibi Injah .
Ken langsung keluar dan dia ingat saat hara ke taman belakang dia membawa sesuatu dan dia memutuskan untuk pergi ke tempat itu .
setibanya disana dia terus mencari benda itu . dan ditemukannya .
" ini dia " ucap Ken .
dilihatnya foto itu seorang gadis kecil dan seorang wanita yang sedang berpelukan .
" siapa ini apakah ibunya " tanya ken
" ya pasti ini ibunya , aku berjanji padamu aku akan membawa anakmu pergi dari sini dan memulai kehidupan nya yang baru . aku akan membahagiakan anakmu " ucap Ken dengan tulus lalu dia menyimpan foto itu didalam bajunya .
dia kembali ke kamar karena khawatir terjadi apa-apa pada hara .
" bagaimana keadaannya? " tanya Ken pada bibi .
" aku sudah menggantikan pakaiannya tapi tubuhnya demam sangat tinggi aku akan mengompresnya " jelas bibi .
" apakah kita akan memberitahu nyonya besar tentang ini " tanya bibi pada Ken .
" jangan beritahu padanya jika kita memberitahunya dia tidak akan membuat hara selamat " jelas ken .
tapi disisi lain nyonya besar marah besar pada Maria tentang apa yang terjadi pada hara saat dia beritahu kalau hara mencoba bunuh diri .
" anak itu tidak tahu diri sama sekali " ucapnya sambil membanting gelas yang ada di depannya .
membuat Maria terkejut .
" nyonya tenanglah " ucap maria.
" apakah kau yakin mereka menjaganya dengan baik . bagiamana mungkin mereka bisa keteledoran seperti itu ? " tanya nyonya besar lalu menghampiri Maria dan langsung menamparnya begitu saja
" aku membiarkannya hidup karena aku ingin ayahnya " ucap Sira sambil meremas kertas yang dipegangnya .
" pergilah dari sini " perintah Sira pada Maria.
Maria langsung menundukkan kepala dan keluar dari ruangan Sira antara .
" seenak nya saja kau menampar ku awas kau akan kubalas nanti " lirih Maria dengan raut katakan diwajahnya .
disisi lain Sira terus bergelut pada pikiran nya .
" apa yang harus aku lakukan pada anak sialan itu " pikir nya .
" semua ini karena Rina . jika dia tidak ada dalam hidup kami . aku dan Wijaya tidak pernah seperti ini " ucap Rina dengan kesal .
" jangan sampai Wijaya tahu tentang ini " pikir Rina .
tanpa dia tahu sedari tadi Wijaya mendengarkan semua apa yang dikatakan oleh Sira . dia nampak marah tapi terus Menahan kemarahannya .
" dulu aku bodoh meninggalkan mereka tapi sekarang tidak lagi! aku akan membalasmu Sira antara ! " ucap Wijaya .