Looking For A Destination

Looking For A Destination
Ken bertemu Wijaya



Ken terus mengikuti langkah hara dari belakang dia tahu kemana arah hara menuju itu arah kamarnya . dia pun mengikutinya dari belakang dan menutup pintunya .


" apa yang ingin kau katakan ? " tanya Ken


ia penasaran karena tidak biasanya hara seperti ini .


sedangkan hara ia tidak menanggapinya ia terus berjalan menuju balkon kamarnya diikuti Ken dibelakangnya .


" aku menemukan ini " hara memberikan sebuah surat itu pada ken , Ken menerimanya lalu membuka surat itu .


" aku tidak ingin ikut campur tentang keluargamu , tapi aku tidak sengaja menemukannya di berkas lama ibuku " jelas hara .


Ken terdiam hanya memandangi sebuah berkas kasus dan juga sebuah foto dirinya bersama seorang polisi dan juga seorang anak .


" aku ... ini ayahku dan ada aku disini " Ken menatap foto itu dengan lekat ia bingung kenapa foto ini bisa ada di ibunya hara .


" dibelakangnya ada nama disana " ujar hara .


lalu Ken membalik foto itu dan benar saja ada 3 nama yang tertera disana " hara , Jang park dan Kenny Park "


" apa dulu kita pernah bertemu sebelumnya? " tanya hara matanya mencari-cari kebenaran di wajah Ken ia terus menatap Ken yang terus menatap nanar foto itu.


" hanya satu orang yang bisa menjelaskannya " kata Ken .


" siapa ? " tanya hara .


" aku mulai tau sekarang untuk semua masalah yang menimpa hidupku dan juga hidupnya " gumam Ken dalam hati .


" apa itu ayahmu ? " tanya hara lagi .


" hmm , dia ayahku " jawab ken .


" aku tau sekarang darimana wajah tampan mu berasal " ujar hara iapun tersenyum pada Ken .


" hara ... kau tidak marah padaku ? " tanya Ken matanya terus menatap hara sedangkan hara hanya tersenyum mendengarnya .


" aku tidak tau apa yang terjadi antara kita dan orang tua kita dimasa lalu . aku hanya terkejut saat melihat ya . apapun yang terjadi aku percaya padamu " jelas hara .


" aku ingin menunjukkan sesuatu padamu ? apa kau mau ikut ? " tanya hara ia sangat bersemangat sekali .


Ken merasa sangat bahagia ia pun kembali mengikuti langkah hara mereka keluar kamar bersama , hara terus celingak-celinguk untuk memastikan tidak ada orang sama sekali ia pun menggandeng tangan ken dan mengikutinya naik ke tangga atas rumah .


" kita mau kemana? " tanya Ken .


" tunggu dan lihat saja " Jawab hara .


lalu mereka Sampai kesebuah pintu hara langsung membukanya dan keluar kesana .


" ini dia " kata hara ia tersenyum dan tertawa kecil saat melihat pemandangan sekitar ia terus menatap langit malam yang dipenuhi bintang .


Ken tersenyum ia merasa bahagia saat melihatnya tersenyum .


" ayo duduk " ajak hara


ia pun ikut duduk disamping hara ia terus menatap wajah hara .


" kenapa kau terus melihatku begitu ? " tanya hara .


" aku tidak pernah melihatmu sesenang ini " jawab ken masih menatap hara .


" apa kau tau ? aku selalu duduk Disini menunggu ibu dan kakak pulang " ujar hara .


" ini tempat rahasia ku , bahkan ibu dan kakak tidak pernah bisa menemukanku disini " sambungnya lagi.


" hara " ujar Ken dengan lembut sambil matanya terus menatap hara yang sedari tadi masih tersenyum menatap bintang .


" hmm"


" kau selalu memberitahuku tentang dirimu ? apa kau tidak ingin tahu tenang ku ? " tanya Ken .


hara pun menatap Ken


" aku sangat ingin tahu tentang dirimu , tapi aku tidak akan bertanya apapun . jika aku harus bertanya artinya aku tidak


mempercayaimu kau sendiri yang bilang kita harus saling mempercayai " jelas hara .


" lagi pula , aku yakin setiap orang punya masalah masing-masing ada sebagian orang yang mau berbagi masalahnya dan ada juga sebagian orang yang tidak ingin berbagi . aku akan menghargai apapun itu " sambung hara lagi .


lalu Ken memeluk hara dengan erat ia memejamkan matanya dipelukan hara .


hara pun menenangkan ken ia mengusap punggung Ken agar merasa tenang .


Ken pun melepaskan pelukan hara saat ia sudah merasa tenang lalu ia bersender di bahu hara , hara membiarkannya begitu saja .ia tahu mungkin Ken sedang merasa sedih .


" tidak apa-apa , kau orang yang kuat " ujar hara .


" aku dulu punya seorang ayah ia bekerja sebagai polisi di korea , lalu setelah menikah dengan ibu ayah berhenti dan ikut ibu tinggal di Indonesia . ayah pindah kewarganegaraan lalu ia bekerja sebagai pengacara disini , ia bertemu dengan seorang teman yang membantunya . suatu hari , ayah mendapatkan sebuah kasus pembunuhan yang tak lain adalah orang yang membantu ayahku . bahkan tidak tidur berhari-hari " jelas ken sambil matanya terpejam di bahu hara .


sedangkan hara ia setia mendengarkan ucapan Ken .


" kemudian aku lihat ayah sangat sedih saat ia tahu kalah dalam persidangan ia tidak bisa mengungkapkan kebenaran tentang temannya itu . keesokan harinya saat kami akan pergi berlibur aku dan ibu berencana membawa ayah agar tidak sedih tapi siapa yang tahu jika hari itu adalah hari terkahir aku bertemu dengan ayah dan ibu " sambung Ken .


hara merasa terpukul mendengarnya ia dapat merasakan apa yang Ken rasakan ia pun membelai kepala Ken .


" aku tau apa yang kau rasakan , aku juga mengalaminya " kata hara .


" lalu setelah itu , aku hidup sendiri dirumah itu . tidak ada siapapun selain diriku dan semua rasa sepi " lanjut Ken .


" dan aku yakin , ayah dan ibumu akan sangat bahagia melihatmu tumbuh sebagai laki-laki yang baik " ujar hara .


" aku berharap seperti itu " jawab ken .


Hingga malam itu adalah malam yang sangat penting bagi hara dalam hidupnya untuk pertama kali ada seseorang yang mau berbagi masa lalunya dengan dirinya ia pun ikut menyenderkan kepalanya di kepala Ken dan terlelap di atas rumah itu .


keesokan harinya


di bandara internasional seseorang berdiri memegang kopernya menggunakan kacamata hitam dan jaket hitam ia menatap lekat pemandangan diluar nya .


" aku kembali sayang " ujarnya ia tersenyum lalu kembali melanjutkan perjalanan nya menggunakan taksi .


" antar aku ke restoran brilian " ujar orang itu .


kemudian ia membuka hpnya dan membuka galeri kamera disana banyak sekali foto Sira antara yang diambil secara diam-diam ia tersenyum pada foto itu .


tak lama kemudian ia pun sampai di restoran Brilian itu ia membayar taksi itu lalu turun disana .


ia menatap restauran itu lalu masuk kedalam tidak ada siapapun disana restoran itu tampak sepi tidak ada pengunjung kecuali para pekerjannya disana .


" selamat datang , silahkan " ujar pelayan itu .


lalu pelayan itu mengantarkan orang itu ke sebuah meja .


" silahkan duduk , kami akan menyiapkan makanannya " ujar perlahan itu dengan ramah .


" baik, terimakasih " jawabnya.


" bukankah sudah aku bilang jangan pernah datang lagi ke Indonesia " tegas Sira .


" oh -ho tenang sayang , aku tidak akan melakukan apapun padamu aku hanya merindukanmu " jawab orang itu .


" tutup mulut mu jangan berani-berani berbicara seperti itu padaku " ancam Sira .


" coba lihat ? tidak ada siapapun disini apa kau takut akan ada seseorang yang mengenaliku atau dirimu" orang itu terus mempermainkan Sira ia celingak-celinguk dari tadi .


" Kau sudah bertemu dengan ku sekarang pergilah kembali ke Amerika dan jangan pernah datang lagi aku tidak mau bertemu denganmu " tegas Sira ia pun bangkit dari duduknya saat ia akan mengambil tasnya karang itu memegang tangan Sira .


" lepaskan aku " ujar Sira ia terus berontak tapi orang itu malah semakin kuat menggengam tangannya .


" apa kau lupa apa yang telah kulakukan untuk dirimu ? " orang itu berbicara dengan nada yang sedikit mata seperti nya titik kesabaran nya sudah habis .


" apa yang sudah kulakukan ? aku tidak pernah berbuat apapun " berontak sira.


" tentu saja , kau tidak berbuat apapun tapi kau telah memanfaatkan ku " ujarnya .


" Antoni cepatlah pergi aku tidak mau kau dalam bahaya " bohong Sira .


" kau bohong " teriak Antoni .


Sira terkejut mendengarnya dan membulatkan matanya.


" aku sudah tidak tahan lagi untuk seperti ini , aku akan pergi jika kau mau ikut denganku " ujar Antoni .


" ayo kita berdua pergi dari sini , kita bangun keluarga kita kembali seperti dulu " sambungnya lagi .


" keluarga ? aku tidak pernah berhubungan denganmu " tolak sira.


" masuk " ujar sira .


kemudian pada orang-orang yang berpakaian hitam itu masuk kedalam dan mulai menghajar Antoni hingga babak belur dan membuatnya terbaring lemah .


" inilah akibatnya jika kau tidak pernah paham apa yang aku kataakan " Gumam Sira dengan pelan .


lalu ia menatap pada karyawan yang sedari tadi berdiri melihat kejadian itu .


" ini , uang biaya restoran yang sudah ku sewa , biaya tutup mulut dan juga bawa dia kerumah sakit " Sira memberikan uang dengan jumlah besar pada pelayan itu .


pelayan itu menerimanya dan Sira ia langsung pergi meninggalkan Antoni yang terbaring lemah di lantai .


" ayo cepat , bawa dia kerumah sakit " ujar kepala pelayan itu dan langsung dibantu yang lainnya.


sementara itu Ken sedang berdiri di depan perumahan RW GROUP milik Wijaya ia datang sendiri disana dan menunggu kedatangan Wijaya .


tak lama kemudian ia lihat Wijaya sedang keluar gedung ia pun langsung berjalan dan berdiri dihadapannya .


Wijaya pun meliihatnya dan mendekatinya.


" kau yang bersama hara kan ? " tanya Wijaya .


" aku pikir kau sudah melupakan nama


anakmu sendiri " jawab ken .


" apa yang kau inginkan " tanya Wijaya .


" ikut aku sekarang" perintah Ken .


wijaya melihat kondisi keadaan disampingnya dan langsung mengikuti Ken dari belakang dan masuk kedalam mobil Ken .


" kemana kau akan membawaku ? " tanya Wijaya .


sedangkan ken hanya diam tak bergeming sekalipun ia terus melakukan mobilnya dengan cepat .


" jangan macam-macam denganku , anak buahku akan menyusul nanti " ancam Wijaya .


" lakukan saja " jawab ken .


lalu wijaya hanya diam saja ia tidak tahu harus berbuat apa ia juga sedikit takut pada Ken .


" apa anakku baik-baik saja ? " tanya Wijaya .


Ken langsung mengerem mendadak saat mendengar Wijaya menyebut hara anakku .


" anak ? " jawab Ken .


" bukankah kau sendiri yang bilang dia sudah tiada " sambung Ken .


" kau tidak tau apa-apa " kata Wijaya .


" jangan pernah menyebutnya anakmu jika kau saja tidak pernah memperdulikannya " tegas Ken .


" aku membawamu hanya karena aku kasihan padamu tapi sepertinya yang Rendy katakan benar kau sama saja seperti Sira " ujar Ken dengan nada marah .


" kau tidak tau berapa menderitanya hara selama ini " sambung Ken .


" katakan saja apa yang kau inginkan dariku " ujar Wijaya .


" aku ingin , kau memberi tahuku dimana orang yang bernama Husein di sembunyikan " kata Ken .


" Husein ? " tanya wijaya.


" ya , benar " jawab ken .


" untuk apa kau melakukan itu ? " tanya wijaya.


" untuk hidup putrimu , agar putrimu hidup tanpa rasa takut " tegas Ken .


" aku juga tidak tau dimana dia berada sekarang " kata Wijaya .


Ken pun menatap wijaya dengan tajam .


" aku tidak berbohong , semenjak 20 tahun yang lalu dia menghilang " jelas wijaya.


" sial " gumam Ken ia terlihat sangat kesal tangannya menggenggam stir mobil dengan kuat hingga tangannya merah .


" tolong jaga putriku , aku tidak bisa menjaganya dengan baik " kata Wijaya .


" lalu kenapa kau tidak pernah menemuinya ha " tanya Ken .


" karena aku pengecut " jawab Wijaya .


" kau benar-benar ayah yang buruk kau tidak pantas menjadi ayah untuknya " kata Ken .


" Kau benar , untuk itu aku tidak pernah menemuinya " jawab Wijaya .


" aku akan mencari tahu keberadaan Husein dan akan memberitahumu nanti " sambung wijaya .


Ken hanya menatanya lalu ia kembali melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.