
setelah kejadian yang membuat Jeny kesal itu dirinya langsung tertegun melihat pemandangan didepannya itu mulutnya menganga seakan-akan tak percaya .
" apa ini benar alamatnya " ucap nya dengan bengong terus menatap rumah itu .
" besar sekali ini seperti istana di dalam dongeng " sambungnya
lalu di berjalan lagi memasuki gerbang besar itu lagi-lagi dia terpana
" wah sungguh aku tidak percaya ini apakah sekarang aku jadi pelayan di kerajaan " ucapnya .
lalu tiba-tiba bibi injah yang berdiri di depan pintu besar itu memanggil jeny.
" Jeny.....Jeny " teriak bibi sambil melambai-lambaikan tangannya .
" ah bibi itu bibi " teriaknya dan langsung berlari menghampiri bibi injah
" wah luar biasa bibi apa sekarang kita akan tinggal disini ? " tanyanya .
" hmm tentu saja " ucap bibi .
" oh ya ampun aku sangat senang sekali " langsung memeluk bibi " eh bibi apakah keadaanya nona hara baik-baik saja ? " tanyanya .
" kau bisa melihatnya didalam Ayo masuk " ajak bibi .
" itu kamar mu " ucap bibi menunjukan tangan ke arah kamar Jeny disamping tangga .
" wah terimakasih kasih bibi , aku menyayangi muach " katanya dengan gembira lalu memeluk bibi Injah.
" hmm kita harus berterimakasih pada nona dan juga kakak nya " ucap bibi .
" kakaknya ? nona hara punya kakak ?" tanya jeny dengan bingung lalu bibi menganggukkan kepalanya.
" tolong ceritakan semuanya bi" ucapnya tak sabar .
" hmm baiklah bibi akan ceritakan " ucap bibi lalu menejelaskan semua yang terjadi pada hara dan juga Rendy . Jeny terus menatap dan mendengarkan cerita bibi seperti tak percaya dia terus menganga kan mulutnya .
" begitu lah cerita , ini mulutmu ditutup agar tak ada kotoran cicak yang masuk " kata bibi sambil menutup mulut Jeny .
" wah luar biasa bi aku tidak mengira semua ini akan terjadi " kata Jeny .
keesokan harinya
segerombolan orang datang ke rumah besar itu beberapa mobil masuk kedalam halaman rumah dan paling akhir mobil itu berhenti tepat di depan pintu utama .
terlihat seorang perempuan turun dari dalam mobil mengenakan kacamata hitam dengan penampilan yang sangat elegan dibukanya kacamata itu ternyata dia adalah Sira antara .
semua bodyguard itu berjajar rapi disampingnya.
Sira terus menatap rumah itu dengan seksama .
" jadi sekarang kau tinggal disini aku pikir dia jadi gelandangan " dalam hati Sira .
lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah dia mengisyaratkan terlebih dahulu pada bodyguard nya untuk tidak mengikutinya .
Ken yang melihat kehadiran Sira pun terkejut dia menatap seakan tak percaya kenapa Sira antara ada disini ? bagaimana mungkin ? pikirnya .
lalu dia menuruni anak tangga dan menghampiri Sira antara saat sudah di depannya dia berhenti tepat di hadapan Sira dia menatap nya dengan tatapan tajam yang sukar diartikan mereka saling menatap .
" jadi dia yang sudah menyelamatkan anak sialan itu " pikirnya dengan terus menatap Ken .
" kenapa kau bisa kesini ? " tanya Ken to the point langsung.
" ternyata kau sangat berani ya " kata Sira dengan nada yang pelan sambil tersenyum.
" aku tidak menentu apa yang kau ucapkan " kata Ken .
" kau masih muda , tampan dan juga pemberani aku suka itu " Sira berjalan mendekat ke arah yang lebih dekat dengan ken .
sedangkan ken tetap diam diposisi nya .
" untuk apa kau datang kemari? "
sebuah suara muncul dari lantai 2 ternyata orang itu adalah hara .
hara terus menatap dengan wajah penuh kebencian didalam dirinya terhadap Sira antara .
sedangkan Sira hanya bersikap biasa saja seakan dia tidak tau apa yang hara katakan .
" pergi .... aku bilang pergi dari sini " teriak hara .
sontak hal itu membuat semua orang terkejut termasuk bibi Injah dan juga Jeny yang sedang santai menikmati teh didalam kamar . lalu mereka keluar bersamaan.
Ken yang melihat itu sangat tak percaya hara begitu berani pada Sira dia takut Sira akan melukai hara jika dia bersikap seperti ini " hara jangan lakukan apapun yang akan membuatmu terluka aku mohon hara " kata Ken dalam hati sambil terus menatap hara .
" anakku apa kau tidak akan memeluk ibumu ini " kata Sira dengan nada lembutnya namun seperti racun yang siap menghancurkan siapapun yang meminumnya .
" kita sudah lama tidak bertemu kira-kira 15 tahun hmm sayang sekali aku tidak bisa melihatmu setiap hari " sambungnya lagi dengan tersenyum.
" kau bukan ibuku " ucap hara dengan dingin .
" ibuku hanya satu itu ibu Rina dan aku yakin kau lah yang membuat ibuku meninggal " teriak hara lalu mengeluarkan air matanya .
dia tak habis pikir kenapa orang Yang sangat ia tak ingin temui bisa hadir di hadapannya dia membenci hari ini .
" aku membencimu ... aku membencimu Sira antara " teriaknya lagi .
" aku yakin kau begitu terpukul karena ibumu itu tapi kau harus terima kenyataan jika aku ibumu sekarang ayahmu bersamaku jadi kau anakku kan " katanya lagi dengan terus tersenyum.
" sudah cukup Tidak ada yang harus dibicarakan lagi dia harus istirahat dia belum pulih " kata Ken pada Sira .
" aku bahkan tidak peduli lagi pada nya kalian pembunuh kalian berdua pembunuh ibuku " kata hara dengan tatapan dingin pada Sira seakan-akan ia akan membunuh nya .
" apa kau yakin kurasa Kau tidak bisa membenci ayahmu karena ibumu sangat mencintai ayahmu iya kan ? " tanya Sira .
lalu hara turun perlahan menuruni Anak tangga sambil terus menahan air matanya .
" wah bahkan kau terlihat sangat cantik sekarang sama seperti ibumu aku yakin kecantikanmu mewarisi ibumu iyakan? " tanya Sira lagi.
" kau dan ayahku aku yakin kalian berdua pembunuh ibuku " kata hara yang sudah berdiri di depan Sira .
Sira yang mendengar itu hanya tersenyum saja . senyuman yang memiliki arti meremehkan.
Ken terus menatap hara dengan khawatir .
" bahkan aku bisa melihat dari mata mu begitu banyak kebencianmu untuknya " kata Ken dalam hati .
" hmm aku yakin Rina sudah menceritakan semua hal buruk tentangku iyakan? " katanya ya
" kau masih terlalu kecil untuk tahu semuanya bahkan kau tidak tahu rina merebut Wijaya dariku " lanjut Sira dengan tegas
" apa kau tahu saat ibumu melahirkan mu dia tak ada disamping Rina dia hanya datang untuk memberikan surat cerai pada ibumu dan menyuruh ibumu untuk tidak memberitahu pada semua orang jika kau adalah anaknya " kata Sira lagi dengan senyuman liciknya .
hara yang mendengar itu tak percaya dengan ucapan Sira . Sira wanita yang licik dia bisa mengarang semuanya .
" baiklah sekarang aku akan menceritakan semuanya padamu ibu lihat kau punya rasa ingin tahu yang tinggi terhadap masa lalu ibumu , ayahmu dan juga dirimu sendiri " dia langsung duduk kursi itu sambil menyilangkan tangannya .
" hara jangan dengarkan dia . aku yakin dia hanya membuatmu menangis saja " kata Ken dengan pelan .
" pergilah dari sini aku tidak ingin mendengar apapun lagi " teriak hara .
" apa kau tau ibumu sudah menghancurkan hidupku aku membenci ibumu termasuk dirimu " ucap Rina dengan emosi sambil menunjukkan jarinya ke wajah hara .
" aku bahagia ibumu sudah tiada dan aku lebih bahagia saat aku bisa menyiksa keturunannya dan akan kupastikan kau tidak akan pernah bertemu pada ayahmu dan aku tidak akan pernah melepaskanmu " kata Sira tepat di telinga hara dia bicara pelan tapi semua orang bisa mendengarnya .
" aku akan membuatmu membayar semua atas apa yang kau lakukan pada ibuku " kata hara .
" hmm aku menunggu hari itu , " kata Rina sambil tersenyum " tapi , jika kau bisa " sambungnya .
" keluarlah jangan membuatnya seperti ini aku tidak akan diam jika kau membuatnya menangis " kata Ken menghadap Sira.
" kau anak buahku dan juga hanya pengawal hara jadi jangan bertindak seolah-olah kau memerintahku kau tau aku bisa melakukan apapun padamu bahkan aku bisa membunuhmu sekarang " tegas Rina kemudian para bodyguard itu langsung menodongkan senjata kearah Ken .
" apa hanya itu saja kemampuanmu ? " tanya Ken dia menantang Sira lalu para bodyguard itu mendekati Ken .
" Hmm sepertinya kau punya seseorang untuk melindungi mu " kata Sira mendekati hara yang hanya diam saja .
" pergilah pembunuh " kata hara dengan dingin .
" baiklah aku akan pergi sekarang tapi kau harus ingat kau tidak bisa melakukan tindakan apapun tanpa seizin ku jika sekali-kali kau berani maka semau orang yang ada dirumah ini akan mati dihadapanmu " ancam Sira pada hara .
lalu ken mengambil senjata salah satu bodyguard itu dia langsung berkelahi dihadapan hara bibi yang melihat itu lalu turun ke bawah dan langsung memeluk hara yang sedang menangis .
Ken terus menghajar semua para bodyguard Sira tanpa ampun dia sangat lihai Dan juga cekatan hingga semua bodyguard itu menyerah tetapi dia tak menyangka salah satu bodyguard itu mengarahkan pistol kearah hara .
wah tegang banget ya kira-kira gimana nih kelanjutannya apakah hara tertembak atau justru sebaliknya? terus ikuti ceritanya ya jangan lupa untuk like komen dan juga vote .
serts author juga Tak lupa ngucapin banyak banget makasih pada para readers yang udah mau baca cerita ku 😍
jadi tunggu up selanjutnya ya 😉