
saat diperjalanan Ken melihat tempat dimana ia dan hara dipertemukan ia pun langsung menepikan mobilnya sebentar ia terus menatap tempat itu hingga ia pun memutuskan untuk turun dari mobil lalu ia duduk di bangku trotoar kota itu ia menatapnya seolah-oleh ia sedang menyaksikan seorang perempuan sedang ditarik paksa oleh seseorang yang tak lain adalah hara , lalu ia datang menyelamatkannya .
" aku merindukanmu " ujarnya dengan pelan ia pun kembali meneteskan air matanya . entah kenapa jika teringat keadaan hara ia tidak bisa menahan air matanya .baru Kali ini ia menangisi seseorang dalam kehidupannya .
ia pun membuka hpnya tiba-tiba ia tingkat hari dimana sam mengajak Ken dan hara berfoto lalu ia buka menu galeri di hpnya .
ia menatap foto didalam nya .
hara yang tersenyum lebar disana ia perbesar gambarnya ia pun tersenyum mengingatnya .
lalu ia geser lagi hpnya hingga yang paling akhir ada foto dirinya dan hara yang saling menatap , ia terkejut bagaimana ada foto ini dia pun ingat Sam mengambil gambar ini diam-diam .
" kau sangat cantik seperti ini " ujarnya lagi sambil terus menatap foto dirinya dan juga hara .
" Sam " katanya lagi
ia baru ingat dengan Sam ia pun langsung bergegas masuk kembali ke dalam mobil ia pun melakukan mobilnya dengan cepat .
beberapa saat kemudian ia sampai ke panti asuhan yang pernah ia kunjungi dengan hara .
ia pun dengan cepat masuk kedalam dia berlari dan ia terus mencari Sam disana . lalu ia lihat Sam sedang bermain bola di lapangan .
ia pun tersenyum lalu berjalan " Sam " teriaknya .
Sam yang mendengar namanya disebut itupun langsung menghentikan permainannya dilihatnya orang itu " kakakkkkk " teriak Sam
lalu ia berlari menghampiri ken dan ken pun berlari menghampiri sam.
" kakakk" ucap Sam dengan gembira .
lalu Sam dan Ken saling berpelukan . Ken memeluk ken dengan hangat .
" kakak aku merindukanmu " ujar Sam dalam pelukan Ken .
" hmm " ujar Ken yang masih memeluk tubuh kecil Sam .
" tapi , dimana kakak cantik kakak hara " tanya sam ia bingung sedari tadi ia tidak melihat sosok wanita itu .
" apa kau mau ikut kakak ?" tanya Ken .
Sam pun dengan cepat mengangukkan kepalanya.
lalu Ken meminta izin pada pemilik panti agar ia bisa membawa Ken ia pun diizinkan oleh pemilik nya lalu ia membawa sam ke rumah .
saat diperjalanan Sam terus bertanya tentang hara tapi Ken hanya tersenyum saja .
" kenapa kakak tidak menjawab , aku bertanya padamu " ujar yang sudah mulai kesal dengan Ken .
" tunggu saja , sebentar lagi kita akan sampai " ucap ken
lalu ia pun menambah kecepatan mobilnya
setengah jam kemudian mereka sampai kerumah para bodyguard itu pun langsung membukakan pintu pagar untuk Ken .
" wah , rumah ini sangat besar " ucap Sam yang takjub .
ken pun hanya tersenyum melihatnya .
" ayo kita turun " kata Ken .
lalu mereka turun dan masuk kedalam rumah .
" kakak , dimana kak hara , aku sudah sangat merindukannya " rengek Sam dengan manja pada ken .
bibi yang melihat Ken membawa seorang anak kecil pun bingung dan langsung bertanya pada ken.
" siapa dia ? " tanya bibi yang penasaran .
" aku Sam , aku teman kakak " jawab sam dengan cepat .
" wah , kau sangat tampan seperti namamu sayang " ujar bibi yang memegang pipi Ken dengan gemas.
" dimana semua orang ? " tanya ken pada bibi .
" semua orang di atas diruangan nona " jawab bibi .
" kakak , ayo cepat " ujar Sam yang terus menarik-narik tangan Ken .
" baiklah bi, kami akan ke atas dulu " ujar Ken
Ken pun tersenyum pada Ken lalu mereka naik ke atas menggunakan lift .
" ayo , keluar " ucap Ken saat lift sudah sampai .
lalu mereka berjalan bergandengan tangan Ken pun membuka pintu ruangan itu .
" tidak ada kakak cantik disini " ujar Sam ia tidak melihatnya karena wajah hara tertutup oleh tubuh Rendy .
semua orang pun melibat kebelakang saat suara anak kecil itu datang .
mereka bingung siapa yang Ken bawa .
" siapa dia ? " tanya ricko pada Ken .
" aku Sam , aku ingin bertemu kakak " ujarnya dengan polos.
" kakak ada disana " ujar Ken menunjuk ranjang hara .
sam pun menatap wajah Ken lalu ia berlari ke arah ranjang yang ditunjuk oleh ken .
Sam terkejut saat melihat hara ada diranjang itu matanya membulat sempurna ia shock melihatnya .
" kakak " lirihnya dengan mata yang berkaca-kaca .
" apa dia kakak cantik ? " tanyanya pada ken .
Ken pun menganggukkan kepalanya .
Sam pun mendekati hara ia berada di samping kanan hara .
" kakak " isaknya.
" kenapa kakak bisa seperti ini hiks, hiks, hiks" Isak Sam yang terus menangis melihat tubuh hara yang tak berdaya itu .
Ken pun langsung memeluk Sam ia berusaha menenangkannya tapi Sam sangat sedih ia tidak bisa mengehentikan tanggisannya .
" tenanglah Sam , jangan menangis " Ken berusaha menenangkannya .
" tidak , satu bulan yang lalu kakak tersenyum Dan tertawa bersama kita di lapangan itu tapi hari ini aku melihatnya seperti ini hiks , hiks, hiks"
" apa yang terjadi pada kakak ? " tanya sam ia sudah meredakan tangisannya .
Ken menarik nafasnya dengan kasar ia pun menjelaskan semua nya pada sam jika hara mengalami kecelakaan saat pulang dari panti .
" kakak pasti sangat kesakitan " ujarnya ia pun langsung mencium tangan hara .
" kakak juga sakit ya ?" tanyanya pada Ken .
ken pun menggelengkan kepalanya .
" tidak , kakak tidak sakit sama sekali " ujarnya bohong .
" aku tau kakak berbohong , pasti sangat sakit begitu juga dengan kakak cantik dia pasti sedang kesakitan " katanya lagi sambil terus membelai tangan hara dengan pelan .
Sam begitu perhatian pada hara
lalu ia melirik sekilas ke wajah Rendy .
" kakak dia siapa ? " tanya nya pada Ken yang menunjuk pada Rendy .
" dia kakaknya kak hara " jawab ken .
Rendy pun tersenyum menatap Sam .
lalu Sam turun dari duduknya ia berlari menghampiri Rendy .
" kakak , apa boleh aku berada disini ? aku ingin merawat kakak ? bolehkah ? " tanyanya pada rendy .
lalu rendy berjongkok di hadapan Sam ia mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Sam kecil.
" baiklah , kau boleh merawatnya " ujar Rendy lalu tersenyum pada Sam .
" terima kasih kak " ujar Sam lalu berlari ke samping Ken .
" kak tolong katakan pada mereka disana jika aku ingin disini " ujar Sam pada Ken.
" hmm baiklah , kakak akan bicara pada mereka " jawab ken .
" baiklah terima kasih " jawab Rendy pada Jeny .
lalu Jeny mengangukkan kepalanya.
" kalian turunlah , biar aku Disini menjaganya " ujar Rendy menyuruh semua orang untuk makan.
" tidak , kau sudah dari tadi disini , istirahat lah sebentar aku akan menjaganya " kata Ken .
" baiklah , terima kasih " jawab Rendy .
" ayo ricko , kita turun kau sudah bekerja keras kau harus istirahat , apa kau tidak lapar Sam?" tanyanya pada Sam .
" sebaiknya kalian semua makan terlebih dahulu , aku akan menjaga kakak Disini , aku tidak lapar sekarang " kata Sam
" baiklah , kami akan membawakanmu makanan " ujar Rendy .
lalu sam pun tersenyum
" ayo ricko " ajak Rendy
dan ricko pun mengangguk kan kepalanya .
" apa kakak tidak bangun ?" tanya sam pada Ken .
Ken hanya menggelengkan kepalanya .
Sam pun kembali menatap wajah pucat hara .
saat makan malam sudah selesai, bibi dan Jeny membereskan meja makan lalu tiba-tiba saat Rendy berdiri dari duduknya , ia tak senagaja menabrak Jeny yang sedang membawa piring dan piring itupun jatuh kelantai hingga pecah .
" astaga " ujar Jeny menatap wajah Rendy dengan kesal .
" maaf , aku tidak melihatmu " jawab Rendy .
" apa kau baik-baik saja " tanyanya pada Jeny .
" hmm sudahlah ,aku tidak apa-apa " ujar Jeny .
" baiklah , maafkan aku " kata Rendy lalu ia pergi meninggalkan Jeny sendiri .
" lihat , mudah sekali dia mengucapkan kata maaf , lalu pergi begitu saja " oceh Jeny sambil membereskan piring yang jatuh itu .
" astaga Jeny , apa kau memecahkan piring lagi kali ini ? " kata bibi yang melihat pecahan piring di lantai.
" tidak bisa ini bukan kesalahanku , ini kesalahan si tuan sombong itu " jawab Jeny ketus .
" siapa maksudmu ? " tanya bibi injah yang tak mengerti ucapan Jeny .
" maksudnya tuan Rendy " katanya dengan menekankan kata Rendy .
lalu bibi menutup mulut Jeny
" bibi , apa yang bibi lakukan ? " tanya jeny
yang menjauhkan tangan bibi dari mulutnya .
" pelankan nada bicaramu , tuan akan dengar nanti " kata bibi menekankan suaranya.
" dia sudah pergi " ujar Jeny lalu menaruh piring itu ke kotak sampah .
" sudahlah ayo kita ke kamar " ajak Jeny pada bibi .
bibi pun mengikuti Jeny masuk ke kamar .
" bibi , sebenarnya aku itu masih jengkel sekali pada tuan sombong itu , setiap kali aku bertemu dengannya aku selalu saja ditabrak olehnya lalu ia minta maaf Dan pergi begitu saja tanpa rasa bersalah sedikitpun " ujar Jeny panjang lebar pada bibi injah .
bibi yang mendengar itupun langsung menutup telinganya .
" ish bibi , aku ini bicara pada bibi bukan bicara pada patung " kata Jeny .
" kau ini juga , asal bicara saja , aku tidak percaya ucapanmu itu lihat tuan Rendy dia sangat tampan dan juga sangat menyayangi adiknya dan kau juga harus bersyukur karena tuan Rendy sudah baik dengan kita , dia sudah menganggap kita semua sebagai keluarganya " jelas bibi .
" aku tau bi, aku juga mengakui itu dia sangat tampan dan menyayangi nona, dia kakak yang sangat baik " ujarnya sambil tersenyum .
" tapi tetap aku masih kesal dengannya , dia menyebutku gadis penipu saat dia menabrak ku " ujarnya lagi .
" dan saat kami bertemu lagi oh astaga bibi , aku sangat terkejut , ternyata orang yang sangat baik pada kita itu si tuan sombong itu hu " ujarnya dengan lesu .
**flashback on
" Jeny , tolong bawakan kopi ini pada tuan Rendy , dia ada di kamarnya " suruh bibi pada Jeny .
" aku bukan bonekamu , bisa kau suruh-suruh dengan seenak maumu , aku bukan....."
" astaga anak ini , kau sudah tidak menurut lagi ya " potong biibi dengan kesal .
" tidak bi , aku hanya menyanyi , ini coba dengar lagunya " Jeny pun memasang kan headset pada telinga bibi .
ia pun mendengar lagu yang sedang trending itu .
" ah sudahlah kau membuat seluruh tubuhku gemetar , ayo cepat bawakan itu " suruh bibi.
" baiklah " lalu Jeny pun membawakan kopi itu ia naik ke ke lantai 2 dan ia mengetuk pintu kamar Rendy
tok...tok....tok..
" masuk " ujar Rendy tanpa melihat orang yang datang itu .
" ini tuan , kopinya " Jeny pun menaruh kopi itu di meja Rendy .
" baiklah bi , terima kasih " ucap Rendy .
" apa ? bibi ? apa suaraku seperti orang tua ? " lirihnya dalam hati .
" maaf tuan , aku sebenarnya ...."
belum sempat Jeny menyelesaikan ucapannya tiba-tiba rendy menatap wajah Jeny .
Jeny pun membelalakkan matanya ia tak percaya yang ia lihat sekarang itu orang yang membuatnya kesal waktu itu .
tapi Rendy hanya menatapnya biasa saja
" oh maaf ,aku kira kau bibi injah " ujar Rendy .
Jeny terus menatap wajah rendy dengan kesal
" astaga , apa dia tidak mengingatku ? semudah itukah dia melupakan aku ? " pikirnya dalam hati* .
" *siapa kau ? apakah kau yang selama ini menjaga hara juga ? " tanya rendy ia terus menatap wajah Jeny dengan lekat .
sepertinya ia sudah lupa dengan wajah Jeny .
" hmm iya , aku sudah menjaganya sejak dia datang ke Lebanon " ujar Jeny dengan keras .
Rendy terkejut saat mendengar nada bicara Rendy .
" apa kau sedang marah padaku ? " tanyanya yang bingung pada tingkah Jeny .
" tidak ,aku tidak marah , aku hanya kesal karena ada seorang pria yang tidak tahu diri " ujar Jeny .
" siapa dia ? " tanya Rendy .
" kaulah orangnya tuan sombong " lirih Jeny dalam hati .
" sudahlah , jika nanti dia sudah ingat aku akan menghajarnya " kata Jeny .
" baiklah , jika perlu kau pukul dia hingga babak belur " Jawab Rendy .
" hmm , kau akan makan ucapanmu sendiri nanti " lirih Jeny dalam hati .
" siapa namamu ? " tanya Rendy .
" aku Jeny " ujar Jeny dengan cepat
Jeny terus menatap wajah Rendy dengan lekat apakah dia akan ingat namanya .
" baiklah Jeny , terima kasih kopinya " ujar Rendy .
" baiklah ,aku permisi " lalu ia pergi meninggalkan ruangan Rendy .
" aku tidak percaya ini , dia kakaknya nona ? apakah dunia begitu sempit ? kenapa aku harus bertemu dengannya lagi ahhh " teriaknya namun ia teriak dengan nada pelan entah bagaimana caranya hanya dia yang *** bagaimana teriak dengan tidak mengeluarkan suara yang besar.
flashback off**