Looking For A Destination

Looking For A Destination
surat kecil



" hara dimana kau " lirihnya dalam hati


Ken pun kembali mencari hara di sekeliling kamar nya lalu ia keluar mencari di dalam rumah itu ia telusuri setiap lorong juga kamar .


tapi tidak ketemu juga ia kembali diam memikirkan sesuatu .


" apa Sira sudah menemukan hara ? " pikirnya ia pun kembali gelisah .


apa ia harus menelpon Rendy tentang hara tapi disana mereka sedang merayakan ulang tahun Sam ia juga tidak ingin membuat sam sedih karena itu hari pertamanya dirayakan ulang tahunnya .


sejenak ia terus berpikir bagaimana dan apa yang harus ia lakukan . apa dirinya akan benar-benar kehilangan hara pikirnya .


apakah sira menculik hara , semua pikiran itu terus berputar di otak nya .


lalu tiba-tiba ia ingat saat di kamar perawatan hara ia melihat secarik kertas di bawah nampan .


ia pun kembali berlari ke ruangan itu


setelah sampai ia segera mengambil kertas itu .


dibukanya kertas itu


" tenang dan tidak bersuara " itu yang tertulis didalam kertas kecil itu .


dan Ken terus mengamati setiap makna dari kata-kata itu " tenang dan tidak bersuara " ucapnya .


Ken pun ingat sesuatu tentang kata-kata itu ia pun kembali turun kebawah ia pergi menuju kolam renang dibelakang rumah matanya mengelilingi tempat itu dengan tatapan khawatir .


" haraaaaaa" teriaknya


lalu ia menarik nafas kasarnya , tidak ada hara disana ia pun terduduk lemas di lantai meratapi semua yang terjadi .


" apa aku harus kembali kehilangan dirimu untuk kesekian kalinya ? " lirihnya dengan kecewa ia pun menundukkan kepalanya lalu mengusap wajahnya yang lelah itu .


" apa aku membuatmu khawatir " ujar orang itu dengan nada yang lemah .


lalu Ken mendengar suara itu dan ia mengangkat kepalanya perlahan ia lihat ujung kaki lalu naik keatas hingga terlihat lah wajah orang itu .


itu adalah hara gadis yang selama ini yang selalu membuatnya khawatir gadis itu sedang berdiri didepan nya dengan senyuman tipis di bibir nya wajah nya masih sangat pucat namun terlihat cantik seperti biasa .


Ken pun menatap tak percaya padanya ia terus menatap wajah yang selama ini selalu ia rindukan .


" hara " lirih Ken .


hara pun tersenyum pada Ken .


" kau benar hara ? " Ken berusaha meyakinkan dirinya jika itu benar-benar hara .


hara hanya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


" sudah lama ya " kata hara dengan nada yang lembut seperti biasanya .


Ken hanya bisa menatap wajah gadis itu sekarang rasanya ia ingin memeluknya dan menciumnya ia sangat merindukan hara .


tapi ia takut hara akan menolaknya .


" terima kasih , kau sudah kembali " ujar Ken dengan mata yang berkaca-kaca .


" aku sudah mengabulkan impianmu " kata hara lalu ia raih tangan Ken dan ia genggam tangan Ken .


Ken yang diperlakukan seperti itupun hanya terdiam ia tidak bisa mengucapkan satu kata pun .


" terima kasih karena kau baik-baik " ujar hara masih dengan tangan yang menggengam tangan Ken .


lalu tiba-tiba Ken pun memeluk hara ia tidak bisa menahan semua rasa rindunya lagi .


" terima kasih karena kau telah mewujudkan impianku " ken pun makin memeluk hara dengan erat hingga air matanya menetes dengan sendirinya.


tangan hara ingin membalas pelukan Ken tapi ia ragu .


" apa aku membuatmu khawatir ? " tanya hara yang masih membiarkan ken memeluknya ia tidak menolaknya sama sekali .


" sangat , aku takut kau meninggalkanku " jawab ken .


" maaf " ujar hara lalu ia menundukkan kepalanya .


dan ken pun melepaskan pelukannya lalu ia menatap wajah hara yang tertunduk itu .


" tidak , jangan minta maaf padaku dan jangan menangis " ujar Ken dengan menggenggam tangan hara.


hara pun tersenyum lalu menatap wajah Ken . mereka saling tatap satu sama lain .


sedangkan hara terus menatap wajah Ken ia sangat berhutang besar kepada orang yang sedang berdiri di hadapannya itu .


ia bersyukur Tuhan mengirim Ken pada hidupnya .


" terima kasih untuk yang kesekian kalinya Kau menyelamatkan hidupku " lirih hara yang masih menatap wajah Ken dengan lekat .


ia pun membiarkan air matanya lolos begitu saja .


lalu Ken pun kembali memeluk hara dan untuk kali ini hara membalas pelukan Ken .


disisi lain di panti asuhan semua orang sudah berkumpul ditanam mereka akan segera memulai acaranya .


" baiklah anak-anak , mari kita pakai topinya dulu ya " ujar Jeny menggunakan mic .


" baiklah " teriak anak-anak.


semua orang pun tersenyum melihat Sam tampak bahagia .


" andai hara disini " lirih Rendy Dalam hati .


" ya baiklah, sekarang kita mulai acaranya , mari kita bernyanyi selamat ulang tahun untuk Sam " ujar Jeny yang jadi MC di acara itu .


lalu anak-anak pun bernyanyi dengan meriah di taman itu, mereka saling berbagi kebahagiaan satu sama lain diringi tepuk tangan yang meriah dari semua orang yang hadir disana.


setelah selesai bernyanyi Jeny kembali memberi instruksi pada mereka.


" nah sekarang waktunya untuk menuiup lilin " ujar Jeny dengan semangat .


" ayo Sam , tiup lilin sekarang " kata bibi injah yang berdiri di samping sam.


semua orang menatap ke arah Sam .


Sam pun menatap lilin itu


" aku ingin kakak ada disini " lirihnya Dalam hati lalu ia dengan pelan meniup lilin itu .


semua orang pun bertepuk tangan saat Sam meniup lilinnya .


hingga Sam melihat seseorang dibelakang anak-anak .


Sam menatap nya lalu ia menangis.


" kakak " ujar Sam sambil menangis ia terus melihat orang yang berdiri di belakang anak-anak


lalu semua orang melihat kearah anak-anak .


semua orang syok dan tak percaya apa yang mereka lihat sekarang , hara berdiri dihadapan mereka bersama Ken disampingnya yang sedang membantu hara berjalan .


" hara " lirih Rendy Lalu ia berjalan dengan pelan kearah hara .


hara pun tersenyum lalu ia berjalan menghampiri kakaknya dibantu Ken yang memegang tangannya .


" kakak " lirih hara yang sudah berhadapan dengan Rendy.


" aku disini dihadapanmu " ujar hara dengan senyuman dibibir nya .


Sam pun berlari menghampiri hara dan langsung memeluknya .


" kakak , aku merindukanmu hiks hiks hiks " Isak Sam .


" aku juga merindukanmu " ujar hara lalu menyentuh rambut Sam .


" nona hiks hiks hiks " Jeny pun ikut menangis melihatnya ia tidak menyangka hara ada dihadapannya .


" aku senang kau kembali " ujar ricko yang sangat bahagia ia ingin sekali mendekat dan memeluk hara tapi ia harus sadar akan perasaan hara .


" terima kasih Tuhan , kau telah mengabulkan doa kami semua " bibi bersyukur pada Allah karena sudah menyembuhkan hara .


" maaf , aku membuat kalian semua khawatir " ujar hara yang sedih melihat semua orang .


" aku berjanji tidak akan meninggalkan kalian lagi " ujar hara yang tersenyum pada semua orang.


Rendy pun langsung memeluk adiknya itu dengan erat ia pun menangis ia begitu bahagia karena orang yang sangat ia sayangi telah kali lagi .


hara pun kembali meneteskan air matanya lagi ia sangat merindukan kakak tampan nya itu .


" aku merindukanmu " tangis hara Dalam pelukan rendy . Rendy pun mengangguk kan kepalanya


" kakak juga merindukanmu sayang " balas Rendy lalu mencium pucuk rambut hara .