
sesampainya di rumah Ken langsung mencari sesuatu dikamarnya entah apa yang ia cari ia terus menjelajahi setiap sudut kamar itu .
" aku harus tau masa lalu kami yang sebenarnya " ujarnya dengan tergesa-gesa sambil terus mencari berkas itu .
tapi sama sekali tidak ada hasilnya ia pun menyerah dan duduk di kasurnya lalu menarik nafas kasar .
" kenapa aku tidak bisa mengingat masa lalu bersama hara " gunanya dalam hati .
ia pun diam sejenak dan langsung berdiri setelah nya ia melangkah kan kakinya keluar kamarnya menuju kamarnya hara .
tok...tok..tok.
" masuk " jawab hara ia masih duduk di kasurnya .
Ken masuk kedalam setelah mengetuk dan menghampiri hara Yang sedang duduk di kasur itu sedangkan hara ia hanya tersenyum melihat wajah Ken dan menatapnya .
" kau darimana ? " tanya hara .
tapi Ken tidak menggubris pertanyaan hara ia hanya menatap hara saja , hara yang selalu dipandang pun ia merasa salah tingkah dibuatnya .
" kenapa kau melihat wajahku seperti itu ? " tanya hara dengan canggung .
" aku mencintai mu " ujar Ken dengan penuh keseriusan .
" ha " hara tak percaya mendengarnya dan langsung bengong begitu saja .
" aku mencintaimu hara " ujar ken sekali lagi .
" kenapa ... begitu tiba-tiba " jawab hara .
" ini bukan tiba begitu saja " ujar Ken ia pun mengambil tangan hara dan ia genggam tangan lembut itu hara tidak menolak dan membiarkan ken menggenggam tangannya .
" aku benar-benar mencintaimu, jika kau bertanya sejak kapan aku mencintaimu , aku tidak tau perasaan ini muncul begitu saja aku bukan pria yang baik dan juga punya keluarga yang jelas tapi aku pria yang hanya punya cinta untukmu " jelasnya dengan sungguh-sungguh.
hara sedari tadi melihatnya pun ia merasa sangat terharu dan tidak tau harus berkata apa .
" kau membuatku tidak bisa berkata apapun lagi " gumam hara .
" aku harap kau memberiku jawaban yang benar-benar dari hati mu " ujar Ken .
" bagaimana jika aku menerima mu dan bagaimana jika aku menolakmu ? " tanya hara .
" jika kau menerima ku , aku akan jadi pria yang sangat sering karena bisa memiliki seorang hati seorang wanita yang sangat aku cintai tapi jika aku ditolak aku akan tetap mencintaimu " jawab ken .
sungguh hara benar-benar dibuatnya tidak bisa berbicara lagi laki-laki didepannya ini mampu membuatnya diam seribu bahasa untuk pertamakali nya dalam hidupnya ada seseorang yang mengatakan cinta padanya .
dan untuk pertama kalinya juga saat ia melihat seseorang hatinya berdegup kencang .
" aku akan memberimu jawaban tapi disaat yang tepat " kata hara .
lalu ken menatap hara .
" tidak masalah , aku akan menunggu sampai kapanpun " jawab ken.
" dan juga jangan pernah berkata jika kau bukan pria yang baik dan bukan pria yang jelas bagiku , kau pria uang yang sangat baik sama seperti yang kau bilang padaku kau tidak perlu baik untuk orang lain tapi cukup denganku saja " ujar hara .
" hmm baiklah " ken mengangukkan kepalanya .
" kau belum menjawab pertanyaan ku tadi , kau dari mana ? " tanya hara lagi lalu ia membaut muka cemberut dan Ken hanya tersenyum melihatnya .
" aku menemui seseorang " jawab ken .
" siapa ? " hara sangat penasaran dibuatnya.
" aku akan menjelaskannya " ujar Ken ia pun menjelaskan seluruhnya pada hara dengan detail mengenai kehidupan mereka dulunya sungguh hara membulatkan matanya mendengarnya penjelasan Ken tentang dia dan Ken dulu waktu kecil .
" hmm, begitulah " jawab ken .
hara menatap Ken dengan sendu lalu memeluk tubuh ken .
" maaf " gumamnya dan Ken pun membalas pelukannya.
" maaf karena keluargaku , keluargamu juga hancur " ujar hara penuh penyesalan .
" kau tidak salah , bahkan keluarga kami memiliki banyak hutang yang mungkin tidak bisa dibayar dengan uang " jawab ken .
hara pun melepaskan pelukannya dan kembali menatap Ken .
" jika saja ayahmu tidak menemui Sira pasti tidak akan terjadi " ujar hara lagi .
" jangan khawatir aku baik-baik saja , dan untuk wanita itu aku pasti akan membalasnya " kata Ken dengan penuh penekanan .
" kita memiliki satu tujuan yang sama sekarang , kita berdua akan menghancurkan Sira " tegas hara .
" bagaimana dengan ayahmu ? " tanya Ken .
" aku tidak tau tapi yang jelas dia tidak menganggap ku putrinya, jika aku menganggapnya sama seperti ia tidak menganggapku maka aku akan jadi Putri yang sangat berdosa " jawab hara .
" mungkin saja ada alasan hingga membuatnya seperti itu " ujar Ken .
" apa kau tau dari aku lahir hingga sekarang aku ingat sekali saat usia ku 5 tahun dia hanya datang menjengukku saat aku sedang sakit dan itu adalah pertemuan ku yang pertama dan terakhirnya dengan ayah " jelas hara dengan tegar sambil mengingat semuanya.
" tapi aku bahagia , setidaknya aku memiliki orang tua yang walaupun tidak pernah sama sekali aku melihatnya saling berbagi cinta satu sama lain sama halnya aku sering melihat teman-teman ku bermain di taman bersama ayah Dan ibunya sedangkan aku , aku hanya bisa menggunakan imajinasi untuk membayangkan sangat indah sekali jika saja, sekali saja aku diberi kesempatan dalam hidupku , aku ingin menghabiskan satu hari saja bersama ayah " jelasnya dengan tersenyum menahan rasa sakit .
Ken tau ia sangat sakit hatinya tapi ia benar-benar anak yang baik pikirnya walaupun ayahnya tidak pernah sama sekali memberikan cintanya tapi tetap ia tidak membenci ayahnya .
" aku akan membuatmu merasakan imajinasi mu menjadi kenyataan " gumamnya dalam hati .
" mau ikut aku ? aku akan mengajakmu kesuatu tempat " ujar Ken .
" benarkah ? dimana ? aku mau aku benar-benar bosan disini " jawab hara antusias .
Ken tersenyum hangat lalu berdiri .
" bersiaplah aku akan menunggu dibawah " ujar Ken lalu melangkah keluar .
" apa aku harus berdandan cantik ? " tanya hara .
Ken langsung berhenti dan berbalik menghadap hara dan tersenyum .
" hahah kau sudah cantik , tidak perlu " jawab ken .
" baiklah , aku akan berdandan sangat cantik saja " kata hara .
" apa kau ingin jadi pusat perhatian karena cantik ? " tanya ken .
" tentu saja aku sangat cantik tapi aku tidak mau diperhatikan . baiklah sekarang aku akan berdandan biasa saja " jawab hara .
Ken terkekeh mendengarnya dan keluar dari kamar hara .
" apa ini akan jadi kencan pertama kami ? " gumamnya dengan pelan wajahnya terus tersenyum tak berhenti .
" siapa yang kencan ? " tanya tom.
" aish , kau ini mengagetkan saja " jawab ken .
sedangkan tom hanya memasang raut lucu pada wajahnya.