Looking For A Destination

Looking For A Destination
mereka akan membawanya kembali



setelah seharian mereka bermain bersama para anak-anak dan drama dari Sam itu Ken mengajak hara pulang lagipula anak-anak akan masuk untuk beristirahat .


" apa kau senang ? " tanya Ken sambil menyetir mobil .


hara yang terus memandang ke jendela pun menatap Ken dan tersenyum .


" aku sangat bahagia hari ini , terima kasih kau sudah membawaku kesana " ujar hara ia sangat bahagia dan ia rasa Ken memang orang yang bisa ia percaya tapi ia merasa bersalah padanya . saat peristiwa kebakaran itu ia menganggap Ken bersekongkol dengan Sira .


ia tak enak hati bagaimana caranya menghilangkan rasa bersalahnya ini .


" bisa kau hentikan sebentar ? aku ingin bicara denganmu " kata hara memberanikan diri nya sendiri ia harus minta maaf pada Ken karena sudah bertindak tak adil padanya .


" katakan saja , tidak apa-apa " kata Ken yang terus fokus menyetir mobil .


" tidak , hentikan saja dulu " ucap hara .


" baiklah " ujar Ken ia memutuskan untuk menuruti keinginan hara ia menginjak rem tapi apa ini kenapa mobilnya tidak bisa direm , ia terus menginjak rem itu tapi tetap sama sekali tak berpengaruh sedikit pun .


" Ken hentikan " ujar hara menatap Ken dengan khawatir .


" iya , masalahnya rem nya tidak berpengaruh sama sekali , rem nya blong " ucap Ken dengan tenang , ia tak ingin membuat hara takut .


" tenang saja , kita pasti bisa menghentikannya " ujar Ken menenangkan hara.


" bagaimana aku bisa tenang , kau akan celaka " ucap hara yang mengkhawatirkan Ken .


Ken terus melakukan mobilnya . mobil itu tidak bisa melambat sedikitpun mobil itu terus melaju dengan cepat , jalanan itu sangat ramai hingga sangat berbahaya sekali tapi ken orang yang lincah dan juga pintar ia selalu bisa menghindari mobil di depannya .


lalu ia mengklakson mobilnya dengan keras.


" Ken , hati-hati , ahhhhhhh " hara berteriak karena hampir saja Ken menabrak mobil .


Ken terus berusaha mencari jalan yang tidak banyak dilalui kendaraan tapi semua jalanan sangat ramai .


lalu ia menerima telpon dari nomor yang tidak ia kenal .


Ken langsung mengangkatnya.


" halo " katanya dengan cepat .


" bagaimana , apa kalian sedang bermain balap-balapan? " ujar orang itu dengan nada mempermainkan perasaan Ken dan juga hara .


" siapa kau ?" ken marah dan berteriak pada orang itu .


" kau tidak mengenalku ? hahahaha anakku apa kau menginginkan permintaan terakhir mu ? " tanya si penelpon .


" kau Sira , kau wanita iblis kenapa kau melakukan itu pada kami " hara mulai meninggikan suara nya .


tiiiiin


suara mobil lain memberi tanda bahwa ia akan lewat tapi mobil yang mereka tumpangi terus melaju dengan cepat hingga membuat mobil itu sedikit keluar jalur .


" maafkan aku " teriak ken


" dasar gila apa dia tidak bisa menyetir ?"


cemooh orang yang di tabrak ken .


" hahhaah kau lihat Sayang , tadinya aku akan menyingkirkan laki-laki mu dulu tapi sepertinya aku sangat beruntung bisa mendapatkan keduanya dan tidak perlu menghabiskan seluruh tenaga ku untuk menghabisimu " Sira terus tertawa mempermainkan dua orang yang bertarung dijalanan itu .


" hara pegang yang kuat " ucap Ken.


lalu ia menambahkan gas nya ke arah kanan ia lihat keadaan disana sepi setidaknya ia tidak membahayakan kendaraan lainnya .


" kau , jika kau ingin melenyapkan ku habisi aku saja jangan Ken dia tidak salah aku yang salah , aku mohon lepaskan dia " Isak hara ia memohon pada Sira agar tak menghabisi Ken ialah seharusnya orang yang mati bukan Ken .


" aku uang seharusnya mati bukan Ken hiks hiks hiks " hara terus menangis memohon pada Sira .


" cukup hara , jika hari ini adalah hari terkahir kita setidaknya aku bisa mati denganmu . tapi yakinlah kita akan selamat ! ingatlah semua impianmu ingatlah hara " teriak Ken ia sedih saat melihat hara memohon untuknya . ia rela mati untuk hara Bahkan jika harus hari ini pun aku siap merelakan nyawaku untukmu .


" baiklah, sepertinya kalian akan mati bersama dan aku akan menguasai semuanya , selamat tinggal anakku dan juga mantan anggota ku hahahha " Sira begitu senang melihat dua orang itu sedang mengkhawatirkan satu sama lain .lalu ia mematikan ponselnya .


" maafkan aku Ken kau harus mengalami ini karena ku hiks, hiks, hiks " hara terus menangis manatap Ken .


Ken tidak bisa terus menatap hara karena ia harus menyetir .


" aku baik-baik saja, aku tidak akan menyerah kita akan selamat ,percayalah padaku hara " Ken terus berusaha menenangkan hara.


tiba-tiba dari belakang ada orang yang terus menembak mobil mereka


dor....dor....dor


" sial , siapa mereka , jangan lihat kebelakang tenanglah aku akan menghindarinya " ken terus menaikkan gas nya .


" hara kau tidak apa-apa kan ? " Ken mengkhawatirkan keadaan hara ia takut hara akan mengalami hal yang buruk .


hara menganggukkan kepalanya sambil terus menutup telinganya .


" ambil telpon ku , lalu telpon rumah sekarang , cepat " Ken menyuruh Hara menelpon rumah walaupun akan lama tapi setidaknya ia sudah memberitahu untuk membantunya .


hara langsung mengambil Telpon dari jas Ken lalu ia menekan nama bibi Injah .


Tut...Tut...Tut


panggilan yang anda tuju sedang tidak aktif .


" bagaiman ini ?" tanya hara .


" Jeny " ucap Ken dengan cepat .


lalu hara mencari nama Jeny .


ia menekan nomor itu .


tersambung untuk saja ponsel Jeny sedang aktif


" halo , tolong kami mobil yang kami bawa rusak dan kami tidak bisa mengerem sekarang " Ken berteriak di telpon


" apa , bagaimana bisa ? dimana kalian sekarang ?" Jeny terkejut mendengar itu ia berteriak sontak semua orang keluar dari kamar nya masing-masing .


" aku akan mengirim lokasinya sekarang juga , cepat suruh para penjaga " ucap Ken ia terus berusaha mengendalikan mobil itu lalu ia mematikan Telpon Dan langsung mengirim lokasi pada Jeny .


sedangkan dirumah itu bingung kenapa Jeny berteriak ditelpon mereka menghampiri Jeny dengan perasaan khawatir .


" ada apa ? " ucap bibi yang sudah khawatir dari tadi .


lalu Jeny menelpon semua orang untuk masuk kedalam ia akan memberitahu semua orang dan menyuruhnya membantu Ken dan hara .


Tak lama kemudian semua pengawal dan penjaga sudah ada di aula .


" cepat kita harus membantu nona hara dan Ken mereka dalam bahaya , mobil mereka blong " ucap Jeny dengan tegas .


semua orang terkejut bibi tak percaya pada yang ia dengar lalu Jefry menyiapkan anak buahnya untuk bersiap-siap . sedangkan rikco ia terus memikirkan bagaimana keadaan hara disana .


" apa hara baik-baik saja ? " tanya ricko yang khawatir .


" bagaimana mungkin mereka baik-baik saja , aku takut mereka akan ...."


" apa yang kau katakan , itu tidak akan terjadi " bibi menangis mendengar itu ia tak sanggup jika ia benar-benar melihat semuanya .


" sekarang kita harus cepat . Ken sudah mengirim lokasinya aku sudah membagikan ke semua orang " perintah Jeny.


" kami sudah siap , kami akan pergi sekarang ? " ujar Jefry


lalu mereka masuk kedalam mobil masing-masing menuju lokasi yang Ken berikan .


" aku akan ikut membantunya " ucap ricko lalu ia beranajak ke atas mengambil kunci mobilnya .


" kami berdua akan ikut " ucap bibi .


" tidak , kalian tetap disini bahaya disana tunggu saja dirumah , tunggu saja kabar dari semua orang " ucap ricko lagi pula ini sudah malam ia tidak ingin melihat bibi dan Jeny tambah khawatir .


" dia benar bi , kita dirumah saja kita akan menunggu nona hara dan Ken pulang tidak akan terjadi sesuatu pada mereka kan ?" Jeny sedari tadi terus menahan tangisnya ia berusaha menenangkan bibi . ia tidak tega melihat bibi sangat sedih .


" baiklah , tolong jaga bibi " ujar ricko dan langsung pergi .


bibi terus menangis dipelukan Jeny ia tidak tega melihat hara dan Ken harus bertaruh nyawa di jalanan itu mereka dalam bahaya .


" siapa yang melakukan itu ? apa dia tak punya hati hiks hiks hiks " ujar bibi sambil menangis .


Jeny sedari tadi yang berusaha menahan tangisnya ia sudah tidak dapat lagi menahannya tangisnya pun pecah ia memeluk bibi dengan erat .


" hiks hiks hiks tidak akan terjadi apapun pada mereka bi, aku yakin mereka pasti bisa melewati nya " Isak Jeny


" kita hanya bisa berdoa bi, aku yakin tuhan akan mendengarkan doa kita " sambung Jeny .


" Kenapa tuhan selalu menguji mereka berdua , apa yang mereka perbuat hingga Mereka terus dikelilingi oleh orang jahat " Isak bibi .


" percayalah , mereka akan membawanya kembali dengan selamat " Isak Jeny .


Hay reader jangan lupa untuk like, komen dan vote ya biar author nya makin semangat nulis. ceritanya deg-degannya banget ya liatnya jadi tunggu episode berikutnya ya 😊