
hingga beberapa waktu seakan dunia terhenti bagi keduanya mereka saling tatap seakan-akan sudah lama tak berjumpa saling memandang satu sama lain ingin rasanya ken memeluknya dan berkata " apa kau baik-baik saja ? aku mengkhawatirkan mu jangan pernah pergi lagi seperti ini " tapi dia sadar siapa wanita didepannya ini .
bukan tak mungkin bagi keduanya untuk jatuh cinta tapi keduanya hanya butuh waktu untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain .
saat mereka tak henti-hentinya saling tatap tiba-tiba seseorang menabrak hara lalu hara terjatuh dan tersungkur ke tanah . Ken yang melihatnya langsung berlari ke arah hara .
" maafkan aku , aku buru-buru " ucap pria itu sambil terus berlari .
" hara" teriak Ken .
sedangkan hara hanya meringis kesakitan.
" kau baik-baik saja ? ayo berdiri " ken yang sangat khawatir langsung mengangkat hara dan menggendongnya .
" a.. apa yang kau lakukan . aku hanya terjatuh saja aku masih bisa berjalan " ucap hara yang bingung dengan tingkah Ken kenapa dia tiba-tiba di Gendong seperti itu.
Ken hanya diam mendengarkan semua ocehan hara dia membawa hara ke dalam mobil .
" ayo duduklah " ucap Ken dia langsung melajukan mobilnya.
sedangkan hara hanya diam tak bersuara .
Ken terus melakukan mobilnya tak ada satupun yang berbicara didalam mobil itu hanya keheningan semata tak lama setelah itu Ken menghentikan mobilnya di sebuah apotik di kota Beirut .
" tunggu disini " kata Ken yang langsung keluar mobil.
hara hanya memandang Ken yang keluar lalu masuk kedalam apotik .
setelah itu ken keluar dan langsung melajukan mobilnya lagi .
sama seperti sebelumnya tak ada percakapan sama sekali hanya hening saja . dan Ken menghentikan mobilnya di sebuah pinggir kota yang disekelilingnya dikelilingi sungai yang sangat indah .
" ayo turun apa kau bisa berjalan ? " tanya Ken membukakan pintu mobil hara .
" dimana ini ?" tanya hara .
" ayo apa aku harus menggendongmu seperti tadi ?" sambung Ken .
hara langsung keluar dari mobil dia takjub dengan pemandangan di depannya sebuah kota yang dikelilingi sungai di pinggirnya . dia melamun langsung saja Ken menggandeng tangan hara menunju sebuah kursi di pinggir sungai .
hara hanya menurut saja
" duduklah " perintah Ken
hara langsung duduk dilihatnya Ken membuka kotak obat yang dia beli dari apotik tadi .
" aku baik-baik saja " kata hara sambil memegang erat gaun nya .
" Diam saja " kata Ken dengan datar .
Hara diam dan melihat Ken menaikkan sedikit gaun di kakinya dia tak peduli apa yang yang dilakukan ken pikirnya pasti ken akan marah padanya karena dia sudah membohongi semua orang dan kabur dari rumah .
sedangkan ken masih berkutik pada luka hara yang tak terlalu parah hanya lecet sedikit kebiruan namun Ken tetap khawatir padanya .
" aw... jangan ditekan itu sakit " ucap hara sambil meringis .
" ah maafkan aku . aku akan pelan-pelan tenang saja sebentar lagi akan selesai " ucap Ken .
" apa wanita itu akan menghukum ku ? " tanya hara dengan wajah datar .
" selesai " ucap Ken . lalu dia menutup kotak obat dan duduk disamping hara .
" kenapa kau keluar seperti ini , diluar banyak penjahat sangat berbahaya " tegas Ken .
" apa wanita itu akan menghukumku? " tanya hara sekali lagi
" tidak penting itu . kenapa kau pergi ? kau bisa bilang pada ku aku akan mengantarkanmu kemana pun kau mau ada bibi Injah dia akan membantumu juga jika kau perlu sesuatu katakan pada kami . kami akan menyiapkan nya untukmu " jelas ken sambil menatap wajah hara yang terus menatap kedepan seolah tak mendengarkan apa yang Ken katakan .
" apa kau tak percaya padaku ? " tanya Ken .
hara hanya menatap Ken sekilas dan langsung mengalihkan pandangannya ke depan .
" aku bingung haruskah aku percaya padamu dan semua yang kau katakan " lirih hara dalam hati .
" aku sudah bilang padamu percaya padaku . aku akan membantumu aku sudah janji padamu " jelas ken dengan serius menatap hara .
" kau tidak perlu terikat lagi pada janjimu itu sudah berlalu " jawab hara .
" jika wanita itu menghukum kalian semua yang ada dirumah karena diriku katakan saja padaku . aku akan menghadapi wanita itu " sambung hara .
" sudah aku bilang itu tidak penting , kami tidak memberitahu nya " jawab ken .
" sedikit saja percaya padaku . aku akan membebaskan mu dan membuatmu kembali ke rumahmu di Indonesia " jelas ken
ada sedikit rasa percaya untuk Ken dalam diri hara tapi apa benar pria yang disampingnya ini bisa membantunya . "apakah aku harus mempercayaimu ?" tanya nya dalam hati.
" aku tidak percaya pada siapapun " kata hara .
" aku tidak tahu apa yang terjadi pada hidupmu dan masa lalu mu hingga apa yang terjadi padamu sekarang . tapi cobalah buka matamu semua ada pada tempatnya yang hanya kau lakukan sekarang hanya harus berjuang untuk hidupmu sendiri kebahagian mu sendiri hara ." jelas ken .
" apa kau tau bagaimana rasanya kehilangan ?" tanya hara .
" aku tahu bagaimana rasanya kehilangan, orangtuaku meninggal karena kecelakaan saat aku SMP dan aku harus berjuang untuk hidupku sendiri . karena hidup bukan untuk meratapi nasib saja " jelas ken .
lalu hara menatap mata Ken dengan lekat seolah-olah dia memastikan apa yang Ken katakan benar adanya atau cuman omong kosong saja .
dilihatnya dengan seksama Ken yang dilihat hara ditatapnya kembali wajah hara .
hara merasa semua yang dikatakan pria didepannya ini semua ada ketulusan . seperti banyak luka yang juga dia rasakan .
hara tersadar dan menundukkan kepalanya .
" kau tidak berbohong , maaf aku membuatmu mengingat orang tuamu " kata hara sambil terus tertunduk merasa bersalah .
Ken yang melihatnya mendekatkan dirinya dengan hara digenggamnya tangan hara .
" kau percaya padaku kan sekarang ? " tanya Ken dengan lembut .
" hmm aku percaya tapi tidak sepenuhnya " kata hara .
" tidak masalah yang penting kau mempercayai " kata Ken dengan senyum manis nya .
" baiklah sekarang kau sudah percaya padaku bagaimana kalau sekarang kita berteman " kata Ken sambil menjulurkan tangannya .
" teman?" kata hara .
" ya teman " jawab ken .
hara berpikir sejenak dia sudah lama sekali tidak mendengar kata "teman" 22 tahun yang lalu saat dia berusia 6 tahun kata "teman" sering diucapkan dengan seseorang tapi sekarang setelah sekian lama ada orang yang datang dan berkata " teman " dia ingin berteman hara mengingat dan kemudian meneteskan air matanya .
Ken yang melihatnya terkejut dan langsung bertanya pada hara
" kenapa menangis " tanya Ken dengan khawatir .
hara tersadar dan langsung menjulurkan tangannya " teman" ucap hara sambil menatap Ken .
ken yang melihatnya langsung tersenyum dan menerima juluran tangan hara .
" hmm kita teman " ucap ken.
hara hanya menganggukkan kepalanya .
" dan selamat ulang tahun untuk ibumu " ucap Ken sambil tersenyum .
hara yang mendengarnya langsung menatap Ken dengan penuh tanya.
" apa kau melihat dan mendengar semua ucapanku dan anak itu ? " tanya hara .
" ya " Ken sambil menganggukkan kepalanya .
" terima kasih " kata hara .
" apa kau tidak mau cerita padaku ? " tanya Ken .
" tentang apa ? " tanya balik hara.
" semuanya " jawab ken
" eh aku .... aku akan menceritakan di waktu yang tepat nanti " kata hara langsung tertunduk .
tiba-tiba tersebut suara perut hara " kruyukk....kyuruk...." dia langsung memegang perutnya .
Ken hara tersenyum melihatnya .
" ayo kita makan " ajak ken.
hara mengangguk dan setuju mengikuti kenn.
Hay semua jangan ketinggalan untuk episode berikutnya ya 😉