
tiga hari kemudian.
Rendy sedang berkemas untuk kepulangan nanti malam bersama hara ia terlihat bahagia saat menyusun semua barang-barang ia tidak menyangka akan kembali membawa sang adik yang sudah berpuluh-puluh tahun ia cari .
ia pun kembali membuka lemari pakaian putih itu lalu ia buka laci didalamnya . ia ambil sebuah foto didalamnya ia pun tersenyum lebar .
" walaupun ibu tidak bersama kami , tapi ibu akan tetap hidup di dalam hati kami aku mencintai kalian " ujar Rendy ia terus mengelus foto itu . foto Rendy dan hara saat kecil juga sang ibu yang tak lain adalah Rina.
ia pun memasukkan foto itu kedalam kopernya setelah menutup koper itu ia turunkan koper nya ke bawah agar memudahkan para pelayan membawanya .
saat lewat di kamar hara ia lihat kamar itu tidak ada orang lalu ia turun ke lantai bawah.
rupanya semua orang sedang berkumpul disana tapi tidak ada hara kemana dia pikir Rendy .
Jeny yang tadinya menonton melihat Rendy dari atas yang turun membawa sebuah koper .
" oh itu tuan rendy " tunjuk Jeny .
lantas semua orang pun mengalihkan pandangannya pada Rendy yang sedang membawa sebuah koper .
mereka semua bingung kenapa Rendy membawa sebuah koper .
" kenapa tuan membawa koper ? " tanya bibi yang penasaran .
Rendy hanya tersenyum saja .
" kakak " kata hari yang tiba-tiba muncul dari belakang bersama Ken .
Rendy pun beralih menatap hara lalu tersenyum sedangkan hara berlari menghampiri Rendy lalu berdiri di sampingnya .
" kami akan pulang " ujar Rendy .
" pulang ? " tanya jeny yang tidak mengerti ucapan Rendy .
" iya , maksudnya apa ? " tanya bibi yang bingung .
Rendy dan hara saling tatap dan tersenyum lalu mereka beralih menatap semua orang
" bibi aku dan hara akan pulang ke Indonesia " jelas Rendy .
" apa ? " Jeny terkejut mendengarnya .
" hmm baiklah, jika itu keputusanmu kami akan menerimanya " ujar bibi dengan nada yang sedih .
" bukan hanya kakak dan aku yang kembali Ken akan ikut bersama kami " ujar hara .
" benarkah ? apa nona akan meninggalkan kami " Jeny sangat kecewa pada hara ia sedih karena hara akan segera pergi .
hara pun tersenyum lalu menatap Rendy seolah meminta izin sesuatu Rendy yang mengerti pun langsung menganggukkan kepalanya .
" begini , aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kalian aku dan kakakku hanya kami berdua . Ken akan ikut bersamaku karena aku yang memintanya . apa jika aku meminta kalian untuk ikut dengan kami kalian bersedia ? " kata yang mengharapakan kata iya dari bibi dan Jeny .
sejenak bibi terkejut mendengar ucapan itu dari hara ia tak percaya hara menganggapnya keluarga ia terharu dan juga Bahagia .
" nona mengajak kami ? " tanya jeny yang meyakinkan dirinya .
" hmm " hara menganggukkan kepalanya .
" aku ingin , tapi aku tidak bisa meninggalkan ayahku sendirian di negara ini " kata Jeny .
" tidak perlu khawatir , ayahmu akan mendapatkan perawatan yang terbaik disini ayahmu akan dirawat oleh rumah sakit dia tinggal bersama nenekmu kan aku akan menanggung semua kehidupan nenek dan juga biaya ayahmu " jelas Rendy .
" benarkah ? " tanya jeny lagi .
" kau bisa mempercayaiku " Rendy meyakinkan Jeny .
" baiklah , aku akan ikut " ujar Jeny .
hara pun Tersenyum senang mendengarnya tapi hara melihat wajah bibi yang sedang kebingungan ia pun menghampiri bibi .
" bibi, apa kau tidak mau tinggal denganku ? " tanya hara .
bibi hanya menatap hara .
" tidak bukan begitu nona, ada banyak kenangan disini semenjak aku menikah dengan suamiku aku tinggal disini bersama suami dan anakku lalu mereka pergi meninggalkan aku sendiri . aku mengingat semua kenangan itu " jelas bibi .
hara langsung memeluk bibi
" aku Tau bagaimana rasanya kehilangan . bukankah kau sendiri yang bilang jika aku sama seperti anakmu " kata hara .
" aku akan senang jika kau tinggal bersamaku " ujar hara .
bibi pun terdiam mempertimbangkannya .
sebenarnya ia sangat ingin tapi bagaimana dengan kenangannya tapi ia tidak harus hidup di dalam kenangan itu saja .
semua orang menunggu jawaban bibi .
" baiklah " bibi setuju dan itu membuat hara sangat senang ia kembali memeluk bibi dan bibi membalas pelukan hara.
Rendy senang melihat adiknya bahagia ia tidak masalah semua orang yang tinggal disini ikut dengannya mereka seperti keluarga bagi Rendy .
" sebaiknya bibi dan Jeny bersiap-siap jam 6 sore kita akan berangkat " ujar Rendy .
lalu bibi dan Jeny mulia berkemas dan naik ke dalam kamar mereka .
" dimana dr. rikco dan pengawal Jefri kak ? "tanya hara yang bingung sedari tadi ia tidak melihat batang hidung mereka .
" ricko sedang ada tugas di rumah sakit ia akan menyusul beberapa hara lagi dan Jefry sedang menyiapkan pesawatnya " jelas Rendy .
" kak apakah aku boleh meminta satu permintaan lagi ? " tanya hara .
" apa kakak tidak pernah memenuhinya ? " ujar Rendy yang tersenyum hangat pada hara .
" apa kita bisa mengadopsi sam ? " tanya Hara ia sangat menyayangi sam , Sam anak kecil yang pintar dan juga cerdas hara tidak bisa jauh darinya .
" hanya itu ? " tanya Rendy .
hara pun mengangukkan kepalanya sedangkan rendy menatap Ken lalu
tersenyum seakan memberikan kode .
" lihat itu " rendy menunjukkan tangannya ke pintu utama
lalu hara Dan ken melihat kesana
" kakak " ujar Sam dari tengah pintu Sam sedang berdiri di sana dengan sebuah boneka Teddy ditangannya dan juga seorang pengawal yang membawa koper .
" Sam " hara tersenyum menatap Sam .
lalu Sam pun berlari menghampiri hara dan langsung memeluk nya hara pun mensejajarkan tubuhnya dengan sam ia berjongkok dan membalas pelukan anak itu .
" aku senang kau akan ikut dengan kami " ujar hara .
Sam tersenyum bahagia lalu ia melepaskan pelukannya dan memeluk ken .
" kita akan bermain tembak-tembakan lagi kan ? tanya sam
" apapun yang kau mau " ujar Ken .
dan Sam pun beralih memeluk Rendy .
" aku menyayangimu kakak tampan kedua " ujar Sam lalu mencium pipi Rendy .
" siapa yang pertama ? " tanya rendy.
" tentu saja kakak Ken hahhah " Sam tertawa bahagia lalu Rendy dan Ken tersenyum melihatnya .
beberapa jam kemudian semua orang sudah siap untuk pulang ke Indonesia mereka hanya menunggu mobil untuk menuju ke bandara .
" jika kita semua pergi dari sini , lalu bagaimana dengan rumah ini ? " tanya jeny .
" rumah ini akan tetap dijaga ini akan jadi tempat tinggal jika suatu saat nanti salah satu dari kita ada yang kembali ke sini " jelas Rendy .
" terima kasih tuan kau telah membawa kami ikut bersama nona " ujar bibi yang berterima kasih dengan tulus pada rendy.
" jangan panggil aku tuan panggil saja Rendy " kata Rendy .
" bagaiman mungkin begitu " bibi merasa tidak nyaman dengan panggilan namanya .
" tidak apa-apa aku tidak nyaman dipanggil seperti itu " ujar Rendy .
" baiklah bagaimana kalau " nak " saja " kata bibi .
Rendy pun tersenyum " itu lebih baik " ujarnya .
" mobil sudah datang ayo keluar " ujar Ken yang mendapat SMS dari Jefry .
" baiklah ayo " kata Rendy .
" Yeay ! aku akan naik pesawat " Sam sangat girang
" apa kau tidak pernah naik pesawat ? " tanya jeny sambil menggandeng tangan Sam .
" tidak , aku tidak tau bagaimana rasanya " jelas Sam .
" rasanya seperti naik pesawat lah tidak mungkin kereta " ujar Jeny .
" aku juga tau kakak bodoh sekali " ejek Sam .
"awas kau ya aku tidak bodoh hanya kurang pintar saja " ujar Jeny .
"Sama saja huu " Sam menjulurkan lidahnya
jeny pun balik menjulurkan lidahnya .