Looking For A Destination

Looking For A Destination
perkara obat



setelah selesai merayakan ulang tahun Sam , mereka langsung pulang kerumah .malam ini semua orang akan merayakan kesembuhan untuk hara . mereka akan malam besar di halaman rumah itu .


taman itu dihias dengan lentera yang sangat indah dan juga beberapa lampion lainnya .


hara yang melihat semua orang dari jendela kamarnya itu ia merasa sangat terharu lalu tersenyum simpul di bibirnya .


malam hari pun tiba taman itu sangat indah, dimeja panjang itu sudah terjadi berbagai macam hidangan Dan yang paling utama adalah kue coklat kesukaan hara yang pernah Ken belikan untuknya waktu itu .


semua orang sudah duduk di meja itu kecuali hara dan Jeny . mereka terus menunggu hara keluar sambil menunggu semua orang bercanda gurau disana kecuali ken yang hanya diam di tempatnya karena ia memang termasuk orang yang berjiwa serius .


15 belas menit kemudian hara pun keluar ke halaman menuju meja makan didampingi Jeny . bibi yang sedang menengok ke samping kanan pun terpesona melihat kecantikan hara yang alami itu .


" ya ampun , bidadari kita sudah tiba " ujar bibi yang terus menatap ke arah hara .


lalu semua orang menunjukan matanya ke arah hara .


hara sangat cantik memakai gaun berwarna peach selutut dan rambut yang diurai serta dengan balutan make up yang tipis namun tetap terlihat sangat cantik .


Ken yang melihat nya pun terus menatap hara tanpa berkedip sedikitpun.


sedangkan bintang utama malam itu terus tersenyum kecil di bibirnya tentu saja karena ia tidak terbiasa tersenyum lebar jadi ia harus belajar itu semua adalah pelajaran yang Jeny berikan padanya .


dan ricko pun terus menatap hara dengan tatapan cintanya sambil tersenyum menatap hara .


" sangat cantik " gumamnya dalam hati .


Rendy pun langsung berdiri menghampiri adiknya yang sedang berjalan menuju arahnya .


setelah mereka saling berhadapan mereka tersenyum satu sama lain .


" kau sangat cantik , mirip sekali dengan ibu " ujar Rendy yang masih menatap adiknya dengan takjub itu .


" tidak ada yang bisa menandingi kecantikan ibu , aku tidak ada apa-apanya " balas hara .


Rendy pun tersenyum lalu memberikan tangannya pada adiknya dan hara pun langsung menerima juluran tangan Rendy .


mereka pun berjalan bergandengan dan menghantarkan hara pada kursinya tepat disamping Ken .


Ken pun merasa sangat gugup saat hara duduk disampingnya .


" bagiamana ? nona sangat cantik kan " ujar Jeny .


" tentu saja , kakakku sangat cantik " kata Sam dengan semangat .


hara pun hanya tersenyum.


" baiklah , malam ini kita akan merayakan kembali atas kesembuhan adikku yang tak lain adalah hara keyra hermania . dia orang yang sangat aku cintai dan juga sangat aku sayangi didunia ini setelah ibu . jadi malam ini kita akan berpesta untuk hara " rendy mengucapkan sambutannya dengan nada yang tegas namun tetap lembut sambil terus menyebarkan senyuman di wajah tampannya itu .


" mari ,kita angkat gelas kita masing-masing kita bersulang " ajak Rendy lalu mereka semua mengangkat gelasnya .


" bersulang " ujar mereka semua dengan gembira .


kecuali Ken ia mengangkat gelasnya tapi tidak mengucapkan satu kata pun ternyata ia sangat gugup duduk disampingnya wanita yang ia cintai ia terus berusaha menetralkan detak jantung.


" ayo , kita makan , aku sudah sangat lapar " ujar Sam dengan wajah lucunya.


hara dan lainnya tersenyum melihat tingkah Sam .


" baik pangeran tampan , mari kita makan " ujar Rendy .


" horeeee " teriak Sam dengan semangat.


lalu mereka semua mulai memakan semua hidangan yang tersaji itu malam ini netral sangat bahagia seperti tidak ada yang pernah terjadi .


" kau tidak makan ? " tanya hara pada Ken ia bingung kenapa Ken tidak menyentuh makanan nya .


" eh , iya aku akan makan " ujar Ken dengan tenang lalu ia mulai makan .


" nona , apakah benar nama nona hara keyra hermania ? " tanya jeny sambil memakan makanannya saat mendengar nama kepanjangan hara dari Rendy tadi ia baru tau ternyata hara memiliki nama panjang dibelakangnya .


" Hmm " hara pun tersenyum lalu mengangguk kan kepalanya .


" wah , aku sangat iri nama nona sangat cantik seperti nona " ujar Jeny .


" tidak , kau juga cantik " kata yang tersenyum menatap Jeny .


" benarkah ? aku cantik ? aku tidak percaya nona mengatakan itu padaku ? " ujar Jeny yang kegirangan disebut hara cantik .


" tapi yang paling cantik kak hara " balas Sam yang menatap wajah Jeny dengan tajam.


" ia ...ia aku tau anak nakal Nona sangat cantik dibandingkan aku tapi aku juga sangat baik iyakan ? buktinya aku selalu bermain denganmu " ujar Jeny yang balik menatap Sam .


" sudah ...sudah , jangan berdebat lagi intinya akulah yang paling cantik disini " bibi Injah pun bertingkah seperti wanita muda ia menggerakkan tangannya seakan-akan sedang mengibaskan rambutnya .


hara pun tersenyum mendengar pertikaian itu .


" bibi sudah tua , sudah keriput " ejek Sam


" astaga kau terlalu jujur Sam hahhaha " Jeny tertawa mendengar ucapan Sam .


" anak ini awas ya , aku tidak akan buatkan susu kedelai nanti " ujar bibi .


" oh iya nona apa aku boleh bertanya ? apa arti dari nama panjang mu itu ? " tanya jeny yang sangat penasaran .


hara pun terkejut mendengar pertanyaan Jeny lalu ia berhenti makan dan diam beberapa saat .


" entahlah , aku juga tidak tahu . yang aku tahu nama belakang ku itu adalah nama kakekku ibu bilang nama kakek Herman karena aku perempuan kakek menambahkan Nia dibelakangnya " jelas hara


Rendy pun tersenyum menatap adiknya ia senang karena adiknya tidak seperti dulu saat ini pertama kali bertemu dengannya setelah 22 tahun dulu ia sangat pendiam Tidak suka berbicara .


" apa ini kue coklat yang kau beli untukku ? " tanya hara yang menatap kue coklat itu didepannya lalu ia beralih menatap wajah Ken . ken pun membalas tatapan hara hingga mereka beradu tatap .


mereka terus menatap satu sama lain hingga ricko yang melihat keduanya sedang tatapan itu ia sangat terbakar cemburu ia tidak suka melihat ya .


" uhuk...uhuk " ricko pun berusaha membuyarkan tatapan mereka dengan suara batukanya itu .


" ah itu ... ya itu kue yang waktu itu aku beli " jawab ken yang salah tingkah dibuatnya .


Rendy yang melihat ketiganya itu pun kembali merasa takut .


" kalian bertiga , entah apa yang akan terjadi kedepan " gumam rendy dalam hati .


" hara apa kau sudah minum obat ? " tanya Rendy yang berusaha mengalihkan pikiran buruknya itu.


hara yang sedang memotong kue itu pun langsung menatap Rendy .


" obatnya ada dikamar , aku akan meminumnya nanti " jawab hara lalu ia kembali memotong kue itu.


" dimana kau menaruh obatnya , kau harus minum obat tepat waktu " tanya Ken pada hara , ia sangat khawatir pada hara walaupun hara sudah kembali seperti dulu tapi ia masih sangat takut karena pikirnya hara belum benar-benar sembuh.


" ada di dalam kamar perawatan " jawab hara .


Ken pun langsung berdiri lalu ia masuk kedalam rumah untuk mengambil obatnya hara .


hara yang melihat tingkah Ken pun tersenyum dalam hatinya .


" kau sangat mengkhawatirkaku " gumamnya dalam hati .


" kau harus minum obat tepat waktu , agar kau cepat sembuh dan juga jangan terlalu banyak bergerak dulu " kata ricko yang khawatir pada kesehatan hara .


" hmm , terima kasih . kau sudah menolongku aku benar-benar tulus mengatakannya " hara pun tersenyum pada ricko ia memang harus berterima kasih pada ricko karena selama dirinya koma ricko sekalu menjaganya setiap malam dan selalu mengontrol keadaan nya walaupun dia tahu itu semua adalah tugas dokter tapi ia harus tetap berterima kasih .


" tidak masalah , aku senang membantumu , jangan sungkan padaku . katakan padaku jika menginginkan sesuatu " ricko pun membalas senyuman hara dan terus menatap wajah hara yang duduk di depannya itu .


" ini minumlah dulu " ujar Ken yang menyodorkan obatnya hara .


ia pun langsung duduk di tempatnya kemudian menuangkan segelas air putih untuk hara .


" ini airnya " Ken memberikan gelas nya pada hara.


hara hanya tersenyum lalu mengambil gelas itu .


" apa yang harus ku minum, ini banyak sekali " keluh hara .


ia terus menatap semua obat didepannya itu ia tidak terlalu suka minum obat ia hanya mau minum jika obatnya kecil tapi ia tidak tau jika obatnya lumayan besar .


" semuanya , aku akan mengambil obat lagi untuk mu besok " kata ricko .


" aku sudah sembuh , jadi aku tidak perlu obat " elak hara ia terus berusaha menyembunyikan rasa takutnya pada obat itu .


" tidak ,kau harus minum semuanya , itu sangat penting untuk kesembuhanmu agar tubuhnya cepat pulih " jelas ricko .


hara hanya bisa menelan air salivanya bagaimana caranya meminum semua obatnya itu .


Rendy pun berdiri lalu menghampiri hara


" jangan takut , kau pasti bisa " ujar Rendy ia pun mengeluarkan semua obatnya jumlah obat itu ada 5 butiran berukuran besar .


semua orang terkejut mendengar ucapan Rendy ternyata hara sangat takut dengan obat .


" kakak penakut , saat aku sakit aku meminum obat 3 sekaligus " ejek Sam tapi ia juga memotivasi hara agar mau meminum semua obatnya .


" tidak , aku tidak takut " elak hara .


" aku tidak takut ,baiklah aku akan me...meminum semua obatnya " ujar hara dengan pelan ia memberanikan dirinya tapi wajahnya terlihat sangat takut .


Ken yang melihat itu pun sangat gemas dengan wajah hara ia tersenyum melihatnya .


" ayo ,kau harus menempati ucapanmu " ujar Rendy .


" tunggu " ucap Ken ia pun mengambil 5 obat itu lalu ia masukkan kedalam plastik obat ia pun menghancurkan semua obat itu dengan tangannya sendiri .


hara yang melihat itu hanya bingung menatapnya .


Ken pun mengambil sendok lalu ia tuangkan semua obat yang sudah jadi Bubuk itu kedalam sendok dan ia beri air sedikit .


" buka mulutmu " perintah Ken .


hara yang bingung pun langsung membuka mulutnya .


lalu Ken memasukkan sendok kedalam mulut hara .


" cepat telan " ujar Ken .


hara yang ingin muntah itu langsung menelan semua obatnya .


Rendy pun hanya tersenyum saat melihat tingkah Ken .


" besok , aku akan membuat semua obatnya jadi bubuk agar kau bisa meminumnya " ujar ricko sambil menahan semua rasa kesalnya.


ia cemburu saat ken melakukan semua itu untuk hara .


" ini , makanlah kue coklat agar semua rasa pahit nya hilang " ujar Ken yang menyodorkan sepotong kue coklat pada hara .


lalu hara mengambilnya dan langsung memakannya .


" terima kasih " ujar hara menatap Ken dengan tulus .


" hmm " Ken pun mengangguk-angguk kepalanya .


" sebaiknya kau cepat masuk , udara diluar sangat dingin , aku akan mengantarmu ke ruangan lalu memeriksa kondisi mu " kata ricko lalu berdiri menghampiri hara .


" bisakah , aku tidur di kamar ku . aku ... aku akan keruang perawatan saat kau akan memeriksaku tapi , aku tidak mau tidur disana lagi " hara menolak nya ia sudah tidak betah tinggal diruangan yang bau obat itu .


" hmm , baiklah kau tidak perlu repot pergi ke ruang perawatan aku akan memeriksa keadaan mu dikamar mu saja " jawab ricko ia tidak bisa menolak permintaan wanita nya itu .


hara pun tersenyum pada ricko dan ricko membalas senyuman hara .


Ken yang melihat keduanya itu pun hanya menatapnya saja ia tidak suka melihatnya tapi ia juga tidak boleh egois karena kesehatan hara adalah yang paling penting baginya .