
setelah drama sepasang kekasih itu selesai merekapun langsung pulang kerumah karena sudah merasa sangat lelah seharian berbelanja .
mereka sudah sampai di halaman rumah yang sangat luas itu para pengawal sudah membukakan pintu rumah .
" bibi , sepertinya Sam sudah sangat lelah lebih baik bibi juga istirahat " ujar hara lalu menoleh kearah belanjaannya yang begitu banyak yang saat ini sudah dipegang oleh Tom dan Joy .
" nona , bisakah kami berdua masuk duluan, barang-barang ini sungguh berat " ujar tom dengan raut muka memelas
hara pun tersenyum melihat wajahnya .
" baiklah , terima kasih taruh saja di ruang keluarga " jawab hara .
tom dan Joy pun masuk kedalam terbirit-birit karena ditangannya sudah penuh dengan belanjaan entah apa saja isinya .
" aku akan kekamar sebentar " kata ken pada hara yang dibalas anggukan oleh nya .
hara pun langsung mendekat ke barang belanjaan ia mengamati sebuah paper bag besar berwarna coklat Dan tersenyum .
" Joy " panggil Hara.
sang pemilik nama pun berbalik
" iya nona " jawabnya .
" apa kalian sudah bekerja dengan kakakku bertahun-tahun ? " tanya hara yang penasaran .
" tentu saja , bahkan aku mengenalnya baik dalam maupun luarnya nona " jawab Joy .
" ini ambillah untuk kalian berdua " hara memberikan mereka sebuah paper bag berwarna hitam dan mereka langsung mengambilnya dengan antusias .
" benarkah ini untuk kami nona muda ? " tanya tom .
" ya , ini sebagai ucapan terimakasih ku karena sudah menjaga kakakku dan rumah ini walaupun tidak seberapa aku ingin membelikan ini untuk kalian " jelas hara .
" terima kasih nona muda " jawab mereka berdua secara serempak dan merekapun meninggalkan hara sendirian di ruang keluarga itu hara terduduk di sofa itu memperhatikan banyaknya belanjaan itu .
ia pun mengeluarkan sebuah kotak kecil dari tasnya .
" andai saat ini ayah bersamaku , aku akan memberikan ini sebagai hadiah ulang tahunnya dariku " lirih hara dalam hati .
" selamat ulang tahun ayah " sambungnya lagi lalu menaruh kembali kotak berisi jam tangan itu kedalam tas nya .
malam harinya semua orang berkumpul untuk makan malam kecuali Sam karena ia masih tidur karena lelah .
bibi sudah menyiapkan semuanya menata makanan ke meja dan siap untuk dimakan
" ayo bibi kita makan aku sudah lapar " ujar hara .
bibi pun tersenyum lalu duduk dikursinya .
" ayo " jawab bibi
lalu mereka pun makan dengan khidmat tanpa pembicaraan apapun setelah selesai makan bibi dan hara membersihkan meja makan sedangkan Ken ia masuk kedalam kamarnya .
saat didalam ia terkejut ada sebuah paper bag berwarna coklat besar ada diranjang nya ia buka paper bag itu ternyata ada sebuah setelan jas , dasi , kemeja dan jam tangan .
" apa kau menyukainya ? " tanya hara yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Ken , Ken berbalik ke arah sumber suara .
" ini untukku ? " tanya Ken .
hara berjalan mendekati Ken yang duduk di ranjang .
" hmm , saat kau sedang di goda sama pramuniaga itu aku sedang membeli itu . " jawab hara lalu ikut duduk di samping Ken .
" tapi ini ..."
" saat aku lihat baju ini aku ingat dirimu , kau selalu memaki jas itu itu saja seperti tidak ganti walaupun aku tau kau memiliki baju yang sama tapi , aku ingat dirimu saat aku lihat baju ini ini akan cocok untukmu " jelas hara yang memotong ucapan Ken .
" apa kau tidak menyukainya ? " tanya hara wajahnya sedikit cemberut .
" aku sangat suka ini , untuk pertama kalinya seseorang memberikanku ini " jelas ken .
" kalau begitu , besok kau pakai ini kau lebih tampan nanti " ucap hara dengan penuh semangat .
" aku memang terlahir tampan memakai baju apapun akan terlihat tampan " kata Ken dengan sombong .
" dasar narsis " ejek hara .
mereka pun tersenyum satu sama lain saling menatap dengan dalam .
keesokan harinya
Rendy tiba di Indonesia setelahnya mengalami beberapa kendali di bandara karena cuaca buruk mengakibatkan ia harus menunda penerbangannya.
iapun duduk di sofa membuka handphone nya mengecek jika ada email yang masuk .
" kakakkkkk " teriak hara dari atas .
Rendy melambaikan tangannya pada hara dengan senyuman lebar .
hara pun berlari menuruni tangga dengan semangat.
" hara hari-hari jangan berlari " teriak Rendy
hara langsung menghampiri Rendy dan memeluknya dengan erat .
" aku sangat merindukanmu " ujar hara ia terus memeluk kakaknya dengan erat .
" kakak juga sangat merindukanmu " Jawab Rendy .
" Apa ini ? kau makin cantik " goda Rendy .
" aish kakak , aku dari kecil sudah cantik " jawab hara.
Rendy tersenyum lalu kembali memeluk hara .
" kakak senang kau baik-baik saja " ujarnya .
" aku juga " jawab hara .
rendy melepaskan pelukannya pada hara dan langsung mendudukkan hara di sofa berdampingan degannya .
" kakak dengar kau membuat sebuah proyek besar di wilayah kosong " ujar Rendy .
" kakak sudah tau ? tadinya aku ingin memberitahu kakak tapi tidak apa-apa " jawab hara .
" kau yakin dengan proyekmu ? " tanya Rendy .
" tentu saja , aku belajar ini dari kakak " jawab hara .
" dalam satu bulan kedepan proyek itu akan mulai dibangun butuh waktu satu tahun untuk menyelesaikannya , aku harap setelah satu tahun aku bisa melihat jika aku mampu menjadi seperti ibu menjadi wanita yang kuat " kata hara dengan penuh keyakinan.
" kakak yakin kau akan berhasil kakak selalu mendoakan yang terbaik untukmu " Rendy mengelus kepala hara .
" oh iya besok akan ada undangan dari perusahan Gani group mereka mengadakan acara pernikahan anaknya apa kau akan datang ? " tanya Rendy .
" entahlah Kak , aku tidak biasa pergi ke sebuah acara aku takut " jawab hara .
" ada kakak , jangan takut ini juga bagus untuk perusahaan " jelas Rendy .
" baiklah aku akan datang tapi Ken harus ikut " tegas hara .
" sepertinya ada yang sedang jatuh cinta " goda Rendy .
" ah kakak sudahlah aku masuk kedalam saja " hara meninggalkan Rendy sendirian di ruangan itu ia masuk kedalam kamarnya .
didalam kamar hara mengambil handphone yang sedang ia charger ia mencari kontak Ken lalu mengetik sesuatu disana
📱 " kau belum memakai baju yang kuberikan ? pakai untuk besok malam saja kita akan pergi ke acara pernikahan "
hara langsung mengirim SMS itu pada ken
sedangkan Ken yang baru selesai mandi ia hanya memakai handuk di pinggangnya dan memperlihatkan bentuk tubuh yang sispack seperti roti sobek ia langsung mengambil ponselnya dan langsung membuka SMS itu dan membacanya
📱 " baiklah , aku akan memakai baju apa hari ini kalau begitu ? " tanya Ken dalam SMS itu .
drrrt ...drrt...drrrt hara langsung membuka SMS itu dengan antusias ia sedari tadi terus menunggu Ken membalas SMS nya .
📱" fotokan semua bajumu , aku akan memilihnya " hara mengirimkan SMS itu
Ting
Ken tersenyum lalu mengirim foto pada hara
drrt....drrt...
📱 " pakai kemeja warna biru dan jas seperti biasa yang kau pakai " imbuh hara
sedangkan Ken ia langsung membacanya dan mengambil baju itu lalu memakai pakaiannya .
" selesai " ujar Ken yang masih memandang dirinya di sebuah cermin besar sambil terus tersenyum tiada henti .
" pilihannya memang bagus , aku makin tampan dengan ini " ujarnya dengan narsis lalu bergaya di depan kaca dan mengedipkan matanya .